MIRANDA

MIRANDA
Part 81-MRD



"Sepertinya kepada siapa aku akan menikah itu bukan urusan kamu, Bro!" Jawab santai Rangga kepada Vino, ia memanggil seorang pelayan agar menyuguhkan sebuah kopi sore itu.


"Hem, Dalam dekat ini aku berencana akan melamar seorang wanita, jadi sebagai adik yang baik, tentu aku tidak ingin melangkahi kakak ku," jawab Vino dengan gayanya yang tidak kalah santai.


"Melamar wanita? Siapa?" Rangga mulai penasaran.


"Jangan sekarang Bro! Biar ini jadi suprise nantinya?" senyum Vino penuh rahasia.


"Apakah yang dia maksud adalah Miranda?" batin Rangga mulai gusar. Pria itu hanya menarik nafas panjang, ia tidak bisa marah atau bertingkah cemburu yang terlalu berlebihan lagi kepada Miranda dan Vino.


Vino kembali mengalihkan perbincangan mereka dengan bisnis yang sedang mereka kelola bersama.


***


Akhirnya acara megah Olivia usai dengan sempurna.


Satu keluarga itu pulang dengan hati yang puas karena hampir semua undangan telah menghadiri acara itu.


Olivia sudah tertidur pulas dalam pangkuan sang Nenek di dalam mobil.


***


Selama Rianti dan Kasiman berada di Jakarta. Rangga membawa semua keluarganya jalan-jalan di sekitar kota besar itu, ia sudah berniat akan membawa touring keluarganya beramai-ramai keluar kota bahkan ke luar negeri namun waktu kerja Rangga masih terlihat sangat padat di tambah kondisi Olivia yang masih kecil.


Rianti dan Kasiman akhirnya kembali ke kampung halaman mereka. Sebelum pulang, ibunda Rangga itu memeluk haru Miranda.


"Ibu titipkan Olivia kepada kamu yah Miranda!"


"Iyah Bu!"


Rianti sempat meneteskan airmata saat memeluk wanita itu.


"Ibu selalu mendoakan kamu agar kamu mendapatkan jodoh yang terbaik, kau bisa bahagia!"


"Terima kasih yah Bu!"


"Ibu lah yang berterima kasih kepadamu, Mir!"


Rianti juga berpesan kepada Rangga;


"Mulai hari ini carilah istrimu yang kau suka, jangan lagi ganggu Miranda, kasihan dia, dia juga ingin bahagia!"


Rangga hanya terlihat diam saja dan sedikit lemas dengan ucapan ibunya yang tidak mendukung ia lagi kembali kepada Miranda.


***


Memasuki usia 8 bulan, Kondisi Olivia terlihat sehat dan ceria, tubuhnya mulai montok kembali.


Siapa wanita yang di maksud oleh Vino? Batin Rangga mulai cemas.


Hari-hari Rangga dan Miranda lalui terlihat kaku dan asing di rumah itu, benar-benar sebuah hubungan antara pelayan dan majikan.


Rangga sibuk dengan aktivitasnya sementara Miranda fokus kepada Olivia serta juga sibuk dengan urusan skripsinya yang hampir selesai. Miranda mengerjakan sendiri tanpa meminta bantuan kepada siapapun. Ia tetap menjaga jarak bertemu dengan Vino bahkan berkomunikasi via ponsel. Hal itu yang membuat Rangga penasaran dengan hubungan mantan istrinya itu dengan sahabatnya.


Rangga hanya menghabiskan waktunya di dunia kerja dan jarang mengikuti party dengan teman-teman bisnisnya. Ia hanya ikut jika party dalam hal yang berhubungan dengan perusahaannya.


"Apakah benar mereka memiliki hubungan percintaan atau tidak, siapa wanita yang akan di lamar oleh Vino?" Kata batin Rangga yang selalu saja ia pikirkan saat sedang di tengah keramaian, berada di kantor, tiduran, makan, mandi, bahkan saat sedang buang air besar sekali pun ia masih memikirkan tentang hal itu.


Rangga juga berhasil menyadap pembicaraan Miranda dan Vino di ponsel Miranda. Hampir setiap hari Rangga memantaunya namun ia tidak menemukan perbincangan soal lamaran, hal itu membuat Rangga gelisah dan mati penasaran. Bahkan Rangga menugaskan satu orang bodyguard untuk mengintai kemana langkah Miranda saat bertemu dengan Vino.


Setiap pulang kerja, Rangga selalu masuk ke kamar Olivia dengan gaya salah tingkahnya, namun Miranda enggan bicara dan bersifat dingin.


Saat Miranda menjemur bayi Olivia, Rangga hanya bisa mengintai si Babysitter itu dari atas balkon kamarnya. Ketika berpapasan pun Miranda tidak ingin menatap Rangga, Ia lebih memilih menunduk. Rangga mulai bingung bagaimana cara mendekati Miranda kembali, ia sangat menginginkan sentuhan wanita itu lagi.


