
Setelah selesai bersih - bersih, Neyna melaksanakan shalat shubuh, setelah selesai dia menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
Dibukanya kulkas, hendak memasak sesuatu yang bisa diolah, karena pagi ini dia merasa perutnya sudah memberontak.
Sudah hampir seminggu Neyna tidak pernah menyentuh peralatan masak, karena dia merasa tidak nyaman dengan aroma masakan yang menyengat, tapi pagi ini mau tidak mau dia harus memasak karena perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi menunggu sampai dikantor, karena biasanya dia selalu sarapan dikantor yang disiapkan OB.
Masih sibuk membuka lemari dan laci didapur, tiba - tiba Neyna terkejut melihat isi salah satu lemari yang penuh dengan kotak susu untuk ibu hamil.
“What..!! Apa - apaan ini,,Punya siapa semua ini?” Ucap Neyna kaget.masih menatap isi lemari tersebut, kemudian Wanda keluar dari kamarnya,
“Coba jelasin, ini semua punya siapa?” Tanya Neyna.
Wanda yang berjalan menuju dapur sambil mengancing lengan kemejanya, menatap kearah lemari yang terbuka itu,
“Oh...itu untuk kamu,,” ucapnya singkat
“Apaa...!! Siapa yang membeli ini dan untuk apa ini dibeli?” Tanya Neyna
“Tenang dulu,,,itu bingkisan waktu aku ikut seminar tentang ibu hamil waktu itu, kebetulan sponsornya susu tersebut ya, aku dapat souvenirnya susu itu” ucap Wanda santai.
Neyna yang tadinya sudah bersiap - siap menginterogasi Wanda soal susu tersebut langsung menarik nafas lega.
“Tapi,,kenapa susu ini buat aku, aku kan gak hamil?” Ucap Neyna
“Yah,,kalau kamu gak hamil biarin ajalah susu itu disitu, siapa tau nanti ada yang lagi hamil, mungkin Sahabat kamu si Caca atau Rosi, tinggal dikasi aja” ucap Wanda santai
Untung saja Wanda bisa mencari jawaban atas pertanyaan Neyna, hingga dia tidak curiga sama sekali.
Padahal sudah hampir 2 minggu ini Neyna lah yang meminum susu itu yang disiapkan Wanda untuk nya, Wanda tersenyum tipis.
Pagi Neyna berangkat dengan mobil Neyna yang dikendarai pak Rahmat, sopir opa, atas permintaan Wanda, dengan alasan Neyna yang baru sembuh.
Lima ratus meter sebelum pintu gerbang utama perusahaan, Neyna pun turun dari mobil, karena dia tidak mau dilihat oleh karyawan lain.
Wanda mengikuti mobil yang membawa Neyna dari belakang, kemudian masuk ke lobby utama kantornya, dia menyerahkan mobilnya untuk diparkirkan oleh security.
Wanda memperlambat langkah kakinya, agar Neyna lebih dulu masuk, setelah Neyna masuk kedalam lift yang membawanya kelantai atas, barulah Wanda memasuki lift khusus Owner dan CEO perusahaan itu.
Sesampainya Neyna di ruangannya, terlihat sudah ada semangkuk bubur ayam dan segelas susu coklat hangat.
Neyna heran, kemudian dia menuju pantry bertanya pada salah satu ob yang ada disitu,
“Hadi,,kamu yang taruh bubur ayam dan susu di meja saya ya?” Ucap Neyna
“Benar mba” jawab sang OB singkat
“Tapi saya kan belum ada pesan, kok kamu udah taruh di meja saya?” Tanyanya lagi
“Ini memang bagian dari pelayanan perusahaan mba, yang menyediakan sarapan bagi staff yang ada dikantor ini” terang sang OB
“Jadi,,semua staf dapat perlakuan yang sama, dibagi sarapan dan susu juga? Tanya Neyna
“Gak semua lah mba, hanya staff yang banyak membantu pekerjaan pak bos saja, sebagai wujud terima kasihnya pada anggota yang loyal dan pekerja keras, ya seperti mba ini” ucap OB tersebut,
“Ohh...gitu ya,,Ok deh,,makasi ya” ucap Neyna, Neyna kemudian berlalu dari ruangan pantry tersebut.
Neyna masih tidak habis fikir, kenapa dia dibilang loyal dan pekerja keras, sementara dia baru saja masuk bekerja setelah beberapa hari tidak masuk.
Di ruangannya Neyna pun mulai menyantap habis bubur ayam yang ada di mejanya tadi juga segelas susu coklat.
Setelah selesai Neyna duduk sejenak dan melonggarkan pakaiannya dengan membuka kancing jasnya
“Duhh..kok perasaan perutku begah banget ya,,apa aku makin gendut ya? Gawat ini!!” Gumamnya.
Tak lama, Neyna merasa perutnya bergejolak dan mual, dengan cepat Neyna berlari keluar ruangannya menuju toilet, lalu dia memuntahkan semua isi perutnya.
Tanpa disadari Neyna, ada seseorang yang juga sedang berada ditoilet dan memperhatikan Neyna.
