Hidden CEO

Hidden CEO
Ch. 69. Terasa Horor



Bab. 69


Belum reda keterkejutannya mengenai statusnya yang sekarang ini sebagai seorang istri dari pria yang bernama Attakendra Rayyansyah, kini Dilla harus dikejutkan lagi dengan kenyataan yang cukup membuat kepalanya pusing. Tubuhnya terasa lemas seketika setelah mendengar cerita dari mama mertuanya.


"Maafkan Mama, Dilla. Mama terpaksa mengikuti rencana Kendra. Karena kamu berpikir jika Kendra seorang sopir taxi, dan juga sebagai dosen pengganti di kampus. Mama juga baru mengetahuinya kemarin," ucap bu Mawar.


Wanita paruh baya itu tahu, pasti Dilla merasa kecewa kepada putranya. Namun, bu Mawar sadar diri dan tidak bisa ikut campur terlalu jauh. Biarlah mereka yang menyelesaikannya sendiri. Dirinya hanya perlu mengingatkan saja.


Dilla mengangguk dan mencoba untuk tersenyum ke arah mama mertuanya agar wanita paruh baya tersebut tidak merasa bersalah terhadap dirinya.


"Dilla tahu posisi Mama kok. Tenang saja, Dilla nggak akan marah. Lebih baik Dilla tahu secepatnya kan?" ucap Dilla mencoba untuk menenangkan mertuanya.


Di rasa kali ini ia benar-benar butuh istirahat, Dilla pun memanggil papanya yang berada paling dekat dengannya saat ini.


"Ada apa, Dill?" tanya papa Atmadja dengan binar bahagia di matanya yang terpancar begitu jelas.


Dilla tahu, ini lah yang diinginkan oleh papanya. Dirinya menikah dan segera mempunyai anak. Dilla sudah mengabulkan itu semua tanpa ia sadari sendiri.


Dilla tersenyum ke arah papanya. Ia ingat betul, betapa dirinya tumbuh menjadi seorang gadis pembangkang. Namun, di lain itu juga ia sangat menyayangi sang papa.


"Maafkan Dilla, Pa," ucap Dilla.


Membuat papa Atmadja menatap bingung. Ingin meminta penjelasan yang lebih, namun Dilla sudah keburu pamit ke kamarnya terlebih dulu tanpa menunggu suaminya yang masih asik mengobrol.


"Dilla istirahat dulu ya, Ma. Maaf, Dilla nggak bisa lama-lama duduk di sini. Pinggang Dilla terasa mau lepas," ucap Dilla memberi alasan kepada mama mertuanya.


Padahal yang sebenarnya terjadi, Dilla ingin menyiapkan sesuatu untuk pembalasan pada Kendra yang sudah berani menjebak dan menipunya. Hingga ia sampai terikat pernikahan dengan pria licik itu.


Bu Mawar mengangguk. Sangat paham betul kondisi yang Dilla alami sekarang ini. Kemudian membiarkan Dilla beristirahat di kamarnya.


Selang beberapa menit, Kendra yang menyadari Dilla tidak ada di tempatnya semula pun begitu panik. Takut kalau saja istrinya itu akan melarikan diri.


"Dilla di mana, Pa, Ma?" tanya Kendra kepada dua orang yang sudah menjadi besan tersebut.


Raut wajah Kendra tampak begitu panik dan khawatir menjadi jadi satu. Membuat mamanya menggeleng kepala.


"Kamu itu, Kend. Baru ditinggal setengah jam aja udah kebingungan. Tadi aja ditinggal ngobrol sampai lama juga nggak inget sama istrinya. Awas loh, emosi ibu hamil lebih mengerikan dari singa yang minta kawin," bisik bu Mawar di akhir kalimatnya. Membuta Kendra melebarkan matanya tak percaya dengan perkataan sang mama.


Baru aja kumpul sama Dilla beberapa jam, mama udah ketularan absurdnya. Batin Kendra.


"Ya udah, kau gitu Kendra liat dulu Dilla di kamar, Ma, Pa," pamit Kendra yang kemudian segera melesat menuju kamar sang istri.


Bukan perkara susah untuk menemukan di mana kamar Dilla. Karena papa Atmadja sudah memberitahu Kendra sebelumnya.


Perasaan rumah ini sangatlah ramai. Namun entah kenapa, jalan menuju kamar istrinya terasa begitu horor.