
Dalam sebuah ruangan gelap.
"Apa kamu bilang? George benar-benar bertindak sendiri?!"
Sosok wanita menggebrak meja dengan nada marah. Bahkan jika jubah menutupi wajahnya, semua orang dalam ruangan bisa membayangkan betapa mengerikannya ekspresi di wajah wanita tersebut.
"Aku tahu kamu marah, tapi—"
"Tapi apa?! Kamu pikir Pangeran dari Kerajaan Rembulan Perak itu bodoh?! Apakah kamu pikir orang lain selain kita itu bodoh?!
Jika sampai George tertangkap, konsekuensinya terlalu berat!"
"Mungkin George tidak sekuat itu, tetapi dia jelas tidak mudah ditangkap. Kamu terlalu khawatir, Isobel."
"Kalian meremehkan Pangeran Reinhart karena dia hanya seorang bocah, kan?! Kalian semua terlalu meremehkan para pangeran dari kerajaan-kerajaan besar!"
"Bahkan jika mereka kuat, mereka hanyalah bunga dalam rumah kaca. Mereka tidak memiliki banyak pengalaman dalam pertarungan nyata."
Salah satu anggota lain berkata dengan nada santai.
"Itulah kenapa aku bilang kalian bodoh!!"
Wanita bernama Isobel itu berkata dengan nada marah. Jelas tidak puas dengan kelakuan rekan-rekannya yang tidak bisa diandalkan.
"Para pangeran yang dilatih itu berbahaya. Khususnya Reinhart. Lagipula, menurut informasi yang aku dapatkan dengan sudah payah ..."
Nada bicara Isobel menjadi lebih berat.
"Bocah itu adalah orang yang mengambil jalan Raja."
***
BLARRR!!!
Ledakan kuat terdengar dari pinggiran kota. Hal itu langsung mengejutkan warga di sekitarnya. Sedangkan orang-orang yang memiliki rumah di dekatnya langsung menutup jendela dan pintu. Segera bersembunyi di ruang basemen untuk mencegah hal-hal buruk terjadi!
"Ayolah! Bukankah kalian sudah menunggu saat-saat ini?!"
Sosok Reinhart berdiri sambil menginjak salah satu pria berjubah yang terjatuh tak sadarkan diri. Beberapa orang juga tumbang karena serangan pemuda itu yang terlalu tiba-tiba.
"Kamu ... Kamu benar-benar menggunakan sihir semacam itu di tempat umum?!"
Salah satu penyerang berkata kepada Reinhart dengan ekspresi tidak percaya.
"Haruskah aku menjadi penurut lalu ditangkap atau dibunuh dengan mudah? Maaf, imajinasimu terlalu buruk."
Klang!
"Apa yang kamu lakukan?! Berhenti melamun!"
Sosok pria lain yang tampaknya adalah seorang ksatria muncul. Dia menangkis serangan Reinhart. Meski begitu, ekspresinya tampak buruk karena serangan pangeran berambut perak itu lebih kuat daripada ksatria tingkat 2 pada umumnya!
"Fire ball!!!"
Orang yang diselamatkan langsung mundur beberapa langsung lalu menembakkan sihir level pertama.
Karena cukup mudah dan berguna, kebanyakan penyihir di circle 1 biasanya memilih sihir seperti Fire ball, water sphere, dan sebagainya.
Melihat bola api yang melesat ke arahnya, Reinhart langsung menendang perut ksatria di depannya. Setelah itu, dia menunjuk ke arah bola api. Petir biru muncul di ujung jarinya sebelum akhirnya ditembakkan. Bertabrakan dengan bola api, ledakan skala kecil tercipta.
"Membosankan ..."
Reinhart berkata dengan ekspresi tak acuh. Dia kemudian melihat beberapa orang yang ada di belakang gerombolan.
'Tiga ksatria level 3, dua penyihir circle 3, dan satu penyihir circle 4.'
Memikirkan kelompok yang sudah dianggap cukup kuat tersebut, sudut bibir Reinhart terangkat. Membuat gerakan menunjuk dengan pedang di tangannya, dia berkata.
"Kalau kalian tidak ingin memulainya, tidak apa-apa. Kalau begitu ..."
Mata Reinhart berkilat dingin.
"Biarkan aku yang memulainya!!"
Mengatakan itu, sebuah lingkaran sihir raksasa muncul di belakang Reinhart. Dari ukuran dan skalanya, itu jelas sihir level 4 yang memiliki dampak serangan area kuat!
Jika dilakukan di area seperti ini ...
Kemungkinan besar akan menimbulkan banyak korban!
Bukan hanya itu, pertarungan skala besar seperti ini jelas akan menarik perhatian ksatria kerajaan. Hal tersebut sangat tidak menguntungkan bagi kelompok yang dipimpin oleh George si penyihir circle 4.
Melihat ke arah Reinhart yang tersenyum ganas, pria itu tidak bisa tidak berkata.
"Bocah ini sudah gila!"
>> Bersambung.