
Sampai di halaman parkir rumah Wanda, Wanda tetap menggendong Neyna keluar dari mobil sampai ke lantai 2 kamar mereka.
Sesampainya dikamar, Neyna turun dari pundak Wanda dan duduk diatas kasur sambil meluruskan kakinya.
Terlihat kakinya sedikit bengkak dan merah, Neyna masih memijat - mijat kakinya. Neyna memang tidak pernah memakai highhells setinggi yang dikenakannya tadi.
Wanda masih terduduk mengatur nafasnya yang sudah tak beraturan karena menggendong Neyna dari lantai 1 sampai ke lantai 2.
“Sayang,,ternyata kamu berat juga ya,,huffhh engap juga nyampe sini” Ucap Wanda sambil masih ngos - ngosan
Neyna langsung sewot mendengar ucapan Wanda
“Ehh,,,ngomong apa tadi,,Yang minta digendong siapa? Aku kan gak ada minta digendong ya! Kamu nya aja mau dengan sukarela..!”
“Iya deeeh..ikhlas kok sayang,,,aku ganti baju dulu ya” ucap Wanda.
Sampai Wanda selesai mengganti bajunya, Neyna masih terduduk sambil memijat kakinya yang masih sangat pegal.
“Kok belum ganti baju juga, masih sakit?” Tanya Wanda sambil mendekat dan memperhatikan kaki Neyna
“Sayang,,kaki kamu bengkak! Ya ampun separah ini,,sini - sini aku liat” sambil Wanda mendekat kekaki Neyna
Kaki Neyna terlihat semakin membengkak, Wanda pun mengambil minyak gosok untuk memijat lembut kaki Neyna
“Aww...sakit tau!! Udah ah,,gak pernah ada ya dokter bisa ngurut,,yang ada nanti tambah parah!” Ucap Neyna
Wanda tak perduli tetap mengurut kaki Neyna yang bengkak
“Ini tuh gak boleh dibiarin, ntar kamu jadi susah jalan, percaya deh sama aku!” Ucap wanda meyakinkan sambil masih mengurut kaki Neyna
Tapi bukannya semakin membaik, malah semakin membengkak dan memerah
“Aww...ini tuh bukan tambah enak, malah tambah sakit tau!! udah ah,,jangan diurut lagi, stop!!” Cegah Neyna
“Panggil Vita aja deh, biar dia cari tukang urut, kayanya kaki aku keseleo” pinta Neyna
Wanda pun memanggil Vita.
“Vit..kamu tolong carikan tukang urut cewek ya, buat ngurut kaki Neyna keseleo” perintah Wanda pada Vita, Vita pun mengangguk paham lalu berlalu.
Tak lama Vita kembali
”mas,,saya udah cari tapi gak ada tukang urut cewek mas, Mana udah malam lagi, yang ada cowok, jadi gimana mas?” Ucap Vita
“Emang udah kamu cari kemana aja?” Tanya Wanda
“Sekitar sini nanya sama kang satpam perumahan, ada tapi semua nya cowok mas” Jawab Vita
“Ya iyyalah Vit,,coba cari di internet, atau di aplikasi tukang urut online, ingat ya,,harus cewek!” Ucap wanda mempertegas
“Emang kenapa kalo cowok? Kan gak apa - apa sih, yang penting dia bisa ngurut, sakit banget ini, udah nambah bengkak! Udah mba Vita, Yang cowok juga gak apa deh, yang penting pinter ngurut!” Perintah Neyna
“Eh..Eh..gak bisa! Cari yang cewek aja,,enak aja dia pegang - pegang kaki kamu,,gak sudi aku! Udah Vit, cari yang cewek aja ya!” Ucap Wanda
“Mba Vita,, yang cowok aja mba, aku tuh udah gak tahan ini, kaki aku makin sakit mba, cepetan ya mba” Ucap Neyna
“Haduuuh jadi bingung saya nya! Saya harus gimana ini?” Ucap Vita Yang bingung atas perintah mereka berdua
“Cewek mba, Yang cewek,,ingat ya!” Pesan Wanda
“Mba Vit,,apa aja deh,,yang penting kaki aku bisa sembuh!” Keluh Neyna
Vita pun bergegas keluar kamar kembali mencari tukang urut cewek sesuai keinginan Wanda
