Deja Vu

Deja Vu
102. Opening RS



Wanda memperhatikan Neyna yang sedang berdandan, sorot matanya terpancar bahagia dan kagum pada kecantikan Neyna


“Udah,,,gak perlu dandan juga kamu udah cantik sayang, kamu cantik banget pakai baju itu, cocok dikamu” ucap Wanda kagum tanpa mengalihkan pandangannya.


Setelah selesai bersiap - siap, Wanda dan Neyna pun berpamitan pada oma dan opa


“Opa, oma,, Wanda sama Neyna berangkat dulu ya, titip Rey ya oma, Assalamu’alaikum” pamit Wanda


“Iya nak,,hati - hati dijalan, Walaykumsalam” ucap oma.


Mereka pun berangkat menuju Rumah Sakit Rian yang akan diresmikan. Sesampainya disana


“Hai bro,,Waahh akhirnya bapak pengusaha muda datang juga, apa kabar ? Sapa Rian


“apa sih yang nggak buat lo,,gua bela - belain datang demi lo”


“Memang lo sahabat ter the best deh,,Hai Neyna apa kabar?” Sapa Rian pada Neyna dengan tatapan kagum.


“Baik, kamu sendiri gimana ? Ohya..pasangannya mana nih,, gak sekalian dikenalkan ke publik, kok disembunyiin terus sih ?” Goda Neyna


“Pasangan yang mana Ney,,aku belum punya pasangan, Ya.. kalau kamu punya temen atau sodara Yang cakepnya kaya kamu boleh dong dikenalin ke aku” Jawab Rian


“Yee..enak aja!! Yang kaya Neyna ini Cuma ada satu didunia,,Cuma Neyna seorang dan pastinya buat Wanda seorang, kalau lo mau cari gih sono” Ucap Wanda sambil tertawa


“Iyyaa..deh Yang udah laku..hahaha..” Jawab Rian.


Tak berapa lama pihak EO pun memanggil mereka untuk duduk ditempat Yang sudah disediakan, karena acara akan segera dimulai.


Rian duduk di kursi Yang sudah disediakan, begitu juga dengan Wanda yang duduk didampingi Neyna.


Rangkaian demi rangkaian acara pun mulai berjalan, sampai pada acara pengguntingan pita, Rian meminta agar Wanda lah yang menggunting pitanya


“Kok gua sih bro,,jangan gua lah,,yang lebih tua aja deh,,gua gak biasa ditua kan kaya gini, jadi berasa tua banget gua!” Bisik Wanda ke Rian


“Gak bisa, ini tuh udah direncanakan bakal elu yang gunting pitanya, secara lu yang banyak invest, udah buruan gih,,mau makan gak?!” Ancam Rian sambil tersenyum


“Yee,,dasar lo bro!! Dikata gua bocah kali ah! Ya udah deh,,demi lo ini San demi istri aku juga pastinya, karena ini bakal menjadi rumah sakit keluarga kita” ucap Wanda masih berbisik


“Cakeep...itu baru namanya sohib gua yang paling the best,,” bisik Rian menepuk pundak Wanda.


Kemudian Wanda pun menuju pintu utama dari bangunan rumah sakit itu, dan berdiri tepat dihadapan pita merah yang melintang.


Lalu dengan mengucapkan bismillah Wanda pun menggunting pita merah tersebut, kemudian terdengar suara tepuk tangan yang riuh dari para pengunjung.


Setelah itu, mereka dibawa Rian berkeliling kesemua ruangan ada, seperti ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang operasi, ruangan ICU, ICCU dan NICU, ruangan rawat inap dan ruangan pendukung lainnya.


Wanda dan Neyna pun ikut berkeliling untuk melihat fasilitas rumah sakit tersebut.


Setelah selesai berkeliling mereka pun kembali duduk dan menikmati santapan yang sudah tersedia.


Wajah Wanda terlihat pucat dan terlihat lelah.


“Nda,,kamu gak apa - apa? Wajah kamu pucat lo,,kita pulang aja yuk, makannya Dirumah aja biar kamu bisa istirahat”


“Gak apa - apa sayang, aku masih kuat kok, cuma tadi sedikit lelah gara- gara ikut muterin rumah sakit ini” jawab Wanda


Neyna terlihat khawatir, namun Wanda berusaha meyakinkan Neyna kalau dia baik - baik saja.


Neyna memberikan segelas air mineral,


“Minum dulu, biar enakan” ucap Neyna


“Makasi ya sayang, aku gak apa - apa kok, kamu tenang aja, kalau pun aku pingsan, kita ini sudah berada ditempat yang tepat, jadi aku bisa langsung diperiksa pake peralatan yang masih baru” ucap Wanda sambil tersenyum.


Setelah sesuai menikmati makan siang mereka, acara pun segera ditutup oleh MC, kemudian dilanjutkan acara foto bersama para tamu dan undangan, juga dengan para dokter yang akan bertugas Dirumah sakit tersebut.


Saat sedang foto bersama dan sang fotografer mengatur posisi, Wanda dan Neyna juga berada diantara para tamu yang akan difoto tersebut, namun tiba - tiba setelah selesai berfoto, saat Wanda akan kembali ke tempat duduknya, tiba - tiba Wanda merasa pandangannya gelap dan tubuhnya seperti tidak berdaya, Neyna yang berada disebelah tidak menyadarinya, hingga Wanda ambruk kelantai.


Neyna terkejut karena Wanda persis jatuh disebelahnya,


“Wandaa...”!!” Teriak Neyna


Sontak semua yang ada di ruangan itu melihat kearah Neyna dan Wanda, Neyna sudah terduduk disebelah tubuh Wanda yang tergeletak dilantai.


