Hidden CEO

Hidden CEO
Ch. 83. Nasib Kendra Yang Rumit



Bab. 83


Kendra berjalan melewati karyawan yang menyapanya dengan ramah. Sedangkan dirinya hanya memberi tatapan dan kedipan samar ke arah mereka tanpa berniat membalas atau paling tidak menganggukkan kepala.


Pria itu segera masuk ke dalam lift khusus untuk para petinggi perusahaan lalu segera menekan tombol yang menunjuk ke lantai di mana ruangannya berada.


Sesampainya di depan ruangannya, Kendra dikagetkan dengan kehadiran seorang perempuan yang sangat dia kenali.


"Kenapa bisa ada di sini?" tanya Kendra sedikit terkejut dengan kedatangan wanita itu. Bahkan wanita itu muncul dari ruangan Biru, asistennya.


Dalam keterkejutan yang di alami oleh Kendra, Biru pun juga ikut keluar dari dalam ruangannya.


Ada yang aneh di wajah Biru. Jika biasanya pria itu menampilkan wajah ramah dan murah senyum, namun tidak untuk saat ini.


"Kenapa lo?" tanya Kendra yang sangat penasaran.


Sedangkan perempuan yang keluar dari dalam ruangan Biru pun mendekat ke arah Kendra. Berniat untuk memeluk pria itu seperti kebiasaan mereka jika bertemu selama ini. Namun, dengan sadar dan cepat Kendra mencegah dengan tangannya.


"Hai, Kend. Lama tak jum—"


"Kamu ngapain di sini? Bukannya kamu ada di Amsterdam?" potong Kendra cepat dan mundur satu langkah. Memberi jarak di antara mereka.


Sementara Biru menatap sinis ke arah perempuan yang tersenyum begitu cantik.


"Tentu saja aku kangen sama kamu, Baby," sahut perempuan itu dengan nada begitu manja dan masih terus berusaha untuk mendekat ke arah Kendra.


Dengan sigap, tangan Biru terulur ke arah perempuan itu seraya menariknya dengan sedikit keras. Sampai-sampai membuat perempuan itu hampir terjerembab ke belakang.


"Ck! Kasar banget sih lo!" sentak perempuan itu pada Biru. Menatap marah ke arah pria itu yang sudah berani menariknya dengan sangat kasar.


"Jaga sikap lo!" suara Biru juga tidak kalah keras dari perempuan itu.


Perempuan itu mencebik. "Ngapain harus jaga sikap. Orang dia kekasih gue," ujar perempuan itu yang mampu membuat Biru terkejut.


"Kenapa bisa?" tanya Biru dengan mata memicing.


Sementara Kendra yang sedari tadi terdiam melihat perdebatan di antara teman dan mantannya, pun pria itu menggeleng kepala.


"Inget pacar yang pernah gue ceritain ke lo dan yang lain?" bukannya menjawab pertanyaan Biru, Kendra justru bertanya pada Biru.


Biru mengangguk. Masih ingat betul akan pertemuan pertama mereka setelah Kendra kembali.


"Ya ini orangnya," ucap Kendra membuat Biru tersentak kaget. Sangat kentara sekali ekspresi mukanya.


Perempuan yang menjadi topik pembicaraan mereka, menatap tidak mengerti.


"Kalian ini sedang bahas apa sih? Jangan bikin gue penasaran, dong!" protesnya. "Baby ... kangeeenn ...!" rengek perempuan itu kemudian dengan manja. Mencoba sekali lagi meraih tangan Kendra, namun segera Biru hempaskan.


"Tangan lo najis. Jangan sentuh-sentuh milik orang," ingat Biru setelah menghempaskan tangan perempuan itu.


"Iiiihh ... kenapa sih lo ikut mulu urusan orang?" kesal perempuan tersebut sembari melotot ke arah Biru. "Lagian, gue ke sini juga mau bicarain kerja sama!" imbuhnya galak.


"Kerja sama?" tanya Biru sedikit lirih. Berbeda dari sebelumnya.


Tentu saja, jika menyangkut perusahaan, Biru tidak berani bertindak semaunya. Meskipun ia sangat tahu betul siapa perempuan ini.


"Bukannya Pak Atmadja yang datang ke sini?" kali ini Kendra yang bersuara. Karena setahu Kendra, ia akan meresmikan hubungan kerja sama antar dua perusahaan. Yakni perusahaan RY Group dan Atmadja Company.


Dengan senyum yang semakin merekah, dan juga melihat ada celah untuk dirinya masuk, perempuan yang tidak lain ialah Rahuella tersebut langsung menyusupkan tangannya cepat ke lengan Kendra. Bergelanyut manja di sana. Seperti apa yang sering Rahuella lakukan di saat mereka masih menjadi sepasang kekasih dulu di Amsterdam.


"Ya, Om Atmadja mengutusku untuk menghandel perusahaan sementara. Sedangkan putrinya masih mempersiapkan diri untuk menggantikan posisi Om Atmadja," jawab Rahuella lebih jelas lagi.


Mampus lo, Kend! Kalau Dilla tahu lo pernah pacaran sama ini cewek, jangan harap hidup junior damai. Batin Kendra meratapi takdirnya yang begitu memperumit posisinya.