
Pesta ulang tahun Khalisa berlangsung sangat meriah. Semua tamu mendoakan bocah itu menjadi gadis yang sholehah, berguna bagi bangsa dan agama. Namun, tidak ada satupun dari mereka memberikan hadiah, karena itu sudah dicantumkan dalam kartu undangan bahwa Yunan memang tidak menerima hadiah apa pun dari semua tamu termasuk keluarganya sendiri.
Niatnya hanya ingin berbagi kepada mereka semua, juga meminta doa untuk putri tercinta.
Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh keluarga kecil Yunan, namun juga seluruh tamu yang datang. Mereka tidak hanya mendapatkan makanan dan minuman gratis, namun juga oleh-oleh dari sang tuan rumah.
Dulu Yunan dianggap sampah oleh keluargaku, tapi sekarang dia seperti seorang raja yang mulia. Hatinya sangat dermawan dan tidak pandang bulu. Baik kepada semua orang. Apakah ini adalah yang dimaksud sesuatu yang ditanam itu akan dituai. Orang yang benar-benar tulus pasti akan mendapatkan balasannya pun sebaliknya.
Tentu saja Lolita tak lupa apa yang pernah ia lakukan terhadap Yunan. Namun sekarang semua berbeda, pria itu menunjukkan sisi rendah hati. Itulah orang kaya yang sesungguhnya, mereka tidak serakah dan membanggakan hartanya, namun akan tetap berbagi kepada yang membutuhkan karena sebagian dari rezeki kita ada hak orang lain.
''Kakak nggak makan?'' tanya Cassandra sembari menepuk lengan Lolita.
Ia duduk di samping wanita itu kemudian mengambilkan makanan untuknya.
''Makasih, Ndra.'' Menerima seporsi makanan dari adiknya sambil tersenyum.
Mumpung tidak ada orang, mungkin aku bisa bertanya pada Cassandra.
Menarik kursinya sedikit, mendekat mengikis jarak antara keduanya. Menatap ke arah ramainya tamu yang sedang menikmati hidangan.
''Sebenarnya apa pekerjaan Yunan?'' tanya Lolita serius
Sebenarnya Cassandra ingin sekali mengatakan apa sebenarnya pekerjaan suaminya. Sayang sekali, ia tidak punya wewenang untuk itu, harus menepati janjinya kepada Yunan bahwa tidak ada orang yang boleh tahu tentang pekerjaannya kecuali ibu Margareth dan keluarganya sendiri.
''Tanya sendiri sama orangnya, Kak. Yang aku tahu sih dia cuma bantu-bantu di kantor ayah, tapi aku nggak tahu pasti, mungkin dia punya usaha lain,'' jawab Cassandra asal.
Ia tidak ingin suaminya itu dipandang orang karena hartanya.
''Aku ini istrinya seorang pengusaha, Cassandra. Aku tidak bodoh, aku tahu seberapa kekayaan orang kantoran. Apalagi ia sekedar menjadi direktur. Aku yakin ada pekerjaan lain di balik itu.'' Lolita tidak percaya sedikit pun.
Cassandra hanya mengangkat bahu. Ia tak begutu memperdulikan apa yang dikatakan Lolita, yang penting saat ini ia sudah merasa nyaman dengan suaminya dan tidak akan goyah dengan apa pun yang terjadi.
Pertemuan Cassandra dengan Humaira ternyata tak seperti saat di depan. Kini mereka lebih akrab. Humaira sudah menikah dan memiliki anak dari seorang pria lain, yaitu Ilham. Pun dengannya yang juga memiliki anak dari Yunan.
Anak Humaira yang baru menginjak dua tahun sangat lucu, mengingatkan semasa Khalisa masih kecil, namun sekarang bocah itu sudah lebih besar dan pandai bicara, bahkan meminta hadiah jet pribadi pada ayahnya. Dengan begitu mudah, Yunan memenuhi permintaan Khalisa. Ia tida perlu menunda-nunda ataupun protes.
Apa pun akan dilakukan demi kebahagiaan istri dan anaknya.
Semua bertepuk tangan mendengar kata-kata Yunan saat menyetujui permintaan Sang Putri, itu bukan hanya bualan belaka tapi nyata. Buktinya Yunan langsung menghubungi seseorang untuk memesankan jet pribadi seperti yang diinginkan putrinya.
