
Sepulang dari kantor dan setelah Bram mengantarkan Neyna, dia pun langsung pulang kerumah untuk bersiap - siap.
“Loh...kamu pulang sama siapa nak, kenapa gak sama supir ?” Tanya oma
“Oh..iya oma,, Ney pulang sama kak Bram tadi kan dia kekantor, mau bantu - bantu Neyna, kebetulan orang tua pak Harry lagi masuk rumah sakit jadi izin pulang lebih awal” terang Neyna
“Oh..iya memang opa yang meminta Bram kekantor buat bantu kamu, siapa tau dia tertarik di dunia bisnis opa, Biar kamu gak repot, mana ngurus perusahaan mana ngurusin Rey, jadi kenapa Bram gak singgah dulu nak ?” Tanya oma
“Iya oma...dia mau buru - buru pulang mau siap - siap, kita mau ke pulau W, jadi para investor itu minta foto dan vidio progres pengerjaannya, sementara pak Harry kan lagi gak bisa, terus kak Bram mau nemenin Neyna” Ucap Neyna
“Jadi kapan kalian mau berangkat nak ?” Tanya opa yang sedari tadi mendengar pembicaraan Neyna dan oma
“Kata kak Bram malam ini opa, makannya tadi dia gak mampir, karena mau siap - siap, lebih cepat lebih baik, Ney takut investor itu gak percaya lagi sama kita, makanya kita bela - belain berangkat malam ini”
“Ya sudah nak, kamu siap - siap, urusan Rey gak usah kamu fikirin ya, ada oma dan opa disini, bude mu dan Rheina juga pasti bakal kesini kalau tau kamu pergi, jadi biar Rey gak kesepian” Ucap oma
“Iya makasi banyak oma,, ney naik dulu mau siap - siap” oma dan opa pun mengangguk mengiyakan.
Setelah Neyna membersihkan diri dan menyiapkan perlengkapan yang perlu di bawanya, sambil menunggu Bram, Neyna menyempatkan menidurkan Rey yang sudah seharian ditinggal.
Setelah Rey tertidur pulas, berlahan Neyna beranjak dari tempat tidurnya, sebelum beranjak dia menciumi putra kesayangannya itu dengan penuh kasih
“Jagoannya mama,, mama tinggal dulu ya nak,, Rey baik budi dan jangan nakal sama eyang yut ya nak,, jadi anak pintar dan sehat selalu,,love you sayang” bisik Neyna sambil mencium Rey.
Neyna pun menitipkan Rey pada Tari pengasuh Rey
“Mba Tari,, saya titip Rey ya, kalau ada apa - apa kabari saya, jangan lupa vitaminnya dikasi setelah sarapan pagi ya,,” pesan Neyna
“Iya bu,, ibu Hati - Hati dijalan” Ucap Tari, yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Neyna.
Di lantai bawah, ternyata Bram sudah tiba dan sedang berbincang dengan opa dan oma.
“Bram..kamu yakin berangkat malam ini gak pake supir nak ?” Tanya opa
“Iya opa,,insyaa Allah gak ada apa - apa, kalau Bram ngantuk kan bisa berhenti sejenak, opa sama oma jangan khawatir, Neyna aman sama Bram” Ucap Bram meyakinkan
“Iya,,opa sama oma tenang aja, kalau kak Bram ngantuk kan bisa gantian Neyna yang nyetir, semoga urusannya cepat beres dan kita bisa langsung balik,, kita berangkat ya opa,,oma,, Ney titip Rey ya,, Assalamu’alaikum” pamit Neyna sambil mencium tangan kedua orang tua itu.
“Bram berangkat ya opa,, oma,, insyaa Allah gak ada masalah,, do’ain kami ya oma dan opa, Assalamu’alaikum” pamit Bram dan mencium tangan keduanya.
“Hati - hati ya nak, jangan ngebut,, Neyna sudah punya Rey,, ada yang menunggunya dirumah” pesan opa
“Insya Allah aman opa, jalan dulu opa,, Assalamu’alaikum” ucap Bram.
