Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Perasaan Tidak Nyaman



Keesokan harinya setelah mendapatkan berita tersebut, Reinhart, Zale, dan Maria bersiap-siap untuk berangkat menuju ke tempat Aiden berada.


“Aku sudah bilang, Maria. Kamu tidak perlu membawa barang-barang yang tidak penting.”


Melihat ke arah Maria yang membawa banyak tas besar dengan ekspresi serius, Reinhart benar-benar merasa sakit kepala. Dia tidak menyangka kalau gadis itu benar-benar begitu berhati-hati. Meski bukan sesuatu yang buruk, tetapi hal tersebut bisa mempengaruhi anggota lainnya.


“Apakah gadis ini baik-baik saja? Bukankah dia satu-satunya penyihir cahaya yang muncul dalam waktu yang begitu lama?”


Mendengar pertanyaan Zale, Maria menunduk malu. Sementara itu, Reinhart sendiri penuh keluhan dalam hatinya.


‘Bukankah kamu seharusnya berpikir kalau kepribadian gadis ini unik dan tertarik kepadanya? Sejak kapan kamu menjadi seorang pangeran yang hanya mementingkan koin emas?’


Jelas, dibandingkan Reinhart yang ingin menyeret Aiden kembali atau Maria yang memang ingin menyelamatkan orang, Zale jelas datang untuk berburu harta karun. Tampaknya pemuda itu masih sangat terobsesi untuk menemukan harta sehingga dia tidak perlu lagi menikahi tunangannya.


Setelah bersiap, mereka kemudian berangkat menuju ke kota besar paling dekat dengan akademi untuk memesan tiket kapal terbang. Dikarenakan jaraknya yang jauh dan lokasinya juga berada di perbatasan kerajaan, walau terburu-buru, mereka tidak bisa pergi ke lokasi dengan cepat.


“Apakah kalian siap?” tanya Reinhart.


Mendengar pertanyaan Reinhart, mereka mengangguk dengan tegas. Dengan demikian, perjanan mereka menuju ke gurun pasir untuk menyelamatkan Aiden seccara resmi dimulai.


***


Tiga hari kemudian, di Gurun Ybozth yang berada di perbatasan Kerajaan Bintang.


“Kalian benar-benar keterlaluan.”


Setelah berjalan di gurun selama kurang-lebih tiga jam, Reinhart menyadari betapa cerobohnya dia untuk mempercayai heroine yang polos dan Zale yang tidak bisa diandalkan. Melihat langit biru tanpa setitik awan putih, pemuda itu menghela napas panjang. Semakin dia memikirkannya, pemuda itu merasa kalau mentari semakin terik sampai menyengat kulitnya.


Berjalan-jalan di gurun, daripada membawa air, dua orang itu benar-benar membawa benda lain. Maria membawa banyak hal dari tabir surya, obat-obatan, sampai alat pengusir serangga. Sedangkan Zale sendiri lebih parah. Dia hanya membawa pakaian, senjata, dan alat yang digunakan untuk menggali reruntuhan.


‘Apakah mereka pikir mereka datang untuk melakukan piknik dimana ada yang menjual es kelapa dan mereka bisa meminumnya hanya karena mereka mengingiinkannya? Benar-benar naif!’


“Bukankah dalam surat dikatakan akan ada yang menemukan kita untuk memandu jalan?”


“Kita harus tiba di lokasi misi dahulu.” Zale mengangkat bahu. “Mungkin saja mereka telah diamakan magical beast atau semacamnya.”


Melihat seringai Zale, ekspresi Reinhart menjadi suram. Beberapa saat kemudian, banyak sosok makhluk dengan penampilan seperti hyena dan serigala muncul lalu mengelilingi mereka. Meski levelnya tidak begitu tinggi, tetapi jumlah mereka sangat banyak.


“Mulut gagak,” ucap Reinhart dengan ekspresi kesal di wajahnya.


“Ini sama sekali bukan salahku!” Zale langsung membela diri.


“Tidak peduli apa, tugasmu adalah menyingkirkan mereka.”


Saat itu ekspresi terkejut tampak di wajah Zale. Dia menoleh ke arah Reinhart dengan wajah bangga sebelum berkata.


“Lihatlah, Rein? Aku benar-benar hampir lupa kalau aku sendiri adalah penyihir air. Di gurun seperti ini, aku sama sekali tidak takut kehausan.”


“…”


Meski Reinhart mengerti apa yang dimaksud oleh Zale, tetapi dia hanya menggelengkan kepalanya. Sama sekali tidak menjawab iya atau tidak. Lagipula, ada pro dan kontra dalam penggunaan sihir air di gurun.


Di satu sisi, sihir air iru sendiri bisa digunakan untuk membuat air tawar. Hanya saja, menggunakan skill dan energi terlalu banyak untuk membuat air sama sekali tidak disarankan kecuali benar-benar terpojok. Selain karena membuang energi sihir yang berharga, mereka juga akan lebih sulit menggunakan sihir ari di gurun. Lagipula, elemen air yang mengalir di udara juga sangat tipis. Sama sekali tidak disarankan untuk menggunakannya secara asal.


Melihat ke arah rekan timnya yang begitu sembrono, entah kenapa ...


Reinhart tiba-tiba merasakan perasaan tidak nyaman!


Rasanya bahaya benar-benar sedang mengintai mereka!