
“Perkenalkan, nama saya Reinhart. Siswa kelas 1 dari Akademi Cahaya Bulan.”
Ketika melihat ke arah Reinhart, Viscount Vinn mengerutkan keningnya. Meski memiliki salam sopan, tetapi pemuda di depannya sama sekali tidak menyebutkan nama belakangnya. Hal tersebut membuat pria paruh baya itu menjadi lebih ragu.
“Tentu saja Viscount Vinn akan ragu karena saya tidak menyebutkan nama belakang. Namun, saya melakukan hal itu karena saya datang sebagai siswa dari Akademi Cahaya Bulan, dan sebagai diri saya sendiri. Bukan sebagai perwakilan dari keluarga bangsawan tertentu, baik dari dalam atau luar kerajaan.”
“...”
Mendengar penjelasan Reinhart, Viscount Vinn langsung memiliki firasat bahwa pemuda di depannya sama sekali tidak sederhana. Memiliki ekspresi lebih serius di wajahnya, dia menatap ke arah Reinhart sebelum kembali bertanya.
“Apakah ada yang ingin anda bicarakan dengan saya, Siswa Reinhart?”
“Saya memiliki rencana bisnis bagus. Mungkin …” Reinhart menatap ke arah mata Viscount Vinn. “Bisa mencegah jatuhnya Keluarga Vinn.”
“LANCANG!!!”
Bukan Viscount, tetapi malah salah satu ksatria yang langsung menarik pedang dan menunjuk ke arah Reinhart dengan ekspresi tidak puas.
“Hentikan itu!”
Vicount VInn mendengus dingin. Melirik ke arah para ksatria yang akhirnya kembali menyarungkan pedang mereka, dia kembali menatap ke arah Reinhart lalu bertanya.
“Saya harap anda tidak bercanda, Murid Reinhart. Meski saya tidak mengetahui identitas mulia anda dan tahu kalau anda bukan siswa biasa, bukan berarti anda bisa membuat lelucon tentang hal semacam ini, kan?”
“Tentu saja saya serius. Namun, tidak bisakah kita membicarakan hal semacam ini di tempat yang lebih layak?”
Menatap Reinhart lekat-lekat, VIscount Vinn menghela napas panjang. Dia kemudian berkata.
“Maaf atas ketidaksopanan saya. Lalu, tolong ikuti saya.”
Vicount Vinn langsung mengajak Reinhart ke ruang tamu. Dia menyuruh para ksatria menjaga pintu dan tidak ikut masuk. Karena pria itu tahu, apa yang akan mereka bicarakan tidak akan sederhana. Hal tersebut bukan sesuatu yang bisa didengar oleh ksatria acak.
“Tampaknya anda terlalu memercayai saya, Viscount Vinn. Apakah anda tidak takut kalau saya adalah utusan dari musuh yang menyamar dan mencoba membunuh anda?”
Setelah masuk ke dalam ruang tamu, Reinhart tidak bisa tidak bertanya dengan tatapan main-main.
“Bahkan saya sendiri tidak tahu mana ksatria yang setia, dan mana ksatria yang ditanam oleh pihak-pihak lawan. Kenapa saya harus terlalu curiga? Juga …”
Viscount Vinn mempersilahkan Reinhart duduk sebelum melanjutkan.
“Saya hanya merasa anda bukan pemuda biasa. Setidaknya, dalam tindakan, anda tampak lebih cerdas dan lebih berani daripada para siswa di usia yang sama dengan anda.”
“Yah … itu menarik. Namun, mari kita bicarakan bisnis.”
“Apakah anda ingin meminum sesuatu?”
“Lupakan. Aku tidak ingin difitnah ketika anda mati karena keracunan atau semacamnya. Lebih baik langsung ke intinya.”
“Lalu … apa yang ingin anda bicarakan?”
“Saya dan teman-teman saya akan membantu anda untuk memenangkan Kamar Dagang Golden Shell.”
Setelah Reinhart berbicara, ruangan langsung menjadi sunyi. Viscount Vinn menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi serius. Dahinya berkerut, tampak berpikir terlalu keras karena ucapan pemuda di depannya.
“Katakan, apa yang ingin kalian inginkan sebagai gantinya? Jika itu uang, kalian pasti tahu, kami tidak memiliki banyak. Karena … kami bahkan tidak mampu melatih ksatria kami sendiri, apalagi regu penyihir.”
“Tentu saja saya tahu.”
Reinhart mengangkat bahu, tampak sudah mengetahui kondisi Keluarga Vinn yang nyaris runtuh.
Meski apa yang Reinhart inginkan adalah uang, tetapi bukan hanya ada cara untuk mendapatkan uang secara langsung. Sebaliknya, ada cara untuk mendapatkan uang lebih banyak dan lebih stabil. Dengan kata lain … pendapatan jangka panjang.
“Lalu apa yang anda inginkan?”
