
"Apa ..."
Renald tertegun di tempatnya ketika melihat pemandangan di depannya.
"APA YANG TERJADI DI SINI?!"
Pemuda itu tampak panik. Di belakangnya, Flint dan Xylon juga ikut terkejut.
Sampai di lokasi, mereka bertiga melihat area luas yang benar-benar dipotong rapi. Sama sekali tidak ada pohon!
Apa yang mereka lihat adalah puluhan, atau mungkin ratusan tunggul pohon. Batang, ranting, serta dedaunan benar-benar patah, terpotong, bahkan juga terbakar. Terlihat sangat kacau, bak lukisan abstrak!
Melihat pemandangan kacau dan mengerikan, ditambah banyak retakan dan lubang di tanah membuat Renald menjadi lebih panik.
"Tenanglah, Kawan."
Flint segera menepuk pundak Renald. Mencoba menenangkan pemuda yang panik tersebut. Benar saja, ditepuk oleh Flint ... pemuda itu langsung tersadar.
"Ingat lagi, ingat baik-baik, dimana kita seharusnya bisa menemukan Reinhart?"
"Menemukan ... menemukan ..." gumam Renald.
Setelah beberapa saat, ekspresi pemuda itu tampak cerah.
"Goa! Sebelumnya, kami bertemu dengan Hellhound dekat goa! Seharusnya ... seharusnya Pangeran Reinhart ada di sana!"
Tanpa menunda waktu, Renald langsung bergegas menuju lokasi yang dia ingat. Flint dan Xylon saling memandang. Keduanya juga segera menyusul Renald, tetapi ... mereka juga langsung mengeluarkan senjata.
Bersiap untuk bertarung kapan saja!
Sampai di lokasi, Renald, Flint, dan Xylon melihat sebuah goa yang cukup besar. Meski pepohonan di sekitarnya sudah di tebang, tetapi goa sendiri masih tampak begitu gelap.
Benar-benar mirip dengan mulut monster yang bisa menelan mereka semua secara langsung!
Glup!
Ketiga pemuda itu menelan ludah. Di depan goa, tampak banyak sekali bekas darah berceceran. Bahkan, noda itu belum sepenuhnya mengering. Jelas ... Reinhart dan Hellhound telah berada di tempat tersebut belum lama ini!
Tap ... Tap ... Tap ...
Suara langkah kaki samar terdengar. Ekspresi Flint dan Xylon langsung menegang. Mereka langsung maju ke depan untuk menggalangi Renald.
"Waspada di belakang."
"..."
Mereka menarik napas dalam-dalam, mencengkeram senjata mereka dengan erat.
"Apa yang kalian lakukan di tempat ini?"
Dari dalam goa, sosok Reinhart muncul. Hal tersebut membuat mereka bertiga lega. Namun, ekspresi mereka tiba-tiba menjadi tegang ketika melihat pangeran berambut perak itu sepenuhnya keluar dari dalam goa.
Diterpa oleh cahaya matahari, pakaian Reinhart tampak compang-camping. Bukan hanya itu, banyak luka di sekujur tubuhnya. Yang paling jelas adalah tangan kanannya.
Seluruh tangan kanan Reinhart menggantung lemas. Selain seluruhnya terkena luka bakar, tampaknya tulangnya juga retak ... bahkan kemungkinan besar patah. Namun, pemuda itu masih tampak tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
Selain itu, Reinhart juga menggendong sesuatu yang ditutupi oleh selimut bulu dengan tangan kirinya. Pemuda itu memeluk dan menyandarkan benda itu ke dadanya. Hal itu membuat Renald, Flint, dan Xylon menjadi penasaran.
"Pangeran Reinhart???" tanya Renald.
Ketika Renald berbicara, selimut di tangan Reinhart bergerak. Satu kepala muncul dari sana. Ya ... kepala yang mirip dengan Hellhound, tetapi lebih kecil.
"Itu ... anak Hellhound???" tanya mereka bertiga serempak.
"Tiga anak Hellhound?"
Mendengar pertanyaan mereka, Reinhart menggelengkan kepalanya. Saat itu, sebagian selimut yang menutupi kepala makhluk kecil itu terlihat.
