Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Cinta dan Benci



Kota Flowreevt, sebuah kota kecil yang tenang dan damai. Sebuah kota yang dikelilingi oleh padang rumput dengan bunga unik yang bermekaran selama tiga musim.


Tidak ada serigala raksasa jahat, tidak ada beruang setinggi empat meter, tidak ada ular setebal ember ... hanya sebuah kota kecil nan damai dan indah.


Warga-warga di Kota Flowreevt mencukupi kehidupan mereka dengan bertani. Karena tanah yang subur, mereka biasanya menanam sayur atau buah. Ada juga produk khas dari tempat ini, yaitu madu Flowreevt. Meski tidak memiliki banyak efek dan tidak bisa digunakan sebagai bahan ramuan, tapi madu tersebut memiliki efek menenangkan ketika diminum.


Ada juga pengrajin yang membuat madu tersebut menjadi Flowreevt Mead, minuman beralkohol khas kota tersebut.


"Haah ... benar-benar melelahkan."


Di sebuah bar, tampak sosok pemuda yang hampir seluruh tubuhnya diselimuti jubah hitam. Meski dia mengenakan pakaian layaknya para petualang, bahkan ada pedang hitam yang menggantung di pinggangnya ... penampilan pemuda itu masih cukup mencolok.


Kulit halus seperti bayi, rambut perak, mata indah, paras tampan ... benar-benar berbeda dengan tempramen petualang biasanya.


"Satu gelas Flowreevt Mead lagi, tolong!"


Duduk di kursinya, pemuda itu kembali memesan. Meski pemilik bar tahu bahwa pelanggan itu tampak terlalu muda, dia sama sekali tidak berani bertanya apalagi menasihati pemuda tersebut. Bahkan pelanggan lain merasa agak takut!


"Hik ... Wanita itu benar-benar kejam. Dasar iblis, pencatut, wanita gila. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus aku alami selama satu bulan ini ..."


Sambil cegukan, pemuda itu bergumam pelan dengan ekspresi tertekan di wajahnya.


Ya. Dia adalah Reinhart, dan sudah satu bulan berlalu sejak dia memulai liburan.


Awalnya, pemuda itu berpikir akan melakukan perjalanan bersama dengan gurunya. Namun siapa sangka, gurunya malah mengusirnya dari kota. Menyuruhnya melakukan banyak misi-misi berbahaya sendirian!


Mengingat banyak situasi berbahaya yang dia alami bersama dengan Hachiko, Reinhart tidak bisa tidak menggertakkan gigi.


Bukan hanya satu kali, pemuda itu benar-benar menghadapi bahaya belasan kali. Selain misi berburu, gurunya juga membuat misi pencarian bahan atau herbal tertentu. Jadi, selain menguras kekuatan fisik ... otak pemuda itu benar-benar lelah.


Reinhart telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh gurunya. Tujuan terakhirnya adalah Black Valley (Lembah Hitam), sebuah tempat yang tidak kalah berbahaya dengan Hutan Kabut Ungu. Di sana, dia bertarung dengan banyak makhluk ganas dan keluar selamat.


Meski Reinhart mengeluh, pemuda itu masih sangat bersyukur karena ternyata apa yang dia lakukan sama sekali tidak sia-sia. Selain telah menjadi high knight elemen petir dan kegelapan (knight level 2), penyihir kegelapan juga telah naik ke circle 3!


Berdasarkan penjelasan gurunya, sihir kegelapan yang terakumulasi selama bertahun-tahun sebelumnya akan membawanya naik dengan cepat. Setelah semuanya dimurnikan dan dijadikan kekuatannya sendiri, barulah kenaikan akan melambat. Namun, itu juga berarti satu hal ...


Bahaya tersembunyi dalam tubuh Reinhart benar-benar telah dihilangkan!


