
Sesampainya dirumah opa mereka disambut Dian asisten Ibu Rahayu
“Selamat sore mas Wanda, mba Neyna, mau dimasakin apa hari ini?” Tanya Dian
“Ohyaa mba, tadi sudah jadi kirim orang buat bersih-bersih apartemen saya?” Tanya Wanda
“Iya sudah mas, ada lagi yang bisa saya bantu?”
“gak usah repot masakin kita, kaya nya kami akan pindah ke apartemen, biar Kami lebih nyaman, nanti kami gak konsen” ucap Wanda sambil melirik Neyna yang dibalas anggukan dan senyum Dian, dia pun paham karena mereka pengantin baru butuh tempat yang lebih private lagi pikirnya.
Sementara Neyna yang mendengar ucapan Wanda hanya meliriknya sinis. Kemudian mereka masuk kekamar Wanda.
“Jadi keapartemen aku kan? Tau gitu tadi aku gak perlu bawa barang-barang”
“Kita ke apartemen ku, karena kalau keapartemen kamu nanti oma akan marah padaku karena aku dianggap gak becus jadi suami, kamu tenang aja nanti aku suruh sopir opa ambil mobil kamu sekalian diantar ke apartemenku” Neyna pun setuju Lalu dia membawa barang-barangnya.
Setelah semua barang masuk ke bagasi mobil Wanda mereka pun menuju apartemen Wanda.
Letak apartemennya tidak jauh dari kantor Neyna. Memasuki areal parkir Neyna melihat mobilnya sudah terparkir disana. Kemudian supir opa menyerahkan kunci mobil dan membantu Wanda mengangkat barang.
Sesampainya di lantai paling atas apartemen. Wanda membuka pintunya dan mereka memasukkan barang-barang dan supir opa pun berpamitan.
Neyna menatap sekeliling apartemen Wanda, apartemennya sangat luas, lebih luas dari apartemen Neyna, terdapat 3 kamar dan 1 kamar pembantu yang disulap menjadi ruang nge gym, terdapat balkon yang lumayan luas dengan view yang cantik.
Lalu Neyna menuju dapur, dia sangat hobbi memasak walau dia jarang memasak karena sibuk bekerja dan tidak memiliki banyak waktu. Neyna melihat semua peralatan memasak didapur sangat lengkap
“Kamar kamu disebelah situ, koper kamu udah aku taruh didalam, kamar aku disebelah sini” terang Wanda, Neyna mengangguk mengerti
“Ok,,jadi mulai hari ini kita sepakat ya menjalankan poin yang ada dalam perjanjian, kamu masih simpankan copy nya? Sering-sering dibaca biar gak lupa” Ucap Neyna jutek
“Buat apa,,gak masuk ujian juga!” Ucap Wanda singkat, Neyna langsung melotot.
Neyna masuk kekamarnya dan mulai merapikan barang-barang pribadinya. Setelah selesai Neyna keluar Kamar dan Wanda sedang diruang Tv.
Wanda menyerahkan beberapa kartu kredit dan kartu debit
“Ini beberapa kartu untuk belanja apartemen dan kebutuhan kamu” sambil menyerahkan kartunya, namun Neyna langsung menolak,
“Gak usah, aku masih sanggup membiayai diri sendiri, kamu gak perlu repot ngurusin aku, kan kita udah sepakat buat menjalani hidup dan aktivitas masing-masing, kalau opa atau mama dan papa datang baru kita akting” ucap Neyna
“tapi aku gak mau di bilang suami yang gak bertanggung jawab tidak menafkahi istri, terima saja, pake buat membeli keperluan untuk rumah ini, kalo uang kamu terserah” Neyna pun menerimanya.
“Oh ya,,,malam ini kita makan diluar” ajak Wanda, tapi Neyna langsung menolak
“Aku makan disini aja, aku mau cepat istirahat karena besok aku harus bekerja”
“Kamu mau makan apa? Gak ada apa-apa dikulkas, besok aja kamu belanja membeli keperluan dapur” ucap Wanda
“Ya udah,,kalau gitu pesan makan dari aplikasi aja, tapi kalau kamu mau keluar ya terserah” Ucap Neyna yang langsung meraih ponselnya yang ada dimeja makan untuk memesan makanan.
“Ya udah aku juga makan dirumah, pesanin aja” ucap Wanda
“Aku mau makan nasi padang, kamu mau nasi padang?” Tanya Neyna
“Ya udah..” jawab Wanda singkat.
Neyna pun memesan makan lewat aplikasi. Tak lama nasi padang yang dipesan pun datang.
Neyna langsung melahapnya di meja. Setelah Neyna selesai makan dan membereskan dapur kemudian bergegas masuk kekamarnya untuk beristirahat.