Tiga kepala, satu tubuh. Melihat makhluk itu, Renald, Flint, dan Xylon sangat terkejut.
"Ini Naberius."
Reinhart menjelaskan singkat. Seluruh tubuhnya dipenuhi bulu hitam, memiliki empat kepala, dan ada sepasang sayap seperti gagak di punggung makhluk itu. Namun, daripada wajah Hellhound yang ganas, tiga kepala itu malah mirip dengan kepala anakan Shiba Inu dari kehidupan Reinhart sebelumnya.
"N-Naberius???" ucap Renald dengan ekspresi terkejut di wajahnya.
"Yap. Seekor Naberius, namanya Hachiko."
Reinhart berkata dengan nada lembut. Naberius, tidak ... Hachiko di pelukannya menjulurkan lidahnya. Langsung menjilati wajah pemuda tampan itu dengan senang hati.
Awalnya, Reinhart juga terkejut dengan keberadaan Hachiko. Tampaknya, makhluk itu dibawa oleh ibunya dari lingkaran dalam Hutan Kabut Ungu. Sepertinya, makhluk kecil itu dibuang oleh ibunya karena mutasi.
Bukan hanya wujudnya agak aneh, tetapi daripada mengerikan, tiga kepala Shiba Inu itu tampak konyol, bodoh, dan tak berdosa. Sama sekali berbeda dengan penampilan ganas yang Naberius seharusnya miliki.
Dalam game yang Reinhart mainkan, bahkan dalam versi DLC ... Naberius sama sekali tidak muncul di Hutan Kabut Ungu. Jadi, kemungkinan besar, si kecil dalam pelukannya harus mati di tangan makhluk lain sebelum canon (jalan cerita).
Lagipula, sekuat apapun makhluk itu, mereka masih terlalu lemah di masa bayi.
Ya ... Hachiko yang memiliki ukuran seperti Shiba Inu dewasa dalam pelukannya sebenarnya masih bayi!
"Hachiko??? Nama aneh macam apa itu?"
Flint mengangkat sudut alisnya.
Mendengar ucapan Flint, Hachiko langsung menggonggong dengan ekspresi tidak puas di ketiga wajahnya yang naif.
"Kamu hanya tidak mengerti artinya. Intinya ... Hachiko adalah nama yang sangat bermakna."
Ya. Dalam kehidupan sebelumnya, Hachiko adalah nama Shiba Inu yang sangat setia. Sampai-sampai dibuatkan sebuah monumen, juga dijadikan sebuah nama tempat.
Melihat ke arah tiga orang yang diam, Reinhart mengingatkan.
"Sebaiknya kita segera kembali. Lagipula, jika tidak terburu-buru ... kita pasti akan terlambat."
Ucapan Reinhart langsung membuat mereka semua sadar. Saat itu juga, mereka segera berjalan kembali. Sesekali, ketiga orang itu bertanya kepada Reinhart.
Karena mengetahui Flint dan Xylon mau datang untuk membantunya, tentu Reinhart tidak memperlakukan mereka dengan baik. Bahkan, jika tidak membantu, pemuda itu masih bersyukur karena mereka masih peduli.
Melihat ke arah ketiga orang itu, lalu ke anggota baru, Hachiko ... Reinhart tersenyum.
'Ternyata, bertransmigrasi ke dunia ini tidak buruk juga.'
>> Bersambung.
---
Sedikit penjelasan.
Sebenarnya, Naberius itu sendiri adalah nama Marquis of Hell. Banyak yang percaya kalau makhluk tersebut adalah nama lain dari Cerberus, karena wujud utama Naberius adalah three headed dog.
Akan tetapi, di sini author tidak membuatnya sama dengan aslinya. Di benua ini, Naberius adalah sepupu, atau lebih tepatnya keturunan dari Cerberus. Bisa dibilang, makhluk dengan klasifikasi sedikit lebih rendah. Perwujudannya juga sedikit Author ubah, jadi tolong jangan protes karena berbeda dengan apa yang kalian kenal.
Cukup sekian, terima kasih.