
Dalam ruang bawah tanah gelap di bawah kantor Professor Elin, tampak sosok Reinhart yang tertegun di tempatnya.
Di tengah ruang kosong yang agak luas, tampak sebuah lingkaran sihir aneh dengan lambang hexagram yang tersusun oleh banyak rune kecil. Di pinggir lingkaran tersebut, tampak enam lilin yang menyala dengan cahaya hitam, tampak aneh.
'Kenapa aku merasa ini malah mirip ritual pemujaan tertentu daripada mengukir susunan sihir dalam circle?'
Seingat Reinhart, apa yang mereka butuhkan hanyalah ruangan tenang dan instruksi dari orang berpengalaman. Sama sekali tidak perlu hal-hal tambahan seperti susunan aneh dari darah dan lilin misterius!
"Seperti yang kamu lihat ... sihir kegelapan sedikit lebih unik, Rein. Belum lagi, sumber dari kekuatanmu adalah garis keturunan iblis."
"..."
Mendengar ucapan gurunya, Reinhart hanya bisa menghela napas panjang. Meski ucapan Professor Elin agak masuk akal, tetapi pemuda itu merasa apa yang ada di depannya cukup berlebihan. Daripada menulis mantra, rasanya Professor Elin sedang mencoba memanggil makhluk tertentu. Tidak bisa diandalkan!
"Lepas pakaianmu, lalu duduk dalam posisi lotus di tengah lingkaran."
"..."
Mendengar ucapan Professor Elin, Reinhart menatap wanita itu dengan curiga. Dia tidak menyangka kalau gurunya yang dingin itu benar-benar berani mengatakan hal semacam itu.
"Apa yang kamu pikirkan, Bocah? Tentu hanya aku tidak menyuruhmu menanggalkan semuanya, sisakan celana pendek dan jangan bersikap menjijikkan seperti itu!"
'Apakah itu memiliki banyak perbedaan?'
Pikir Reinhart dengan penuh keluhan. Tidak berani membantah ucapan gurunya, pemuda itu akhirnya menanggalkan pakaiannya. Menyisakan celana pendek sambil memamerkan tubuh yang terlatih dengan baik.
"Glup!"
Suara menelan ludah terdengar. Reinhart mengabaikan Professor Elin yang menatapnya dengan sedikit rona merah di pipi. Pemuda itu langsung fokus ketika duduk di tempatnya. Dia yakin bahwa elemen kegelapan memang sangat berbahaya, jadi tidak berani ceroboh.
Melihat ekspresi serius di wajah Reinhart, Professor Elin segera menstabilkan emosinya. Wanita itu menarik napas dalam-dalam sebelum menginstruksikan.
"Pejamkan matamu, Rein. Atur napasmu, fokus ... jangan pikirkan apapun, fokus saja."
"..."
Reinhart mengatur napasnya. Napas pemuda itu menjadi lebih stabil dan tenang. Dia merasa bahwa kesadarannya terus tenggelam. Pemuda itu merasa kalau seluruh tubuhnya rasanya jatuh perlahan dalam ruang gelap, dan ketika tersadar ...
Reinhart langsung terpesona.
Pemuda itu merasa bahwa tubuhnya melayang dalam kehampaan. Dia melihat bahwa selain tubuhnya, hanya ada empat bola kristal berbeda warna dan ruang hitam tanpa ujung.
Empat bola kristal tersebut memiliki warna biru-perak, hitam legam, merah-hitam, dan cyan.
Keempat bola tersebut melayang di sekitar tubuh Reinhart dalam pola tertentu, seperti bulan yang mengitari bumi ... seperti beberapa planet yang mengitari matahari.
"Ini ... terlalu luar biasa."
Reinhart bergumam pelan. Meski telah memainkan game dan cukup mengerti, tetapi rasanya sangat berbeda ketika dia mengalaminya sendiri.
Bola kristal biru dengan garis-garis perak melayang dengan tenang, akan ada beberapa percikan kilat biru di sekitar setiap beberapa saat. Tenang, tapi juga ganas.
Bola kristal merah dengan pola hitam aneh dilapisi dengan api yang membara. Tampak kuat, juga penuh dominasi.
Bola kristal cyan tampak melayang dengan tenang. Memandangi bola kristal tersebut membuat hati Reinhart merasa lebih rileks.
Ya ... bola hitam mewakili elemen kegelapan, dan alasan Reinhart datang adalah berurusan dengan elemen dalam dirinya tersebut. Mencoba mengendalikan dan mengembangkannya!
