
Di antara pegunungan bersalju, tampak lembah yang dipenuhi dengan pohon dengan daun-daun tertutup salju.
"Apa-apaan dengan semua ini?"
"Bukankah seharusnya aku duduk di dekat perapian?"
"Bukankah seharusnya kakak ini berkumpul dan mengajari adik-adiknya menjadi manusia yang lebih normal?"
"Apa yang aku lakukan di tempat seperti ini?"
Reinhart menatap kosong. Dia hanya mengenakan baju lengan pendek dan celana pendek. Gelang pemberat tampak di kedua kaki dan tangannya. Benar-benar bukan pakaian yang cocok digunakan di tempat seperti itu.
Angin dingin berembus menerpa wajahnya. Kepingan salju jatuh ke atas tubuhnya. Merasa agak linglung, Reinhart melihat ke depan.
Di depannya, ada sosok makhluk mirip dengan gorila dengan wajah hitam kebiruan dan bulu seputih salju. Makhluk tersebut memiliki mata biru. Dia memiliki tinggi sekitar dua setengah meter. Tubuhnya dipenuhi dengan otot-otot sekeras baja.
Meski tampak mengerikan, tetapi makhluk ini sebenarnya masih remaja.
"Kita harus segera menyelesaikan ini, Kera Kecil.
Aku tidak bisa terus main-main di tempat ini. Bermain dengan kalian memang cukup menyenangkan. Namun aku harus pergi ke banyak tempat lain sebelum kembali ke rumah.
Aku ingin merayakan tahun baru di rumah dengan keluarga, bukan dengan sekelompok Frost Ape seperti kalian! Jadi bermainlah lebih santai!"
"RROOAAARRR!!!"
Frost Ape di depannya memukul dada dengan kedua tangan layaknya genderang perang. Tampak bersemangat ketika melihat ke arah Reinhart.
Mendengar teriakan Frost Ape muda tersebut, banyak Frost Ape dari yang anak-anak sampai dewasa berkumpul. Mereka mengelilingi Reinhart dan Frost Ape muda. Tampaknya sedang menunggu pertarungan yang menarik.
Frost Ape sendiri adalah binatang sihir yang memiliki kecerdasan tinggi. Setidaknya, mereka bisa berkomunikasi dengan manusia. Mereka bahkan telah membuat perjanjian dengan salah satu leluhur bangsawan Kerajaan Rembulan Perak, seorang Count yang menguasai wilayah tempat mereka berada.
Itulah alasan mereka tidak menyerang manusia kecuali dalam kondisi tertentu. Seperti diserang terlebih dahulu atau diburu.
Frost Ape muda yang bertarung dengan Reinhart adalah anak pemimpin Frost Ape. Bisa dibilang penerus, mungkin pangeran dari ras Frost Ape yang tinggal di sana.
"Kamu benar-benar masih suka pamer, Snow!"
"Hanya saja, kamu akan menyesalinya. Kecuali beberapa kali dipukuli di awal, hampir setiap saat kita imbang. Namun ..."
"Kali ini adalah waktunya balas dendam!"
Mengatakan itu, Reinhart mengendurkan otot-otot tubuhnya. Dia langsung bergegas maju.
Tentu saja Frost Ape yang dipanggil Snow itu tidak diam. Dia juga langsung berlari.
Keduanya berlari semakin cepat lalu sama-sama melompat sambil mengayunkan tinju mereka.
BANG!
***
"Apakah kamu masih hidup?"
Mendengar pertanyaan itu, Reinhart yang berbaring di atas salju bangkit.
Penampilannya tampak lebih berantakan. Beberapa luka goresan dan memar tampak di tubuhnya. Hanya saja, dia sama sekali tidak peduli dengan lukanya sendiri. Lebih tepatnya, pemuda tersebut telah terbiasa.
Belum lagi, Reinhart puas karena berhasil mengalahkan Snow dengan cara bertarung mereka!
Reinhart kemudian melihat sosok wanita cantik yang berdiri sambil menatapnya. Wanita tersebut memakai mantel bulu yang indah berwarna biru navy. Bukan hanya indah, tetapi tampak hangat.
Ya. Wanita tersebut adalah gurunya, Selena Novafrost.
"Tentu saja aku masih hidup dan menendang. Misi ini telah berakhir, bukan?
Setelah sebelumnya berlari kesana-kemari dengan para serigala, sekarang apa? Apa latihan terakhirnya?"
Reinhart berkata dengan nada tidak sabar. Merasa sangat tidak puas dengan apa yang dilakukan oleh gurunya.
Sebagai guru, bukan hanya tidak melatih dengan sepenuh hati, Selena langsung melemparkannya ke sarang binatang sihir lalu meninggalkannya begitu saja.
Benar-benar membuat pemuda itu ingin meledak karena marah!
"Apa maksudmu, Rein? Kita masih memiliki cukup banyak waktu di sisa liburanmu. Seratus binatang buas memang tidak mungkin, tetapi karena kita sudah berada di daerah utara Kerajaan Rembulan Perak, kita tidak boleh kembali begitu saja.
Setelah ini, kamu akan memanjat gunung tertinggi di sini, Silver Peak. Mencoba mengamati Great Snowhawk. Kemudian, pergi ke goa utara pegunungan untuk berlatih dengan para beruang. Terakhir, pergi ke laut dan berenang bersama para paus kuno yang hanya muncul di musim dingin."
Mendengar ucapan gurunya, Reinhart tertegun di tempatnya.
'Apakah kamu gila?'
Pertanyaan itu muncul dalam benak Reinhart. Setelah serigala dan kera, dia tidak keberatan untuk mencari elang dan beruang.
Sedangkan untuk berenang di lautan bersama para paus kuno ...
Pemuda itu merasa hanya orang gila yang mau melakukannya!
Sayangnya ... dia adalah salah satu dari mereka karena mau tidak mau harus melakukan hal tersebut!
Melihat ke arah Selena yang tersenyum kepadanya, Reinhart menggertakkan gigi.
'Itu hanya circle 6! Setelah menyusulnya, aku akan membalasnya sepuluh ... tidak!
Aku akan membalas seratus kali lebih dari ini!'
Reinhart bersumpah dalam hatinya. Sementara merasa marah, dia hanya bisa menerima nasibnya.
>> Bersambung.