Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Kuda Hitam!



Keesokan harinya.


"Berkuda ..."


Reinhart bergumam dengan ekspresi muram di wajahnya.


Ada berbagai jenis perlombaan. Yang paling populer adalah turnamen di arena. Tentu saja, ada juga berbagai perlombaan lain. Biasanya, perlombaan itu berdasarkan dengan mata pelajaran tambahan.


Membuat potion, membuat kerajinan sihir, dan sebagainya. Salah satunya adalah berkuda. Selain pertarungan di arena, Reinhart yang menggantikan Leander benar-benar harus ikut lomba berkuda.


Bukan hanya jenis balapan kuda memutari lapangan. Namun balapan kuda melewati kota, hutan, sungai, dan berbagai medan sambil membidik target yang telah ditentukan.


Bukan hanya balapan soal kecepatan, tetapi juga menghitung berapa target yang bisa mereka kenai.


Dalam satu balapan, akan ada tujuh peserta yang ditandai dengan warna putih, merah, biru, kuning, hijau, ungu, dan hitam. Mereka akan berkuda dan membidik target. Setiap sesi selesai, kecepatan dan jumlah target yang mereka kenai.


Memanah dan berkuda! Jenis keahlian Leander!


Melihat bahwa dirinya termasuk dalam kelompok peserta terakhir, ekspresi Reinhart tampak suram.


Kelompok terakhir sebenarnya memiliki berbagai keuntungan seperti bisa mengetahui skor terbaik. Mereka tahu berapa nilai yang dibutuhkan untuk menang. Namun, itu bukan tanpa kerugian.


Justru, banyak kerugian sebagai kelompok terakhir. Tekanan karena nilai lawan yang tinggi, waktu yang kurang baik karena di sore hari membuat mereka lebih sulit melihat target karena pencahayaan, dan beberapa kekurangan lainnya.


Setelah menunggu lama, giliran Reinhart akhirnya tiba.


Setelah diundi, Reinhart mendapatkan penanda warna hitam. Melihatnya, pemuda tersebut tampak suram. Dia mulai mendapatkan firasat buruk.


"Maaf, karena kuda sebelumnya telah kelelahan, kami akan menggantikannya dengan dengan kuda baru."


Ketika pembawa acara mengatakan itu, tujuh kuda baru dibawa masuk. Sama seperti kuda ksatria kerajaan sebelumnya, seluruh kuda tampak sehat dan baik. Hanya saja, ada satu kuda yang berbeda dari lainnya.


Seekor kuda hitam dengan mata merah.


Dibandingkan dengan kuda lain, kuda itu sedikit lebih tinggi, tubuhnya juga dipenuhi dengan otot, tampak lebih kuat daripada kuda lainnya. Hanya saja ...


Kuda itu tampaknya tidak sepenuhnya jinak.


"Bukankah itu black flash?"


"Omong kosong suci! Kenapa kuda itu ada di sini?"


"Kuda yang hebat, tetapi sayangnya tidak untuk ditunggangi."


"Ya. Aku dengar kuda itu telah menjatuhkan banyak ksatria. Yang paling parah, jatuh ke bebatuan dan terinjak oleh kuda lain, langsung mengalami gegar otak!"


"..."


Mendengar percakapan antara para penonton, para peserta tampak pucat. Mereka benar-benar tidak ingin digulingkan dan diinjak-injak. Sama sekali tidak ingin mendapatkan kuda tersebut!


Pada saat kuda ditempatkan, kecuali Reinhart, para pemain lain tampak lega. Kuda hitam untuk pemegang tanda warna hitam!


"..."


Ekspresi Reinhart langsung menjadi lebih suram.


Kali ini dia sadar, tampaknya dirinya benar-benar telah disabotase!


'Aku akan mengingat ini ... Wings of Chaos! Aku akan melunasi satu per satu hutang ini!'


Berseru dalam hati, Reinhart kemudian berjalan menuju ke arah kuda hitam itu dengan ekspresi suram.


Melihat kedatangan Reinhart, kuda itu menatap dengan ekspresi sombong. Bahkan tampak jijik. Namun, kemudian kuda itu tertegun.


Bukan hanya kuda, bahkan semua penonton, pembawa acara, dan peserta lain juga tertegun.


Tanpa mengucapkan sepatah kata, Reinhart benar-benar langsung merangkul leher kuda hitam itu dan membantingnya ke tanah dengan keras!


Ketika kuda itu pulih dari keterkejutannya, dia melihat sosok pemuda tampan memegang kepalanya dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya? Mengepal erat dan langsung diarahkan ke wajahnya.


Buk! Buk! Buk!


Suara pukulan demi pukulan beserta rengekan kuda terdengar.


Pada awalnya, semua orang tercengang. Namun beberapa saat kemudian, suara panik pembawa acara terdengar.


"Tolong hentikan peserta itu, Petugas!"