Kemudian Bram pun mulai memutar kemudinya keluar dari halaman rumah opa, diliriknya jam dipergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 23.30 wib.
“Kalau menurut map sih, kita nyampe di penyeberangan itu berkisar pukul 03.30 wib Ney, mudah - mudahan perjalanan kita lancar ya Ney” Ucap Bram sambil melirik Neyna
“Aamiin...” Ucap Neyna.
Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol yang terkadang mereka tertawa, sesekali Neyna melirik kearah Bram, memastikan kondisi Bram
“Kamu kenapa dari tadi bolak - balik ngelirik ke kakak terus Ney,, jangan sering - sering Ney,, ntar naksir lo sampe kebawa mimpi” goda Bram yang sedari tadi sadar Neyna kerap kali meliriknya.
“Yeee..ge..er !! Orang Neyna cuma mastiin kakak gak ngantuk aja kok,,” Jawab Neyna
“Naksir juga gak apa kok,, gak ada yang marah juga, beneran” Ucap Bram yang lagi - lagi menggoda Neyna
“Ney kasi tau ya...orang yang terlalu narsis itu biasanya orang yang mencoba menutupi kelemahannya, kaya kakak gini deh!” Jawab Neyna
“Wah..wah... mulai bawa - bawa kelemahan nih...iya deh ampun...! Kakak emang lemah,, lemah dalam hal mengungkapkan perasaan,, udah neng,,, senangkan kakak ngaku sendiri?” Ucap Bram yang membuat Neyna tertawa terbahak.
“Yeee...dia girang banget lagi !! Senang banget kaya nya neng,,Iya deh asal neng senang,, aa’ ga apa - apa di bully sama neng” Ucap Bram pasrah
“Gak lah kak,, Neyna gak sejahat itu lah,, Cuma emang kakak lucu banget ya,,hobby ngebully diri sendiri” Ucap Neyna sambil senyum dikulum
“Jahat gak..tapi Sadis iya !!” Ucap Bram lagi, yang membuat Neyna semakin terbahak.
“Ok..ok..maaf ya kak,, Neyna gak bermaksud jahat kok kak beneran” Ucap Neyna sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.
“Santai aja Ney,, kakak ngerti kok,,tapi kakak senang bisa buat kamu ketawa kaya gini” Ucap Bram
“Ya..ketawa lagi dia,,,lanjutkan ..!!selama ketawa belum dilarang dan dikenakan pajak” Ucap Bram lagi, akhirnya kedua nya pun tertawa.
Tanpa terasa perjalanan mereka sudah tiba di tempat penyeberangan dan waktu menunjukkan pukul 03.00 wib.
Karena masih terlalu pagi, petugas nya belum ada, jadi mereka harus menunggu didermaga sambil menikmati langit yang masih gelap.
Setelah pukul 03.30 wib, seorang petugas penyeberangan datang menghampiri mereka
“Mas..mau kemana ya ?” Tanya petugas tersebut
“Kita mau ke pulau W mas, apa bisa berangkat sekarang mas ?” Tanya Bram
“Kalau ke pulau W membawa mobil belum bisa mas, karena kapal penyeberangan yang bisa membawa kendaraan roda empat itu mulai operasi pukul 08.00 wib, tapi kalau tidak bawa kendaraan, bisa langsung berangkat sekarang mas, akan saya siapkan” Ucap petugas
“Oh..gitu ya..kalau mau nitip kendaraannya dimana ya ?” Tanya Bram
“Disebelah gudang sana mas” Ucap petugas tersebut sambil menunjuk arah gudang di sudut kanan posisi mereka.
Bram pun langsung membawa kendaraannya menuju gudang yang dimaksud. Gudang tersebut memang tempat penitipan kendaraan orang - orang yang menyeberang pulau dan tidak membawa kendaraannya.
Setelah mereka menitipkan kendaraan, petugas dermaga juga sudah menyiapkan kapal cepat atau speed boat yang berukuran kecil dengan kapasitas 4 - 5 penumpang itu.
