
Wanda pun bergegas menuju parkiran mobilnya, mencoba mengunjungi beberapa gedung dimana sering diadakan resepsi.
Dia pun menelpon beberapa koleganya sesama pengusaha hotel untuk menanyakan apakah ada yang sedang melaksanakan resepsi.
Akhirnya Wanda pun tidak kunjung menemukannya. Masih berputar- putar disekitar gedung Yang biasa digunakan untuk resepsi pernikahan namun tak kunjung ia temukan, kemudian dia memarkirkan mobilnya didepan sebuah rumah sakit yang cukup besar lalu turun untuk membeli air mineral.
Saat dia keluar dari mini market yang letaknya persis didepan pintu masuk rumah sakit, tiba - tiba ada seseorang memanggilnya
“Wanda..”
Wanda pun menoleh kearah suara yang memanggilnya tadi, ternyata seorang dokter yang juga sahabatnya
“Hei broo,,,apa kabar ?” Sapa Wanda sambil menjabat tangan sahabatnya itu.
“Baik lah,,lo sendiri gimana?” Tanya sahabatnya itu
“Gua baik,,lo lagi tugas nih?” Tanya Wanda pada sahabatnya yang bernama Rian seorang dokter speaialis penyakit dalam.
“Iya..barusan ada tindakan,,Eh lo gua tunggui dari seminggu yang lalu, katanya mau check up,,emang lo kenapa? Apa yang lo rasakan?” Tanya Rian
“Ehh..iya sorry gua belakangan ini sibuk banget,,jadi belum sempat, Iya belakangan gua sering pusing dan beberapa kali mimisan, mungkin kecapean kali ya,,” Ucap Wanda
“Yah...walaupun begitu Gak salah juga dong lo periksa, untuk lebih memastikan, jika terdeteksi lebih awal kan lebih cepat ditangani bro, gimana kalo sekarang aja, mumpung gua lagi free nih,,ayok ikut gua!” Ajak Rian
“Iya tapi gua...” Ucap Wanda
“Ahh...apa sih..udah ayok!! Lo kalo gak dipaksa kaya gini lo pasti gak bakalan datang,,ayolaah,,,takut amat sih,,hahahaha,,” goda Rian
Akhirnya Wanda pun tak bisa mengelak lagi, dia pun menurut dan ikut masuk kedalam rumah sakit tersebut bersama Rian.
Mereka pun masuk keruangan Rian,
“Jadi hari ini lo kan belum puasa, jadi Saran gua untuk cek darah kita lakukan besok ya, jangan lupa besok lo puasa, terus untuk cek hari ini, kita CT Scan aja dulu, tadi kan lo bilang kalo sering pusing dan mimisan kan, terus lo juga pernah cerita lo pernah kecelakaan mobil kan, siapa tau ada terjadi benturan yang berefek saat ini, kita kan gak tau” terang Rian
“Duhh,,,kok gua deg deg an ya! Berasa kaya mau ketemu calon mertua,,hahahaha,,” Ucap Wanda sambil tertawa
“Oh ya,,,lo da merid bro?” Tanya Rian sambil menyiapkan berkas - berkas pengantar
Wanda bingung mau menjawab apa, karena teman- temannya tidak ada yang tau kalau dia sudah menikah.
“ kalau kawin sih udah,,nikahnya yang....” Wanda menggantung ucapannya
“Hahahaha...gila lu yak!! Masih nakal aja,,,tobat lo,,ntar kuwalat lo gak nikah - nikah ntar!!” Ucap Rian
“Iya deh,, ini gua lagi otw tobat” Ucap Wanda.
Kemudian mereka berjalan menuju ruangan CT Scan, Wanda pun masuk kedalam ruangan tersebut.
Setelah selesai, mereka kembali keruangan Rian sambil menunggu hasilnya, Mereka mengobrol.
Rian melihat memar pada tangan sebelah kanan Wanda dan bintik - bintik merah pada kulitnya
“Eh..tangan lo kenapa bro?” Tanya Rian
“Iya nih gak tau,,mungkin alergi kali ya, soalnya kemarin dan tadi pagi gua habis makan sea food” Ucap Wanda
“Iya,,tapi itu Yang memar kenapa bro?” Tanya nya lagi
“Iya nih,,gua juga heran banyak bermunculan di tubuh gua,kenapa ya bro?” Wanda bertanya.
Tak lama muncul perawat membawa kan amplop hasil CT Scan Wanda barusan, kemudian Rian pun membukanya lalu mulai membacanya
“Bagus kok bro,,kayanya gak ada masalah nih!” Ucap Rian
“Lah terus gua kenapa ya?” Tanya Wanda
“Udah,,,besok pagi lo kesini ya, kita periksa darah, tepat jam 08.00 wib gua tunggu ya, jangan lupa lo puasa” Ucap Rian.
Wanda dan Rian pun asyik mengobrol, hingga Wanda melupakan misi nya untuk mencari lokasi resepsi pernikahan Rosi.
Sementara Neyna Yang masih mengobrol dengan Bram tiba - tiba tersadar dan melihat kearah jam tangannya, acara sudah hampir selesai.
Sebelum MC menutup acara, Rosi dan Rendy akan melakukan pelemparan bouquet bunga, beberapa dari teman dan para undangan pun berbaris, tak terkecuali Mimi dan Neyna.
Caca yang melihat sahabat - sahabatnya sudah berbaris, dia pun bangkit dari tempat duduknya ingin bergabung, dia lupa bahwa saat ini dia sudah menikah, Rehan pun seketika menarik tangan Caca untuk kembali duduk dikursinya.
