Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Kamu Yang Memintanya



Pagi harinya.


Sangat banyak penonton yang telah berada di Colosseum raksasa menunggu pertandingan antara dua pangeran yang pasti lebih seru daripada sebelumnya.


Berjalan menuju ke arena pertandingan, Reinhart melihat sosok Zale yang telah menunggu di sisi lain.


Reinhart berjalan dengan ekspresi tak acuh di wajahnya. Jubah hitamnya tertiup angin, membuat orang-orang yang melihatnya merasa bahwa kali ini pemuda itu lebih serius daripada sebelumnya.


Hanya saja, di sisi lain, Zale sedikit terkejut ketika melihat mata Reinhart. Meski sekilas sama, dia merasa ada sesuatu yang ganjil.


"Menyerah saja, Zale. Kondisimu saat ini tidak memungkinkan kita untuk bertarung."


Reinhart berkata dengan nada datar, tetapi pasti. Rasanya yang dia ucapkan bukanlah pendapat, tetapi sebuah fakta bahwa dirinya pasti menang.


Ucapan Reinhart yang begitu datar langsung membuat para penonton bersorak gembira. Mereka merasa sangat bersemangat bahkan sebelum pertandingan dimulai.


"Jangan bodoh, Rein. Aku sudah menunggu pertarungan ini! Sangat disayangkan ... akan lebih baik jika kita bertarung di final!"


"..."


Reinhart menatap ke arah Zale dalam diam. Bahkan jika tampak baik-baik saja, dia yakin kalau pemuda itu belum pulih seutuhnya setelah bertarung dengan Aiden kemarin.


'Meski sangat tidak nyaman dipermainkan oleh Selena, tetapi menurut kondisiku yang sekarang, aku memang memerlukan herbal yang hanya bisa didapatkan oleh juara.


Selain untuk meningkatkan pengendalian sihir kegelapan, aku juga bisa menjadi lebih kuat. Menembus level berikutnya dengan memanfaatkan potion yang terbuat dari herbal tersebut.'


Melihat ke arah Zale, ekspresi Reinhart menjadi lebih dingin. Pemuda itu berniat untuk bertarung lebih serius. Karena dalam pikirannya sekarang, selama tidak mengeluarkan sihir kegelapan, seharusnya semuanya akan baik-baik saja dan dia juga masih menyimpan kartu yang cukup untuk dimainkan.


"Jangan bilang aku tidak memperingatkanmu, Zale."


"Kalau begitu jangan segan-segan, Rein!!!"


Pada saat itu, suara pembawa acara yang bersemangat tiba-tiba terdengar.


"Karena kedua peserta sudah tidak lagi bisa menahan diri! Mari kita mulai saja hitungan mundurnya! Sepuluh ..."


Semua orang berteriak sambil menghitung mundur bersama-sama.


"Tiga, dua, satu ... MULAI!!!"


Mendengar itu, Reinhart bergumam pelan.


"Let's make this quick."


Petir biru langsung muncul dan melapisi kaki dan tangan Reinhart. Pemuda itu langsung melesat ke arah Zale dengan dua pedang pendek di tangannya.


Zale langsung menunjuk ke arah Reinhart dengan tongkat sihir di tangan kirinya.


"Water Sphere!"


Melihat bola air yang ditembakkan ke arahnya, Reinhart langsung menebas. Memotongnya menjadi dua tanpa pergantian ekspresi di wajahnya.


"Water Sphere! Water Sphere! Water Sphere!"


Melihat beberapa bola air yang ditembakkan dengan kecepatan luar biasa, Reinhart masih menebas dan terus menebas sambil terus berlari maju mendekati Zale.


"Percuma saja." Reinhart berkata dengan nada datar.


Melihat sosok Reinhart yang semakin mendekat, sudut bibir Zale terangkat.


"Kamu terlalu ceroboh, Rein! Water magic ... Cage of Blackwater!"


Pada saat Reinhart dalam jarak lima meter dari Zale, sebuah lingkaran sihir besar muncul di tanah. Garis-garis hitam yang terbuat dari sihir air naik. Langsung mencoba mengurung Reinhart yang mendekat. Namun saat itu ...


Reinhart tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan muncul langsung di depan Zale sambil menendang.


BRUAK!!!


Ditendang langsung di kepalanya, Zale terpental mundur dan berguling-guling di lantai. Saat itu, suara gak acuh Reinhart terdengar.