Sampai satu jam berlalu Vita tak kunjung menemukan tukang urut wanita sesuai keinginan Wanda
Akhirnya karena tidak ada pilihan lain, Vita pun membawa tukang urut cowok yang direkomendasikan satpam perumahan
“Mba Vita,,kenap tukang urutnya cowok sih?” Tanya Wanda sedikit berbisik
“Aduuh mas,,saya udah kemana - mana nyari tapi gak nemu yang cewek, udah gak apa deh mas, yang penting kaki mba Neyna sembuh” Ucap Vita
“Ahh..mba Vita, gimana sih! Masa dia harus pegang - pegang kaki Neyna sih? Wahhh bisa terkontaminasi nanti kulit Neyna!” Ucap Wanda
“Hah?? Terkontaminasi apaan mas?” Tanya Vita gak ngerti
“Kamu liat aja tuh,,kang urutnya item banget, kukunya panjang, brewokan, ngerokok lagi,,hedeeeww rugi dah!!” Keluh Wanda
“Ahh udah deh mas,,jangan mikir kesitu dulu, Yang penting kaki mba Neyna sembuh dulu” Ucap Vita
Wanda mendekat dan terus memantau apa saja yang dilakukan bapak tukang urut itu.
Tukang urut itu mulai menyentuh kaki Neyna, sesekali Neyna mengaduh kesakitan
“Awww,,,sakit sekali pak!” Ucap Neyna
“Tenang mba,,memang sedikit sakit, tahan sedikit ya mba” Ucap bapak itu
Wanda menatap dengan awas, segala pergerakan tangan sibapak tersebut. Tangan bapak keatas, matanya ikut begerak keatas, tangan sibapak kebawah matanya juga ikut kebawah, kesamping kanan dan kiri matanya tetap mengawasi.
Saat tangan sibapak sedikit naik kearah lutut Neyna Wanda bereaksi
“Opsss stop,,stop jangan sampe situ pak! dari batas betis kebawah aja pak,,gak usah sampe naik keatas lutut!” Cegah Wanda
“Lah gimana mas,,,harus dibenerin uratnya dari atas, kalau gak dibenerin ya tetap sakit lah!” Ucap sibapak sambil menghirup rokoknya dan menghembuskan asapnya ke kaki Neyna
Sibapak tukang urut itu memang punya kebiasaan kalau lagi ngurut harus sambil ngerokok, karena kata orang sibapak itu punya Jin simpenan yang akan dipanggil dengan sambil menghisap rokok untuk membantunya saat mengurut pasien.
Wanda ngomel tak berhenti melihat kelakuan sibapak tersebut yang tidak masuk logikanya, apalagi soal Jin simpenan yang dibilang orang - orang.
Sampai akhirnya selesai, baru sibapak berhenti menghisap rokoknya. Neyna sampai terbatuk - batuk karena asap rokok sibapak sudah mengepul diseluruh ruangan.
Wanda langsung membuka semua jendela, pintu dan memasang kipas angin untuk mengusir asap rokok yang masih mengepul.
“Ini berbahya,,,asap nya kalau sampai terhirup terlalu banyak,,kamu keluar kamar dulu ya, biar asapnya dikeluarin dulu” Ucap Wanda sambil menggendong Neyna keluar kamar sampai asap rokok sibapak hilang.
Vita juga di perintahkan untuk mengganti bedcover, sepray dan semua gorden dikamar Wanda.
Setelah semua diganti, Wanda pun mengangkat Neyna kembali masuk kedalam kamar. Terlihat kamarnya sudah bersih dari asap dan bau asap rokok karena sudah diseprot dengan pewangi ruangan dan memasang aromatherapy electric sehingga terasa nyaman.
“Gimana kakinya udah enakan?” Tanya Wanda ke Neyna
“Lumayan lah,,udah gak terlalu sakit, tapi masih bengkak dan sakit digerakin” Ucap Neyna
“Ya udah,,kamu jangan jalan kemana - mana dulu, kalau butuh apa - apa bilang ke aku aja ya” ucap Wanda
Neyna hanya mengangguk.
