
Neyna dan Wanda mulai berjalan keliling kompleks Perumahan, sepanjang perjalanan mereka, Wanda menggandeng tangan Neyna, sambil mereka mengobrol ringan dan sesekali bercanda.
Sampai didepan mini market yang terletak diareal komplek perumahan, Neyna nengmengajak Wanda untuk membeli es krim
“Kita makan es krim dulu yuk,,kayanya enak nih habis panas - panasan, keringetan terus minum yang lembut dan dingin,,hmmm” ajak Neyna, Wanda pun menurut, mereka pun masuk kedalam mini market tersebut menuju tempat es krim, memilih - milih rasa lalu membayarnya.
Mereka duduk di bangku taman Yang letaknya tidak jauh dari mini market tersebut, melahap es krim mereka.
Saling bertukar es krim, bercanda dan tertawa lepas. Terlihat keduanya sangat bahagia
“Sayang,,nanti kalau kamu lahiran tapi aku gak bisa nemenin kamu, gak apa - apa kan?” Ucapn itu keluar dari mulut Wanda, Neyna menoleh dan menatap wajah Wanda
“Emang kenapa? Kamu takut liat darah? Ah...!! Gak mungkin,,masa sih seorang dokter gak bisa liat darah,,apa jangan - jangan kamu dokter gadungan lagi!!” Goda Neyna
“Ya nggak lah sayang,,,dari awal kuliah aku udah biasa liat darah, maksud aku tuh bukan itu, tapi maksud aku,,kalau seandainya aku udah gak ada lagi didunia ini saat kamu lahiran nanti,,gak apa - apa kan Sayang?” Tanya Wanda
“Diihh...! Kamu ngomong apaan sih,,!! Pokoknya kamu gak boleh kemana - mana, kamu akan tetap disamping aku sampai kapan pun,, titik!!”
“Iya..itu kan mau nya kamu Sama aku, tapi kalau mau nya tuhan kan kita gak tau sayang, kamu sedih gak kalau aku meninggal?” Wanda kembali melontarkan pertanyaan - pertanyaan aneh kata Neyna, membuat Neyna merasa gerah mendengarnya
“Stop..!! Jangan ngomong lagi deh!! Kok jadi pembahasannya tentang meninggal - meninggal sih,,” Ucap Neyna kesal sambil menempelkan telapak tangannya dibibir Wanda yang sudah bersiap - siap ingin melontarkan pertanyaan berikurnya.
“Ok...ok..!! Aku stop,,kita jalani aja ya kan,,sampai mana aku bertahan,,” Ucap Wanda,Neyna tidak lagi menanggapi ucapan Wanda, karena jika dia tetap menanggapinya, Wanda pun akan tetap melontarkan pertanyaan - pertanyaan yang gak penting menurut Neyna.
“Pulang yuk!! Udah gerah nih,,” ajak Neyna dan mereka pun berjalan pulang, namun tiba - tiba diperjalan pulang Neyna merasakan perutnya mulai mengeras seperti kontraksi
“Aw..aduh!!”
“Kenapa Sayang,,perut kamu sakit?” Tanya Wanda
“Iya,,,perut aku kram dan mules, kaya nya aku mau melahirkan nih”
Wanda pun memegang perut Neyna, Yang terasa meregang kontraksi,
“Kita berhenti disini aja, kamu duduk dulu ya, aku mau telpon supir biar susul kita disini!” Terang Wanda sambil meraih ponsel dari sakunya dan memencet nomor tujuannya.
“Hallo...pak,,tolong susul kita kemari pak, dekat mini market dalam kompleks, Neyna perutnya mules, seperti mau melahirkan”
Dengan segera pak Agus supir opa menyusul mereka ditempat Yang sudah dijelaskan Wanda tadi.
Tak lama mobil Opa sudah muncul dihadapan mereka, lalu Wanda mengangkat tubuh Neyna yang lemas dan menahan sakit itu kedalam mobil.
Wanda memerintahkan Agus untuk langsung membawa mereka kerumah sakit Ibu dan Anak tempat rencana Neyna melahirkan.
Kemudian Wanda meraih ponselnya dan memencet nomor oma
“Assalamu’alaikum oma, Wanda langsung bawa Neyna kerumah sakit ya,,tolong oma bawakan sekalian perlengkapan bersalin Neyna Yang udah disiapkan didalam koper yang ada di kamar ya ma” Ucap Wanda
“Oh..kamu langsung ke rumah sakit nak? Ya sudah,,nanti oma dan opa akan menyusul dan membawa perlengkapan Neyna, hati - hati ya nak” Ucap oma.
