Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Lyn



Melewati lubang di bagian barat tembok kota, Reinhart dan rekan-rekannya melihat pemandangan barat Kota Roscars.


Berbeda dari yang Reinhart bayangkan, pertama-tama, mereka disuguhi pemandangan kolam lumpur. Di kejauhan, pemuda itu melihat rumah-rumah kayu yang tampak tua dan nyaris tidak layak huni. Pada saat itu, dia mengerti, sekarang mereka ada di jalan kumuh.


Meski cukup kecil, Kota Roscars sendiri dibagi menjadi lima jalan utama, yaitu jalan bangsawan, jalan perdagangan, jalan petualang, jalan baru, dan jalan kumuh.


Jalan perdagangan adalah jalan dimana segala sesuatu dari dalam dan luar kota diperdagangkan.


Jalan petualang adalah tempat dimana para petualang berkumpul. Sebagai kota yang dikelilingi oleh hutan, banyak makhluk yang bisa diburu dan tanaman ajaib yang bisa ditemukan oleh para petualang. Jadi, ini jalan petualang bisa terbentuk.


Jalan kumuh, seperti namanya, tempat para pengemis, pencuri, penjahat, dan orang-orang buangan berkumpul.


Jalan bangsawan adalah rumah tuan kota dan para pejabat kota serta keluarga mereka tinggal.


Jalan baru, seperti namanya, itu adalah tempat yang baru terbentuk. Sebuah tempat yang terbentuk oleh para pedagang yang mencaplok sedikit demi sedikit jalan bangsawan, jalan yang sekarang menjadi bagian terkecil dari Kota Roscars.


Banyak warga kota yang menganggap kalau rumah tuan kota sendiri memalukan. Karena memiliki kekuatan yang lemah, ketika waktu berlalu, prestise mereka semakin turun dan dikikis oleh kelompok pedagang yang semakin lama menjadi semakin kuat.


Tugas mereka adalah mengurus Emerald Spider, sebuah kelompok yang berhasil menyatukan dan memimpin jalan kumuh. Sedangkan urusan internal lain di Kota Roscars, sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka.


Reinhart dan rekan-rekannya kemudian pergi menuju ke rumah Devy. Namun, ketika mereka sampai di sana, mereka benar-benar tidak bisa menganggap itu sebagai rumah. Daripada rumah, apa yang mereka lihat adalah sebuah tenda kotor penuh dengan tambalan.


“Kakak pulang, Lyn.”


Devy segera menuju ke dalam tenda, tetapi ekspresinya berubah karena dia sama sekali tidak berhasil menemukan adiknya.


Gadis itu segera keluar dari tenda dengan ekspresi panik di wajahnya. Dia kemudian bergegas menuju ke salah satu rumah yang tidak jauh dari tenda miliknya.


“Nenek Ginny! Nenek Ginny!”


Tidak mendapatkan jawaban, Devy langsung membuka pintu. Namun saat itu, ekspresinya berubah menjadi buruk. Reinhart dan rekan-rekannya juga menyusul, tetapi ekspresi mereka berubah menjadi kusut.


Masih berjarak beberapa meter dari rumah, mereka langsung mencium aroma busuk. Melihat Devy yang berdiri di depan pintu dengan tubuh gemetar, Reinhart menatap ke dalam rumah.


Melihat wanita tua tak bernyawa yang berbaring di lantai, ekspresi pemuda itu menjadi buruk. Melihat noda darah berwarna hitam karena telah mengering, bahkan tubuh yang telah mengeluarkan aroma busuk … ekspresi Reinhart menjadi suram.


“Nenek Ginny …” gumam Devy dengan ekspresi tertekan di wajahnya.


Devy merasa sangat sedih dan tertekan. Nenek Ginny adalah wanita tua baik hati yang telah membantu dia dan adiknya dalam menghadapi banyak masalah.


Sebenarnya, gadis itu menemukan lubang di tembok kota tepat di hari dia mendapatkan misi dari bos Emerald Spider. Rencananya, dia akan membantu Jordan. Setelah mendapatkan sedikit uang, dia berencana membawa adiknya dan Nenek Ginny untuk melarikan diri dari Kota Roscars. Namun gadis itu tidak menyangka kalau semuanya akan berjalan ke arah ini.


“Nenek Ginny … Lyn …” Devy tampak semakin pucat ketika mengucapkan nama mereka berkali-kali.


Pada saat itu, suara dingin terdengar.


“Kuburkan terlebih dahulu. Kita akan membahasnya nanti.”


“Kubur? Dimana kita harus menguburnya?” Devy bertanya dengan ekspresi sedih. “Kami, orang-orang di jalan kumuh sama sekali tidak memiliki kemewahan untuk dimakamkan. Selain dibiarkan membusuk di jalan, mayat kami hanyalah makanan bagi hewan-hewan kelaparan itu.”


“Lalu kremasi. Bakar tubuh wanita tua itu, wadahkan dalam pot, lalu kubur di halaman belakang rumah.”


Reinhart berkata dengan ekspresi tak acuh di wajahnya. Mengikuti ucapannya, Aiden dan Helena membantu untuk membakar tubuh wanita tua itu di belakang rumah. Sebenarnya mereka agak jijik dan enggan. Namun karena permintaan Reinhart, mereka masih mau membantu.


