
Pada saat sampai di lokasi dimana beberapa junior dan satu orang lokal menunggu, penampilan tiga orang itu membuat mereka langsung terkejut.
"Anu ... Senior?"
"Jangan tanya." Reinhart langsung menyela. "Jika bukan orang yang mengaku paling beruntung ini, aku seharusnya tidak perlu dikejar oleh ratusan magic beast tingkat rendah tetapi merepotkan itu."
Penampilan Reinhart, Zale, dan Maria benar-benar tampak buruk akibat darah kering yang melapisi seluruh tubuh mereka. Bukan hanya tidak enak dipandang, tetapi baunya juga tidak menyenangkan.
Dalam perjalanan itu, Reinhart selalu menggerutu pelan. Dia bahkan sempat mengeluh dalam hati berkali-kali.
'Satu orang paling tidak beruntung di antara para target, satu Heroine dengan buff bahaya di sekitarnya. Kombinasi yang sangat bagus!'
Pikir Reinhart dengan wajah penuh dengan cibiran. Ekspresinya benar-benar menjadi gelap. Dia sama sekali tidak menyangka berjalan melewati gurun saja bisa begitu beruntung untuk menemui musuh berkali-kali.
Reinhart bahkan bertanya-tanya sejak kapan gurun pasir seramai itu, dan sejak kapan penghuninya menjadi begitu aktif.
Hal tersebut benar-benar terlalu tidak masuk akal!
"Omong-omong, siapa penunjuk jalannya? Apakah orang itu mengetahui dengan baik area di sekitar gurun pasir ini? Aku benar-benar tidak ingin menemui monster lain dan berakhir direpotkan!"
Mendengar ucapan tegas Reinhart, dua orang lain merasa malu. Meski mereka membantu sebisanya, tetapi pada akhirnya mereka masih tidak sebaik Reinhart. Kebanyakan monster masih diurus oleh pemuda itu.
"Percayalah padaku, Rein. Biasanya aku cukup beruntung. Lagipula, aku cukup beruntung untuk memenangkan hati banyak gadis, kan?"
"Biar aku peringatkan, Zale. Sebaiknya kamu tidak membahas ini atau aku akan menyatakan fakta menyakitkan di telingamu." Mata Reinhart menyipit, menatap ke arah Zale dengan dingin.
"Hahaha! Caramu bercanda benar-benar tidak lucu, Rein."
"Mereka semua hanya peduli dengan gelar pangeran. Para gadis itu bahkan tidak mengetahui makanan favoritmu, tidak tahu apa yang kamu benci, apalagi peduli dengan masalah hidupmu.
Aku katakan lagi, mereka sebenarnya sama sekali tidak peduli karena mereka hanya mementingkan gelar dan kekayaanmu."
Mengingat bagaimana para gadis yang dia bebaskan dari rumah kesenangan dan membawa mereka pulang benar-benar membuat Zale sakit kepala. Mereka semua suka bersenang-senang dan menghabiskan uang. Di sisi lain, mereka sama sekali tidak membantu banyak hal, hanya membuatnya merasa nikmat beberapa jam di kamar.
Melupakan masalah sementara, tetapi sama sekali tidak memberi solusi!
Melihat Zale yang tampak tertekan, Reinhart mendengus dingin. Dia kemudian berkata dengan ekspresi datar.
"Tunjukkan kami jalannya."
"..."
Para junior dan orang lokal itu saling memandang sebelum mengangguk.
Setelah itu, mereka semua mengantar menuju ke lokasi yang sebenarnya tidak begitu jauh dari sana.
Setibanya di tempat tersebut, Reinhart, Zale, dan Maria langsung dikejutkan oleh raungan binatang buas yang terdengar dari dalam pintu gelap menuju ke labirin bawah tanah. Melihat anak tangga uang mengarah turun ke bawah, bulu kuduk mereka tiba-tiba berdiri.
Meski tidak mengetahui level makhluk tersebut, mereka jelas sadar kalau makhluk itu pasti kuat. Saat itu juga, mereka langsung mengingat Aiden yang telah masuk ke sana beberapa hari yang lalu.
'Pangeran Aiden tidak mati, kan?'
Pertanyaan tersebut langsung muncul dalam benak Zale dan Maria. Sedangkan Reinhart memiliki pemikirannya sendiri.
'Raungan monster kira-kira level 5, bahkan mungkin level 6? Sungguh, aku benar-benar tidak menyangka kami sangat beruntung! Terlalu beruntung!'
Pikir Reinhart yang bingung apakah harus menangis atau tertawa karena mengetahui efek pasif atas keberadaan dua orang di sekitarnya. Menurutnya ...
Pasti hal-hal tidak masuk akal akan terjadi lagi, sama seperti sebelumnya dimana mantan Tom yang bisa-bisa muncul entah dari mana!
Tidak ada angin atau hujan, tetapi bisa muncul begitu saja!