Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Terlalu Berlebihan!



Melihat gadis yang tiba-tiba memeluknya, Reinhart merasa pusing. Dia langsung mengingat jelas plot yang sangat penting dalam game.


Musim panas, setengah tahun sebelum memasuki Akademi Cahaya Bintang, Maria kehilangan ibunya. Meski memiliki sihir elemen cahaya yang sangat langka dan seharusnya bisa menyembuhkan banyak penyakit, gadis itu sama sekali tidak bisa mengendalikan sihir, apalagi menyembuhkan seseorang.


Setelah ibunya meninggal, gadis itu bertekad untuk menguasai sihirnya dan pergi ke Akademi Cahaya Bintang. Dia ingin sihirnya bisa digunakan untuk menolong dan melindungi orang-orang.


Pada awalnya, karena gadis itu tidak memiliki latar belakang, dia hampir ditolak. Akan tetapi, Maria menunjukkan sihir cahaya dan akhirnya membuat Professor Elin tertarik kepadanya. Pada akhirnya, dengan dukungan Professor Elin ... dia bisa masuk ke Akademi Cahaya Bintang.


Bukan hanya itu, Professor Elin banyak membantu Maria dalam meningkatkan kekuatannya. Itulah kenapa Reinhart berpikir wanita itu baik seperti dalam cerita. Namun siapa sangka, apa yang dia dapatkan adalah sebaliknya.


Memang, ibu Maria memiliki fisik buruk karena kurang gizi dan terlalu banyak bekerja. Hanya saja, demam membunuhnya? Jika bukan karena plot, itu pasti hampir mustahil terjadi.


Itu berarti, apa yang Reinhart lakukan adalah ... merusak plot utamanya.


Meski itu tidak sengaja, karena ini, semuanya pasti akan berantakan dan tidak sesuai dengan game yang dia mainkan sebelumnya. Itu karena ... alasan kuat kenapa Maria menjadi penyihir jelas karena ibunya!


'Tunggu! Jika tidak berjalan sesuai dengan plot ... bukankah aku akan berumur panjang dan bahagia?'


Memiliki pemikiran itu dalam kepalanya, Reinhart tanpa sadar tersenyum. Namun pemuda itu tiba-tiba mengingat sesuatu yang paling penting.


Jelas, main MC utama dalam game tidak boleh menjadi gadis biasa. Maria, gadis itu seharusnya menjadi Gadis Suci, atau lebih tepatnya Light Bringer (Pembawa Cahaya), sosok yang muncul untuk membantu dunia. Membuat dunia lebih damai, membantu menaklukkan iblis, dan banyak peran penting lainnya.


Dunia tanpa Maria → Kekacauan dimana-mana → Perang antar manusia → Pembantaian oleh iblis → Keputusasaan manusia → Punah?


'Ini jelas bukan ending yang baik!'


Reinhart menutup wajahnya dengan ekspresi menyakitkan, benar-benar lebih kesakitan daripada ditipu oleh gurunya sendiri.


"Apakah anda baik-baik saja, Tuan?"


Maria yang berhenti memeluk Reinhart karena sadar dan malu mundur. Melihat ke arah pemuda tampan dengan ekspresi kesakitan di wajahnya, dia bertanya dengan nada khawatir.


"Tidak ... Tidak ada apa-apa."


Reinhart mencoba tetap tenang, meski sebenarnya beberapa ujung jarinya masih agak gemetar ketika memikirkan akhir dunia.


"Terima kasih! Terima kasih telah membantu ibu saya, Tuan! Saya akan membayar kembali hutang ini."


"..."


Mendengar ucapan putrinya, wanita di atas ranjang itu terkejut.


"Apa maksud semua ini, Maria? Apakah kalian tidak saling kenal?"


"Saya—"


Belum sempat Maria menyelesaikan ucapannya, Reinhart langsung menyela.


"Maaf. Sebelumnya, perkenalkan, nama saya Reinhart.


Sebenarnya saya hanya lewat ketika jalan-jalan. Mendengar teriakan mendadak itu, saya tanpa sadar langsung datang. Maaf karena tindakan tidak sopan saya."


Reinhart berbohong tanpa mengedipkan mata. Pemuda itu tidak mungkin berkata bahwa dirinya telah membuntuti putrinya, kan? Jika Reinhart mengatakan hal itu, jelas dia akan dicap sebagai pemuda bejat!


"Tidak, sama sekali tidak masalah." Ibu Maria menggelengkan kepalanya. "Justru saya bersyukur karena anda tanpa sengaja lewat. Mungkin ini takdir."


"..."


"Karena anda sudah di sini, bagaimana jika makan siang di tempat kami? Yah ... meski makanan kami mungkin tidak semewah yang biasanya anda makan."


Meski tidak mengenal Reinhart, Ibu Maria yang telah mengalami kehidupan jelas tahu bahwa pemuda di depannya bukanlah pemuda biasa.


"Kalau begitu, maafkan saya karena telah merepotkan."


