Hidden CEO

Hidden CEO
Cek



Seperti ucapannya tadi sore, Yunan mengajak Cassandra pulang ke rumah Margareth. Mereka akan secepatnya membicarakan tentang ruko yang diminta oleh Lolita. Tidak baik di ulur-ulur dan ingin secepatnya semuanya beres.


Kali ini Khalisa memang tidak ikut pulang, gadis kecil itu menginap lagi di rumah Layin dan sepertinya malam ini mereka akan jalan-jalan seperti permintaan Khalisa tadi.


Yunan dan Cassandra duduk saling bersejajar. Kemudian di kursi sebelah kiri ada Margareth, sedangkan Lolita ada di depan mereka terhalang meja.


Dilihat dari raut wajahnya, wanita itu masih memandang rendah seorang Yunan Abimanyu. Bahkan kedatangan Yunan pun tak disambut dengan ramah, hanya Margareth yang menghormatinya, tidak untuk wanita yang tetap saja merendahkannya hingga saat ini.


''Sebenarnya yang Mbak minta ruko atau uang?'' tanya Yunan tanpa basa-basi. Tidak ingin masalah ini bertele-tele dan berlarut-larut hingga mengakibatkan istrinya banyak pikiran.


''Sombong sekali kamu bertanya seperti itu? Memangnya kamu punya uang untuk membeli ruko itu?'' cecar Lolita dengan tatapan tajam.


Yunan hanya menanggapinya dengan senyum. Meraih tangan Cassandra yang hampir saja membuka mulut. Mengedipkan dua matanya pelan. Memberi kode pada sang istri untuk tetap diam dan mengikuti permainannya.


''Aku memang tidak punya uang, tapi aku akan menjelaskan. Ruko itu adalah warisan dari ayah untuk Cassandra, jadi Kakak tidak berhak merebutnya. Jika Kakak memang membutuhkan uang, aku bisa memberikannya, tapi biarkan ruko itu tetap menjadi milik istriku.'' Yunan mencoba untuk memberi saran seperti yang dikatakan Cassandra tadi.


Lolita memang tidak menginginkan ruko, akan tetapi uang.


''Berapa uang yang kamu punya? Aku yakin uang kamu saja tidak cukup untuk membeli mobil, apalagi membeli ruko."


''Kakak...'' pekik Cassandra yang merasa malu dengan kelakuan kakaknya sendiri.


Sungguh, wanita itu sudah benar-benar tidak bermoral hanya karena harta, bahkan mengejek suaminya yang kini punya segala-galanya. Memang Yunan tidak memperlihatkan penampilan yang mencolok, akan tetapi pria itu terlihat elegan dengan tampilannya. 


''Mau sampai kapan kamu bertahan dengan laki-laki seperti dia, Ndra? Kamu harus bangkit, bangun dari tidurmu. Cari suami yang kaya biar kamu nggak capek kerja. Nungguin dia di rumah."


Cassandra ingin tertawa dengan ucapan Lolita. ''Apa Kakak juga mendapatkan laki-laki yang seperti itu?'' Wajah Lolita mendadak redup. Wanita itu menunjukkan tingkah berbeda, seperti ada sesuatu yang dipendam. Entah itu apa, Cassandra tak tahu.


''Sudah sudah, kita ini lagi membicarakan tentang ruko bukan masalah pribadi, Sayang. Tenang ya.'' Menenangkan Cassandra yang mulai tersulit emosi.


''Sekarang lebih baik Kakak katakan saja, berapa uang yang Kakak butuhkan. Aku akan memberikannya.'' Mengeluarkan sebuah cek yang sudah ada tanda tangan Yunan Abimanyu.


Menyodorkan di depan Lolita, membebaskan wanita itu untuk menulis berapa pun Nominal uang yang dibutuhkan. Tentu saja sikap Yunam itu membuat Lolita terkejut.


Jika tidak memiliki banyak uang, mana mungkin berani memberikan cek kosong di depannya. Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh laki-laki itu?


Lolita masih membeku. Otaknya terus berputar dan menerka-nerka seorang Yunan. Sebab, setahunya pria itu miskin dan tidak punya apa-apa.


