
"Ck ck ck ... Seperti yang aku duga, ketahanan orang yang sering berada di dekat kehidupan dan kematian itu memang berbeda."
Reinhart berdiri di antara puing-puing bangunan yang berserakan. Pemuda itu menepuk debu yang mengotori pakaiannya. Dia kemudian menatap ke arah lain.
Di sana, tampak sosok Emerald Spider yang berdiri dengan ekspresi agak pucat. Selain keracunan, dalam pertempuran singkat sebelumnya, dia benar-benar dilukai oleh pemuda bertopeng yang menyusup ke markasnya.
"Kamu sudah berakhir, Nak! Bahkan jika kamu licik, kamu tidak akan mampu menghadapi seluruh anggota kelompok Emerald Spider sendirian!"
"Apakah aku bilang kalau aku pergi ke sini sendirian?"
"Kamu—"
Pada saat Emerald Spider terkejut, Reinhart langsung bergegas ke arahnya lalu membuat tebasan dengan kejam.
Klang!
"Bocah K-parat! Berani-beraninya kamu membuat serangan menyelinap!"
Meski tidak tahu identitas penyerang, Emerald Spider mampu menyimpulkan usia dari suara Reinhart. Jelas, pemuda di depannya masih begitu muda. Namun, dia benar-benar sangat licik. Selain bermain dengan racun, dia benar-benar sering membuat serangan menyelinap.
"Bukankah kamu sebelumnya tidak marah? Ah!"
Reinhart membuat gerakan seolah-olah menyadari sesuatu.
"Apakah karena perisai yang kamu miliki telah hilang? Aku sampai lupa, bandit seperti kalian sama sekali tidak memedulikan nasib dan nyawa anggota kelompok. Ya ... bahkan sama sekali tidak pantas disebut sebagai rekan."
"Kamu!"
Dada Emerald Spider naik-turun. Dia benar-benar merasa sangat marah. Meski tidak menganggap anak buahnya sebagai rekan, pria itu masih mengeluarkan banyak uang untuk melatih mereka sebagai senjata pribadi miliknya. Emerald Spider benar-benar tidak menyangka ...
Kali ini dia harus mengalami kerugian besar.
"Tenang ... Tenangkan pikiranmu ..."
Emerald Spider menarik napas dalam-dalam. Dia kemudian berpikir sejenak. Setelah beberapa saat, dia menatap ke arah Reinhart dengan ekspresi takjub.
"Jadi begitu ...." Emerald Spider mengangguk dengan wajah serius. "Kekuatan kira-kira setara dengan High knight, tetapi kamu bisa membunuh banyak orang-orang di bawahku."
"..."
Mata Reinhart menyempit ketika mendengar ucapan Emerald Spider.
"Kamu bermain dengan racun, juga bermain secara emosional. Lebih tepatnya ... kamu mengulur waktu agar musuh menjadi lebih lemah, lalu menghabisinya.
Benar-benar bocah licik dan kejam."
Emerald Spider melihat kalau reaksi Reinhart sedikit berubah. Jelas, pria itu sadar kalau tebakannya benar.
'Siapa yang bilang para penjahat itu bodoh dan bisa diinjak-injak sesuka hati? Keluar untukku sekarang!'
Reinhart mengeluh dalam hatinya. Dia menatap ke arah Emerald Spider dengan ekspresi waspada. Benar-benar tidak berani meremehkannya karena kekuatan mereka juga tidak begitu jauh berbeda.
"Melihat kamu menjadi begitu waspada, itu berarti tebakanku memang benar."
"Kamu memang licik, tetapi bukan tidak bisa dikalahkan. Sebenarnya, jawaban dari masalah ini sangat sederhana.
Kerahkan seluruh kekuatan dan segera menghabisimu sebelum racun sepenuhnya menyebar. Setelah itu, segera mencari pertolongan medis untuk menyembuhkan diri!"
Mengatakan hal tersebut, Emerald Spider memegang pedang besar dengan kedua tangannya. Seluruh tubuhnya memancarkan tekanan mengerikan ketika pedang di tangannya ditutupi oleh aura ksatria.
"Mati untukku, Bocah K-parat!"
Swoosh! Blarr!
Emerald Spider bergegas menyerang Reinhart, tetapi serangannya berhasil dihindari. Energi pedang langsung membombardir dan merusak area sekitar.
Pria itu terus menyerang dengan lebih kuat dan lebih kejam. Melihat Reinhart terus menghindari serangannya, dia menjadi marah.
"Berhenti melarikan diri seperti pengecut, Bocah K-parat!"
Energi pedang kuat berkumpul dan langsung menyerang Reinhart.
Melihat energi pedang besar menutup setiap celah untuk melarikan diri, Reinhart hanya bisa mendecak tak puas lalu memutuskan untuk menangkisnya.
BLARRR!!!
Sosok Reinhart langsung terpental puluhan meter, menghancurkan gubuk-gubuk kayu dalam prosesnya. Asap debu langsung melambung tinggi, menyebar menutupi area sekitar.
Beberapa saat setelah asap memudar, tampak Reinhart yang bangkit. Berdiri di atas puing-puing dengan tenang. Namun, penampilannya tampak lebih memalukan daripada sebelumnya karena banyak goresan di pakaian dan tubuhnya. Bahkan dia juga terlihat agak kotor.
"Ck ... Kamu benar-benar mendesakku untuk segera mati, Pak Tua."
Reinhart mendecak tak puas.
Alasan kenapa dia lebih memainkan trik daripada langsung menggunakan kekuatannya bukan karena pemuda itu lemah. Jelas, dalam segi kekuatan, penyihir 4 circle lebih kuat daripada Emerald Spider.
Hanya saja, Reinhart tidak ingin menggunakan banyak energi sihir. Khususnya menggunakan beberapa sihir tingkat 3 atau 4.
Berbeda dengan Reinhart yang asli (dalam game yang MC mainkan sebelumnya), dia memiliki kemampuan pengamatan dan teoritis lebih baik.
Ketika menggunakan skill Chain Lighting sebelumnya, Reinhart tahu kalau ada masalah dalam mana tubuhnya. Jika terus digunakan, energi iblis dalam tubuhnya akan menjadi semakin tidak terkendali. Hal tersebut adalah sesuatu yang harus dia hindari.
Lagipula, alasan kenapa Reinhart terus berlatih dan berjuang adalah mimpinya agar bisa hidup lebih nyaman, tenang, serta jauh dari masalah. Namun ...
Reinhart memandang ke arah kejauhan. Selain pasukan Emerald Spider yang akan segera datang, dia yakin pertempuran ini akan segera menarik perhatian orang-orang penting di Kota Roscars. Jadi pemuda itu hanya bisa mengutuk dalam hati.
Reinhart menatap ke arah Emerald Spider dengan mata dingin. Aura mengerikan yang tidak kalah dari milik Emerald Spider muncul.
Rambut pemuda itu menari karena tiupan angin. Beberapa percikan kilat biru mulai muncul di sekelilingnya, khususnya pada pedangnya. Namun jika orang bisa melihat dengan baik, ada beberapa garis hitam halus dalam percikan kilat tersebut.
Mengamati ke arah Emerald Spider yang terkejut, Reinhart akhirnya berkata dengan nada tak acuh.
"Jangan senang dulu, Pak Tua. Game menyenangkan ini baru saja dimulai!"
>> Bersambung.