Deja Vu

Deja Vu
59. Menyusul Neyna



Sesampainya dihalaman rumah Caca, mereka langsung disambut Caca yang sedari tadi sudah menanti kedatangan para sahabatnya itu


“Haiiii,,,,akhirnya formasi lengkap kita ngumpulnya, aaaa....kangen kalian semua” ucap Caca sambil mereka berpelukan.


“Jam berapa nyampenya tadi, kalian bertiga barengan berangkatnya?” Tanya Caca


“Hu'uh,,,kita naik Kereta berempat Deng sama kak Rendy, cuma malam ini dia disekap Rosi ga boleh ikutan” goda Mimi


“Yeee....ga gitu ya Mi,,suka sotoy lo ah!! Dia kan memang gak ikut secara ini pesta lajangnya para ladies,,ya kan Ca?!” Ucap Rosi, Neyna hanya tersenyum menyaksikan tingkah para sahabatnya. Kemudian Caca menyapa Neyna


“Ohh,,nenot Kusayang,,akhirnya dikau keluar juga dari sangkar emas mu ituh,,kita semua kangen banget pengen nge jenguk elu,,tapi apalah daya,,tuan putri dijaga ketat oleh para Bodyguard” canda Caca sambil memeluk dan mencium pipi Neyna.


“Ehh...jadi lo mo biarin kita bediri - bediri doang disini mendengarkan ocehan lo? Bisa varises kalo kaya gini terus!” Kesal Mimi karena Caca belum menyuruh mereka masuk.


“Ehh..iyyaaa,,,sampai lupa,,,mari kita masyuukk” ucap Caca sambil tergelak


Caca membawa sahabatnya masuk kekamarnya. Kamar Caca yang sudah disulap menjadi kamar pengantin yang cantik dengan dihiasi bunga mawar putih yang dirangkai di beberapa sudut ruangan kamarnya.


Neyna memperhatikan setiap sudut ruangan itu dan memperhatikan bunga - bunga mawar putih itu


“Kok aku merasa seperti pernah ke tempat yang seperti ini, ruangan yang indah dihiasi bungan mawar putih yang indah, tapi dimana ya Ci?” Ucap Neyna sambil masih memperhatikan sekeliling kamar Caca.


“Ya iyyaalah Neyna sayang, waktu lo nikah kan ruangan kamar tempat opa Wanda dirawat kan dihias dengan bunga mawar putih juga” ucap Caca


Sementara Rosi dan Mimi saling pandang kemudian menatap kearah Caca


“Ada apa? Ada yang salah Ci, Mi? Kan emang bener kan dia menikah Dirumah sakit waktu opa nya Wanda masih dirawat Dirumah sakit, terang Caca.


“Ohyaa,,,aku nikahanya Dirumah sakit ya,,bukannya di gedung?” Tanya Neyna


“Iya Ney,,waktu itu opa Wanda kan minta kalian segera menikah, setelah kalian menikah, baru opa mau dibawa berobat ke singapur, makannya nikahnya dadakan, Dirumah sakit” terang Rosi.


Sementara Dirumah Wanda, dia baru pulang dan masuk kekamarnya, merebahkan tubuhnya diatas kasur. Dia merasa sepi, pikirannya menerawang, membayangkan Neyna yang sedang berkumpul dengan sahabat - sahabatnya,


“Apa mungkin Bram ada disana? Tapi kata orang suruhan yang aku tugaskan untuk mencari informasi tentang keberadaan Bram, Bram tidak pulang, tapi kenapa aku merasa khawatir melepas Neyna bersama para sahabatnya, apa mereka sedang mengembalikan ingatan Neyna, menceritakan siapa sesungguhnya Neyna dan status pernikahanku dengannya,,ahhh,..sepertinya aku harus menyusul kesana,,ya...aku harus menyusul!!” Gumam Wanda sambil beranjak dan mempersiapkan barangnya.


Setelah selesai mempersiapkan kopernya, dia langsung meraih dompet dan kunci mobilnya, dan berangkat dengan menyetir mobil, karena ingin segera tiba dirumah Neyna.


Selama perjalanan yang memakan waktu 6 jam perjalanan, Pikirannya melayang membayangkan Bram yang juga ada disana sedang mencoba membuka kembali ingatan Neyna.


Perjalanan yang seharusnya ditempuh selama 6 jam, malam itu hanya ditempuh Wanda selama 4 jam dengan kecepatan seperti ambulance yang sedang membawa pasien gawat darurat.


Sesampainya dikota kelahiran Neyna, Wanda melihat jam di pergelangan tangannya tepat pukul 06.05 wib. Wanda pun langsung menuju kediaman orang tua Neyna.


