
"Heh ... mengunjungiku sebelum pergi bertanding, kah?"
Berbaring di ranjang dengan seluruh tubuhnya diperban, Zale melihat sosok Reinhart yang datang sambil membawa buah dan bunga.
Mengabaikan pertanyaan Zale, Reinhart meletakkan buah di atas meja. Setelah itu, dia pergi mengganti bunga yang ada di vas. Setelah menyelesaikan semuanya, dia menatap ke arah temannya lalu berkata dengan nada datar.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya ... aku akan memenangkan turnamen ini."
Setelah mengatakan itu, Reinhart berjalan menuju pintu keluar. Namun suara Zale menghentikannya.
"Tunggu!"
Mendengar ucapan Zale, Reinhart menoleh dengan ekspresi datar di wajahnya. Menunggu pemuda itu berbicara.
"Aku tidak menyesali pilihanku! Memang, kali ini aku kalah. Namun ... aku akan membalasnya!"
Mendengar itu, Reinhart sedikit mengangkat sudut bibirnya sebelum pergi tanpa mengucapkan sepatah kata.
Tentu saja, Zale melihat Reinhart tersenyum ringan. Namun, dia langsung menyimpulkan bahwa pemuda itu telah mengejeknya. Mengetahui bahwa Reinhart belum berjalan jauh, dia berteriak.
"Tunggu saja! Aku akan membalasmu!! Berkali-kali lipat!!!"
Mengabaikan Zale yang histeris, Reinhart pergi menuju ke Colosseum raksasa. Bersiap untuk melakukan pertandingan final.
***
Reinhart berjalan melewati pintu dan melihat arena luas di depannya.
Armor hitam di tubuhnya berkilau ketika terkena sinar matahari. Embusan angin meniup rambut dan jubahnya, menunjukkan wajah dingin dan tenang. Berjalan menuju ke arena, pemuda menatap ke sisi yang berlawanan.
Seorang lelaki dengan armor platinum dan jubah merah berjalan menuju ke arena. Rambutnya berwarna perak, mirip dengan Reinhart, tetapi lebih pendek, terkesan agak acak-acakan. Kulitnya sedikit gelap, iris matanya merah bak rubi. Dibandingkan dengan para pangeran yang tampak lembut ...
Lelaki itu bisa dibilang tipe pria kuat, berpenampilan cukup sengit ... dingin, tetapi memancarkan kesan liar.
Putra salah seorang Marquis dari Kerajaan Tanah, tempat Flint dan Xylon datang. Salah satu target yang muncul ketika jalan cerita dimulai ...
William.
Berbeda dengan enam pangeran yang berada di kelas dua karena naik dari kelas satu, William adalah siswa pindahan dari sekolah lain. Pindah ke Akademi Cahaya Bintang.
Hal tersebut membuat William dijauhi dan tidak memiliki banyak teman. Bahkan, dalam cerita, Flint dan Xylon juga menghindarinya karena suatu alasan.
Ketika Reinhart melihat William, dia tahu kemungkinan besar dua pangeran itu menjauhinya karena mereka pernah dipukuli olehnya dalam turnamen.
Selain William, sebenarnya ada lima target lain yang akan muncul pada saat jalan cerita dimulai. Mereka semua adalah teman sekelas dari Maria, para bangsawan dari lima kerajaan besar.
Enam bangsawan kelas atas yang cukup mudah ditaklukkan.
Enam pangeran tampan yang sulit untuk ditaklukkan.
Semakin banyak lelaki tampan, para gadis yang memainkannya akan semakin menyukainya. Ide yang sangat sederhana, tetapi ternyata berhasil karena begitulah gadis penggemar Otome Game.
"Jika tidak ingin tersakiti, tolong menyerah saja."
"..."
Mendengar suara agak berat dan hormat, tetapi dengan kalimat yang canggung membuat Reinhart tidak tahu harus berkomentar apa.
Mendengar ucapan William, para penonton telah menggila.
"Ini dia yang selama ini kita tunggu, pertarungan final yang mendebarkan!!!"
Pembawa acara mulai berbicara.
"Di sisi kiri, seorang pria yang mengalahkan musuh-musuhnya dengan pedang di tangannya. Pria yang lebih pantas menjadi ksatria daripada seorang penyihir.
Sang Iron Hawk, William!"
"Di sisi kanan, seorang pria yang mengalahkan musuh-musuhnya tanpa perlu menggunakan seluruh kemampuannya. Pria yang menghargai kata-kata seperti emas, sekaligus seekor naga yang bangun untuk menunjukkan keagungannya.