"Nona!" Iroh masuk ke dalam kamar Olivia juga Miranda.


"Iyah!"


"Ini pemberian dari Tuan!"


"Apa ini Bi!"


"Itu kartu Atm berisi gaji Nona!"


"Oh Iyah, terima kasih!"


Miranda membuka kertas kecil berisi password, di kertas itu juga tertulis perincian uang.


Gaji Babysitter Olivia; 20 juta


(((🤩🤩 Wow🤩🤩)))


"Kenapa banyak sekali? Bukan kah dulu gaji Kiandra hanya 6 juta!" Batin Miranda ia ingin melangkah menemui Rangga.


"Tapi yah sudahlah, terserah dia saja!"


Miranda mengurungkannya, karena ia tidak ingin berhadapan dengan Rangga.


Cinta Rangga kepada Miranda, sengaja memberikan gaji fantastis kepada perempuan itu, serta tips yang melebihi gajinya.


Sabtu sore,


"Tliit!" (Bunyi pesan dari Rangga di ponsel Miranda.)


"Siap-siap, aku mau ajakin Olivia jalan malam Minggu ini!"


"Baik Mas, sama Bibik Iroh saja yah, Mira ada tugas kuliah!" Balas Miranda.


Rangga sempat terbengong membaca balasan dari Miranda.


"Ngapain jalan sama si Iroh, Huuuft dia selalu saja ada alasan jika di ajak jalan, menyebalkan!" Rangga terlihat kesal lalu membuang ponselnya di atas meja kerjanya begitu saja.


"Padahal aku sudah setengah mati mengosongkan waktu di malam Minggu ini, ada berapa meeting besar yang terpaksa aku cancel?" Rangga tampak begitu kesal.


"Apa dia mau jalan dengan Vino tapi mereka tidak ada janji?" batinnya bertanya-tanya.


Akhirnya Rangga pulang ke rumah dengan wajah yang kusut.


***


Pukul 18.00, Rangga masuk ke dalam rumah dengan langkah yang tergesa-gesa langsung masuk ke kamar Olivia. Terlihat Miranda sedang merapikan kamar Olivia. Balita gemes itu sedang bermain-main di atas kasurnya.


"Miranda?" Panggil Rangga dengan wajah kesal tapi ia berusaha menahan amarah agar tidak emosi.


"I...Iyah!" Wanita itu begitu terkejut melihat Rangga yang tergesa-gesa masuk ke dalam kamar Olivia dan masih memakai pakaian kantoran yang lengkap.


"A...ada apa Mas?" jawabnya gugup.


Rangga diam sejenak tampak tarik nafas menenangkan dirinya yang terlihat Lelah bekerja.


"Olivia juga butuh udara segar, malam Minggu begini aku harus membawanya jalan-jalan," Kata Rangga dengan tegas.


"Iyah tidak apa-apa, Mas boleh membawa Olivia, tapi Mira minta maaf tidak bisa temani karena ada tugas kuliah, tadi Mira sudah minta tolong pada Bi Iroh untuk gantikan Mira!"


"Kenapa harus Iroh? Kamu kan Babysitternya, ibu angkatnya? Jika terjadi apa-apa kepada Olivia di tengah jalan, bagaimana?" tanya Rangga membuat Miranda terdiam.


"Berikan nomor ponsel dosen mu, biar aku telpon? Atau tugas-tugas mu akan aku kerjakan nanti malam!" Kata Rangga yang sudah bosan dengan alasan Miranda tentang kuliahnya.


"Aku enggak mau tau, setengah jam lagi aku akan datang ke kamar ini, kalian harus sudah bersiap?" Kata Rangga pergi meninggalkan kamar putrinya itu.


Pria itu tidak ingin menyia-nyiakan waktu kosongnya lagi.


Tidak bisa menolak akhirnya Miranda mengganti pakaian Olivia.


Rangga terlihat sudah setelan abis di kamarnya, ia terlihat sangat tampan dan harum. Tampilan Papa Olivia itu terlihat seorang duda keren idaman para wanita.


"Kami sudah siap?"


Membaca pesan Miranda sontak pria itu langsung tersenyum lebar.


Rangga kembali bercermin dan memeriksa penampilannya dari atas sampai bawah.


"Semua sudah sempurna, jika sudah begini, wanita mana yang sanggup menolak ku!" ucapnya penuh cinta.


Rangga sudah tidak sabar ingin melihat penampilan Miranda, karena baru saja ia membeli pakaian bagus dan mahal untuk perempuan itu.


Saat memasuki kamar Olivia, pria itu kembali diam terbengong sambil menelan ludah kekecewaan saat melihat penampilan Miranda memakai pakaian Babysitter dan tidak make up.


"Haiiis, harusnya aku membuang seragam Babysitter di rumah ini!" Batin Rangga.


***


Mohon Maaf yah Guys 🙏, author sulit untuk update setiap hari karena ada urusan yang lebih penting di dunia nyata.


Terima kasih buat kalian yang masih setia mengikuti kisah MIRANDA.


I Love You🥰