Pemuda itu akhirnya meyakinkan diri untuk menyentuh bola kristal hitam legam. Pada saat itu, kesadarannya kembali tenggelam. Dia muncul dalam ruang gelap, tetapi berbeda dari gelapnya kehampaan ... warna hitam itu membuatnya merasa tidak nyaman.
Mengulurkan tangannya, sebuah lingkaran sihir tanpa warna yang kosong muncul di depannya.
Apa yang perlu Reinhart lakukan sekarang adalah menggunakan energi kegelapan di tempat tersebut untuk mengukir susunan sihir level 1 dalam circle tersebut.
Menarik napas dalam-dalam, dia langsung menggerakkan energi sihir kegelapan dalam ruang tersebut. Namun daripada perasaan ramah yang seharusnya dia rasakan, seluruh tubuhnya tiba-tiba langsung diselimuti kegelapan.
Reinhart merasa jatuh ke dalam tangki berisi jutaan semut. Dia merasa jutaan semut itu merangkak di setiap bagian tubuhnya, membuat pemuda itu merasa ngeri karena semuanya terjadi begitu tiba-tiba.
...***...
Sementara itu, di dunia nyata.
Professor Elin terkejut ketika melihat Reinhart yang tiba-tiba gemetar. Darah keluar dari bibir, hidung, mata ... bahkan telinga pemuda itu. Tubuhnya gemetar semakin kuat, membuat ekspresi wanita itu langsung berubah.
Aura hitam muncul dan melapisi tubuh pemuda itu. Hal tersebut membuat Professor Elin semakin heran!
'Kekuatan tirani seperti ini di level 1 ...'
Tidak berani ceroboh, Professor Elin langsung merapalkan mantra dengan bahasa aneh. Seluruh susunan lingkaran yang terdiri dari banyak rune tiba-tiba bergerak seolah-olah hidup.
Rune-rune tersebut langsung berubah menjadi enam rantai yang berpusat pada enam lilin dan mengikat tubuh Reinhart. Aura hitam yang menyelimuti tubuh pemuda itu kian menipis, rantai itu seperti lintah yang menyerap darah.
Sementara rantai hitam menyerap aura hitam dari tubuh Reinhart, nyala api hitam di atas setiap lilin menjadi semakin besar. Kobaran api hitam menari dengan liar, membuat ekspresi Professor Elin semakin serius.
Hal tersebut terus berlangsung selama satu jam lebih, sampai akhirnya tubuh Reinhart berhenti gemetar.
Merasakan bahwa Reinhart benar-benar telah menembus Penyihir Kegelapan circle 1, wanita itu merasa lega dan bersyukur. Dia langsung mengendalikan rantai dan melepaskan Reinhart. Rantai yang terputus langsung mundur dan menyatu dengan lilin, membuat enam kobaran bola api hitam semakin kuat.
Professor Elin tiba-tiba mengeluarkan dua belati hitam. Dengan lambaian tangannya, energi kegelapan yang membentuk bola api hitam langsung disegel ke dalam belati. Masing-masing tiga di setiap belati.
Setelah proses penyegelan selesai, dua belati tersebut memancarkan energi hitam samar. Selain tampak lebih tajam, kedua belati menjadi lebih dingin ketika dipegang.
'Senjata sihir level 1 telah didapatkan!'
Pikir Professor Elin dengan senyum di wajahnya. Meski bukan senjata tingkat tinggi, kelangkaan senjata sihir dengan elemen kegelapan membuat harga senjata tersebut bisa dibilang mahal ... sangat menguntungkan.
Sementara itu, Reinhart membuka matanya. Meski sekujur tubuhnya sakit dan merasa lelah, dia masih puas. Pemuda itu merasa bahwa latihannya tidak sia-sia. Dia juga merasa bersyukur kepada Professor Elin karena telah banyak membantunya. Namun, ekspresinya tiba-tiba berubah ...
Melihat ke arah Professor Elin sedang mengelus lembut belati hitam dengan pola indah yang dipenuhi energi kegelapan, Reinhart langsung mengetahui apa yang sedang terjadi. Mengabaikan tubuhnya, dia langsung bangkit sambil menunjuk wanita cantik dan menawan itu.
"Eh? Kamu sudah sadar, Rein?"
"Kamu—"
Sebelum menyelesaikan ucapannya, Reinhart merasa bahwa kesadarannya berangsur-angsur menghilang. Selain karena tubuhnya sangat lelah ...
Baru kali ini pemuda itu benar-benar pingsan karena marah!
>> Bersambung.