
Makhluk hidup memiliki dua tubuh, yaitu tubuh fisik dan tubuh jiwa. Pada makhluk cerdas sendiri, tubuh jiwa tersebut cukup kuat. Dua tubuh baik fisik atau jiwa sangat memengaruhi kehidupan.
(Karangan author, bukan ilmu pasti. Hanya fantasi.)
Jika tubuh jiwa itu mengalami kerusakan, hal tersebut akan memengaruhi fisik. Jika terlalu parah, jiwa bisa runtuh dan berakhir dengan kematian.
Tubuh jiwa Reinhart sendiri sebenarnya lemah dan tidak stabil karena gabungan dari manusia dan iblis. Ditambah masuknya Reinhart (transmigrator), tubuh jiwa yang bertabrakan tersebut berakhir retak, memiliki luka mengerikan yang membagi tubuh jiwa menjadi lima bagian. Satu bagian saat mencampur semuanya menjadi satu dengan baik, sementara sisa lainnya seperti fragmen yang tidak stabil. Bagian yang berbahaya dan bisa merusak jiwa jika terus dibiarkan begitu saja.
Topik tentang jiwa yang jika didalami bisa menyentuh hal-hal tabu merupakan topik sensitif. Hal semacam itu sangat dilarang, bahkan jika memiliki alasan untuk pengobatan.
Menyusup ke perpustakaan rahasia di istana, Reinhart akhirnya bisa mengetahui hal-hal semacam itu. Dia mempelajari dan mulai mendalami topik yang berkaitan tentang jiwa manusia. Sampai akhirnya, dia menemukan sebuah buku kuno tentang teknik terlarang.
Sebuah seni rahasia untuk menjahit jiwa!
Sebenarnya, teknik terlarang ini sendiri diciptakan bukan untuk mengobati. Sebaliknya, teknik jahat ini digunakan untuk memperkuat jiwa seseorang.
Teknik tersebut digunakan untuk menangkap jiwa, menghancurkan kenangan di dalamnya, kemudian menjahit dan menempelkan roh kosong tersebut pada pengguna. Terdengar biasa, tetapi sangat rumit dan jahat karena pengguna teknik ini harus terlibat dalam pembunuhan.
Orang yang menciptakan teknik ini adalah penyihir gila circle 6. Dia gagal menembus circle 7 karena alasan bakat bawaan. Meski begitu, orang tersebut memiliki ambisi besar untuk menjadi Kaisar Sihir.
Penyihir tersebut membunuh banyak penyihir kuat yang memiliki elemen sama dengannya, menghancurkan kenangan pada tubuh roh mereka lalu menjahitnya pada tubuh rohnya sendiri. Bukan hanya memperkuat sihirnya, tetapi juga bakat bawaannya.
Orang gila itu terus memburu, terus memburu sampai dia mencapai puncak circle 7 sebelum akhirnya dibunuh karena kegilaannya. Dia adalah salah satu sosok paling jahat sekaligus peneliti sihir paling kejam di masanya.
Reinhart membaca riwayat kisah penyihir tersebut dalam buku sejarah kuno. Buku yang akhirnya dilarang untuk disebarluaskan.
Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata teknik terlarang yang dibuat oleh orang gila itu disegel dalam perpustakaan rahasia milik Kerajaan Rembulan Perak.
Sedangkan alasan kenapa buku tersebut tidak dimusnahkan? Tentu saja, karena keserakahan manusia.
Mungkin leluhur Reinhart tidak menggunakan teknik tersebut karena memiliki bakat cukup. Namun, tidak bisa disangkal kalau orang-orang memiliki keinginan untuk menyimpan barang-barang berharga karena keserakahan mereka.
Ada tiga bahan untuk menyelesaikan sihir Jahitan Jiwa ini. Roh yang akan ditransplantasikan, benang jiwa, dan altar khusus.
Bagi Reinhart sendiri, dia tidak memerlukan roh yang akan ditransplantasikan. Pemuda tersebut memiliki ide untuk menggunakan jarum dan benang jiwa untuk menjahit bagian rusak pada jiwanya. Hanya saja, hal tersebut masih merepotkan.
Selama memiliki uang, altar tersebut bisa dibuat. Tubuh roh kosong yang akan ditransplantasikan, Reinhart tidak membutuhkannya. Namun ... bukan perkara mudah untuk membuat benang roh.
Menurut buku yang Reinhart teliti, benang roh dibuat dari berbagai roh seseorang yang dicampur dengan berbagai mana (energi sihir) dari banyak bahan baik itu tumbuhan atau bebatuan. Belum lagi, tidak semua roh bisa digunakan untuk membuat benang roh.
Jika sembarang roh bisa digunakan, Reinhart pasti sudah menerobos penjara untuk menarik keluar banyak narapidana hukuman mati untuk dijadikan bahan!