"Maaf, aku tak pernah bilang bahwa aku tidak memiliki teknik sihir gerakan yang lebih baik daripada Lightning Lynx Step."


Mendengar itu Zale bangkit sambil menyeka darah di hidung dan sudut bibirnya.


"Lightning Leopard Armament ... kah?"


Belum pulih dari keterkejutannya, Zale melihat sebuah lingkaran sihir raksasa di belakang Reinhart.


"Kamu kalah, Zale."


Reinhart berkata dengan nada datar.


Mendengar itu, Zale tersentak. Namun bukannya putus asa, pemuda itu malah menampar kedua sisi pipinya sendiri lalu berteriak.


"Aku belum menyerah, jadi aku belum kalah, Rein!!!"


Zale menunjuk ke arah Reinhart dengan tongkat sihir di tangan kirinya. Sebuah lingkaran sihir raksasa juga muncul di belakangnya.


"Wahai air, wujudkan bentuk yang bisa menghancurkan dan menenggelamkan lawan-lawanku ..."


Mendengar Zale merapal mantra, Reinhart masih tampak tenang. Bukannya langsung menyerang, pemuda itu tampaknya menunggu.


"Water magic ... Blackwater Great Python!!!"


Sebagai tanggapan, Reinhart menyarungkan kembali kedua pedang pendeknya.


Seekor ular piton raksasa muncul di dari belakang Zale. Seluruh tubuhnya terbuat dari air berwarna biru gelap, sebuah tanduk besar tampak di atas kepala makhluk itu. Membuka mulutnya yang dipenuhi oleh taring-taring tajam, makhluk dengan diameter lebih dari dua meter dan panjang lebih dari tiga puluh meter itu melesat ke arah Reinhart.


Sedangkan di sisi Reinhart, lingkaran sihir tidak mengeluarkan apa-apa. Sebaliknya, lingkaran sihir itu malah terus berputar dengan kecepatan yang semakin lama semakin cepat.


Melihat ular raksasa yang mendekat, Reinhart berkata.


"Lightning magic ... Thousand Lightning Sparrows."


Berbeda dari penggunaan sebelumnya. Lightning sparrow sama sekali tidak ditembakkan seperti peluru yang muncul terus menerus. Sebaliknya, seratus lightning sparrow muncul bersamaan dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Langsung membidik kepala Blackwater Great Python!!!


BLARRR!!!


Ledakan keras langsung mengejutkan semua penonton. Seluruh Colosseum raksasa kembali bergetar ketika asap tebal membumbung tinggi.


Ketika semua orang merasa bersemangat ketika melihat hasilnya, mereka semua malah terkejut ketika melihat pemandangan saat asap reda.


Sosok Reinhart muncul di dekat Zale dengan kecepatan luar biasa. Belum sempat pemuda itu merespon, dia langsung memukul wajahnya dengan tinju yang dilapisi oleh sihir petir.


BRUAK!


Sosok Zale terpental mundur beberapa meter. Sebelum tubuh pemuda itu menyentuh tanah, sosok Reinhart kembali muncul dan langsung menendang perut Zale dengan lututnya. Bahkan saking kerasnya, para penonton merinding ketika mendengarnya.


Ketika sosok Zale terpental ke atas, Reinhart langsung memegang wajah pemuda itu lalu membantingnya ke lantai arena yang keras.


BRUAK!!!


Darah memercik ke wajah Reinhart, tetapi pemuda itu sama sekali tidak mengubah ekspresinya.


Pemuda itu kemudian berdiri, menatap sosok Zale yang bersimbah darah tak sadarkan diri.


Sebenarnya, sejak Reinhart menggunakan Thousand Lightning Sparrows, dia telah menang. Dia menggunakan seratus lightning sparrow untuk meledakkan kepala Blackwater Great Python. Bahkan setelah itu, dampak sihir petir masih melukai Zale.


Jelas, saat itu Zale sudah kalah.


Hanya saja, ketika melihat tatapan penuh tekad di mata Zale. Reinhart benar-benar langsung maju untuk mengakhiri semuanya dengan caranya.


Tidak menunggu pembawa acara mengumumkan pemenangnya, Reinhart berjalan keluar dari arena sambil berkata.


"Kamu sendiri yang memintanya, Zale. Kamu ..."


Berjalan menjauh, pemuda itu bergumam dengan suara yang hanya bisa dia dengarkan.


"Benar-benar terlalu keras kepala."


>> Bersambung.