Mendengar jawaban Reinhart, Ibu Maria tersenyum.


"Tunggu apa lagi, Maria? Ibu ingin beristirahat, tolong antar Tuan Muda ini."


"Eh? Anu ... Iya, Bu!"


Melirik ke arah Reinhart dengan ekspresi malu-malu, gadis itu kemudian berkata.


"Tolong ikuti saya, Tuan Muda."


"Kamu bisa memanggilku Reinhart."


"Baik. Kalau begitu ... Tuan Reinhart."


Di dapur, Reinhart duduk di kursinya sambil termenung. Dia menatap ke arah makanan di atas meja dengan tatapan kosong. Hal itu jelas membuat Maria merasa tidak nyaman.


"Maafkan saya, Tuan Reinhart. Hanya ada ini, jika tidak sesuai dengan selera anda—"


"Tentu saja ini sesuai dengan seleraku."


Reinhart yang tersadar dari lamunannya segera membalas. Dia kemudian makan hidangan yang telah disajikan oleh Maria.


Pemuda itu tampak terkejut, meski tampak sederhana, ternyata rasanya sangat enak!


Walau hanya makanan vegan, berisi banyak sayur dan jamur, tetap saja ... Reinhart merasa kalau Maria memiliki bakat memasak!


Cantik, tubuh indah, suara merdu, bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik ...


Jika saja gadis di depannya bukan putri takdir yang masa depannya dikelilingi oleh bahaya karena harus menyelamatkan dunia, Reinhart benar-benar tidak keberatan mencoba berhubungan dengannya.


Sedangkan sekarang? Jangankan menjalin hubungan, bahkan Reinhart ingin jauh-jauh dari gadis cantik itu!


"Terima kasih atas makanannya," ucap Reinhart.


"..."


Maria tidak mengatakan apa-apa. Namun melihat Reinhart menghabiskan hidangan yang dia masak, gadis itu tampak sangat bahagia.


"Omong-omong ... apakah kamu tahu sihir, Maria?"


"Sihir?"


Ditanyai oleh Reinhart, Maria merasa agak malu.


"Sebenarnya, impian saya adalah menjadi seorang penyihir hebat. Namun, saya sama sekali tidak memiliki bakat untuk melakukannya."


"..."


Melihat gadis pemalu dan pesimis di depannya, Reinhart sama sekali tidak bisa melihat sosok heroik yang seharusnya tegas dan pantang menyerah dalam menghadapi segala rintangan. Malah berbanding terbalik!


"Jika itu impianmu, maka kejarlah. Kamu bilang memiliki bakat buruk, kan? Itu berarti kamu memiliki energi sihir dalam tubuhmu dan berbeda dengan orang-orang normal.


Berbakat atau tidak, kamu telah memiliki kesempatan. Tidak mengetahui apa yang terjadi kelak, bukankah lebih baik mencoba lalu gagal daripada menyesal ketika tua karena tak pernah berani mencoba???"


"..."


Maria terkejut dengan ucapan Reinhart. Menatap ke arah pemuda tampan di depannya, gadis itu tersenyum sebelum berkata.


"Anda benar-benar baik, Tuan Reinhart."


Mengatakan itu, Maria mengingat ekspresi Reinhart yang sebelumnya tampak kesakitan.


'Mungkinkah, Tuan Reinhart memiliki penyakit tersembunyi? Jika itu benar ...'


Ekspresi Maria berangsur-angsur menjadi lebih tegas. Dia kembali ingin mengejar mimpinya. Itu karena pemuda di depannya. Jadi ...


"Saya akan menjadi penyihir hebat dan membalas kebaikan anda, Tuan Reinhart!"


"Eh???"


Reinhart terkejut melihat ketegasan Maria yang tiba-tiba. Namun dia merasa lega karena tampaknya dunia tidak jadi dihancurkan karena kecerobohannya.


"Sungguh ... kamu tidak perlu membalasnya. Itu hanya potion yang tidak begitu berharga bagiku. Sama sekali tidak penting."


Mendengar ucapan Reinhart membuat Maria lebih bertekad.


'Aku akan menyembuhkan penyakit Tuan Reinhart! Apapun yang terjadi!'


Jika Reinhart tahu apa yang dipikirkan gadis itu, dia pasti akan memprotes bahwa gadis itu hanya salah paham. Pemuda itu pasti juga sangat ketakutan.


Meski Maria dianggap sebagai Light Bringer, tetapi dibalik semua itu ... dia pasti akan dikelilingi oleh bahaya. Bahkan jika gadis itu selamat karena takdir, tidak berarti orang-orang di sekitarnya juga pasti selamat!


Jika Maria berada di sekelilingnya, itu berarti banyak bahaya mengancam nyawa akan muncul di sekitar Reinhart!


Bagi pemuda yang hanya ingin hidup sehat, aman, dan bahagia ... itu benar-benar terlalu berlebihan!


>> Bersambung.