Hanya saja, semua tidak semudah itu. Roh yang digunakan harus roh penyihir dengan elemen sama. Bukan hanya itu, semakin kuat penyihir, semakin bagus jadinya. Seperti membuat barang biasa, semakin bagus bahannya, semakin bagus pula hasilnya.
Jika penyihir itu lemah, benang jiwa yang dihasilkan akan terlalu buruk. Sebelum roh yang dijahit menyatu sepenuhnya, benang tersebut mungkin saja putus.
Ya. Setelah dijahit, roh tersebut memerlukan waktu untuk menyatu.
Jadi, semakin baik benang roh, semakin baik jadinya. Bahkan, jika benang roh dibuat dari roh penyihir kuat, ada kemungkinan untuk menaikkan kekuatan dan juga bakat dalam sihir!
Mengetahui hal tersebut, Reinhart mengincar jiwa penyihir tingkat tinggi (circle 5 atau circle 6) untuk digunakan sebagai bahan. Sebuah ide gila itu benar-benar muncul dalam benaknya.
Jika Reinhart mengincar penyihir normal, orang yang dia incar setidaknya seorang Marquis atau bahkan Duke. Di kerajaan kecil, mungkin hanya raja yang memiliki kekuatan tersebut.
Tentu saja, Reinhart tidak begitu putus asa untuk membunuh orang secara acak!
"Bahkan dunia memaksaku untuk menjadi pembunuh," gumam Reinhart yang bangun dari tidurnya.
Reinhart merasa kalau mengincar bangsawan baik itu merepotkan. Sedangkan mengincar penyihir jahat, itu juga merepotkan. Lagipula, tidak banyak penyihir jahat yang memiliki kekuatan luar biasa. Jika ada, mereka pasti tokoh kuat dalam kelompok tertentu. Belum lagi, dia membutuhkan setidaknya empat penyihir tingkat tinggi untuk memulihkan segala lukanya.
Benar-benar membuatnya sakit kepala!
Setelah bangun, Reinhart minum air putih lalu melakukan pemanasan. Pemuda itu kemudian melakukan latihan pagi baru mandi, sarapan, lalu berangkat ke akademi.
"Hmmm ..."
Dalam perjalanan, Reinhart yang awalnya tidak terburu-buru untuk mencari target akhirnya memikirkannya dengan serius. Dia tidak ingin membuat keluarga atau orang-orang terdekatnya khawatir. Oleh sebab itu, karena dia memiliki kekuatan yang setidaknya sudah mencukupi ... pemuda itu memutuskan untuk memilih target.
'Minimal penyihir circle 5. Jika dipikir-pikir, pilihannya benar-benar terlalu sedikit.'
Saat itu, Reinhart tiba-tiba mengingat beberapa orang di sekitarnya. Dia langsung menggelengkan kepala. Benar-benar membuang pikiran gila untuk menumbuhkan lalu mengorbankan mereka.
"Tsk! Kenapa aku baru sadar!" gumam Reinhart dengan ekspresi tidak puas.
Setelah mencari secara acak dengan bodohnya, pemuda itu baru sadar kalau ada beberapa sosok yang bisa dia targetkan. Jika ditanya siapa? Tentu jawabannya adalah para villain dalam game yang pernah dia mainkan!
"Masalahnya, sebagian dari mereka benar-benar tidak ada gunanya."
Reinhart mengelus dagu. Sihir elemen petir sudah jarang, belum lagi elemen kegelapan. Sedangkan dua sisanya, dia memiliki beberapa ide.
"Selamat pagi, Rein!"
Aiden menyapa Reinhart dari kejauhan, tetapi pemuda itu terus berjalan sambil melamun.
"Hey! Apakah ada yang salah?" tanya Aiden setelah menghampiri Reinhart.
"..." Reinhart masih diam.
"Apakah kamu lupa mengerjakan PR?"
"..."
"Apakah kamu sedang merindukan tunanganmu?"
"..."
"Apakah kamu memikirkan cara membuat harem yang aman?"
"..."
"Apakah bisnis ramuanmu bangkrut?"
"..."
Aiden terus bertanya padahal tidak mendapatkan respon dari Reinhart. Pada saat itu, pangeran berambut perak tersebut tiba-tiba berhenti lalu menghela napas panjang.
"Mari pikirkan lagi lain kali," gumam pemuda itu.
Melihat ke arah Aiden yang berdiri di sampingnya, Reinhart sedikit terkejut. Memiringkan kepalanya, dia kemudian bertanya.
"Sejak kapan kamu ada di situ, Aiden?"
"..."
Mendengar pertanyaan tersebut, ekspresi Aiden berubah menjadi suram. Dia benar-benar merasa kesal, bahkan mengeluh dalam hatinya.
'Bukankah caramu mengabaikan seseorang itu keterlaluan, Kawan? Apakah hal semacam itu pantas dilakukan manusia?'
'Itu benar-benar sudah sangat keterlaluan!'
>> Bersambung.