“Assalamu’alaikum” ucap Wanda


“Walaikum salam, mas nya cari siapa ya?” Ucap mba Muni yang sedang membersihkan halaman


“Bapak Wira ada mba?” Tanyanya


“Oh,,,bapak ada didalam, ayo silahkan masuk mas” Mba Muni mempersilahkan Wanda masuk, dia belum mengenal Wanda, kemudian mba Muni mempersilahkan Wanda duduk diruang tamu dan dia pun memanggil papa Neyna yang sedang duduk diruang TV


“Pak,,ada tamu cari bapak” ucap Muni


“Siapa Mun,,kok pagi - pagi udah ada yang namu?” Tanya papa


“Yo ndak tau pak, orangnya guanteeng’e pak,,mirip artis” jawab Muni, kemudian papa Neyna pun menuju ruang tamu


“Loh,,nak Wanda,,? nak Wanda naik apa kesini?” Ucap papa sedikit kaget melihat Wanda sepagi ini sudah ada dirumahnya, Wanda kemudian meraih tangan papa mertuanya itu


“Wanda naik mobil pa, tadi malam selesai urusan Wanda langsung berangkat kesini” terang Wanda


“Kamu nyetir sendiri nak? Pasti kamu capek banget ya, ayo masuk kedalam dulu, minum teh sambil sarapan dulu” ucap papa yang mengajak Wanda masuk keruang keluarga


“Ohya..Muni tolong bawakan barang Wanda kekamar Neyna ya” perintah papa ke mba Muni


“Loh...mba Neyna kan lagi disini pak, kalau mas nya dikamar mba Neyna lah mba Neyna nya mau dikemanain pak?” Tanya Muni dengan polosnya


“Ya ampun,,Wanda ini tuh suaminya Neyna lo,,,makanya kamu tuh jangan kebanyakan gaul sama wajan, panci dan kawan - kawannya, jadi gak tau kabar terkini, udah buruan bawa kedalam” perintah papa


“OMG neng Neyna,,ternyata suaminya guanteeeng bingit,,ahhh...jadi pengeenn..” sambil mengedip - ngedip kan matanya mirip boneka India


“Hush...pengen apa??” Ucap mama yang muncul dari dapur mendengar suara Muni yang keganjenan, Wanda pun langsung meraih dan mencium tangan mama Neyna.


“Ehh...ibu,,,hehehe...pengen juga punya suami guanteng,,hihihi...” tawa Muni sambil berlalu membawa barang Wanda ke kamar Neyna


“Neyna mana pa,,masih tidur?” Tanya Wanda yang sedari tadi mencari - cari keberadaan istrinya


“Neyna itu dari subuh sudah dijemput sama Rosi dan Mimi, katanya mau kesalon langganan mereka, karena acara ijab qobul nya kan jam 9 pagi ini, terus langsung resepsi” terang papa ke Wanda


Kemudian mama mengajak Wanda dan papa sarapan


“Ayo nak Wanda sarapan dulu sama papa, biar kamu bisa istirahat” ucap mama


Wanda dan papa pun menuju meja makan untuk menikmati sarapan yang disediakan mama.


Wanda pun mulai melahapnya, entah mengapa tiba - tiba dia kangen akan nasi goreng dan tempe mendoan masakan Neyna, karena semenjak Neyna amnesia dia tidak pernah menyentuh dapur, bukan karena Neyna tidak mau tapi memang Wanda tidak mengizinkannya, ditambah lagi ada Vita yang ditugaskan Wanda untuk membantu menyiapkan segala kebutuhan Neyna.Wanda benar - benar membuat Neyna seperti seorang putri.


Setelah selesai sarapan, papa menyuruh Wanda untuk beristirahat dikamar Neyna


“Nak,,,kamu pasti capek semalaman nyetir sendiri, istirahat dulu biar nanti fresh saat pergi ke nikahan ya Caca”


Ucap papa ke Wanda


“Iya pah,,,Wanda pamit istirahat dulu ya pa” ucap Wanda yang dibalas anggukan papa dan mama Neyna.


Wanda berjalan masuk kedalam kamar Neyna. Kamarnya lumayan luas, dengan kasur berukuran jumbo dan lemari pakaian berukuran besar. Ada Meja belajar yang diatasnya tersusun foto - foto Neyna bersama sahabat dan teman - temannya. Juga di dinding - dinding kamar Neyna, banyak terdapat bingkai foto - fotonya bersama teman dan sahabatnya.


Seketika rasa kantuk dimata Wanda hilang saat dia melihat foto - foto yang ada dikamar Neyna.


Foto saat Neyna menjadi pengurus OSIS periode kepengurusan Rendy, yang saat itu Neyna menjabat sebagai sekretarisnya, terlihat Bram berdiri persis disebelah Neyna dengan senyuman lebar, foto Neyna dan para sahabatnya berlibur, foto Bram dan Neyna yang berduet saat acara perpisahan Bram, foto Neyna yang tertidur dibahu Bram saat didalam mobil waktu mereka pergi studi banding.


