
Halo, dengan bantuan admin sekarang Author Kei sudah memiliki grup chat sendiri. Jangan lupa untuk gabung ke grup chat untuk mendapatkan pemberitahuan.
Selain itu, kita bisa saling sharing di sana. Bisa curhat, kalau ada yang mau kasih kritik dan saran juga boleh! Jadi jangan lupa untuk bergabung.
Terima kasih!
---
Malam harinya setelah menghabiskan waktu luang bersama dengan Vanessa.
'Seperti yang diharapkan dari target dalam game.'
Itu adalah pemikiran Reinhart ketika melihat bahwa Xylon memenangkan lomba pembuatan ramuan. Melihat ekspresi bangga di wajah pemuda itu, dia merasa jijik.
'Seandainya saja aku yang maju ... aku pasti akan mendapatkan keuntungan lebih!'
Pikir Reinhart dengan enggan.
Meski semua bahan disediakan oleh Kerajaan Lautan Zamrud, hasil akhir potion yang telah dinilai adalah milik peserta.
Jika sebelumnya Reinhart tahu, pemuda itu pasti mencoba untuk mengambil tempat Xylon lalu membuat ramuan paling mahal.
Ya. Bukan yang paling sulit atau paling baik, tetapi paling mahal!
Memikirkan uang yang melayang pergi dari genggamannya, Reinhart tidak bisa tidak mengepalkan tangannya dengan ekspresi enggan.
"Apakah kamu merasa kesal karena ada orang lain yang juga mendapat juara selain dirimu, Reinhart?"
Flint, saudara kembar Xylon yang penampilannya sebenarnya kurang mirip berbicara dengan bangga seolah-olah dirinya yang memenangkan perlombaan.
"Tidak juga." Reinhart mengangkat bahu dengan ekspresi datar. "Aku merasa kamu sangat senang untuk piala saudaramu, Flint."
Mendengar itu, Flint langsung menunjuk ke arah Reinhart dengan wajah merah karena marah dan malu.
"Lihat saja besok! Aku akan memenangkan perlombaan dan menjadi yang pertama! Melebihi kalian semua!"
"Maaf harus merusak khayalanmu. Namun, pertandingan akan dilakukan dengan sistem turnamen. Ada 128 peserta. Pada hari pertama ada 64 pertandingan, kedua ada 32 pertandingan ... sampai hari ketujuh ada pertandingan grand final.
Jadi. Memenangkan pertandingan besok tidak berarti apa-apa. Itu hanya lolos babak pertama. Bukannya menjadi juara."
"..."
Semua orang dalam ruang makan langsung terdiam. Mereka tidak menyangka bahwa Reinhart terkadang begitu kaku!
Perlombaan ini hanya dilakukan oleh siswa kelas 1 dan 2, sementara kelas 3 sudah tidak lagi ikut karena mereka harus fokus pada studi kelulusan. Jadi, karena jaraknya tidak begitu jauh, siswa tahun pertama bisa saja mendapatkan lawan tahun kedua.
'Aiden, Zale, Flint, Xylon ... dan aku.'
Memikirkan bagaimana komposisi lima dari delapan besar adalah milik Akademi Cahaya Bintang, Reinhart tidak bisa tidak menghela napas panjang. Jika Leander ikut, hanya tersisa dua tempat untuk orang luar.
'Pangeran berbakat, tampan, kuat, dan baik. Impian para gadis ... hanya akan merusak keseimbangan.'
Sekali lagi memikirkan betapa dunia tidak adil, Reinhart menghela napas panjang. Meski dia termasuk dalam kategori beruntung karena menjadi Reinhart yang kaya, tampan, dan memiliki bakat baik. Pemuda itu agak meragukan sesuatu ...
'Mungkinkah karena aku beruntung di dunia sebelumnya, di dunia ini aku akan menjadi begitu sial?'