Rian langsung Yang memeriksa keadaan Wanda, sementara Neyna menunggu di depan pintu ruangan tersebut, dia belum memberi kabar pada opa dan oma, sampai dia mendapatkan hasil pemeriksaan keadaan Wanda.


Tak lama Rian keluar dari ruangan IGD tersebut, Neyna pun langsung mendekati Rian


“Gimana keadaan Wanda dok ?” Tanya Neyna dengan nada suara khawatir


“Ney,,,aku harap kamu kuat, kondisinya sudah semakin lemah, sebaiknya dia dirawat disini dulu, karena sampai saat ini dia belum sadar” terang Rian


Neyna menarik nafas dalam, kemudian berucap


“Lalu sekarang, apa Yang harus aku lakukan dok ? Apa yang harus aku sampai kan ke opa dan oma ?”


“Sampai kan saja kondisi Yang sebenarnya,,,”


Belum sempat Rian melanjutkan kata - katanya, tiba - tiba perawat keluar dari ruangan IGD tersebut dengan tergesa


“Dok,,kondisi pasien drop,,detak jantung dan tekanan darahnya menurun” Ucap perawat tersebut


Rian langsung bergegas masuk kedalam ruangan IGD, Neyna juga ingin menyusul masuk namun di hentikan oleh perawat tersebut


“Maaf bu, ibu silahkan tunggu diluar dulu ya” ucapnya sambil menutup pintu.


Neyna semakin cemas, dia pun kembali duduk diruang tunggu didepan pintu IGD tersebut, sambil ******* - ***** tangannya, dan menggigit bibirnya.


Satu jam berlalu, Rian tak kunjung keluar dari ruangan IGD, tak lama kemudian pintu ruangan IGD terbuka, tampak dua orang perawat mendorong tempat tidur Wanda, Neyna langsung beranjak dari duduknya,


“Mau dibawa kemana suami saya sus?”


“Mau di pindah keruangan ICU bu” Ucap salah seorang dari perawat tersebut, dokter Rian pun tampak menyusul mereka, Neyna pun langsung menghampirinya,


“Apa yang terjadi dok? Kenapa dibawa ke ICU?” Tanya Neyna


“Kamu tenang dulu Ney, Wanda akan dipindahkan ke ICU agar kondisinya terus dimonitor, kamu tenang ya, kita Sama - Sama berdo’a” ucap Rian sambil berjalan menuju ruangan ICU.


Neyna juga mengikuti Rian menuju ruangan ICU, fikirannya kacau, hal terburuk sudah berseliweran dikepalanya.


Jantungnya berdegub kencang, saat dia akan menghubungi opa dan oma untuk memberi kabar tentang keadaan Wanda.


Neyna sudah duduk didepan ruang tunggu ICU, tangannya masih menggengam ponsel, tapi dia masih ragu untuk menghubungi opa dan oma, hingga akhirnya dia menghubungi bude Nia


“Assalamu’alaikum bude, bude dimana ?”


“Walaykumsalam Ney, bude dirumah nak, ada apa nak, opa sehat kan? Wanda sehat juga ?” Tanya bude Nia karena feelingnya mengatakan kalau ada Yang sudah terjadi.


“Bude,,Ney sekarang lagi dirumah sakit,tadi ada acara peresmian rumah sakit milik dokter Rian, tapi setelah selesai acara tiba - tiba wanda pingsan bude, dan sekarang lagi dirawat di ruang ICU, Neyna gak berani untuk menghubungi opa dan oma, makanya Ney hubungi bude”


“Ya Allah nak,,ok bude segera kesana ya, biar nanti bude aja Yang hubungi opa dan oma, kamu tenang ya nak” Ucap bude menenangkan Neyna.


Pakde dan Bude Rania pun segera berangkat menuju rumah sakit tempat Wanda dirawat. Saat diperjalanan bude menghubungi oma,


“Assalamu’alaikum ma,,mama dimana ?”


“Walaykumsalamsalam nak,,mama Dirumah, nih lagi main sama Rey, kenapa, kamu mau kesini ?” Tanya oma


“Ohh...nggak ma, papa lagi apa ?”


“Ini disebelah mama, lagi godain Rey, Neyna sama Wanda lagi keluar ada acara peresmian rumah sakit milik keluarga Rian, jadi Neyna titip jagain Rey, memangnya kenapa nak, kamu mau ajak mama pergi ?”


“Nggak ma,,iya Nia udah tau Wanda sama Ney keluar, tadi Neyna telpon katanya Wanda pingsan di acara itu, jadi Neyna bingung cara ngasi tau, takut shock mama sama papa, jadi dia minta tolong Nia untuk ngabari, mama sama opa nyusul atau kami jeput?” Tanya bude Nia


“Astaghfirullah nak..!! ya udah biar mama sama papa nyusul kesana, sekalian bawa Rey, kita ketemu disana aja ya” ucap oma mengakhiri panggilan.


Kemudian opa yang sedang bermain dengan Rey langsung dihampiri oma,


“Pa,,barusan Nia telpon, katanya Wanda masuk rumah yang barusan tadi diresmikan, jadi Neyna meminta Nia menelpon kesini”


“Ya Allah...!! Apalagi ini, ya udah opa ganti baju dulu” ucap opa.


Kemudian opa dan om pun bersiap - siap menuju rumah sakit, oma menyuruh ART untuk menyiapkan tas dan segala keperluan Rey.