“Aku ingin anda menandatangani rencana bisnis. Bisa dibilang, saya ingin anda membantu saya dalam bisnis ramuan. Tentu saja, meski saya mendapatkan keuntungan paling banyak, bukan berarti Keluarga Vinn tidak akan mendapat keuntungan.”
“Tidak hanya membantu melawan Kamar Dagang Golden Shell, tetapi juga membantu kami mendapatkan lebih banyak uang. Apakah anda tidak memiliki niat lain?”
“Anda cukup teliti …”
Reinhart tersenyum.
“Katakan, apa yang anda inginkan.”
Tentu saja, luas dan jangka waktu bisa didiskusikan. Aku tidak akan begitu rakus untuk mendapatkan hak permanen. Lagipula, aku tidak berasal dari kerajaan ini. Jadi itu terlalu merepotkan.”
“...”
Viscount Vinn mengelus dagu. Dia berpikir keras. Setelah beberapa saat menimbang berbagai kesimpulan, akhirnya dia memutuskan.
“Aku menyetujuinya. Kita bisa membuat kontrak sekarang. Namun, hal-hal berisi tentang bantuan kalian untuk melawan Kamar Dagang Golden Shell harus disertakan.”
“Kalau begitu kita sepakat.”
Reinhart tersenyum sambil mengeluarkan kertas kontrak sihir lalu meletakkannya di atas meja. Melihat ekspresi terkejut Viscount Vinn, pemuda itu menambahkan.
“Anda bisa membacanya terlebih dahulu untuk melihat isinya.”
“Baik.”
Usai menjawab singkat, Viscount Vinn membaca kontrak sihir tersebut. Setelah memverifikasi keaslian dan semua isi, dia menatap ke arah Reinhart dengan heran. Karena … kontrak sihir tingkat tinggi semacam itu sulit untuk didapatkan, bahkan bagi bangsawan seperti dirinya.
“Saya setuju. Namun, bolehkan saya bertanya?”
“Tanyakan saja.”
“Kenapa anda berusaha membantu Keluarga Vinn? Hal semacam ini seharusnya tidak sulit dilakukan dengan latar belakang anda, kan?”
Melihat kalau Viscount Vinn menjadi lebih sopan, Reinhart mengangkat sudut bibirnya sembari berkata.
“Anggap saja, kita adalah orang yang akhirnya berkumpul karena tujuan yang sama.”
Bersama dengan ucapan Reinhart. Kesepakatan antara mereka pun akhirnya dimulai.
***
Malam harinya.
“Sungguh, kenapa kita harus melakukan hal semacam ini di malam hari?”
Aiden menatap ke arah sahabatnya (setidaknya itu yang dia pikirkan) dengan ekspresi tidak berdaya. Pemuda itu benar-benar tidak meragukan keputusan Reinhart karena rencana yang dibuat oleh pemuda itu memang sangat matang.
Masalahnya … waktu melakukannya itu benar-benar cukup merepotkan.
“Lalu kapan? Siang hari? Atau mungkin kita harus mengetuk pintu markas Emerald Spider ketika mereka sedang makan malam? Ikut bergabung dalam kesenangan?”
“...”
Mendengar ucapan Reinhart, Aiden merasa agak malu. Dia hanya ingin mengeluh, tetapi tidak menyangka kalau sahabatnya akan membalas dengan kejam. Sama sekali tidak ada ampun!
Sementara mereka berdua berbicara, di belakang, tampak Helena yang menepuk punggung Devy lalu mulai menyemangati gadis itu.
“Tenang saja, Devy, kita akan segera menyelamatkan Lyn.”
“En! Terima kasih, Nona Helena.”
Meski ekspresi Devy agak berat, dia masih mengangguk sambil mencoba memeras senyum. Berusaha tersenyum sebisanya.
“Apakah kami berdua harus tinggal di sini, Ketua?”
Pada saat itu, Sophia bertanya dengan ekspresi tak berdaya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau dirinya dan Caterina akan disuruh tinggal.
“Maaf, Sophia … Caternia. Kalian berfokus dalam sihir penyembuhan dan pertahanan. Meski itu membantu, dalam penyusupan kali ini kami tidak berniat untuk berlama-lama. Kami harus segera menyelesaikan misi lalu melarikan diri.”
“Lalu, kenapa anda masih membawa Devy?”
“Tentu saja karena dia lebih hafal lokasi markas Emerald Spider. Juga, dia ringan dan mudah dibawa. Jadi aku yakin bisa segera membawanya pergi ketika ada masalah. Berbeda jika harus membawa beberapa orang sekaligus.”
Mendengar kalimat ‘ringan dan mudah dibawa’, anggota lain tersenyum sementara Devy cemberut. Namun Sebelum gadis itu sempat bicara, suara dingin Reinhart kembali terdengar.
“Karena persiapan sudah selesai … waktunya untuk menjalankan misi!”
>> Bersambung.