Membayangkan dirinya terus sial setelah datang ke dunia ini, Reinhart merasa agak takut. Ditipu berkali-kali oleh gurunya, bertemu dengan Gadis Suci yang selalu dikelilingi masalah, bertemu dengan tunangan yang kelak akan menjadi salah satu penjahat paling berbahaya.
Ditambah dengan Wings of Chaos yang mengintai dalam kegelapan sambil membuat masalah ...
Hati Reinhart merasa tidak begitu siap!
'Haruskah aku berpura-pura kalah besok?'
Pertanyaan itu sempat masuk ke dalam pikirannya. Lagipula, jika dia tampil buruk, itu berarti Wings of Chaos tidak akan terlalu memperhatikan dirinya. Mereka akan lebih memerhatikan pemuda mencolok yang kemungkinan besar akan menjadi ancaman di masa depan. Ya ... setidaknya begitulah yang ada dalam pikiran Reinhart.
'Ya ... Kalau begitu ambil saja nomor tiga.'
Pikir Reinhart yang tidak ingin terlalu mengecewakan Vanessa.
"Hey! Kenapa kamu malah melamun dan mengabaikanku, Reinhart!"
Ucapan keras Flint langsung menyadarkan Reinhart dari lamunannya. Pemuda itu memiringkan kepalanya dengan ekspresi datar sembari berkata.
"Maaf, aku benar-benar tidak mendengar ucapanmu. Bisakah kamu mengulanginya, Flint?"
"Lupakan!"
Flint menghentakkan kakinya dengan ekspresi kesal.
"Lihat saja, dalam turnamen ini ... akulah yang akan memenangkannya!"
Mendengar ucapan tersebut, Reinhart tersenyum ramah.
"Baiklah. Kalau begitu selamat berjuang."
"..."
Flint menunjuk ke arah Reinhart dengan ekspresi tercengang. Detik kemudian, Flint hendak marah karena merasa diejek. Namun, Xylon menutup mulutnya dan menyeret saudaranya pergi dari sana.
Flint yang diseret pergi hanya bisa memelototi Reinhart sambil menunjuk dengan kesal.
Melihat itu, Reinhart tampak bingung.
"Dasar aneh. Benar-benar marah karena aku memberinya semangat?"
Mendengar gumaman Reinhart, semua orang terdiam. Menatap ke arah pangeran tampan itu, mereka bertanya-tanya.
'Apakah anda yakin itu bukan ejekan, Pangeran Reinhart?'
***
Keesokan paginya.
"Sungguh merepotkan."
Memakai armor ringan berwarna hitam dengan garis-garis perak, Reinhart menghela napas panjang.
Sebenarnya kebanyakan dari armor dan pakaian tempurnya berwarna putih atau perak. Sedangkan warna hitam, dia memilihnya sendiri. Meski tidak begitu baik daripada armor yang ada dalam game. Setidaknya, armor yang dia gunakan tidak begitu mencolok!
"Aku juga masih mengantuk."
Reinhart menghela napas panjang.
Turun ke lantai pertama, pemuda itu tiba-tiba tertegun di tempatnya. Rasanya mata pemuda itu telah dibutakan oleh kemilau cahaya dari armor para peserta dari Akademi Cahaya Bintang.
Melihat ke arah Reinhart yang baru saja tiba, mereka semua juga terdiam.
"Bukankah itu armor yang kamu gunakan ketika melakukan misi? Kamu benar-benar akan menggunakan armor itu?"
Melihat mereka semua menatapnya dengan aneh, sudut bibir Reinhart berkedut. Dia hanya bisa mengeluh dalam hati.
'Anak-anak manja ini ...'
Melihat bagaimana mereka begitu mementingkan penampilan glamor, berkilauan, dan sebagainya ... pemuda itu tiba-tiba memiliki sebuah pemikiran dalam kepalanya.
Ayo pukul mereka dan buat mereka malu!
>> Bersambung.