
Saat mendengar Miranda bersedia lagi datang kembali. Rangga mulai sibuk memerintahkan ajudannya agar bergerak cepat terbang menjemput kedua orang tuanya bersama Miranda.
Suasana hati pria itu ibarat cuaca mendung yang tertutupi awan hitam kini kembali terbuka oleh pancaran sinar matahari yang terang. Terlihat wajahnya begitu ceria, ia senyum-senyum sendiri di atas kasur sambil garuk-garuk kecil kepala yang terasa gatal akibat cinta, sebuah ekspresi kebahagiaan yang tidak terungkapkan dan ada pula nyanyian si otong yang tidak mau ketinggalan akan bertemu di Oting.
🎶Senangnya hatiku turun panas demam ku, kini aku bisa bermain lagi🎶
😆😆😆
Pagi itu juga Rangga melompat dari kasurnya.
"Wow!" teriak pemuda desa itu sambil melihat-lihat penampilannya yang tidak menarik di depan cermin besar.
"Saatnya make over, lagian menaklukkan Miranda tidaklah sulit!" gumam Rangga bergegas menuju kamar mandi membersihkan segala kotoran yang menempel.
Setelah mandi dan berganti pakaian, sosok Ayah muda itu melangkah memasuki kamar Olivia, menatap putrinya yang sedang tertidur imut ala bayi, mengelus rambut halusnya dan mencium dahi sang putri.
"Sehat selalu yah sayang! Sebentar lagi ibu kamu akan kembali ke rumah ini!"
Rangga keluar dari kamar Olivia bergegas menuju garasi mobil.
"Atiir!" Teriak Rangga.
"Siap Tuan!"
"Ayo!"
"Ke kantor Tuan?"
"Bukan, aku ingin pangkas!"
"Ouh, baik Tuan!"
("Mungkin dia baru sadar jika penampilannya sudah mirip dengan manusia purba🤭" batin si supir terseyum bergegas memasuki mobil)
Mobil bergerak menuju lokasi pangkas pria profesional, tempat langganan Vino dan Rangga.
***
Ruko spesial treatment perawatan pria.
"Pagi Broooou! Sudah lama tidak datang kesini!" Teriak bahagia Kendy si tukang pangkas menyambut kedatangan Rangga, keduanya adu tepuk tangan sebelah sebagai salam jotos pertemuan para pria kemudian berpelukan kecil.
"Hehe, Iyah begitu lah!" Jawab Rangga santai.
"Wah! Sibuk banget kelihatanya nih yah! Sampai bulu-bulu jambrik sudah bertumbuhan!" Kendy mempersilahkan duduk pelanggan istimewanya itu.
Rangga hanya tersenyum saja.
"Apa Vino masih sering datang kesini Ken?" tanyanya.
"Hem. Masih, Ouh Iyah! Mengapa sekarang datangnya sendiri-sendiri, bukankah kalian ini pasangan yang tidak terpisahkan!"
"Maklum lah, kami sama-sama sibuk!"
"Ouh!"
"Mau model pangkas seperti apa nih Bro?"
"Hem...🤔 Model yang bisa membuat para wanita langsung terpikat!" kata Rangga dengan senyum cengengesannya.
"Hahahahahaaai, tampaknya Bos Rangga ini sedang jatuh cinta kepada seorang wanita dan sudah tidak sabar ingin mencari pengganti Nona!" ucap Kendy yang tidak tau jika Rangga sudah tiga kali melakukan ijab Qabul.
Rangga hanya senyum-senyum sendiri.
"Ciciye, benarkan? Langsung tersenyum guys!" Ledek Kendy menunjuk wajah Rangga.
"Bisa aja Luh!"
"Tenang Bos, Kendy akan buat para wanita langsung takluk saat itu juga ketika melihat style pangkas seorang Big Bos Rangga termasuk si target cinta! Heheheh," Bisik Kendy di telinga Rangga.
"Nah! Itu yang aku mau Ken, jadi saat wanita-wanita memandang hasil karyamu ini, mereka langsung suka!"
"Tenang Bro, tidak hanya terpikat tapi mereka akan seperti ikan yang menggelepar di atas lantai, ingin segera memiliki mu!"
"Wkwkwkwk, Iyah betul-betul-betul-betul," tawa besar Rangga dengan canda kendy, ia terlihat kegirangan dalam menyambut kedatangan Miranda.
Kendy mulai memangkas Rangga dan mencukur licin semua bulu yang bermekaran di wajahnya, serta melakukan perawatan treatment pria yang lain hingga mampu mengubah tampilan pria itu semakin tampan, muda dan energik demi memikat sang mantan istri.
Setelah keluar dari toko Kendy. Rangga kembali pulang menuju rumah.
