
Dalam tangis yang dalam, Sania sempat meneteskan airmata di wajah Vino yang masih terbaring lesu.
"Baaaa!"
Vino mengejutkan Sania dengan membuka lebar kedua matanya menatap wajah Sania yang sangat dekat. Lalu tertawa terkekeh-kekeh.
"Surprise!" 🎉🎉🎉 teriak Vino, spontan seseorang memberikan arahan tembakan pernak-pernik pesta (Party Popper)
orang-orang yang berkerumun itu ternyata anggota orkes Biola, Harmoni bertalenta yang sudah disiapkan oleh Vino untuk melamar Sania dengan penuh kejutan yang tidak biasa. Tim Orkes itu mengeluarkan alat musik biola secara serentak dengan lagu romantis diikuti dengan menerbangkan balon-balon berwarna pink dan putih bertaburan di udara, sungguh suasana yang penuh dengan keromantisan di balut bersama musik keromantisan.
Sania masih terlihat bengong dan bingung dengan suasana yang terjadi.
"Ahahahahaha! Yah, Nangis jelek banget!" ejek Vino.
"Apaan sih!" memukuli Vino dengan Frank yang ia berikan.
Sania masih terlihat mewek.
"Ini kejutan buat melamar kamu, sayang, kita langsung menikah saja!" kata Vino.
"Jadi...kamu baik-baik saja!" tanya Sania masih dalam raut wajah cemas.
Vino mengangguk manis, merangkul Sania menikmati alunan musik.
Sania tentu sangat takjub dan merasa tidak percaya, suasana yang indah itu adalah surprise termewah yang ia dapatkan selama hidupnya. Wanita itu sampai terbengong-bengong mendongak menatap langit yang luas, menyaksikan ratusan balon berterbangan bertuliskan I LOVE SANIA. Tanpa ia sadari airmata bahagia itu pun menetes.
"Kamu suka?" tanya manja Vino.
"Tau enggak, Jantung aku hampir lepas!" ucap mewek Sania.
"Oooouh...macak cih, thanks yah, udah khawatir banget!" ucap Vino merangkul kepala Sania, Sania masih memukul manja pria itu tanda dengan Frank yang membuat ia sempat drop.
Kedua saling tertawa bersama.
"Duuuuuh...co cweet banget sih!" gumam Naya yang menyaksikan kemesraan mereka.
Tak tanggung-tanggung suasana memukau itu berhasil membuat pujaan hati kaum hawa merasa iri.
Vino juga harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit dengan memasang tulisan WILL YOU GET MARRIED WITH ME lengkap dengan foto-foto kebersamaan Vino dan Sania terpajang manis di papan iklan Baliho besar dan layar TV LED jalan raya pusat kota sampai dengan Rumah Sakit tempat Sania bekerja. Hal itu membuat orang sekitar merasa heboh serta gemes dengan drama lamaran itu sehingga rela memberhentikan laju kendaraannya sempat menyebabkan kerumunan di titik lokasi. Namun Vino sudah membayar polisi untuk keamanan sekitar.
Ada juga banyak wartawan yang meliput acara bahagia itu.
Vino dalam drama manisnya membuka kotak cincin indah langsung berlutut menyerahkan benda mewah itu kepada pujaan hatinya sambil berkata;
"Will You Marry Me and Grow Old With me?"
(mau kah kau menikah dengan ku dan menua bersama ku)
Sontak permintaan Vino membuat mata Sania berbinar-binar.
orang-orang pun bersorak ikut gemes dan bahagia sambil berteriak;
"Terima"
"Terima"
"Terima!"
Sepertinya tidak ada alasan lain bagi Sania untuk menolak lamaran Vino, ia mengangguk dengan senyum kebahagiaan, menerima cincin pertunangan mereka sebagai langkah awal menuju pernikahan.
"Vino memeluk erat Sania, terima kasih telah menunggu ku, takdir telah mempertemukan kita kembali!" kata Vino.
"Aku Malu sekali ditengah keramaian begini! Apa ini tidak berlebihan?" kata Sania menutup wajahnya.
Perlahan Vino membuka dua tangan Sania.
"Kamu sudah mengatakan kepadaku, semua orang telah menghinamu atas aib yang pernah kita lakukan bersama dan menanggungnya sendiri beban cacian itu.
Hari ini, dalam momen kebahagiaan yang tidak biasa, aku ingin mempertontonkan kepada semua orang termasuk semua yang pernah menghinamu, bahwa kau punya masa depan yang jauh lebih indah dari mereka," Jawab Vino membuat airmata kebahagiaan Sania menetes penuh keharuan.
"Terima kasih!" Sania memeluk Vino.
"I love u!"
"Takdir telah mempersatukan kita kembali," kata Vino.
👏👏👏👏
Semua yang menyaksikan ikut bersorak bahagia.