Bahkan, sekarang dia sudah berada di ambang batas untuk menembus penyihir kegelapan circle 4. Naik tingkat seperti menaiki roket hanya dalam satu bulan! Ya ... meski harus diiringi dengan ancaman kematian beberapa kali, tapi masih cukup sepadan!


Hal itu juga yang membuat Reinhart dilema.


Pemuda itu membenci Selena Novafrost, tetapi juga menyayangi dan menghormatinya.


Benci sampai ingin membunuhnya!


Namun, hormat sampai ingin melindunginya dari segala bahaya!


Melihat Reinhart terlalu banyak minum, Hachiko langsung menggonggong untuk mengingatkan tuannya. Banyak pelanggan yang melihat Naberius muda itu, tetapi tidak ada yang berani untuk menegurnya.


"Apakah boleh membawa hewan peliharaan ke bar?" bisik salah satu pelanggan.


"Sssttt ... jangan biarkan dia mendengarmu. Apakah kamu tahu siapa dia?"


"Memangnya siapa?"


"Dia adalah Silver Shadow yang terkenal."


"Hah?! Apakah kamu bercanda? Kamu bilang dia adalah ahli pedang itu?"


"Iya. Jangan lihat tampangnya yang tampak lemah dan halus, dia telah banyak membantu menaklukkan serangan gerombolan monster serigala. Bahkan menghadapi belasan dari mereka sendirian!"


"Aku dengar dia juga membantai para bandit yang mencoba mengganggu perjalanannya. Belasan orang tingkat ksatria level 1, tiga level 2, dan pemimpinnya ada di level 3. Benar-benar galak!"


"..."


Mendengar orang-orang membicarakan dirinya, Reinhart sama sekali tidak peduli. Sekarang dia telah merasa agak mati rasa. Meski pertama mengganggap hal tersebut memalukan, tetapi sekarang rasanya begitu biasa.


Beberapa orang memanggilkan Black Swordsman, pendekar pedang hitam karena dia selalu memakai pakaian hitam. Namun, Reinhart lebih terkenal dengan sebutan Silver Shadow.


Bukan karena dia menggunakan elemen kegelapan. Sebaliknya, karena dia bertarung dengan cepat, ganas, dan kejam. Menempel seperti bayangan musuh. Sedangkan nama perak, jelas karena rambutnya yang begitu mencolok.


Ksatria sekaligus penyihir, petarung penyendiri yang kuat ... dan banyak gadis berkata dia menawan. Ya ... rumor itu dengan cepat menyebar.


Reinhart sama sekali tidak bisa membendungnya!


Mengabaikan apa yang dikatakan orang-orang, pemuda itu hanya memikirkan satu kalimat. Sebuah kalimat yang pernah diucapkan oleh Squidward Tentacles, salah satu tokoh kartun dalam kehidupan sebelumnya.


'Aku akan bersantai, bahkan jika itu membunuhku!'


Ya ... itulah yang dirasakan Reinhart sekarang. Masih ada dua minggu liburan, dan memerlukan sekitar tiga sampai empat hari perjalanan menuju ke Akademi Cahaya Bintang dari sini. Jadi, pemuda itu memutuskan untuk bersantai di kota kecil yang indah dan tenang ini selama satu minggu.


Hanya saja, pemuda itu merasa agak tertekan karena juga banyak yang berlibur di kota kecil ini. Khususnya banyak pasangan muda, pacaran atau baru saja menikah.


Bukannya membuat tenang, Reinhart yang melihat mereka merasa tertekan! Jadi, setelah datang hari ini, bukannya berkeliling ... dia langsung menuju ke bar!


"Tampaknya aku harus mencari penginapan atau semacamnya," gumam Reinhart.


Pada saat itu, pintu bar terbuka. Hampir semua orang, termasuk Reinhart langsung menoleh. Melihat sosok yang baru saja masuk, pemuda itu merasa agak bingung karena ...


Sosok itu tampak begitu familiar baginya!


>> Bersambung.