Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Ditargetkan



Di akademi, tentu saja banyak jenis murid. Ada yang memang fokus melakukan studi, dan kebanyakan siswa-siswi Akademi Cahaya Bintang memang fokus ke sana. Namun, selalu ada beberapa pengecualian.


Ada beberapa murid yang melakukan apa yang mereka inginkan karena sudah yakin tentang masa depan mereka.


Pewaris gelar bangsawan tunggal, pewaris grup perdagangan besar, bahkan ... seorang pangeran.


"Orang-orang itu ... Aiden? Xylon? Flint? Leander? Juga ... Reinhart? Apakah mereka benar-benar kuat seperti yang dirumorkan?"


Di bagian belakang Akademi Cahaya Bintang, tampak banyak siswa yang berkumpul bersama. Di tengah-tengah mereka, tampak sosok lelaki jangkung yang duduk dengan ekspresi dingin.


Rambut berwarna biru panjang diikat ke belakang, iris mata aquamarine, dua telinga yang penuh dengan anting emas, pakaian berantakan dengan dua kancing atas yang dilepas, lengan kiri dipenuhi dengan tato sea serpent yang saling melilit ...


Ya ... Itu adalah penampilan seorang berandalan!


Jangan terkecoh dengan penampilannya. Memiliki penampilan agak ganas dan liar, dia adalah tipe 'cowok nakal' yang disukai para gadis. Salah satu dari target utama ...


Pangeran Zale!


"Lapor, Pangeran. Mereka adalah orang-orang yang paling terkenal di antara anak tingkat satu sama seperti anda. Mereka juga—"


PLAK!


Sosok Zale tiba-tiba berdiri dan mengetuk kepala siswa yang berbicara kepada dirinya.


"Omong kosong! Sudah aku bilang, kami melihat kekuatan siswa berdasarkan prestasi akademi, khususnya di bidang praktek! Bukan karena latar belakang mereka!


Selain itu, jangan panggil aku Pangeran, Bodoh! Aku tidak ingin disebut dengan cara seperti itu di Akademi Cahaya Bintang."


"Baik, Bos!" jawab mereka serempak.


"Bagus jika kalian paham!"


Zale menyeringai. Ekspresinya penuh dengan percaya diri.


"Kalau begitu, gambarkan penampilan orang-orang itu! Satu gunung tidak bisa menampung banyak harimau (raja)!


Hanya ada satu pemenang di antara kami!"


"Dari siapa?"


"Hmmm ... yang terkuat?" ucap Zale.


"Kami tidak tahu, Bos. Termasuk anda, semua dianggap setara."


"Kalau begitu dari yang paling mencolok!"


"Uhuk! Uhuk!"


Salah satu murid tiba-tiba berbicara dengan wajah percaya diri.


"Rambut perak yang berkilauan, kulit putih pucat ditambah dengan tatapan dingin dan tidak memandang orang lain di sekitarnya, menganggap orang lain tidak ada ...


Lelaki yang tidak ramah, tapi membuat para gadis terperangah, bahkan terengah-engah ...


Lelaki yang tampak tidak peduli dengan segalanya, tapi hampir melampaui seluruh murid lainnya ...


Sosok yang dijuluki sebagai Naga Petir Yang Tertidur ...


Jang Jang Jang!"


PLAK!!!


"Bisakah kamu langsung ke intinya, Bodoh! Kenapa kamu menyebutkan prolog terlalu panjang!"


"Uhuk! Uhuk! Maaf, Bos! Aku hanya terlalu bersemangat."


"Tunggu apa lagi?!"


"Dia adalah Pangeran Reinhart!" ucap pemuda itu dengan nada kagum.


"Tunggu sebentar ... semua orang memiliki julukan?"


"Lalu sebutkan julukan kami semua!"


"Mereka semua adalah ...


The Sleeping Lightning Dragon, Reinhart.


The Brave Golden Lion, Aiden.


The Fierce Manticore, Flint.


The Wise Unicorn, Xylon.


The Calm Griffin, Leander.


The Mad Sea Serpent, Zale."


"Hmmm ..."


Zale mengangguk, tetapi ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi buruk.


"Apa kamu bilang? Gila? Kamu bilang aku gila?!"


Zale langsung menarik kerah pemuda itu. Dia merasa marah dan tidak puas. Benar-benar ingin memukuli siswa yang mengucapkan omong kosong itu.


"Tidak, Bos! Kami tidak berani! Tapi ... tapi para murid menyebut anda seperti itu."


Zale tertegun di tempatnya. Melepaskannya kerah pemuda itu, dia mundur beberapa langkah dengan ekspresi tidak percaya.


Pemuda itu berpikir kalau dia akan dipanggil sebagai Strongest Blue Dragon, atau julukan semacam itu. Namun, dia benar-benar malah dianggap gila!


"Tunggu! Kenapa aku tidak disebut Sea Dragon atau Blue Dragon, tapi malah Serpent?"


"Bukankah karena tato anda, Bos?"


"Lalu, kenapa orang itu, Reinhart dipanggil sebagai Lightning Dragon? Apakah dia begitu ganas?"


"Tidak."


"Lalu?"


"Karena dia selalu di barisan paling atas bersama dengan kalian, padahal selalu tidur di kelas."


"Begitu kuat?" Zale tercengang.


"Benar, Bos! Jika ingin membuktikan, lebih baik anda menantangnya!"


"Kalau begitu cari informasi tentang Reinhart dan kebiasaannya! Aku ingin menemukan waktu yang pas dan cocok untuk menantangnya!"


Ya. Tanpa Reinhart sadari, karena gosip murid-murid ... banyak siswa yang berusaha menantang dirinya. Jika dia tahu, dia pasti mengutuk karena merasa difitnah!


Benar-benar dianggap menjadi kuat dan cerdas hanya karena makan dan tidur!


***


Sementara Zale dan kelompoknya mulai menargetkan dirinya, Reinhart sendiri sedang sibuk di perpustakaan.


Pemuda itu sedang membaca banyak buku tentang mantra elemen petir dari level satu sampai empat. Bukan rumus atau susunan mantra, tetapi hanya penjelasan tentang mantra tersebut, meliputi kelebihan dan kekurangannya. Itu karena ...


Rencana pelatihan khusus akhirnya masuk ke tahap berikutnya!


Melirik beberapa mantra yang bisa dia pelajari dan cocok dengan gaya bertarungnya, Reinhart bergumam pelan.


"Dengan ini, seharusnya langkahku ke depan akan menjadi lebih kokoh dan aman daripada sebelumnya."


Menutup buku catatannya, Reinhart keluar dari perpustakaan ...


Berniat untuk segera menemui gurunya!


>> Bersambung.