
Di sana, tampak sosok Zale yang berbaring di atas ranjang dengan enam gadis sekitarnya.
Para gadis mengenakan busana minim dan tipis, nyaris tidak menutupi beberapa bagian penting dari tubuh mereka. Hanya saja, apa yang membuat Reinhart dan Leander tercengang adalah ...
Para gadis di sekitar Zale itu tampak pendek dan imut!
Saat itu, Zale yang sibuk melakukan skinship bersama dengan keenam gadis juga melihat ke arah Reinhart dan Leander.
"Reinhart, Leander ... kenapa kalian ada di tempat ini? Tidak! Maksudku, kenapa kalian bisa memiliki kunci kamar yang aku pesan?!"
Mengabaikan ucapan Zale, Reinhart malah melirik ke arah Leander yang melongo sambil berkata.
"Jangan lupa berkedip, Leander."
"Aku tidak lupa!!!"
Leander langsung membalas dengan ekspresi kesal.
Reinhart masuk ke dalam ruangan dan berkata dengan nada datar.
"Gadis pirang kulit putih, gadis berambut hitam dengan kulit cokelat, gadis berambut hitam dengan kulit putih, gadis berambut merah dengan kulit cokelat, dan dua gadis kembar berambut cokelat dengan kulit putih. Sungguh penuh warna."
Ucapan Reinhart langsung membuat para gadis tersipu. Zale sendiri tertegun di tempatnya.
"Apa yang kamu inginkan, Reinhart?"
"Ada yang harus kita bicarakan. Ikuti aku."
"Tidakkah kamu bisa melihat situasinya? Aku sedang merilekskan pikiran. Pergi! Kita bisa berbicara besok."
"Kamu tidak akan kekurangan uang hanya karena ini, kan? Ikuti atau aku sendiri yang akan menyeret kamu pergi."
Mata Reinhart menyempit. Dia menatap Zale dengan ekspresi dingin. Benar-benar bersiap bertarung kapan saja.
"Tolong jangan lakukan kekerasan di tempat ini, Tuan!"
"Ya. Tuan Zale sudah membayar kami. Jadi kami juga akan melakukan sesuatu yang sudah seharusnya."
"..."
Mendengar para gadis mulai bicara dengan lembut. Membela Zale yang telah memesan mereka.
"Jangan khawatir, bahkan jika Zale pergi, dia tidak akan meminta uang kembali. Lagipula, dia tidak kekurangan uang.
Hanya saja, apakah kalian baik-baik saja? Maksudku, kalian terlalu muda untuk melakukan pekerjaan semacam ini, kan? Kalian belum pada usia legal! Jika sampai ketahuan, kalian dan orang-orang yang mempekerjakan kalian tidak akan aman."
Mendengar ucapan Reinhart, keenam gadis kecil itu tampak malu-malu. Mereka berpikir kalau pangeran berambut perak itu sedang memuji mereka.
"Hehehehe. Anda terlalu memuji kami, Tuan. Tentu saja, kami semua sudah masuk usia dewasa. Bahkan, usia kamu semua lebih dari 20 tahun."
Mendengar jawaban itu, tubuh Reinhart agak goyah. Dia tidak menyangka kalau pandangannya tentang dunia benar-benar dihancurkan begitu saja.
'Apakah karena ini dunia fantasi? Lolita semacam itu benar-benar berusia lebih dari 20 tahun?'
Reinhart bertanya-tanya dalam hatinya. Merasa kalau apa yang dia lihat benar-benar tidak masuk akal. Baginya, sosok Sophia yang dianggap dewasa sudah terlalu berlebihan. Belum lagi keenam gadis itu.
"Aku akan pergi."
Zale akhirnya menghela napas panjang. Dia bangkit lalu mulai mengenakan pakaian. Lagipula, sebelumnya dia hanya memakai celana pendek demi menikmati pijatan para gadis.