"Ayo Mbak, catat saja berapa pun yang Mbak butuhkan.'- Yunan sedikit mendesak.


Lolita mengambil pulpen lalu menulis nominaluang yang begitu fantastis menurut Cassandra bahkan uang yang ditulis itu melebihi harga ruko yang dimilikinya.


''Aku nggak setuju, pokoknya kakak harus meminta uang yang setara dengan harga ruko itu, bukan sebanyak ini.'' Cassandra tetap berbicara lantang membuat Yunan terkekeh.


Baginya, jumlah uang itu tak seberapa dibandingkan dengan yang dimiliki sekarang.


''Sudah, ngapain sih direbutkan, kasih ceknya! Yakinlah nanti kamu akan mendapatkan lebih dari itu.'' Menyungutkan kepalanya ke arah cek yang masih di dekat sang istri.


''Nggak mau, pokoknya Kak Yunan harus memberikan uang yang setara dengan harga ruko itu. Ini kelebihan, Kak. Sayang banget dikasih orang yang sudah menghina-hina Kakak. Lebih baik uangnya kita tabung.'' Cassandra tetap menolak, tidak rela memberikan uang sebanyak itu untuk kakaknya mengingat kejahatan yang mereka lakukan membuat pintu hatinya tertutup untuk pintu kata maaf. 


Margareth tidak bisa berkata apa-apa. Sebagai orang tua hanya bisa pasrah kepada Yunan yang sekarang menjadi kepala keluarga. Menyerahkan semua urusan putri-putrinya kepada pria itu.


''Begini saja.'' Yunan kembali melayangkan pendapat.


''Uang itu dibagi Kak Lolita sama Kak Malena, jadi adil kan. dan setelah ini aku harap kalian tidak mengusik hidup ibu dan Istriku lagi.'' Mengeluarkan satu cek yang sudah diisi dengan tanda tangannya.


Lagi-lagi Cassandra tak terima. Nggak usah dikasih, Kak. Dia itu memang seperti itu, dari dulu dikasih hati minta jantung.''


Yunan menangkup kedua pipi Cassandra. "Sayang, dengarkan aku." Menatap manik matanya yang penuh dengan kebencian.


Sungguh, ia tidak ingin istrinya seperti itu. ''Kalau kamu tetap mempertahankan uang itu, masalah ini tidak akan selesai. Aku mohon berikan ceknya pada Kak Lolita," pinta Yunan penuh harap.


''Tapi, Kak __" ucapan Cassandra berhenti saat Yunan mencium bibirnya di depan ibu dan juga kakak iparnya.


''Berikan, atau aku akan berbuat lebih,'- ucap Yunan mengancam.


Terpaksa Cassandra harus merelakan cek itu dan memberikan kepada kakaknya. Tentunya sedikit tidak ikhlas. Namun apa daya, Yunan sudah menyuruhnya, itu artinya harus ditunaikan. 


''Sekarang Kakak puas, kan? Tapi aku harap kakak tidak ingkar janji. Uang itu tidak hanya untuk Kakak, tapi juga kak Malena. Terserah kalian mau membagi seperti apa, mulai sekarang ruko itu akan tetap menjadi milik istriku. Jangan pernah mengambilnya lagi, karena aku sudah membelinya."


Setelah menerima uang, Lolita masih saja terlihat redup. Wanita itu berdiri dari duduknya kemudian pamit pada sang Ibu dan akan pergi dari rumah itu. Dia akan kembali ke Singapura malam ini juga. 


''Sayang, apa kamu melihat sesuatu yang aneh pada Kak Lolita? Sepertinya dia punya masalah deh. Apa kamu yakin uang itu hanya untuk modal suaminya? Apa mungkin ada masalah lain?'' bisik Yunan di telinga Cassandra.


Tidak ingin membuat ibunya cemas seandainya benar Lolita memiliki masalah lain.


''Nggak tahu juga sih, tapi dari kemarin dia banyak melamun. Apa jangan-jangan dia memang ada masalah dengan suaminya?'' Cassandra sedikit ragu.


Jika dilihat kemesraannya dulu, ia tidak yakin mereka sedang bertengkar. Namun, biasa saja masalah itu menerpa di tengah rumah tangga, ujian..