Oma dan opa pun langsung bersiap - siap menyusul wanda kerumah sakit, tak lama bude Nia pun tiba dirumah opa
“Assalamu’alaikum,,bu Ayu kok sepi papa dan mama kemana?” Tanya bude Nia
“Ohyaa...udah lahir apa belum bu?”
“Belum mba,,mungkin masih dijalan, tadi mas Wanda baru jalan menuju rumah sakit, jadi bapak Sama ibu menyusul” Jawab bu Ayu, kemudian oma dan opa keluar dari kamar mereka
“Nia kamu baru datang nak?” Sapa oma
“Iya ma,,Sama mas Al,,Kita bareng aja ke rumah sakitnya ya ma”
“Ohh..ya sudah ayo kita langsung berangkat nak, kasian Wanda sendiri menghadapi Neyna”
Mereka pun langsung naik ke mobil Rania yang dikendarai Altrialman langsung menuju rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, Neyna masih diperiksa bidan, karena dokter yang akan menanganinya sedang ada SC, karena Neyna bersikeras hendak melahirkan secara normal, jadi bidan yang bertugas memeriksa Neyna sembari menunggu dokter selesai.
“Masih buka 2 pak,,ibu harus makan dulu biar ada tenaga pas lahiran” Ucap sang bidan pada Wanda, kemudian pamit keluar ruangan”
Neyna berbaring di tempat tidur ruangan obrsevasi persalinan dengan posisi sedikit miring kekanan, karena saat terjadi kontraksi posisi itu membuat sedikit nyaman. Dengan penuh kasih sayang Wanda membelai rambut dan mencium keening Neyna, Neyna merasa nyaman saat kontraksi terjadi, karena Wanda menggenggam tangan Neyna, mengelus lembut perut Neyna sambil mencium keningnya.
Itu selalu dilakukan Wanda ketika Neyna semakin kuat menggenggam tangannya yang menandakan kontraksi sedang terjadi didalam sana dan Wanda berusaha membuat Neyna senyaman mungkin menghadapi kontraksi dengan intensitas yang semakin kuat.
“Sayang...kamu makan dulu ya,,biar kamu gak lemes saat mengejan nanti, biar kamu bertenaga,,aku suapin ya” ucap Wanda.
Neyna pun setuju, dia pun mengambil posisi setengah duduk, Wanda pun mulai menyuapi nya.
Setelah Wanda selesai menyuapi Neyna, opa, oma, bude dan pakde pun datang,
“Assalamu’alaikum,,,gimana nak,,apa sakitnya sudah semakin sering?” Tanya oma
“Walaykumsalam oma, ini sudah hampir tiap Lima menit kontraksi, sebentar lagi bidan datang memeriksa, do’akan ya oma, bude” Ucap Wanda meminta do’a pada kedua wanita itu.
“Pasti bude do’a in nak,, Yang penting Neyna harus kuat dan semangat ya, tinggal beberapa menit lagi kamu akan ketemu dengan anakmu nak” Ucap bude Nia memberi semangat pada Neyna.
“Iya...makasi bude, oma, do’akan persalinan Neyna lancar ya” ucap Neyna
Pasti sayang,,Pasti kita semua mendo’akan agar persalinan kamu lancar, kamu dan cucu oma juga sehat - sehat tidak ada masalah,,aamiin” Ucap oma, Neyna pun tersenyum.
Pintu ruangan terbuka, terlihat bidan Yang menangani Neyna datang untuk memeriksa keadaan Neyna
“Maaf bu, mohon keluar sebentar ya, saya mau periksa dulu, sambil menunggu dokter Hanna, sebentar lagi datang” Ucap sang bidan
Bude Nia dan oma pun paham, mereka pun langsung keluar ruangan dan bergabung dengan opa dan pakde diruang tunggu.
”gimana keadaan Neyna ma?” Tanya opa khawatir akan kondisi Neyna
“Neyna gak apa - apa pa, itu lagi diperiksa bidan, menurut feeling oma sih, 30 menit lagi Neyna Pasti lahiran Ucap oma yakin
“Mudah - mudahan gak ada masalah ya ma,,aamiin..” mereka pun serentak mengaminkan nya.
Seperti prediksi oma, tiga puluh menit kemudian, bidan masuk ke ruangan Neyna bersama seorang dokter wanita muda dan cantik yang tersenyum pada mereka.