''Nanti jalan-jalan pakai pesawat sendiri ya, Yah?'' tanya Kaalisa sembari mencium pipi Yunan.
''Siap, Sayang.''
''Sayang sini!" Melambaikan tangan ke arah Cassandra yang sedang asyik berbincang dengan para tamu.
Tak lama kemudian wanita itu berdiri di samping Yunan. Pria itu mengulurkan tangan. Merangkul pinggang ramping Cassandra. menunjukkan kemesraannya di depan publik.
''Dia juga sering muncul di fyp Tik tok, tapi bukan sekedar menghibur. Banyak kata-kata inspiratif yang sering dipublish tapi pasti kalian semua belum tahu, siapa dia yang sebenarnya.'' Menatap beberapa orang yang masih nampak kebingungan.
Beberapa orang langsung kepoin akun Cassandra.
Yunan menoleh ke arah sang istri yang menundukkan kepala. Tampak dari raut wajahnya yang merona, dipastikan wanita itu malu-malu.
''Dia adalah istriku, wanita yang aku nikahi 8 tahun lalu,'' ungkap Yunan jujur. Ia tidak ingin menutupi sosok istrinya.
Di depan kalian semua, aku ingin mengungkapkan sebuah perasaan yang selama ini memang belum pernah aku katakan. Aku tidak pernah menganggap kata-kata itu penting, tapi aku ingin kalian semua tahu bahwa aku sangat mencintai istriku. Bahkan sejak awal kami bertemu, aku sudah jatuh cinta padanya. Bergulirnya waktu, aku menjadi pecundang karena sebuah obsesi yang aku sendiri tidak tahu.''
Cassandra melirik Humaira, pasti yang Yunan maksud adalah wanita itu. Sebab, hanya kehadirannya yang pernah masuk dalam rumah tangganya.
''Tapi pada akhirnya aku sadar, satu-satunya wanita yang ada di hati aku hanyalah dia.''
Mencium pipi Cassandra hingga beberapa detik, kemudian melepasnya lalu mengucapkan i love you di telinga wanita itu.
Suara tepuk tangan riuh memenuhi ruangan. Semua orang ikut terharu dengan ungkapan Yunan. Kali ini tak disangka pria yang terlihat begitu angkuh dan dingin memiliki sisi romantis yang begitu luar biasa.
Setelah sambutan singkat yang disampaikan oleh tuan rumah acara dilanjutkan dengan memotong kue. Kali ini Khalisa didampingi Bunda dan ayahnya berusaha memotong kue raksasa yang berbentuk Princess. Namun pisau yang hampir menyentuh kue itu ditahan sang bocah.
''Kuenya nggak boleh dipotong, harus disimpan,'' ucapnya membuat semua orang tertawa terpingkal-pingkal termasuk Cassandra dan Yunan yang ada di sampingnya.
''Tapi nggak bisa, Dik. Kuenya harus dipotong, dibagikan sama mereka.'' Menunjuk anak-anak yatim yang duduk bersejajar di bagian tepi.
''Yang lain aja, Ayah. Yang ini jangan.'' Khalisa tetap mempertahankan kue itu dan berharap tidak dipotong, tidak ada jalan lain terpaksa Yunan menyetujuinya. Ia mengambil beberapa kue lain yang tak kalah besarnya dan memotong lalu membagikan kepada semua tamu yang datang.
''Apa kamu sudah nggak ada rasa sama Humaira?'' Cassandra mencoba menggoda suaminya di saat Khalisa sibuk bermain dengan anak-anak yang lain.
''Ada,'' jawab Yunan mengerutkan kedua alisnya.
Cassandra tidak bertanya lagi tiba-tiba, matanya mengembun, air matanya luruh mendengar ucapan suaminya.
''Kamu cemburu?'' tanya Yunan.
Cassandra tak menjawab, ia meremas ujung baju hingga kusut. Tentu saja ia cemburu, mana mungkin ada seorang wanita tidak cemburu jika suaminya memiliki rasa kepada wanita lain, tentu mereka akan marah. Walaupun ada, artinya wanita itu tidak mencintai suaminya sendiri.
"Jangan salah paham dulu, Sayang. Rasa yang aku maksud hanya sebatas rasa seperti seorang teman, tak lebih.''
"Yakin?'' Cassandra meyakinkan.
Yunan mengangguk tanpa suara lalu mencuri ciuman di pipi wanita itu.
Ternyata mereka sangat romantis.