
Tiga hari kemudian.
"Ayo kita pergi ke kantor kepala sekolah bersama, Rein!"
Aiden berkata kepada Reinhart. Entah kenapa, setelah tiga hari yang lalu melakukan kesalahan, baru sekarang mereka dipanggil ke kantor kepala sekolah.
Ya. Bukan kantor guru pembimbing biasa, tetapi kepala sekolah.
"Katakan padaku, Aiden. Kenapa kamu juga dipanggil ke kantor kepala sekolah? Apakah kamu melakukan sesuatu yang tidak pantas di tempat terbuka bersama dua kekasih kecilmu dan berakhir dilaporkan?"
"Memangnya kamu pikir aku orang seperti itu, Rein?" tanya Aiden dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.
"..."
Reinhart hanya diam, tetapi tatapannya telah mengungkapkan pendapatnya. Jelas, begitulah Aiden di dalam pikiran pemuda tersebut.
"Kamu benar-benar membuatku merasa sedih, Rein! Bagaimana mungkin aku melakukan hal-hal semacam itu!"
Mereka berdua keluar dari ruang kelas bersama. Saat itu, ekspresi Aiden berubah buruk ketika mereka bertemu dengan Xylon dan Flint.
"Apa yang kalian lakukan di tempat ini, Kembar Menyebalkan?" ucap Aiden dengan nada tidak puas.
"Coba katakan sekali lagi, Kucing Liar?" Flint langsung mengangkat sudut alisnya, menatap Aiden dengan ekspresi tidak ramah.
Mereka berdua saling bentrok dalam kursus tambahan. Tampaknya keduanya sering memperebutkan gelar ksatria pertama di antara para siswa tahun yang sama.
"Senang bertemu dengan anda, Pangeran Reinhart."
Berbeda dengan Flint, Xylon lebih lembut. Dia menyapa Reinhart dengan sopan. Meski mereka juga bersaing di bidang ramuan, tetapi mereka sama sekali tidak melakukan 'hal-hal kasar' seperti yang dilakukan Flint dan Aiden ketika bertemu.
"Hey! Ternyata kalian juga ada di sini!"
Sosok Zale muncul sambil melambaikan tangannya. Penampilannya benar-benar menjadi lebih 'bebas' dibandingkan sebelumnya. Rambutnya lebih panjang diikat ke belakang, memakai anting-anting emas di telinga, bahkan ada tato serpent biru tua di lehernya. Benar-benar tidak cocok dengan penampilan seorang pangeran!
Melihat penampilan Reinhart, Zale tiba-tiba berseru.
"Seperti yang diharapkan dari rivalku! Kamu juga memanjangkan rambut? Apakah kamu juga memiliki tato? Mungkinkan itu di punggung? Jika benar, pasti tato naga!"
"Kamu berisik, Zale."
Reinhart menghela napas panjang. Benar-benar tidak berniat untuk berdebat dengan Zale tentang selera fashion atau semacamnya.
"Hahaha!" Zale tertawa. Mendekati Reinhart, dia berbisik, "Apakah kamu mau datang ke kerajaanku untuk liburan musim panas, Rein?"
"Tentu saja berburu harta karun!" ucap Zale tegas.
Mendengar kata 'harta' disebutkan, Aiden dan Flint yang sedang berselisih langsung menoleh ke arah mereka. Zale langsung berkata tegas.
"Aku tidak mengundang kalian. Beban sama sekali tidak dibutuhkan!"
"Apa kamu bilang, Cacing Laut?" Aiden langsung berkata tidak senang.
"Aku bilang, aku tidak berniat membawa beban! Lagipula, sekarang aku ada di circle ..."
Zale melirik ke arah orang-orang. Dalam sekejap, ekspresinya langsung berubah.
"Apakah kalian semua juga masuk ke circle 4? Bukankah kalian terlalu bekerja keras?!"
Reinhart hanya bisa menggeleng ringan. Berbeda pada cerita game, para pangeran tidak berguna ini sekarang berada di circle 4. Mereka semua juga memiliki pelatihan berat. Reinhart sendiri telah menyelesaikan permasalahannya.
"Tunggu! Kenapa kamu menutupi kekuatanmu, Rein! Berhenti menyembunyikannya!" ucap Aiden dengan nada tidak puas.
"Lebih baik kita tidak membuat kepala sekolah menunggu, kan?"
Mendengar ucapan Reinhart, mereka terkejut. Pemuda itu berhasil mengalihkan fokus mereka. Pada akhirnya, mereka berlima malah pergi menuju kantor sekolah dengan sedikit terburu-buru.
Masuk ke kantor kepala sekolah setelah mengetuk pintu, mereka melihat sosok Leander yang telah menunggu di sana.
Enam orang berbaris, mereka semua adalah pangeran dari Lima Kerajaan besar di benua.
"Senang kalian semua bisa datang."
Kepala sekolah duduk di kursinya. Sama seperti novel atau game klasik, pria itu memiliki penampilan seperti kakek tua dengan rambut, kumis, dan jenggot panjang berwarna putih karena telah melewati usia jayanya. Penampilan penyihir tua bijaksana klasik.
Jika dimintai perbedaan, mungkin pakaian yang dikenakan. Berbeda dengan penyihir tua sekolah sihir inggris tertentu dengan jubah ungu atau si penyihir legendaris dengan jubah abu-abu yang sederhana, pakaian pria tua ini dibuat sangat baik. Kainnya sangat halus dengan banyak ornamen indah, bahkan bertatahkan permata.
Jika digambarkan dengan satu kalimat, dia lebih mirip penyihir tua yang boros! Sama sekali tidak tampak rendah hati!
"Aku tahu kalian sibuk, jadi aku tidak berniat basa-basi.
Aku mendapatkan sebuah proposal menarik yang diajukan oleh Professor Elin. Dalam proposal tersebut, dia mengajukan pembentukan serikat siswa. Pada awalnya aku berpikir kalau hal semacam ini hanya akan menghambat pembelajaran, tetapi aku akhirnya sadar kalau pemikiran itu kuno!
Setelah mendapatkan lebih banyak pencerahan, aku akhirnya memutuskan untuk membuat serikat siswa yang disebut ..."
"Starlight Scholar!"