"Ternyata hidup ini tidak selamanya memberikan coretan hitam kepedihan, Tuhan selalu punya rancangan yang luar biasa bahkan lebih indah dari apa yang kita impikan. Semua orang ingin kebahagiaan terhebat namun terlalu mudah untuk menyerah, semakin tinggi cobaan hidup itu artinya semakin besar pula kado kebahagiaan yang Tuhan berikan asalkan kita selalu sabar dan ikhlas menjalaninya."
*
Suasana Keberadaan Melani.
Dokter dan para ahli uji Lab langsung memberikan keterangan angka-angka yang tidak mengerti oleh awam.
"Jadi hasilnya?" tanya Melani tidak sabaran.
"Akurat 99.9% bahwa anak yang bernama Miranda Bella ini akurat anak biologis dari Tuan Vino Febian.
Mendengar hal itu, Spontan Melani terjatuh lemas, Mami...Mami...teriak Fudo menjadi panik.
"Coba tampar Mami pih, apakah Mami sedang bermimpi, kita bisa tidak tau dengan cucu kita yang sudah sebesar itu!" ucap Melani lemas.
"Tidak Mami, Mami tidak sedang bermimpi!" jawab Fudo dengan senyum kebahagiaan kebahagiaan.
Harapan keinginan memiliki cucu perempuan telah terkabulkan.
*
Waktu terus berlalu, kehidupan bahagia mulai menyelimuti keluarga Vino dan Sania setelah badai itu berlalu.
Sania memutuskan ikut kembali ke Jakarta namun ia tetap mempercayakan Naya untuk membuka cabang klinik kecantikan miliknya di Kalimantan Timur.
Selama di Kalimantan, selama memiliki waktu luang, Vino selalu membawa jalan-jalan putri cantiknya itu.
**
Di kesempatan waktu Vino bicara bersama sambil menunggu Sania pulang bekerja.
"Boleh tidak? Jika om jadi Papanya Miranda dengan menikahi Mama Sania?" tanya Vino dengan senyumnya yang manis.
"Benarkah?" tanya balik Miranda merasa bahagia mendengar tawaran Vino yang ia juga sangat inginkan.
"Malah balik bertanya?" kata Vino.
"Tentu boleh dong, om ganteng itu menjadi Papa Mira! Miraaaa itu senang banget, jika punya seorang Papa, Seperti teman yang lain, terus Mama tidak perlu bekerja terlalu malam setiap hari. Mira juga ingin bermain dan jalan-jalan di setiap akhir pekan, seharian bersama Mama dan Papa, seperti teman lainnya, Miranda menyebutkan satu persatu nama-nama teman bermainnya di sekitar rumah. Mira bosan di temani Babysitter dan kakek terus."
"Mira juga sering di ejek karena tidak punya Papa, mereka bilang Mira itu anak haram. Anak haram itu maksudnya apa yah om? Kakek dan Mama tidak mau menjelaskannya. Mama juga marah-marah jika Mira bertanya terus soal Papa! Mama bilang Mira boleh bertemu dengan Papa jika nanti sudah dewasa!" Curhatan Miranda membuat Mata Vino mulai berkaca-kaca, ia menepis kedua matanya.
"Jujur aku juga tidak bisa menjelaskannya!"
"Suatu hari nanti, Om sendiri yang akan menjelaskannya, untuk saat ini, Om adalah Papa Miranda yang selalu akan menemani Mira, jika ada yang bertanya, Miranda harus katakan, Papa atau Ayah yang selama ini hilang sudah bertemu kembali, tenyata dia sangat tampan dan juga kaya, sering membelikan Miranda Mainan mahal dan juga makanan enak! Jika perlu, jewer saja mereka yang suka mengejek Miranda!"
"Hahahahaha!" tawa riang Miranda menatap manis Vino, bocah polos itu terlihat sangat bahagia.
Miranda memeluk Vino.
"Mulai hari ini panggil Papa, boleh?"
"Siap!"
"Coba!"
"Papa...Papa...Papa...Papa!" teriak lucu Miranda sambil menari-nari centil di depan Vino.
"Mungkin inilah, alasan terbesar, mengapa aku harus terus berjuang ingin hidup kembali. Ternyata Tuhan akan mempertemukan aku dengan gadis kecil ku!" batin Vino terus tersenyum dan tertawa kecil.
Detik-detik kembalinya Vino dan Sania menuju Jakarta, Meraka masih memiliki waktu kosong sambil menunggu berbagai pengurusan perpindahan Sania juga urusan kerja Vino.
Vino, Sania dan Miranda Bella, menyempatkan diri berlibur manis, mulai dari pantai, pulau, danau, taman rekreasi yang bisa membuat Miranda Bella bahagia dan Vino segera mewujudkan impian bocah cilik itu pergi berlibur dengan Mama dan Papanya.