Baru saja Neyna hendak merebahkan tubuhnya dikasur, tiba-tiba terdengar suara gaduh diluar, Neyna membuka pintu kamarnya, lalu melihat sekeliling ruangan tapi tidak menemukan Wanda, hanya ada bungkusan nasi padang yang sudah terbuka, kemudian Neyna mendekat kepintu kamar Wanda.
Tiba-tiba Wanda keluar dan menabrak Neyna yang sedang didepan pintu
Gubraakkk....
Neyna sukses terjatuh kelantai
“Kamu ngapai didepan pintu,,kepo ya!” Ucap Wanda, Neyna langsung bangkit dan memegangi jidatnya yang terbentur dengan pintu, sambil menghapus jidatnya, dia berucap
“Ge er!! Ada apa sih malam-malam berisik banget, ganggu orang istirahat aja tau!!”
“Yeee mana aku tau kamu gak tahan pedes,, lagian siapa suruh ikut-ikutan makan nasi padang” Ucap Neyna
Lalu Wanda kembali lagi berlari masuk ke kamar mandi yang ada dikamarnya. Neyna tersenyum geli
“Tau rasa kan!! Emang enak,,,hihihi” tapi sampai 45 menit Wanda belum keluar juga, membuat Neyna khawatir, sejahat-jahatnya Wanda dulu, tapi Neyna tidak berniat untuk membalasnya, ini hanya kebetulan saja.
Akhirnya Neyna melihat keadaan Wanda
Tok..tok...
“Brutus,,,kamu gak apa-apa kan?” Tidak ada jawaban dari dalam kamar
“Brutus,,kamu yakin gak apa-apa?” Tapi masih tetap belum ada jawaban
Akhir nya Neyna memberanikan diri membuka pintu kamar
Jegleekk....
“Brutus...kamu dimana ya?” Neyna melihat sekeliling kamar tapi dia tak menemukan Wanda, lalu Neyna mengetuk pintu kamar mandi
Tok..tok...
“Brutus, kamu gak apa-apa?” Tapi tidak ada jawaban, Neyna semakin khawatir kemudian dia membuka handle pintu kamar mandi
Jegleekk....
“Brutuus....!!”
Wanda terduduk lemah di lantai kamar mandi dengan wajah pucat dan basah karena keringat.
Neyna mencoba membopong Wanda bangkit dan membawanya ketempat tidur, membaringkan tubuh Wanda dan mengambil minyak angin dikamarnya lalu mengolesinya keperut Wanda.
Setelah itu Neyna mengambil obat diare dikotak obat miliknya. Neyna membangunkan Wanda lalu meminumkan obat tersebut. Setelah itu Neyna membaringkan tubuh Wanda kembali lalu menyelimutinya.
Terilihat sudah sedikit tenang lalu Neyna menyentuh jidat Wanda, suhu tubuhnya naik. Neyna pun mengambil kompres untuk mengompres Wanda.
Sampai pukul 01.30 wib Neyna tertidur di sofa ruang Tv. Wanda terbangun memegang jidatnya yang sudah dikompres, Lalu dia melihat sekelilingnya, tidak menemukan Neyna.
Dia berjalan keluar kamarnya, Wanda melihat Neyna tertidur di sofa ruang tv, dia tidak membangunkan Neyna, lama dia menatap lekat wajah Neyna.
“Makasi udah merawat aku ney, aku kira kamu benar-benar balas dendam. Kalau lagi tidur gini liat kamu tuh adem banget ney, tapi kalau lagi terbangun,,waduhh bawaannya ngajak ribut mulu”
Wanda senyum-senyum sendiri sambil memandang wajah Neyna yang tertidur pulas, Wanda pun mengambil selimut kemudian menyelimuti tubuh Neyna.
Keesokan paginya Neyna terbangun dan kaget karena dia sudah berselimut, lalu dia langsung melihat keadaan Wanda dan mengecek suhu tubuh Wanda yang sudah normal.
Neyna bergegas kekamarnya untuk membersihkan diri dan shalat shubuh. Selesai shalat dia menuju dapur membuat teh dan memesan bubur ayam.
Saat akan berangkat kerja, Neyna mengecek keadaan Wanda dikamarnya
Tok..tok...
Wanda masih tertidur, Neyna mengecek suhu tubuh Wanda, tiba-tiba Wanda terbangun
“Gimana kamu udah enakan?”
Tanya Neyna
Wanda mengangguk, kemudian bangkit dari tempat tidur
“Aku berangkat kerja, sarapan udah aku siapin dimeja sekalian obatnya, aku jalan dulu” Neyna pun berangkat kekantor.
Wanda hanya mengangguk, kemudian Wanda menuju dapur dan melihat dimeja makan sudah tersedia teh hangat, sepiring bubur ayam dan obat. Wanda tersenyum
“Kamu baik banget Ney, makasi ya udah perhatian, mana mungkin aku melepasmu, aku akan mempertahankanmu sampai akhir hayatku”
Wanda langsung melahap buburnya karena dia memang sangat lapar.