Beberapa jam kemudian.


Malam di rumah Nenek Ginny, Reinhart dan rekan-rekannya berkumpul. Mereka menatap ke arah Devy dengan ekspresi tidak berdaya. Sebenarnya, mereka bisa meninggalkan gadis itu karena mereka telah berhasil menyusup ke Kota Roscars. Apa yang tersisa adalah membunuh pemimpin Emerald Spider secara sembunyi-sembunyi lalu kembali ke Akademi Cahaya Bintang, karena misi mereka telah dianggap selesai.


Hanya saja, Reinhart tampak tidak ingin meninggalkan Devy. Hal itu membuat Aiden dan tiga gadis bingung. Dalam pikiran mereka, pemuda itu adalah tipe orang yang dingin dan tidak peduli dengan orang lain. Namun tampaknya mereka juga salah.


Reinhart tampak sedang merenung. Setelah beberapa saat ragu, pemuda itu tidak bisa tidak bertanya.


“En???” Devy memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.


“Apakah adikmu memiliki rambut pirang bergelombang, wajah seperti boneka, dengan iris mata hijau yang tampak kusam. Berusia sekitar enam atau tujuh tahun?”


Devy diam sejenak. Beberapa saat kemudian, dia menjawab.


“Hampir mirip, tetapi anda mengenali anak yang salah. Adik saya memiliki iris mata hijau yang tampak cerah dan penuh harapan. Dia bukan tipe anak murung dan-”


“Gadis itu memiliki bekas luka di sini?”


Reinhart menyela. Pemuda itu bertanya sambil menunjuk ke sisi kiri lehernya sendiri.


Melihat itu, ekspresi Devy tiba-tiba berubah. Dia bergegas ke arah Reinhart dan menarik pakaiannya. Ekspresinya tampak panik.


“Apakah anda pernah melihat adik saya? Apa yang terjadi kepadanya? Mungkinkah dia diculik dan dijual? Bagaimana anda tahu???”


“...”


Reinhart tidak menjawab, tetapi ekspresinya menjadi tampak buruk.


‘Pada musim panas, aku mengalami demam tinggi. Nenek ingin menolongku, tetapi malah dibunuh oleh orang-orang itu. Aku ditangkap, lalu aku dijual.


Apakah kamu tahu rasanya dimasukkan ke dalam kandang dan diperlakukan seperti hewan peliharaan? Apakah kamu tahu, bagaimana rasanya tidak dianggap sebagai manusia?


Dewasa … bukan berarti harus memiliki usia lebih banyak atau tubuh lebih besar.


Hari itu, mereka mengeluarkan aku dari dalam kandang. Aku melihat jelas orang-orang itu, para bangsawan menjijikkan berlutut memohon pengampunan. Namun masih dibunuh oleh mereka.


Mereka bilang, jika aku bersama dengan mereka, aku juga akan memiliki kekuatan … dan di sinilah aku. Bertarung dengan kalian, karena aku ingin merubah dunia. Dunia kotor yang tidak pantas untuk ditinggali.’


Setiap kalimat itu masih terdengar dengan jelas di telinga Reinhart. Suara dingin yang tidak lagi peduli dengan kehidupan. Suara yang menyampaikan rasa sakit, benci, dan putus asa.


Salah satu kata-kata dari tokoh penjahat awal yang seharusnya dihadapi.


The Cursed Flame, Lyn.


Lyn adalah salah satu penjahat yang muncul di awal permainan, sekaligus penjahat yang mengarahkan cerita ke sebuah organisasi jahat yang merupakan villain utama dalam game tersebut.


Meski game tersebut adalah Otome Game, masih ada beberapa unsur classic yang ditambahkan. Heroine adalah gadis terpilih, memiliki sihir elemen cahaya yang tidak muncul selama ratusan tahun. Sambil mengumpulkan poin kesukaan dengan para target, Heroine akan berjalan di jalan takdir, menjadi sosok yang mencerahkan dan semacamnya.


‘Wings of Chaos.’ (Sayap Kekacauan)


Sebuah organisasi yang dipenuhi dengan orang gila. Bisa dibilang, itu kultus jahat yang memuja iblis dan kegelapan. Sebuah organisasi berbahaya yang mengancam keselamatan dunia.


Masalahnya, sampai akhir cerita game, last boss dikalahkan ketika Heroine berada di kelas dua.


Last boss itu sendiri bukanlah pemimpin Wins of Chaos, tetapi hanya salah satu pendeta.


Banyak orang yang tidak puas karena daripada membahas masalah dunia, game hanya fokus dengan event di sekolah dan kehidupan Heroine. Ada juga orang seperti dirinya yang tidak terlalu peduli karena lawan itu hanya Otome Game.


Kembali ke permasalahannya, Reinhart jelas mengenal sosok Lyn yang ikonik. Gadis kecil gila yang membunuh di sebuah acara besar yang akan terjadi di tahun depan. Gadis kecil yang mengendalikan api ungu bagaikan lavender, salah satu tokoh yang berakhir dengan cara sangat menyedihkan.


Mengingat kalau masih ada organisasi berbahaya di dunia ini, Reinhart tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya.


‘Sungguh … kenapa daripada aman, aku merasa dunia ini menjadi lebih dan semakin berbahaya?!’


>> Bersambung.