"Nah, begini kan keren Bos, tampan banget!" Puji Atir yang memandangi Rangga merapikan rambutnya di depan cermin spion tengah.
"Mirip siapa?"
"Itu loh Tuan, mirip Jus🍹tin Bibir!"
"Wkwkwk, Justin Bieber, Pa ul!" Tawa Rangga dengan bangga.
"Hari ini apa tidak ke kantor Bos?" Tanya Atir yang baru saja masuk kerja setelah di rawat dari rumah sakit.
"Saya libur sampai hari Minggu?"
"Ouh!"
"Sudah Bos!"
"Bagus!"
"Oh Iyah, pukul 06 sore nanti kamu kelapangan Bandara jet untuk menjemput orang tua saya beserta Miranda!"
"Miranda Tuan?"
"Pantesan si Bos sibuk mengubah penampilannya menjadi lebih tampan, ternyata si neng geulis itu mau Kembali!" Atir tersenyum geli.
"Hem, mengapa kamu tersenyum-senyum?" Tegur Rangga.
"Saya senang sekali Tuan jika Nona Miranda kembali lagi ke rumah ini!"
"Senang? Heh, mengapa kamu yang senang?" kata Rangga dalam senyum sinis.
"Soalnya mau saya jodohkan dengan keponakan saya!"
"Apa?" Wajah bengis Rangga langsung menatap tajam Atir.
"Hehehe..Bercanda Bos, senang karena Nona Miranda berkenan lagi mengasuh putri Olivia," jawab Atir.
***
Sesampai di rumah.
Rangga berjalan melewati para pelayan menuju ruang olahraga. Personal trainer nya sudah menunggu setelah beberapa Minggu Rangga sudah tidak melakukan olahraga.
Para pelayan sontak terpana melihat kedatangan sang majikan dan tidak fokus lagi dengan tugas mereka masing-masing.
"Wooooooow!" 🥰😍🥰
"Tuan kita keren dan tampan yah, gemes!" ucap centil mereka berkumpul.
"Iroh!"
"Saya Tuan!"
"Siapkan kamar untuk spesial untuk kedua orangtua saya?"
"Apakah Tuan besar dan Nyoya akan datang dari desa Tuan!"
"Yup dan atur masakan enak hari ini!"
"Siap Tuan!"
Rangga mulai berlatih olahraga dan berenang kembali untuk mengembalikan otot-ototnya yang mulai kendur selama dirundung rasa galau. Ia ingin tampil sempurna di hadapan Miranda.
Suasana rumah mulai heboh saat kabar Miranda akan kembali lagi.
***
"Bruuuuuuuzzz!" Suara hempasan air jernih saat Rangga keluar dari kolam renang.
Pria itu duduk melamun di bibir kolam, terlihat ada tetesan air yang keluar dari ujung-ujung rambutnya.
Aku sudah dua kali menikahi Miranda namun tetap saja gagal. Apakah Karena hati ini masih di selimuti rasa terpaksa dan kebencian. Pertama menikahinya karena ia sedang hamil, kedua karena paksaan dari Tasya untuk Olivia dan aku ingin yang ketiga ini tulus karena cinta bukan unsur keterpaksaan lagi. batinnya bicara.
***
Di Desa Semangi tepatnya si rumah Narwati, Miranda sudah bersiap-siap menuju kota Jakarta.
"Ini tiwul kesukaan kamu, Nak!"
"Terima kasih yah Bu!" Miranda memeluk hangat ibunya.
"Ibu selalu mendoakan kamu sayang!"
***
Mobil jemputan Kasiman pun sudah terparkir manis di depan rumah Narwati.
Setelah berpamitan dengan keluarganya, Miranda pergi menuju rumah Kasiman dan mereka pun berangkat menuju lokasi Jet pribadi Rangga yang sudah menunggu.
"Sebenarnya aku masih ingin disini, menikmati indahnya desa ku, aku jenuh dengan cinta yang selalu membuatku takut untuk melangkah. Tapi ini hanya untuk sebuah amanah bukan Rangga. Ya Tuhan ku, tolong jangan ada alasan lagi yang harus menikahkan aku kembali dengannya," batin wanita itu menatap jalanan.
***
Sesampai di lapangan yang luas terpajang jet pribadi mewah milik putra Kasiman Dan Rianti itu.
"Loh...Loh... ini yang namanya Jet pribadi toh?" gumam Rianti terkagum-kagum melihat benda mewah ini.
"Jadi, pesawat ini beneran milik Rangga dek!" Kata polos Rianti bertanya kepada ajudan Rangga.
"Benar sekali Nyonya, ini baru saja di beli dari Rusia! Tuan Rangga berkata; Penumpang pertama adalah orang-orang spesial di dalam hidupnya terutama ibu ku!"
Mendengar hal itu Rianti sontak mewek terharu.