Mendengar jawaban Zale, Reinhart yang awalnya meragukan pandangannya tentang kehidupan tersadar. Dia mengangguk ringan.
Reinhart dan Zale kemudian pergi keluar dari tempat itu sambil menyeret Leander yang melongo di tempatnya.
Setelah keluar, mereka memilih untuk pergi ke sebuah restoran dan memesan kamar pribadi.
"Apa yang kamu lakukan, Rein?"
"Seharusnya aku yang menanyakan itu. Sebenarnya apa yang kamu pikirkan, Zale?"
Mendengar pertanyaan itu, Zale tiba-tiba menggebrak meja dengan ekspresi jengkel.
"Jangan kira hanya kamu yang bisa mendapatkan kekuatan cinta sejati, Rein!
Kami juga bisa mendapatkannya!"
"Maaf?"
Reinhart berkata dengan ekspresi bingung di wajahnya.
"Jangan pura-pura bodoh. Untuk pemuda seperti kita, kekuatanmu jelas sudah berlebihan!
Leander sudah bilang, alasan kamu bisa menjadi begitu kuat adalah Putri Vanessa! Gadis itu memberikan semangat sehingga kamu mendapatkan semacam boost dan bertarung lebih baik daripada seharusnya!"
"..."
Reinhart tidak bisa berkata-kata. Dia melirik ke arah Leander yang sedang makan sambil berpura-pura tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Jangan pura-pura bodoh! Jika itu aku, aku juga akan bersemangat ketika didukung oleh gadis imut dan menawan itu!" Zale berkata dengan tegas, lalu memiringkan kepala dan berbisik pelan. "Ya, meski tidak akan secantik itu dalam 2 atau tiga tahun."
Reinhart terdiam. Saat ini dia paham. Sudah jelas, Zale adalah sosok loli-con.
Dari gadis yang diundang, kemudian penampilan Vanessa yang jelas akan tumbuh setelah tiga tahun sudah membuktikan dugaan Reinhart.
Menarik napas dalam-dalam, Reinhart kemudian berkata.
"Setahuku, bukan hanya aku, tetapi Leander, Aiden, Flint, Xylon, dan kamu juga dijodohkan. Itu berarti, kamu telah memiliki tunangan!
Jika kamu tidak percaya kekuatan ini aku raih dengan tanganku sendiri dan hanya mengandalkan dukungan Vanessa, maka sebaiknya kamu mengundang tunanganmu sendiri untuk datang!"
BRUAK!!!
Zale menggebrak meja dengan ekspresi marah.
"Mana mungkin aku mengundangnya! Aku ... Aku tidak akan pernah menikah dengannya!"
"Jangan bilang kamu ingin memberontak seperti Aiden!" ucap Reinhart dingin.
"Tentu saja bukan karena itu!"
"Lalu kenapa?"
"Kamu tidak tahu! Bahkan jika pasanganku biasa-biasa saja seperti tunangan Aiden, aku masih mau menerimanya."
Reinhart terdiam. Jelas, menurut selera orang normal, Helena itu sangat cantik. Namun pemuda itu masih memakluminya karena Zale memang sudah dia anggap kurang normal.
Merasakan tatapan dingin Reinhart, Zale yang biasanya tampak seperti berandalan tiba-tiba menangis seperti bocah sambil berseru.
"Bagaimana aku mau menikahi gadis seberat 200 kilogram!!!"
Setelah berteriak putus asa, Zale langsung mengambil botol anggur. Meminumnya secara langsung tanpa memperhatikan kesopanan.
Saat itu juga, Reinhart tiba-tiba teringat karakter yang benar-benar bisa dibilang unik. Berbeda dengan rival lain pada Otome Game yang tampak cantik dan menawan, kata unik memang pantas digambarkan untuk tunangan Zale.
Mengingat sosok itu, Reinhart tiba-tiba merinding dan berseru dalam hati.
'Bagaimana mungkin aku sampai melupakan orang itu!'
>> Bersambung.