Sang Lightning Dragon, Reinhart!"
Ucapan pembawa acara langsung membuat para penonton berteriak kegirangan.
"OOOHHH!!!"
Sang rajawali akan merobek sisik sang naga dan menjatuhkannya, naik ke puncak untuk mengambil tahta juara!!!"
"..."
Reinhart langsung mengabaikan perkataan berlebihan dari pembawa acara. Dia malah fokus ke arah William.
Alasan kenapa pemuda itu dipanggil Iron Hawk bukan tanpa tujuan yang jelas. Penyebabnya sangat jelas, William adalah lelaki yang membangkitkan sebuah sihir unik.
Elemen logam!
Ya. Bukan lima elemen yang biasanya muncul, tetapi elemen unik lain!
Keras, kuat, dan tajam. Sihir logam membuat William unggul dalam pertarungan jarak jauh ataupun dekat. Khususnya dalam jarak dekat. Karena fisiknya juga terlatih, dia sangat baik dalam pertarungan jarak dekat.
Tentu saja ... hanya jika dibandingkan dengan pangeran lainnya.
"Saya akan mengulanginya lagi. Jika anda tidak ingin terluka, tolong menyerah saja."
Mendengar ucapan William, Reinhart mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh. Menatap ke arah pemuda di sisi berlawanan, dia kemudian membalas.
"Lebih baik kamu bertarung sungguh-sungguh. Jika tidak ..."
Memiliki ekspresi datar di wajahnya, Reinhart membuat gerakan memotong leher dengan jempolnya.
"Kamu mungkin mati."
Jelas, bagi William, ucapan Reinhart sebelumnya langsung dianggap sebagai provokasi. Belum lagi, itu terdengar seperti ejekan yang diucapkan secara setengah-setengah.
"OOOHHH!!!"
Para penonton menjadi semakin gila. Saat itu juga, pembawa acara segera mengumumkan.
"Pertandingan akan dimulai dalam hitungan mundur."
"TIGA, DUA, SATU ... MULAI!!!"
Para saat hitungan mundur selesai, para penonton langsung bersorak kegirangan. Namun langsung terdiam ketika terkejut melihat sosok Reinhart yang menghilang dari tempatnya.
Cahaya biru melintas dengan kecepatan tinggi. Dalam sekejap, sosok Reinhart muncul. Keempat anggota tubuhnya diselimuti oleh kilat biru. Dia mencengkeram erat gagang pedang yang sepenuhnya dilapisi oleh sihir petir.
Memiliki ekspresi tak acuh di wajahnya, Reinhart langsung menebas dengan kejam. Tidak tanggung-tanggung, langsung mengincar leher William!
'Kamu mungkin mati.'
Kalimat yang Reinhart ucapkan sebelumnya tiba-tiba muncul dalam benak William.
Sebuah pedang besar muncul di tangan William. Pemuda itu langsung berteriak sambil menangkis serangan Reinhart, tetapi ...
CRACK! BLARR!!
Pedang di tangan William langsung dihancurkan. Dia langsung terpental beberapa meter. Untung saja, nyawanya berhasil diselamatkan. Namun belum sempat merasa lega, sosok Reinhart langsung menyusulnya.
Tiga tebasan pedang yang terdiri dari energi petir langsung melesat ke arah William. Sebagai tanggapan, pemuda itu mengulurkan tangannya. Lingkaran sihir muncul di depannya. Saat itu juga, perisai besi berukuran raksasa muncul di depannya.
Sekali lagi, perisai besi diledakkan menjadi serpihan-serpihan logam.
Ekspresi terkejut muncul di wajah William ketika melihat sosok Reinhart menembus kepulan asap. Langsung meraih wajahnya dan membantingnya ke lantai dengan keras.
BRUAK!!!
Otak William terasa berguncang. Tepat ketika Reinhart hendak memegang wajahnya, dia langsung membuat helm besi. Namun tetap saja, rasanya masih menyakitkan.
William hendak bangun, tetapi saat itu kaki Reinhart menginjak dadanya. Dia mendongak ke atas, melihat sosok pemuda yang memegang pedang biru terang karena sihir kilat melapisinya.
Saat itu, Reinhart yang masih memiliki ekspresi datar di wajahnya berkata.
"Sudah kubilang, jika tidak bersungguh-sungguh ..."
Mata Reinhart berkilat dingin.
"Kamu mungkin mati."
>> Bersambung.