Setelah Neyna keluar dari kamar mandi, dia pun mencuci tangan pada wastafel dan bercermin, Neyna kaget
“Lo kenapa,,pagi - pagi udah muntah - muntah,,hamil lo ya?? Hmmm...gak heran sih,,namanya juga sekretaris plus - plus, melayani bos luar dan dalam” ucap Nadia sambil tersenyum sinis.
“Maksud lo apa sih? Apa karena gua muntah - muntah terus lo bilang gua hamil gitu? Cetek banget sih akal lo,,lagian kalau emang gua beneran hamil, apa urusannya sama lo?! Gua kan gak ganggu laki lu juga kan?!” Jawab Neyna kesal.
“Emang sih gak ada hubungannya sama gue, tapi lu itu udah merusak reputasi perusahaan ini, buat jelek nama perusahaan dengan kelakuan bejat lo itu!” Ucap Nadia berapi - api.
“Terus nama perusahaan yang jelek kok jadi elu yang sewot ya?! Lo kira ini perusahaan bapak lo? Santai aja lo gak usah ngegas,,gua pastikan lo gak terlibat kok dan nama baik lo aman,,” ucap Neyna santai
“Iihhh...dasar perempuan jala** lo ya!!awas aja, akan gua buat malu lo!!” Ucap Nadia sambil berlalu meninggalkan Neyna
“Hmm...silahkan,,terserah lo mo ngapain juga!!” Jawab Neyna.
Masih di toilet, Neyna bercermin dan merasa dirinya tidak baik - baik saja,
“Kenapa setiap pagi aku muntah terus, gitu diisi makanan keluar, perutku juga terasa kram, apa benar aku hamil?” Batin Neyna.
Saat kembali keruangannya, Wanda sudah berada di ruangan Neyna
“Kamu dari mana?” Tanya Wanda
“Dari toilet, emang kenapa, gak boleh?” Ucap Neyna
“Soalnya dari tadi aku telpon ke meja kamu gak diangkat, aku khawatir makanya langsung aku cek kesini” ucap Wanda.
Diliriknya minyak kayu putih diatas meja Neyna,
“Kamu baik - baik aja kan? Kenapa ada minyak kayu putih, kamu masih pusing?” Tanya Wanda
“Gak,,cuma senang aja hirup baunya, lega,,gak buat eneg” ucap Neyna.
Wanda pernah melihat pasiennya yang sedang hamil saat di Kalimantan, wanita hamil tersebut selalu menghirup minyak kayu putih itu, ternya memang benar minyak kayu putih itu bisa meredakan mual bagi ibu hamil, batin Wanda.
“Ok,,setengah jam lagi kita ada meeting di luar, kalau kamu gak bisa biar aku sendiri aja” ucap Wanda
“Aku bisa kok,,tenang aja,,setengah jam lagi kan,,Ok” ucap Neyna, kemudian Wanda pun berlalu dari ruangan Neyna.
Sebenarnya dia sedikit khawatir Neyna ikut meeting keluar, takutnya Neyna gak kuat dan mual - mual.
Tiga puluh kemudian Neyna pun sudah keluar dari ruangannya dan menuju ruangan Wanda, dengan membawa laptop dan beberapa berkas.
“Duh..kamu ngapai bawa barang - barang sebanyak ini sih,,udah biar aku aja” ucap Wanda
“Emang kenapa,,aku kuat kok,,udah biar aku aja” ucap Neyna
“Masa iya..aku biarin seorang wanita membawa barang - barang seperti ini,,udah biar aku aja” ucap Wanda
Neyna pun membiarkan Wanda membawa laptop dan beberapa berkas yang diperlukan. Mereka pun berjalan beriiringan keluar dari ruangan Wanda menuju lift khusus.
Semua mata memandang mereka berdua, karena melihat Wanda yang membawa laptop dan berkas - berkas meeting. Terlihat beberapa karyawan berbisik - bisik memperhatikan.
Diantara para karyawan yang berbisik, terlihat Nadia yang menatap sinis kearah Neyna,
“Wahh...bisa - bisanya dia membuat Wanda yang dingin dan irit bicara itu membawa semua bahan keperluan meeting, apa yang udah dilakukannya ?!” Gumam Nadia.
Didalam mobil Neyna sesekali menghirup minyak kayu putihnya, sambil memejamkan matanya, merasa nyaman, Wanda melirik kearah Neyna.
Setibanya di restauran tempat meeting berlangsung, Neyna pamit ke toilet.
Disalah satu sudut restauran tersebut, Neyna melihat Bram sedang mengobrol dengan seorang wanita cantik.
Jantung Neyna berdebar kala melihat pemandangan Didepan matanya, ia pun langsung mengalihkan pandangannya.
“Kak Bram,,kenapa dadaku terasa sesak melihatmu dengan wanita itu, sepertinya aku belum siap untuk melihatmu dengan yang lain,,egois mungkin,,,tapi hati memang benar - benar tidak bisa menerimanya kak” batin Neyna.
Kemudian Neyna berjalan menuju toilet. Setelah selesai dari toilet, Neyna kembali bergabung di meja meeting.