Dadanya terasa sesak melihat semua foto yang menempel dikamar Neyna


“Bahkan sampai detik ini, fotonya masih terpajang rapi didinding kamarmu Ney, apa yang harus aku lakukan agar dia benar - benar hilang dalam ingatanmu” batin Wanda.


Wanda pun mengambil foto Neyna bersama Bram, menyimpannya di bawah kasur Neyna


“Haaa!!gini kan lebih bagus,,gak ada Yang merusak pemandangan, buat sakit mata aja!” Ucap Wanda.


Sementara itu, di gedung tempat berlangsungnya akad nikah Caca dan Rehan, Neyna dan para sahabatnya berkumpul di sebuah ruangan dimana Caca disembunyikan terlebih dahulu.


“Duuhh...Rehan yang mau ijab qobul, kok gua yang deg - degan ya!,,fyuuhh...udah mulai belum Mi?” Tanya Caca nervous


“Diiiihh..gak sabaran banget sih lu Ca, kebelet lo ya??sabar neng,,ntar malam juga lu udah disantap” goda Mimi.


Setelah ijab qobul selesai, caca pun dibawa keluar ruangan menuju kursi yang sudah disediakan disebelah Rehan dengan didampingi Rosi dan Mimi, sementara Neyna hanya memperhatikan dari jauh.


Setelah selesai mengantarkan Caca, Rosi dan Mimi pun duduk bersama Neyna.


Caca yang terlihat sedikit gugup,menanda tangani buku nikah kemudian meraih tangan Rehan lalu mencium tangannya, dengan gugup Rehan pun mencium kening Caca, tiba - tiba Caca jatuh pingsan.


Rehan dengan sigap mengangkat tubuh Caca ke kamar yang disediakan. Wajah Rehan terlihat panik, dibantu Mama Caca dan


Mama Rehan, mereka mencoba menyadarkan Caca.


“Ca...Caca,,bangun nak” panggil mamanya


Masih belum ada respon dari Caca. Rosi, Neyna dan Mimi memeperhatikan dari kejauhan, namun Mimi yang paling hafal gerak - gerik Caca, dia merasa ada kejanggalan atas pingsannya Caca.


Tak lama Caca pun membuka matanya, namun dia masih beristirahat mengumpulkan keasadarannya, mama Caca dan Mama Rehan pun meninggalkan Caca dengan teman - temannya


“Lo kok sampe pingsan sih Ca,,lo belum sarapan tadi?” Tanya Neyna, Caca hanya menggelengkan kepalanya, tak lama mama Caca datang membawakan teh hangat dan sepiring nasi


“Biar kita aja yang suapin Caca tante” ucap Neyna, mama Caca pun menyerahkan piring yang berisi nasi.


“Guys,,,Tubuhku udah tidak suci” ucap Caca sambil terisak


Sontak ketiga sahabatnya terkejut mendengar ucapan Caca


“Maksud lo apa Ca?? Siapa yang udah merenggut kesucian lo??” Tanya Rosi yang mulai emosi


Mimi menghapus lembut punggung Rosi yang menahan emosinya


“Lo tenangkan diri lo,,tarik nafas dalam lalu hembuskan perlahan,,” perintah Neyna dan Caca mengikutinya.


“Sekarang lo mulai cerita, siapa yang udah merenggut kesucian lo” tanya Rosi tidak sabar


“Sabar Ci,,biar Caca tenang dulu” ucap Neyna, sedang Mimi masih merasa ada kejanggalan, karena Caca anaknya rada bego. Caca pun mulai bercerita


“Gua udah gak suci lagi gara - gara Rehan!” Ucapnya pelan


“Whaaatt?!! Jadi gara - gara dia lo tiba - tiba nikah kaya gini?” Ucap Rosi, Neyna pun tak kalah terkejutnya mendengar ucapan Caca, hanya Mimi yang masih diam menyimak


“Gak sih,,,” ucapnya singkat


“Jadi kapan dia melakukannya Ca dan dimana?” Tanya Neyna


“Dia melakukannya disini, barusan” ucap Caca


“Haa?? barusan kapan? perasaan dari tadi kita bareng lo terus di ruangan ini, dari sebelum ijab qobul juga” terang Rosi


“Ya barusan aja, setelah selesai ijab qobul, dia langsung mencium ku!! Kan aku jadi tidak suci lagi, secara aku gak pernah disentuh laki - laki jangankan disentuh, pacaran aja aku gak pernah,,kalian kan tau!” Dengan nada suara yang agak tinggi


Sontak ketiganya memukul jidat mereka dan ingin rasanya mereka menelan Caca tak bersisa.


“Coba lo periksa otak lo deh Ca, mungkin gara - gara lo kelamaan jadi jomblo berformalin!!” Ucap Rosi geram.