Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Sudah Siap?



Sebuah circle dalam penyihir bersifat permanen. Setiap circle biasanya akan diukir dengan mantra paling cocok yang sekiranya akan sering digunakan.


Mantra yang terukir dalam circle memerlukan sangat sedikit energi sihir untuk digunakan. Selain itu, bahkan mantra tersebut bisa dilepaskan tanpa rapalan. Ya ... secara instan.


Karena sebuah circle hanya bisa digunakan untuk mengukir satu mantra, biasanya para penyihir akan memilih dengan hati-hati. Meski begitu, banyak sekali penyesalan yang terjadi di masa depan.


Ya ... Meski biasanya para penyihir bebas memilih, kebanyakan dari mereka memilih mantra yang paling kuat. Jika tidak, yang paling mudah.


Ada beberapa resiko jika memilih yang paling kuat. Yaitu, penyihir tersebut kesulitan untuk mengukir dan malah gagal dan tertahan di level tersebut.


Sebaliknya, jika terlalu mudah, mereka akan menyesal di kemudian hari karena mantra yang mereka gunakan untuk mengukir circle jarang mereka pakai. Setidaknya, hal tersebut masih lebih baik daripada tertahan level.


Namun ... apa jadinya jika ada sebuah cara untuk merubah, atau lebih tepatnya menulis ulang sihir dalam circle tersebut?


Ya ... Orang yang meneliti atau menciptakan teknik tersebut pasti akan ditargetkan.


"Orang-orang serakah itu ..."


Duduk di kursinya, Selena Novafrost, atau wanita yang sekarang dikenal sebagai Professor Elin memejamkan matanya. Dia tampak agak lelah, wajahnya juga tampak lebih pucat daripada sebelumnya.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk."


Pintu terbuka, sosok pemuda tampan berambut perak memasuki ruangan.


Melihat pemuda itu, sudut bibir Professor Elin sedikit terangkat. Dia merasa kalau muridnya itu cukup spesial. Selain itu, wanita tersebut sebenarnya juga cukup mengenal Reinhart. Hanya saja, pemuda itu tidak menyadarinya.


Reinhart hanya merasa kalau wanita itu hobi memberi dirinya latihan keras yang menggetarkan fisik dan mentalnya.


Jika ada orang yang bilang Professor Elin melakukan hal tersebut karena menganggap dirinya spesial, pemuda itu akan menjadi orang pertama yang tidak percaya!


"Kenapa anda memanggilku, Guru?" tanya Reinhart dengan ekspresi datar di wajahnya.


"Hou ... apakah kamu tak suka jika aku memanggilmu?"


"Uhuk! Bukan begitu maksudku, Guru. Hanya saja, aku merasa ... seharusnya anda lebih sibuk karena harus membuat soal ujian semester, kan?"


"Aku telah menyelesaikannya ketika izin beberapa hari yang lalu."


"..."


Melihat sosok gurunya yang begitu bangga, Reinhart hanya bisa mendecak dalam hati. Namun dia juga tidak menyangkalnya. Meski rasanya seperti disiksa, tetapi memang ... pemuda itu merasa bahwa dirinya pasti akan menjadi salah satu siswa terbaik di bidang teori.


Sedangkan di bidang praktek ... Reinhart tidak ingin banyak berkomentar.


"Aku di sini untuk memberitahu kamu, Rein. Setelah ujian teori selesai, kalian akan pergi ke Hutan Kabut Ungu untuk berburu magical beast.


Ya ... Itu juga penilaian."


"..."


Reinhart tertegun. Dia menatap gurunya dengan ekspresi tidak percaya. Bagi seluruh guru dan murid, Professor Elin jelas sosok yang terkenal bukan hanya karena kecantikannya. Sebaliknya, dia juga terkenal karena jujur dan tidak pilih kasih.


'Apakah aku mendapatkan bocoran ujian? Hmmm ... tampaknya wanita itu memiliki mulut dingin, tetapi hati hangat.'


Suara wanita yang dingin dan tak acuh kembali terdengar di telinga Reinhart.


"Jangan terlalu berpikir, Rein. Apakah kamu tahu alasannya?"


"..."


Melihat Reinhart hanya diam, wanita itu akhirnya melanjutkan.


"Hutan Kabut Ungu adalah tempat yang tidak terduga dan berbahaya. Jadi, aku tidak ingin kamu sampai ceroboh dan akhirnya mengamuk.


Jika kamu benar-benar menjadi iblis, bukan guru lain ... tapi aku sendiri yang akan membunuhmu. Namun, aku tahu kamu sudah membuat banyak persiapan mantap. Jadi ..."


Menatap ke arah Reinhart, Professor Elin mengangkat sudut bibirnya.


"Apakah kamu siap mengukir rune sihir, dan menjadi Penyihir Kegelapan satu circle ... Reinhart?"


Mendengar itu, Reinhart mengangguk dengan ekspresi serius.


"Saya sudah menunggu lama untuk ini, Guru."


>> Bersambung.