Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Kalian Pembohong!



"Tampaknya situasi ini membuat otakmu bekerja lambat, Anak Muda."


Melihat ke arah Renald, Reinhart langsung berkata dengan nada santai. Seolah orang tua yang menasihati generasi lebih muda.


"Apakah itu penting? Kita akan mati! Kita—"


BRUAK!


Belum sempat Renald menyelesaikan ucapannya, Reinhart langsung menendang pemuda itu sampai terlempar beberapa meter. Saat itu juga, sosok Hellhound langsung melesat ke arah Reinhart.


Pangeran berambut perak itu langsung menghindari cakar tajam dengan melompat mundur beberapa meter sebelum berkata.


"Apakah kamu bodoh? Kita jelas sedang berhadapan dengan Hellhound, bagaimana kamu sempat bercerita?


Kamu pikir Hellhound itu hanya NPC pelengkap? Tidak menyerang dan hanya menunggu kita berbincang sambil menatap ramah?"


Mengatakan itu, Reinhart langsung mundur dan terus menghindari kejaran Hellhound. Ketika jarak mereka lebih dari 20 meter, pemuda itu berbalik. Dia membuka tangan lebar-lebar sambil berteriak.


"Sebelah sini, B-ngsat!"


Swoosh! BANG!!!


Hellhound melesat secepat kilat. Langsung menabrak sosok Reinhart dengan kejam. Bayangan hitam langsung terpental belasan meter sebelum akhirnya berhenti ketika menabrak pohon raksasa dengan keras.


Ya ... bayangan yang terlempar bukan Hellhound, tetapi Reinhart.


"Apa-apaan?! Apakah Pangeran Reinhart bunuh diri? Benar-benar gila? Lagipula, apa itu NPC? Kenapa dia berbicara tidak jelas?"


Renald yang baru sadar tiba-tiba tercengang ketika melihat Reinhart mencoba menangkap Hellhound dengan kedua tangan seperti pria tak berotak. Belum lagi, pemuda itu benar-benar terpental jauh dan menabrak pohon begitu keras. Sama sekali tidak diketahui apakah masih hidup atau telah mati.


Uhuk! Uhuk!


Sosok Reinhart bangkit sambil memegangi kepalanya. Hidungnya mimisan. Pemuda itu juga meludahkan beberapa suap darah.


'Bukankah seharusnya aku menahan serigala raksasa itu dengan kedua tangan dan bersikap keren seperti para protagonis dalam cerita?


Bukankah Guru bilang fisik iblis itu sangat kuat? Namun aku masih terhempas seperti orang bodoh? Tampak rapuh?


Bukankah apa yang diucapkan orang-orang, bahkan Guru hanya omong kosong?! Benar-benar penipuan terselubung! Pembohong tak tahu malu!'


Reinhart menyeka noda darah di wajahnya. Pemuda itu mengeluh dan mengutuk dalam hatinya. Sementara, Professor Elin di kantornya tiba-tiba bersin.


Jika wanita itu tahu Reinhart sedang memikirkan hal buruk tentangnya, dia pasti akan protes.


Reinhart menarik napas dalam-dalam. Ekspresinya berangsur-angsur menjadi semakin tenang. Dia melirik ke arah kejauhan, tepat ke arah arah Renald. Pemuda itu kemudian berkata.


"Aku tidak tahu apa yang salah dengan hidupmu sehingga kamu tiba-tiba melampiaskan amarah kepadaku.".


Reinhart berkata dengan ekspresi serius di wajahnya. Seolah dia benar dan tidak pernah melakukan kesalahan. Pemuda itu bahkan tidak merasa bersalah telah memperlakukan Renald sebagai kipas angin berjalan.


"Jika kamu kembali hidup-hidup hari ini, berarti kamu berhutang nyawa kepadaku, Anak Muda."


Mengatakan itu, Reinhart tiba-tiba mengeluarkan pedang hitam besar. Ya ... pedang khusus yang sebenarnya milik teman Professor Elin.


Seketika, sikap ceroboh yang sebelumnya tampak mengelilingi Reinhart langsung menghilang. Matanya berangsur-angsur menjadi semakin dingin. Napasnya menjadi lebih tenang dan stabil.


Bzzt ... Bzzt ..


Aura biru mulai menyelimuti seluruh tubuh Reinhart. Sesekali, kilat muncul di sekitar pemuda itu. Menari-nari, memancarkan keindahan sekaligus tekanan kuat kepada lawan-lawannya.


Dua pasang mata, merah dan biru saling memandang. Beberapa detik kemudian, keduanya tiba-tiba menghilang dari tempat mereka berdiri.


Swoosh! BLARRR!!!


Bayangan hitam dan biru bertabrakan dengan keras. Tidak seperti sebelumnya dimana Reinhart terpental, keduanya tampak imbang.


Gelombang kejut langsung menyapu sekitar, merusak banyak semak dan ranting pohon. Bahkan, Renald yang berada di kejauhan merasakan tekanan yang begitu mengerikan.


Ketika tabrakan berhenti, Hellhound mundur beberapa langkah. Reinhart sendiri terpental di udara karena kalah besar dan berat. Namun, pemuda itu langsung menancapkan pedang ke tanah. Dia memegang erat gagang pedang dan membuat gerakan memutar di udara.


"Katupkan gigimu rapat-rapat, A-njing Besar!"


Reinhart berteriak keras. Ketika berputar, pemuda itu langsung menendang kepala Hellhound dengan lututnya dengan sekuat tenaga.


BANG!!!


Sosok Hellhound yang terkejut langsung berguling beberapa kali di tanah akibat dampaknya.


Sementara itu, Reinhart mendarat dengan mantap lalu mencabut pedang hitam. Menatap ke arah Hellhound yang baru bangkit, pemuda itu berkata.


"Sekarang satu sama ..."


>> Bersambung.