Hidden CEO

Hidden CEO
Ch. 81. Maaf, Yang Jomblo Harap Baca Besok



Bab. 81


Di sepanjang langkah menuju ke kelasnya, Dilla semakin tertunduk menahan malu. Bukan karena apa, siapa lagi orang yang mampu membuatnya seperti ini kalau bukan pria yang ada di sampingnya saat ini.


Meskipun sudah memperingatkan pria ini kalau ia bisa masuk sendiri, dia malah menggandeng tangannya dan berjalan berdampingan. Mengantarkan Dilla sampai di depan kelasnya.


Jelas, kejadian itu membuat gempar seluruh kampus. Sebab, pria yang sekarang menjadi suaminya ini mempunyai banyak fans. Bahkan tadi ada yang dengan terang-terangan mengatakan kalau dia benar-benar patah hati dan sangat benci dengan Dilla.


Dilla sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Toh, bukan kali ini saja dirinya mendapat kebencian dari seseorang. Sudah teramat biasa.


"Sudah, buruan pergi, Mas!" tekan Dilla dengan nada yang pelan. Secara halus mengusir suaminya sendiri. Namun tetap menampilkan senyuman di bibirnya.


Bukannya segera pergi, Kendra justru menatap lekat wanita yang ada di hadapannya saat ini. Pria itu mengusap lembut kepala Dilla lalu melabuhkan kecupan penuh rasa sayang di kening sang istri tanpa melepas genggaman tangan mereka sedari tadi.


Sontak, tidak hanya jantung Dilla yang dibuat berdisco ria di dalam sana. Namun, mahasiswi yang ada di kelas dan juga di sekitar mereka yang melihat tindakan Kendra barusan langsung berteriak histeris.


Sedangkan sang pelaku pembuat gaduh diam-diam menarik bibirnya ke atas. Senang sekali membuat Dilla malu seperti ini. Walaupun niat awalnya hanya ingin menunjukkan hubungan yang ada di antara mereka tanpa perlu menjelaskan dengan kata demi kata. Cukup dengan hal kecil seperti ini sudah membuat mereka paham. Di tambah lagi dengan gerakan tangannya yang mengusap perut Dilla dengan lembut.


"Jangan nakal ya, Dedek," ucap Kendra dengan suara lirih dan mendekat ke arah Dilla. Menatap wanita yang tampak terkejut tersebut dengan tatapan jahilnya.


"Mas!" pekik Dilla yang lagi-lagi tertahan.


Sebab, semua mata tertuju padanya sekarang ini. Tidak mungkin dirinya membentak dan menepis tangan suaminya. Bisa-bisa dirinya akan dijuluki wanita tidak tahu diri. Atau paling parahnya akan ada yang pasang badan untuk Kendra. Ck! Malas banget jika seperti itu.


"Iya, iya ... enggak goda-goda lagi," ucap Kendra seraya terkekeh. Kembali mengusap kepala Dilla dengan lembut dan tatapan yang begitu meneduhkan.


Bohong jika Dilla tidak tersentuh dengan perbuatan Kendra yang seperti ini. Jelas, dia baper. Sangat-sangat baper. Bisa-bisa kalau seperti ini terus Dilla akan berkunjung ke rumah sakit. Memeriksakan diri apakah ia mulai terkena penyakit diabet karena terlalu sering menerima perlakuan manis dari suaminya sendiri.


"Tapi kecup dikit dong, Yaang. Biar tambah semangat ini kerjanya buat kamu dan Dedek," rengek Kendra yang berujung pekikan tertahan. Karena dengan cepat Dilla mencubit perut pria itu yang seenaknya saja bersikap manja di depan orang banyak.


"Sakit loh, Yaang," rengeknya menatap melas.


"Malu, Mas!" tolak Dilla.


Wanita itu kemudian melepas genggaman tangan mereka dan menarik tangannya dari Kendra. Berniat untuk masuk ke kelas dan meninggalkan suaminya yang mesum tersebut.


Dengan lembut namun pasti, Kendra menarik lengan Dilla dari belakang hingga tubuh wanita itu berputar ke arahnya. Cepat, Kendra menekan tengkuk kepala Dilla dan ....


Cup!


Tepat di bagian bibir Dilla. Membuat Dilla semakin melotot tidak percaya dengan tindakan suaminya yang sangat nekad.


"Tidaaackkk!"


"Suamiku ternodaaaa!"


"Dosen mesuuumm!"


"Hatiku terpotek!"


"Hiks! Jodohku diambil primadona kampus!"


"Huuuaaa ... Mama ...! Pingin kawin sekarang!"


Begitulah teriakan secara langsung dari mereka yang melihat tindakan Kendra ayang lebih gila dari sebelumnya. Bahkan sampai ada yang langsung ambruk ke lantai. Mungkin, karena shock melihat wanita pujaan nya dicium di depannya.


Tidak luput juga dari mata Amira, Alex, dan Joana yang kebetulan sudah berada di dalam kelas.


Refleks, Joana yang tengah hamil besar pun mengusap perut besarnya.


"Jangan lihat ya, Sayang ... jangan lihat. Mama cuma nonton hiburan aja kok," ucapnya kepada calon anaknya yang masih di dalam kandungan.


"Dill Dill cialan! Jadi pingin ciuman gue!" rutuk Alex yang sontak menoleh ke samping. Di mana ada Amira di sana.


Wanita itu melotot di saat Alex menatapnya dengan mata memohon.


"Apa? Tabok, nih!" ancam Amira yang sudah mengangkat tangannya sejajar dengan kepala.


Ayang udah lihat judulnya, kan? Terus yang jomblo jangan salahin Yuta, dong! Kan udah Yuta peringatin. wkwkwkwk