Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Canon Dimulai



Ketika seseorang larut dalam suatu tindakan, waktu larut begitu saja. Sama seperti biasanya.


Tanggal 3 Januari.


Bagi kebanyakan rakyat biasa, hari ini adalah hari liburan mereka. Sedangkan bagi para pemuda bangsawan yang bersekolah di akademi, hari ini adalah hari dimana mereka harus meninggalkan rumah dan pergi ke sekolah.


Tahun ajaran baru dimulai setelah libur tahun baru!


Tidak seperti di bumi dimana musim dingin dimulai akhir november sampai awal februari. Di sini, januari berarti musim semi.


Di depan istana Kerajaan Rembulan Perak.


Tampak kereta kuda indah. Di sana, tampak juga sosok Raja, Ratu, Pangeran dan Putri yang mengantarkan kepergian orang yang ada di dalam kereta.


Ya ... Orang itu adalah Reinhart.


"Menyebalkan. Benar-benar sangat menyebalkan."


Di dalam kereta kuda, Reinhart terus bergumam dengan wajah muram. Pemuda itu benar-benar tampak suram. Sama sekali tidak seperti para remaja yang bersemangat untuk pergi ke akademi untuk menikmati masa muda mereka!


Beberapa minggu bersantai dan sekitar dua bulan berlatih.


Mengingat bagaimana dirinya berlatih sampai-sampai baru bisa kembali ke rumah empat hari yang lalu, lebih tepatnya saat akhir tahun. Pemuda itu benar-benar merasa penuh dengan kebencian.


Mengikuti pesta malam tahun baru dan pesta tahun baru, kemudian beristirahat satu hari, Reinhart benar-benar harus pergi menuju ke akademi di hari berikutnya.


Tanpa kalimat perpisahan yang panjang, kereta kuda pergi menuju ke bandara. Tempat dimana Reinhart akan naik kapal terbang dan pergi menuju ke Akademi Cahaya Bintang.


Segera pergi untuk memulai tahun ajaran baru!


Waktu dimana alur cerita dalam game akhirnya dimulai!


***


Beberapa hari kemudian, di halaman depan Akademi Cahaya Bintang.


Tampak banyak murid yang berdatangan. Sebagian adalah siswa kelas tiga yang tampak cukup tertekan karena akan segera fokus ujian kelulusan. Sebagian adalah siswa kelas dua yang tampaknya cukup bersemangat karena tidak lagi menjadi junior.


Saat itu, tiba-tiba banyak orang mengalihkan pandangan mereka ke gerbang sekolah.


Di sana, tampak sosok pemuda tampan yang mengenakan seragam sekolah. Dia memiliki rambut pirang, paras tampan, dan tempramen mulia.


Pemuda tersebut membawa satu koper kecil dan menyeret sebuah koper besar.


"Bahkan ketika telah membeli sebuah rumah di kota, aku harus tinggal di asrama. Papa dan Mama benar-benar tidak mempercayai putranya sendiri."


Di kiri dan kanan pemuda itu, tampak dua gadis cantik. Mereka adalah Sophia dan Caterina.


Ya. Dia adalah sahabat Reinhart, Pangeran Aiden.


"Mungkin Yang Mulia Raja takut anda tidak bisa menahan diri dan menganiaya kami, Pangeran Aiden." Sophia berkata dengan senyum di wajahnya.


"Lebih tepatnya, takut anda dikeluarkan karena kejadian tidak terduga. Jadi keputusan untuk menempatkan anda di asrama bukanlah pilihan yang buruk." Caterina berkata dengan nada sopan.


Aiden yang mendengar ucapan kedua gadis itu menghela napas panjang.


"Bukankah seharusnya kalian memihak kepadaku? Maksudku, kalian itu kekasihku, bukan?"


Melihat pemandangan itu, banyak siswa-siswi lama dan baru berbisik. Tampaknya telah mendengar gosip tentang kisah cinta Pangeran Aiden yang hebat.


Tidak lama setelahnya, semua orang terkejut dan melihat ke arah gerbang sekolah.


Di sana, tampak sosok pemuda tinggi memakai seragam sekolah. Rambut peraknya telah menjadi lebih panjang, bahkan diikat ke belakang. Kulitnya tampak pucat, dan mata biru indah miliknya memancarkan kilau penuh kesuraman.


Setiap kali dia melangkah mendekat, entah bagaimana suhu turun beberapa derajat. Padahal setiap orang tahu, pemuda itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan sihir atau kutukan elemen es.


Mengabaikan tatapan terkejut orang-orang, pemuda itu terus berjalan ke depan.


Tampak seperti seseorang yang telah bersiap masuk ke medan pertempuran!


>> Bersambung.