Bram naik terlebih dahulu yang kemudian Neyna dibantu Bram menaiki speed boat tersebut.
Saat hendak menaiki speed boat, tangan Neyna berpegangan dengan tangan Bram, wajah Neyna terlihat tegang disaat ia sudah berada diatas boat.
“Kenapa Ney,,kok wajahnya tegang banget, tangannya dingin lagi? Kamu gak apa - apa kan Ney?” Tanya Bram
“Ng..nggak apa - apa kak, Cuma agak nervous aja kalau lagi diatas kapal, rasanya gimana ya,,deg - degan, takut, pokoknya campur aduk deh” ungkap Neyna
“Tenang aja Ney,, ombaknya juga gak terlalu tinggi kok, santai aja jangan terlalu tegang,pegangan kakak nih kalau kamu takut” Bram menawarkan lengannya untuk menjadi pegangan Neyna.
Kapal mulai bergerak membelah ombak, sesekali percikan air laut mengenai wajah Neyna, dengan tatapan cemas sesekali dia melihat air laut yang bergejolak karena hantaman kapal cepat tersebut.
Sepanjang perjalanan menyeberang, tangan Neyna melingkar di lengan Bram tanpa disadarinya hingga mereka tiba dipulau W, pulau tujuan mereka.
“Alhamdulillah,,nyampe juga akhirnya, yuk turun neng” ajak Bram
Hanya memakan waktu sekitar 30 menit, mereka sudah tiba dipulau W tujuan mereka.
Suasana masih terlihat sepi dan gelap, diliriknya jam dipergelangan tangannya, masih menunjukkan pukul 04.15 wib
“Belum masuk waktu subuh Ney, kita duduk disitu dulu yuk, sambil nunggu waktu subuh” ajak Bram, Neyna masih menatap sekelilingnya lalu mengikuti Bram.
Mereka berdua pun duduk disebuah kursi yang menghadap ke pantai, sambil menikmati pemandangan langit gelap yang perlahan mulai berganti terang.
Keduanya terdiam menikmati bentangan pemandangan alam yang sangat indah milik sang pencipta, Neyna pun tersenyum dan memejamkan matanya sambil menikmati tiupan angin pantai yang lembut menyapa wajahnya, didalam hatinya tak hentinya bersyukur atas nikmat yang disajikan oleh yang maha kuasa.
Bram diam - diam memperhatikan Neyna, ia juga sedang bersyukur atas keindahan mahluk ciptaan Tuhan yang saat ini ada didepan matanya, dan berharap suatu saat ia akan memiliki keindahan tersebut tak hanya sekedar mengagumi dari kejauhan.
“Ney...kakak mau ngomong sesuatu” Ucap Bram memecah kesunyian diantara mereka berdua
“Kakak mau ngomong apa?” Ucap Neyna tapi masih tetap dengan posisi menghadap kelaut dan memejamkan matanya
“Ney.....” Ucap Bram lagi
“Hmmm...kakak mau ngomong apa ?” Ucap Neyna sambil membuka matanya dan menghadap kearah Bram
Tiba - tiba jantungnya berdegup kencang, nafasnya tak beraturan dan pandangan matanya kaku tak berkedip.
“Tuh kan aneh,, tadi katanya mau ngomong, sekarang malah diam,, kak..kak Bram...heloww..” Ucap Neyna sambil melambaikan tangannya didepan wajah Bram.
“Eh...sorry..sorry Ney,,.” Ucap Bram salah tingkah
“Katanya mau ngomong, ngomong apa,,sook atuh diomong ken,,” goda Neyna dengan bahasa sunda yang didapatnya dari Bram, Mendengar ucapan Neyna Bram pun tersenyum, kemudian dia duduk menghadap kekiri kearah Neyna
“Ney.. apa masih ada kesempatan itu, kesempatan untuk melanjutkan kisah kita Yang sempat tertunda, berada disampingmu, menjadi pendamping hidupmu, berbagi suka duka bersama, menua bersama, membina keluarga ?” Tanya Bram.