Not Your Perfect Prince

Not Your Perfect Prince
Salah Orang?



Keesokan harinya.


Reinhart dan rombongannya duduk mengitari meja yang sama sambil memakan sarapan mereka.


Sekarang mereka ada di penginapan jalan perdagangan. Salah satu dari beberapa jalan utama di Kota Roscars, tempat dimana sangat ramai dan makmur dibandingkan beberapa jalan lainnya.


Lagipula, tempat tersebut adalah lokasi dimana perdagangan dilakukan, dan tempat banyak uang berkumpul.


Selain Reinhart, Aiden, Helena, Sophia, dan Caterina ... ada dua sosok lain. Mereka adalah Devy dan seorang gadis kecil berambut pirang panjang. Dua mata bulat dengan warna bak emerald menatap Reinhart dan kawan-kawannya dengan tatapan penuh kekaguman.


Ya, dia adalah Lyn.


Merasakan tatapan Lyn yang diarahkan kepadanya, Reinhart tersenyum pahit. Tampaknya gadis itu sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi semalam. Dia terus memandangi pemuda itu, sampai-sampai lupa memakan sarapannya.


"Apakah sarapannya tidak cocok?" tanya Reinhart dengan lembut.


Sadar dari lamunannya, Lyn menatap Reinhart lalu ke arah pancake di atas meja. Sudah lama dia tidak makan makanan yang layak. Melihat beberapa buah di atas pancake dan disiram sedikit madu, tanpa sadar gadis kecil itu menelan ludah.


Lyn menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja saya menyukainya, anu ... Tuan Muda?"


Lyn merasa agak bingung dan belum terbiasa. Biasanya dia akan memanggil kakak, paman, bibi, kakek, nenek, dan semacamnya. Namun, karena belum pernah bertemu dan berkomunikasi dengan bangsawan ... dia merasa agak bingung. Akhirnya hanya bisa menirukan bagaimana cara Devy memanggil.


"Kalau begitu jangan banyak berpikir. Makan saja. Kalau kurang, kamu bisa memesan yang lainnya."


Reinhart tersenyum lembut.


"Benarkah?"


"Tentu saja!"


"Terima kasih, Tuan Muda!"


Reinhart mengangguk ringan. Merasakan tatapan Aiden dan rekan-rekannya, dia menoleh. Dengan wajah datar, pemuda itu bertanya.


"Ada apa?"


"Tidak. Hanya saja, kenapa aku berpikir kamu begitu ramah dan baik kepada anak kecil, Rein? Jangan bilang, kamu memiliki hobi—"


"Tolong jangan rusak suasana harmonis ini dengan fantasi liarmu, Aiden."


"Tapi ... kamu benar-benar baik kepada gadis kecil ini?"


"..."


Jika mereka tahu seperti apa Reinhart ketika bertarung dengan Emerald Spider, mereka pasti yakin kalau pemuda itu sedang kerasukan. Benar-benar tampak seperti lelaki yang salah minum obat!


"Karena gadis kecil itu polos," jawab Reinhart singkat.


"Polos?"


"Ya." Reinhart mengangguk. "Mereka (anak-anak) seperti kertas putih. Menjadi apa, tergantung bagaimana kertas akan dilukis. Aku menyukai kepolosan mereka, berbeda dengan remaja dan orang dewasa yang memiliki banyak trik serta pemikiran licik yang menjijikkan."


"..."


Mendengar penjelasan itu, keempat rekan Reinhart dari Akademi Cahaya Bintang itu memiliki pertanyaan dalam benak mereka.


'Remaja dan dewasa yang licik?


Siapa yang memilih menggunakan waktu luang untuk membolos? Bukankah kita sekarang seharusnya kembali?


Siapa yang menipu beberapa orang untuk kepentingan diri mereka sendiri? Bukankah seharusnya kita lebih jujur?


Jadi, kesimpulannya ... bukankah kamu membenci dirimu sendiri?'


Pada saat mereka bingung, suara Lyn terdengar.


"Tuan Muda, Lyn sudah dewasa. Lyn sudah bisa melakukan banyak hal sendiri, dan bisa diandalkan."


Lyn berkata dengan wajah tegas. Meski begitu, daripada menakutkan, dia malah tampak lebih lucu.


Reinhart mengelus kepala gadis itu sambil berkata.


"Itu benar, Lyn adalah gadis baik dan bisa diandalkan."


"Hehehe~"


Melihat gadis yang baik dan polos di depannya, Reinhart mulai merasakan sebuah keraguan. Meski penampilannya mirip, sekarang dia sama sekali tidak bisa menghubungkan Lyn dengan sosok gadis gila yang hampir meledakkan kota dan mengancam nyawa orang-orang tak bersalah.


Melihat senyum Lyn, Reinhart mulai bertanya-tanya dalam hatinya.


'Jangan bilang ... Aku menangkap tokoh yang salah?'


Tidak ingin memikirkannya lagi, Reinhart menggeleng ringan lalu fokus pada sarapan.


Lupakan apa yang tidak perlu dipikirkan! Biarkan waktu yang memberikan jawaban!


>> Bersambung.