Tiba - tiba Neyna seperti orang bingung, melihat kekanan dan kekiri, gelisah dan mencoba menggerakan kakinya
“Kamu mau kemana?” Tanya Wanda
“Aku mau kekamar mandi, aku bisa sendiri kok!”ucap Neyna
“Udah biar aku bantu ya, sekalian ganti baju kamu yang udah bau asap rokok” Ucap Wanda
Neyna mencoba bangkit dan berjalan hampir terjatuh, dengan sigap Wanda menangkap tubuh Neyna
“Tuhh kan,, udah dibilang biar dibantu, masih aja bandel, ayo naik sini aku gendong” Ucap Wanda sambil menurunkan punggungnya agar Neyna bisa naik.
Neyna pun naik ke punggung Wanda, sesampainya didepan pintu kamar mandi
“Udah sampai sini aja, aku bisa kok” ucap Neyna yang merasa tidak nyaman
“Kalau kamu jatuh didalam gimana? Kan makin repot urusannya, udah biar aku gendong sampai dalam” Ucap Wanda
Sesampinya didalam kamar mandi, Wanda mulai merasa gugup dan berkeringat, Neyna juga merasakan hal yang sama.
Jantung mereka berdetak Sama
kencang, hingga nyaris terdengar.
Neyna mulai membuka zipper bajunya, sementara Wanda membelakangi Neyna, karena gugup
Hampir 10 menit Neyna kesusahan membuka zipper bajunya yang berada dibelakang, Wanda melirik kebelakang, lalu berbalik ingin membantu membukakan
“Sini biar aku bantu, kamu duduk aja” Ucap Bram sambil membantu membuka zipper baju Neyna sementara Neyna duduk diatas closet .
Dengan jantung berdebar dan tangan yang bergetar, Wanda membuka zipper baju Neyna berlahan.
Terlihat kulit putih bersih dan mulus Neyna, membuat ada sesuatu yang terbangun pada anggota tubuhnya.
Wanda mengalihkan pandangannya namun sesekali dia melirik, karena dipicu rasa penasaran atas apa yang sudah dilihat sebelumnya.
Setelah terbuka, Neyna langsung membuka pakaiannya dan hanya menyisakan underwear nya saja.
“Hastagaa,,Neyna pemandangan tadi sukses membuatku tidak bisa tidur malam ini Ney, tolong jangan siksa aku seperti ini, aku ini suami kamu”
Wanda bergumam dalam hati.
Wanda masih berpura - pura tidak melihat, Neyna yang sesekali melirik kearah Wanda sambil terus mengganti bajunya kemudian menyelesaikan hajatnya.
Neyna santai namun tidak bicara, dia menganggap ini lumrah untuk pasangan suami - istri pikirnya. Neyna pun mengambil sikat gigi dan menyikat giginya.
“Sudah selesai?” Tanya Wanda yang berpura - pura tidak melihat. Melihat tingkah Wanda, Neyna berniat menggodanya
“Nda apaan itu,,ada kecoa didekat kaki kamu!!” Ucap Neyna
Sontak Wanda berbalik dan naik keatas closet, Neyna yang juga sedang duduk sambil menggosok gigi diatas closet langsung terdorong oleh Wanda yang juga terduduk diatas closet tersebut dengan posisi mereka yang saling berhadapan.
“Mana..!! Hiiii...” Wanda menggeliat merasa geli.
Wanda terdiam sejenak saat mata mereka bertemu dan saling pandang, Neyna dengan sikat gigi yang masih menempel di mulutnya, juga busa yang menempel dipipinya, terpaku menatap Wanda.
Setelah sadar, Wanda langsung buru - buru berdiri dan menjauh dari Neyna
“Udah buruan sikat giginya, aku tingga keluar sebentar ya, nanti kalau udah selesai panggil aja” ucap wanda salah tingkah, kemudian dia berlalu keluar kamar mandi.
“Hai...hai.''
masih semangat ngikuti kisah Wanda dan Neyna kan,,ok shabar shaayy!! Author mau Me Time Dulu Mencari inspirasi, tapi jangan lupa tetap tinggalkan jejak manisnya ya, kasi - kasi jempol, vote atau hadiahnya.
Makasi semua🙏🏻
Salam sehat dan tetap semangat😊
Salam,
La Shakila 🌷