Deja Vu

Deja Vu
53. Insomnia



Setelah kejadian dikamar mandi tadi, Wanda tidak bisa tidur, ditambah lagi melihat pemandangan yang sukses membuat Wanda sakit kepala.


Gimana tidak, Neyna memakai baju tidur yang sangat menggoda sekali, dengan bahan yang lembut dan tipis menerawang, bagian dada yang sedikit terbuka dengan panjang hanya sebatas lututnya.


“Haduwww Neyna,,kenapa makin menyiksa aku seperti ini!! Kamu gak tau betapa tersiksanya aku menahan gejolak di tubuh ku ini,,wahai sang mata, segera lah tertutup, aku takut sesuatu yang ku inginkan akan terjadi malam ini!!”


Gumam hati Wanda.


Neyna juga masih belum tertidur, bukan karena peristiwa dikamar mandi tadi, tetapi karena kakinya Yang bengkak mulai terasa nyeri.


“Nda,,,kamu udah tidur?” Tanya Neyna


Wanda yang sedari tadi sedang berusaha memejamkan matanya, dia pun menjawab


“Hmmm,,,nyaris,,kenapa?” Tanya Wanda masih dengan posisi membelakangi Neyna


“Nda,,,sakit..!” Ucap Neyna


Dengan sigap Wanda langsung bangkit dan terduduk dikasur sambil menghadap Neyna


“Iyyaa,,,aku sakit banget menahannya!” Ucap Wanda dengan wajah sedikit meringis


“Hah?!! Emang kamu sakit apa, apanya Yang sakit?” Tanya Neyna dengan wajah begonya sambil duduk menghadap Wanda


Wanda tersadar atas ucapannya tadi,


“Ehh Iya,,,aku sakit nahan,,kebelet!!” Ucap Wanda sambil berlari kekamar mandi menahan malu.


Setelah keluar dari kamar mandi, Wanda melihat Neyna masih terduduk diatas tempat tidur


“Loh,,kok kamu belum tidur Sayang?” Tanya Wanda yang sudah sedikit bisa menguasai dirinya


“Kan aku tadi bilang sakit!” Ucap Neyna kesal merasa dicuekin.


“Hahh!! Apanya yang sakit? Kakinya masih sakit?” Tanya Wanda khawatir


“Iya,,,kaki aku nyeri banget ini,,jadi gak bisa tidur” Ucap Neyna


“Iyaa,,aku juga nyeri banget Sayang sampe gak bisa tidur juga” Ucap Wanda santai


“Hahh?? Kamu apanya yang sakit,,kamu demam?” Tanya Neyna sambil menempelkan punggung tangannya didahi Wanda


“Ohh,,nggak,,nggak kok!” Ucap Wanda


“Eh,,Iya lo,,,badan kamu panas ini,,kamu demam ya? Minum obat gih!” Ucap Neyna polos


“Haduuhh Ney,,Iya aku demam gara - gara kamu ini!! Buat aku panas dingin kaya gini, sampe gak bisa tidur,,fyuuhh”


gumam wanda dalam hati.


Wanda pun mengambil kotak obatnya dan memberi kan Neyna obat anti nyeri.


Setelah Neyna selesai minum obat, Neyna berucap lagi


“Nda,,,kamu gak minum obat juga? Kamu demam lo ini,, ayo minum obat dulu”


“Udah ntar aku minum ya,,sekarang kamu istirahat udah malam” Ucap Wanda sambil menyelimuti tubuh Neyna


Setelah itu Wanda keluar kamar menuju balkon, karena dia memang sukses insomnia malam ini.


“Wah,,,ternyata disini enak ya, pantesan Neyna senang banget disini,,tenang banget,,menikmati langit malam yang bertabur bintang”


Lama Wanda berada diluar, sambil menunggu rasa kantuk menghampirinya. Setelah dia merasa mengantuk, dia pun beranjak masuk.


Didalam kamar, Wanda melihat Neyna yang sudah tertidur pulas dengan mulut yang terbuka


“Yaahh,,,singa betina KO juga, mana jelek banget lagi ekspresinya,hihihi..aku foto ah,,,besok aku tunjuki” Wanda mengambil ponselnya dan mengambil foto Neyna.


Sambil senyum - senyum sendiri, Wanda mengirim ke ponsel Neyna dan kemudian mengganti wallpaper di ponsel Neyna dengan foto tersebut


“Hihihihi...biar kaget besok pagi bangun tidur” Ucap Wanda.


Keesokan paginya Neyna terbangun, lalu meraih ponselnya melihat jam.


ketika mengusap layar ponselnya untuk membuka kunci, betapa terkejutnya Neyna melihat foto wallpaper diponselnya


“Astagaaa,,,wajah siapa ini,,jelek amat ya?” Masih belum sadar, tapi setelah di pandang beberapa menit, Neyna baru sadar kalau yang di foto itu adalah wajahnya


“Hmmm..ini pasti kerjaan Wanda!” Sambil berucap Neyna menatap kearah Wanda yang masih pulas tertidur.


Sakin pulasnya Wanda tertidur, ekspresinya juga gak kalah lucu dengan Neyna.


Mulut yang terbuka lebar, dengan suara dengkuran yang mirip suara


Selesai menunaikan shalat shubuh, Kaki Neyna juga sudah tidak sakit digerakkan, hanya masih sedikit bengkak. Wanda masih tertidur dengan suara dengkuran yang semakin kuat.