Dua petugas juga segera sigap langsung menghampiri Reinhart. Mengetahui gelar pemuda itu, mereka tidak berani sembrono. Mereka berkata dengan sopan.


"Maafkan ketidaksopanan kami, Pangeran Reinhart."


Setelah mengatakan itu, dua ksatria kekar itu memegang tangan kanan dan kiri Reinhart. Mereka kemudian menyeretnya menjauh.


Sebagai lelaki yang telah bergulat dengan beruang, berenang dengan buaya, bermain kejar-kejaran dengan gerombolan serigala, dan berebut makanan dengan para monyet ... Reinhart jelas tidak akan membiarkan kuda hitam kecil menjatuhkan dan mempermalukan dirinya!


Melihat ke arah Reinhart, kuda hitam itu tampak ketakutan. Biasanya dia diperlakukan dengan baik, penuh kasih sayang, dan hormat. Baru kali ini dia benar-benar langsung dipukuli oleh orang yang baru saja bertemu dengannya!


Pemuda itu benar-benar gila! Dia tidak ingin berpasangan dengan pemuda itu!


"Karena sedikit masalah, pertandingan akan ditunda selama lima belas menit. Mohon pengertiannya!"


Ucapan pembawa acara membuat para penonton mendidih. Mereka benar-benar belum melihat bangsawan yang bertindak begitu berani di depan umum. Kebanyakan dari mereka berperilaku busuk di belakang, tetapi selalu berpura-pura di depan umum!


Bagi mereka, meski tampak gila dan tidak bermoral, Reinhart tampil cukup keren! Terlalu di luar perkiraan mereka!


Lima belas menit berlalu begitu saja.


Reinhart dan para peserta lain kembali ke lokasi.


Kuda hitam yang sibuk merumput tercengang ketika melihat ke arah Reinhart. Pemuda itu juga menatapnya. Namun dibandingkan langsung memukulinya, pemuda itu malah tersenyum ramah ... sambil membuat gerakan menyeka leher dengan jempolnya.


Sebelum menaiki kuda hitam itu, Reinhart menepuk kepala kuda itu.


"Jika kamu melakukannya dengan baik, aku tidak akan menghajarmu. Apakah kamu mengerti?"


"..."


Mengerti yang Reinhart ucapkan, kuda itu mengangguk ringan.


Reinhart kemudian menaiki kuda. Melirik ke arah peserta lain, pemuda itu memegang busur di tangan kirinya.


"MULAI!!!"


Ketika aba-aba diserukan, Reinhart langsung memacu kudanya. Dia langsung bergegas melaju dengan cepat.


Memiliki ekspresi tak acuh di wajahnya, pemuda itu mengamati beberapa target di kejauhan. Dia langsung membidik dan menarik tali secara penuh.


Melihat penampilannya, banyak penonton dan peserta menggelengkan kepala mereka. Itu karena, Reinhart jelas masih terlalu terburu-buru dan jaraknya terlalu jauh. Namun ...


Swoosh!


Anak panah menembus angin dan langsung mengenai target.


Ketika semua orang tercengang, Reinhart terus maju ke depan tanpa mengubah ekspresinya. Bahkan black flash yang dianggap kuda liar benar-benar berlari cepat tetapi juga sangat stabil.


Tanpa ada banyak keraguan, setelah terus berkuda dan memanah ...


Reinhart yang mencapai garis finish langsung dianggap sebagai juara karena kecepatan dan ketepatannya!


Memecahkan rekor tercepat sekaligus mengenai semua target panahan!


***


Sementara itu, di kursi penonton VIP.


Dalam ruangan khusus, tampak sosok Vanessa yang duduk dengan senyum manis di wajahnya ketika melihat Reinhart menjadi pemenang.


"Sudah aku bilang, Cindy. Black flash akan mudah ditaklukkan oleh Suami."


Di belakang Vanessa, tampak sosok ksatria wanita yang tak kalah kuat dari Isana. Dia tampak cantik. Memiliki rambut pirang bergelombang dan mengenakan armor merah menyala.


"Jika kuda itu memberontak, apa yang ingin anda lakukan, Putri?"


"Tentu saja berarti kuda itu bodoh karena tidak mengerti betapa hebatnya Suami. Kita harus menyembelihnya."


"..."


"Yah ... lagipula itu tidak terjadi, kan?"


"Benar."


Wanita bernama Cindy itu menyeka keringat di dahinya.


"Omong-omong, lihatlah Suamiku ...


Bukankah dia terlihat keren? Padahal memenangkan kejuaraan, tetapi jelas tampak sangat tenang."


Cindy menatap ke arah Reinhart yang muram. Menurutnya, pemuda itu jelas marah karena merasa disabotase. Namun, karena tidak ingin menyakiti dan melukai hati polos tuannya, dia hanya akan setuju.


Menganggap Reinhart memang senang dan hanya menutupinya dengan penampilan dingin!


>> Bersambung.