Bram sebenarnya tidak mau terlibat, hanya saja Reza menarik paksa Bram untuk ikut bergabung, karena dia tidak percaya dengan mitos yang ada kemudian MC pun mulai memandu,
“Ok siap - siap ya semua yang ada dibawah panggung, ini pengantin udah gak sabar mau lempar bouquet dan yang lebih gak sabar lagi pastinya semua yang ada dibawah ya,,ok lah kalau begitu,,kita mulai ya,,siap..siap...satu....dua.....dua setengah...tigaaaaa....”
Rosi pun mulai melemparkan bouquet ditangannya kearah belakang punggungnya, karena dia berdiri membelakangi peserta yang menerima lemparan bouquet Rosi.
Setelah Rosi melemparkannya, dia pun berbalik melihat di tangan siapa bunga itu mendarat dan ternyata bunga itu sukses jatuh kenangan Neyna.
“Yeeee.....Selamat buat mba yang mendapat kan bunganya, semoga segera menyusul ya” Ucap MC.
Neyna kaget mendapatkan bunga itu, kemudian Mimi berucap,
“Cieeeee...kayanya ada yang bakal bersatu nih” Ucap Mimi sambil menatap kearah Neyna dan Bram.
Wajah Neyna terlihat malu dan merona merah mendengar ucapan Mimi
“Mimi...berisik ah!!” Ucap Neyna, Bram pun terlihat malu - malu mendengar ucapan Mimi.
Kemudian mereka kembali menuju kursi mereka, namun entah kenapa tiba - tiba Neyna merasa pandangannya berkunang - kunang, tubuhnya seperti terhuyung, Pandangannya mulai gelap, keringat dingin membasahi dahinya tak lama Neyna terjatuh kelantai.
Gubraakk....
Mimi yang berjalan didepan Neyna seketika menoleh kebelakang dan melihat Neyna sudah jatuh tak sadarkan diri dilantai
“Neyna......lo kenapa!!” Teriak Mimi. Bram yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Neyna dan mengangkat tubuh Neyna dan membawanya menuju parkir mobilnya bersama Mimi dan Reza untuk membawa Neyna kerumah sakit.
Bram pun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi dan akhirnya mereka pun tiba diloby IGD rumah sakit terdekat.
Neyna langsung dibawa turun oleh Bram dan memasuki ruang IGD. Kemudian Bram, Reza dan Mimi menunggu diluar.
Sementara Wanda yang tadinya sedang berbincang dengan Rian sambil berjalan menuju pintu keluar, sekilas seperti melihat Bram sedang menggendong seseorang yang disusul oleh Mimi dan Reza. Dia penasaran siapa yang sedang dibawa masuk keruangan IGD itu, setelah berpamitan dengan Rian, Wanda pun menuju ruang IGD.
Tak lama kemudian, dokter yang menangani Neyna keluar dari ruangan IGD lalu bertanya,
“Maaf keluarga mba Neyna ada?” Tanya dokter tersebut
“Iya dok......sa” belum selesai Bram berbicara tiba - tiba Wanda langsung mendekat dan berucap,
“Saya suaminya!! Ada apa dengan istri saya dokter?” Ucap Wanda sambil melirik kearah Bram
“Ohh..bapak suaminya, baiklah ikut keruangan saya” Ucap sang dokter dan Wanda pun masuk kedalam ruangan Dokter tersebut.
Terlihat Neyna masih terbaring lemah ditempat tidur, Wanda pun duduk berhadapan dengan dokter Yang menangani Neyna,
“Gimana keadaan istri saya dokter?” Tanya Wanda khawatir.
Sementara diluar ruangan IGD terlihat Bram sangat khawatir dan ingin sekali mengetahui keadaan Neyna,
“Udah lah kak, ayo kita pulang, udah ada suaminya disini” Ucap Reza mengajak Bram pulang.
Sebenarnya Bram masih enggan untuk pulang, karena dia belum tau bagaimana kondisi Neyna, tapi dia tidak bisa berbuat apa - apa karena pada kenyataannya Wanda lah yang lebih berhak mengetahui kondisi Neyna.
Akhirnya mereka pun kembali ke gedung resepsi pernikahan Rosi.
sesampainya digedung, Rosi Yang sangat cemas langsung menghampiri Mimi
“Mi...gimana keadaan Neyna, apa Yang terjadi?” Tanya Rosi khawatir
“Gua gak tau Ci,,,tadi Setelah Neyna masuk ruang IGD tiba - tiba Wanda nongol, ya kita bubarlah, secara memang dia yang lebih berhak, lah Wong dia lakinya” Ucap Mimi yang juga masih menghawatirkan keadaan Neyna.
“Ya ampun Neyna lo kenapa sih?! Jangan bikin gua khawatir lah Ney!” Ucap Rosi yang masih mondar mandir gak tenang.
“Udah lah,,,paling penyakit hipotensinya kambuh, udah ah gua mo balik sekalian bawa mobil Neyna” Ucap Mimi yang kemudian pamit pada Rosi, Rendy dan Bram.
“Ya udah,,lo hati - hati ya Mi,,kalau lo udah dapat kabar tentang Neyna kasi tau gue ya” ucap Rosi dan Mimi pun mengangguk.
“Gua juga balik ya Ci, Selamat atas pernikahan lo, semoga Samawa ya, dan segera dapat momongan..aamiin” Ucap Reza berpamitan.
Tinggal Bram Yang masih duduk bersama Rendy, kemudian dia merasa tidak enak, lalu dia pun berpamitan pada Rendy
“Bro gua cabut ya,,Selamat buat kalian berdua, semoga langgeng sampai kakek nenek,,do’ain gua ya” ucap Bram sambil tersenyum pada keduanya,
“Ok,,makasi ya bro atas do’anya, gua do’a in juga yang terbaik buat lo deh” Ucap Rendy sambil mereka berpelukan. Bram pun menuju parkiran.