Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Tebakan Salah



Malam harinya, dalam penginapan.


"Apa kamu bilang? Xylon ... dikalahkan?"


Reinhart yang sedang menikmati teh tiba-tiba tercengang. Dia menatap ke arah Flint dengan ekspresi tidak terduga. Lagipula, dalam prediksi yang pemuda itu buat, empat besar seharusnya diisi oleh empat pangeran yang masing-masing dari mereka adalah target dalam game.


"Benar." Flint mengangguk dengan estimasi berat di wajahnya. "Dia sekarang dirawat bersama dengan Aiden dan Zale."


"Apakah kondisinya begitu buruk?"


"Lebih buruk daripada Aiden atau Zale yang hanya kelelahan karena mana. Luka fisik yang dia terima lebih buruk daripada mereka berdua."


"..."


Kali ini Reinhart benar-benar terdiam. Dia benar-benar tidak menyangka ada kuda hitam yang tiba-tiba muncul dan mengacaukan prediksinya. Pada saat itu, dugaan aneh muncul dalam kepalanya.


'Wings of Chaos? Apakah ini ulah mereka?'


Memikirkan apa yang dia alami baru-baru ini membuat Reinhart sangat muram. Pemuda itu tidak menyangka semuanya tiba-tiba menjadi lebih buruk.


'Apa yang sebenarnya mereka rencanakan? Ini bahkan belum masuk canon, kan?'


Memikirkan hal tersebut membuat Reinhart mengeluh karena apa yang dia alami bukan hanya sedikit melenceng, tetapi sudah terlalu melenceng dari jalan cerita!


Menyadari sesuatu, Reinhart menatap ke arah Flint dengan ekspresi heran.


"Itu berarti ... kamu akan melawan orang itu besok?"


"Ya."


Flint mengangguk berat. Ekspresinya menjadi serius ketika pemuda itu mengepalkan tangannya.


"Sedang membicarakan apa?"


Pada saat itu, suara agak dingin tetapi tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia terdengar.


Reinhart dan Flint menoleh. Di sana, mereka berdua melihat sosok Leander.


"Apakah kamu baik-baik saja, Leander?"


Pertanyaan Reinhart membuat Leander terkejut.


"Apakah kamu mengkhawatirkan aku, Rein? Tenang saja! Kakak iparmu ini baik-baik saja."


"Ya ... tampaknya otakmu tidak baik-baik saja. Kamu perlu istirahat dengan baik."


Melihat Leander yang masuk dalam mode "kakak ipar", Reinhart langsung menjauh dari lelaki itu dengan jijik.


"Omong-omong, apakah orang yang meracuni kamu telah ditemukan?"


"Eh? Itu ..." Ekspresi Leander tampak muram. "Belum. Orang itu sangat licik! Aku bahkan tidak tahu kapan aku diracuni!"


"Seharusnya kamu lebih berhati-hati. Aku benar-benar bekerja tanpa dibayar karena ulahmu.


Perasaan ini sangat tidak menyenangkan."


"Eh???"


"Bukankah itu baik, Rein? Kamu bertarung demi kehormatan dan—"


"Omong kosong apa. Hal-hal semacam itu tidak bisa dimakan. Lagipula, bukankah itu hanya sebuah strategi pemasaran untuk mencari keuntungan.


Maksudku, aku tahu setiap kerajaan pasti mengeluarkan banyak uang dalam setiap lomba antar akademi. Mereka juga mengeluarkan uang untuk juara, tetapi hanya untuk juara. Selain itu, bukan berarti mereka tidak memiliki keuntungan.


Banyak turis yang datang dari berbagai kerajaan. Mereka akan membuat bisnis penginapan laris. Bukan hanya penginapan, tetapi jual beli kebutuhan pokok seperti makanan juga akan membaik. Selain itu, bisnis kebutuhan tambahan seperti suvenir dan hal lainnya juga akan berkembang.


Hal itu akan membuat ekonomi kerajaan membaik.


Bukan hanya para pengusaha yang membaik. Kerajaan juga memiliki cukup banyak. Lagipula, mereka menjual tiket untuk penonton. Selain itu, ada juga banyak kios yang menjual berbagai camilan sebagai keuntungan tambahan.


Menjadi alat penghasil uang? Tsk! Apanya yang bagus dengan hal semacam itu?"


"..."


Mendengar ucapan Reinhart, kedua pangeran itu terdiam. Mereka benar-benar tidak berpikir kalau semua akan menjadi sesuatu yang "dalam" seperti itu.


"Aku bahkan bertaruh, jika diperbolehkan, satu kerajaan pasti mau menanggung kehormatan sebagai tuan rumah bagi acara perlombaan antar akademi elit ini dengan lapang dada.


Bukan hanya menerima, mereka bahkan akan berebut! Itulah kenapa perlombaan dan turnamen dilakukan bergiliran antara satu kerajaan ke kerajaan lain.


Khususnya, kerajaan besar."


Reinhart membuat tanda koin dengan tangannya sambil berkata.


"Itu masalah keuntungan, kalian tahu? Keuntungan!"


Melihat kedua temannya sedang memroses apa yang dia ucapkan, Reinhart menggelengkan kepalanya. Dia bangkit dari tempat duduknya lalu berkata.


"Aku mau pergi jalan-jalan."


Mungkin karena kejadian yang tiba-tiba terjadi, suasana hati Reinhart menjadi agak suram. Semuanya sedikit melenceng, jadi dia memerlukan waktu untuk menenangkan diri dan mencoba mempersiapkan pencegahan untuk berbagai hal yang mungkin terjadi.


***


Dua jam kemudian.


Setelah berkeliling kota dengan tidak jelas sambil memikirkan semuanya, Reinhart tiba-tiba berjalan menuju ke sebuah gang sunyi. Saat itu, dia berhenti. Ekspresi pemuda itu menjadi lebih dingin.


"Bukankah kalian lelah telah mengikutiku jalan-jalan selama dua jam? Kenapa tidak keluar saja?"


Benar. Alasan kenapa Reinhart memilih tempat di pinggir kota yang sepi karena dirinya telah merasa dibuntuti sejak keluar dari penginapan.


Mendengar ucapan Reinhart, beberapa sosok berjubah muncul dan mengepung Reinhart.


Reinhart yang sebelumnya menunduk mengangkat wajahnya. Pemuda itu kemudian menarik pedang dari pinggangnya. Saat itu juga, sihir petir melapisi bilahnya.


Menatap orang-orang yang mengepung dengan senyum ganas di wajahnya, pemuda itu berkata.


"Kalian datang tepat waktu! Kebetulan sekali ...


Suasana hatiku benar-benar sedang sangat buruk!"


>> Bersambung.