Neyna pun merekam suara dengkuran Wanda dan selfi dengan ekspresi bibir Wanda yang seperti ikan yang kehabisan oksigen.


Sedang asik berpose di dekat bibir Wanda yang terbuka, tiba - tiba Wanda menggeliat hingga membuat Neyna terjatuh keatas tubuh Wanda dengan posisi bibir Neyna menempel pada pipi Wanda, Wanda terbangun


“Ney,,?” Ucap Wanda sambil menunjuk kearah bibir Neyna yang menempel di pipinya, Neyna buru - buru bangkit dan menjauh.


Wanda tersenyum bahagia mendapat morning kiss dari Neyna, sambil tersenyum nakal dia menunjukkan pipi yang satunya dan berucap


“Yang sebelah sini iri lo,,belum dapat morning kiss nya” goda Wanda sambil tersenyum nakal


“Aku mau...iya aku mau mandi dulu” Ucap Neyna salah tingkah dan langsung menuju kamar mandi.


Wanda tersenyum geli melihat Neyna yang salah tingkah,


“Sepertinya kamu mulai nakal ya,,baiklah mari kita mulai” sambil tersenyum nakal Wanda menuju kamar mandi.


Neyna dikamar mandi sedang menggosok giginya, sambil bercermin


“Iiihhh,,,apaan sih aku! Kenapa bisa- bisanya aku jadi menciumnya, haduhhh kenapa jadi aneh begini ya?! Tapi bukan kah ini hal yang wajar,,dia kan suami ku, kenapa aku harus khawatir” Neyna berbicara sendiri didepan cermin.


Wanda muncul didepan pintu kamar mandi yang tidak dikunci Neyna


“Sayang,,,udah selesai sikat giginya?yang sebelah sini belum lo,,ntar dia cemburu” goda Wanda sambil menunjuk pipinya.


Neyna yang terkejut langsung menutup pintu kamar mandi.


Wanda tergelak melihat tingkah Neyna. Kemudian terdengar suara aneh


Brrrr......


Brrrrrllrrr....


Wanda mencari - cari asal suara tersebut, dia terkejut ternyata suara aneh itu berasal dari panggilan masuk keponselnya, pnggilan dari oma, dia pun kaget dan langsung mengangkatnya


“Assalamu’alaikum oma,,opa sama oma sehat? Alhamdulillah sehat oma, Neyna lagi dikamar mandi, gimana perkembangan opa? Alhamdulillah,,iya oma juga jaga kesehatan ya,,Wanda kangen banget,,ok Assalamu’alaikum”


Panggilan dari oma, yang memberi kabar opa sudah banyak mengalami kemajuan dan saat ini opa sedang menjalani therapy untuk merangsangnya bicara.


Kembali lagi kemasalah ponselnya Yang bersuara aneh tadi, dan betapa terkejutnya Wanda melihat layar ponselnya terpampang fotonya saat dia tertidur dengan mulut yang terbuka lebar dan memeriksa lagi, ternyata nada panggilan itu berasal dari suara dengkurannya.


Wanda tertawa geli melihat semua kelakuan Neyna


“Ya tuhan...berarti saat aku tertidur, dia melakukan ini semua,,memang dasar singa betina, gak pernah mau kalah, dia membalas lebih sadis lagi,,bikin gemes aja nih istri” Ucap Wanda sambil tertawa.


Diliriknya Neyna yang baru selesai mandi yang terlihat segar


“Duuhh,,segar banget sih,,,harum lagi, istri siapa sih ini?” Goda Wanda


Neyna tersenyum sambil menyisir rambutnya didepan kaca. Wanda yang sedari kemarin sangat bersusah payah menahan diri dan menahan gejolak yang terpendam, akhirnya dia memberanikan diri mulai menggoda Neyna.


Dipeluknya tubuh mungil Neyna dari belakang, Neyna terkejut namun terdiam. Lalu Wanda mulai berbisik ditelinga Neyna


“Sayang,,kamu cantik sekali pagi ini, aku mau sarapan paginya kamu, boleh ya?” Ucap wanda lembut di telinga Neyna


Neyna terdiam tak berkata - kata apapun, dia hanya menurut saat wanda menuntun tubuhnya ketempat tidur.


Neyna merasa ini memang hak Wanda, semenjak pulang dari rumah sakit sampai sekarang dia tidak pernah memberikan hak nya.


Neyna pun pasrah dalam pelukan Wanda. Wanda pun mulai melancarkan aksi - aksinya yang sudah dirancangnya.


Setelah selesai Neyna pun berfikir “kenapa sakit sekali, seperti aku baru pertama kali melakukannya, padahal kata Wanda kami sudah 2 bulan menikah?”


Sebelum beranjak tak lupa Wanda mencium kening Neyna dan berucap


”makasi ya sayang,,kamu udah mau menjadi sarapan pagiku”


Setelah mereka selesai bersih - bersih, mereka pun turun untuk sarapan. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, Wanda berencana membawa Neyna jalan - jalan.


“Sayang,,,kita jalan - jalan yuk? Kamu kesalon atau Spa gitu, buat manjain diri kamu” ajak Wanda


“Gak ah,,,aku mau kepegunungan,,menghirup udara segar” pinta Neyna


“Boleh,,kemana pun itu aku antarin, asal jangan kerumah mantan” Ucap wanda pelan


“Hah..?kamu bilang apa tadi?” Tanya Neyna


“Oh...ng..nggak gak bilang apa - apa kok,,ayo siap - siap” Ucap Wanda mengalihkan pembicaraan.