Deja Vu

Deja Vu
38. Cemburu Buta



Didalam Kamar Neyna sewot sendiri melihat tingkah aneh Wanda malam ini.


“Kenapa sih dia?! Ketelan biji duren kali ya, atau jangan-jangan dia ditolak cewek lagi, koq jadi ke gua sasarannya?! emang dasar anak aneh!” Neyna pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Wanda masih terlihat emosi, dia terlihat gelisah menunggu Neyna pulang tadi.


“Kemana aja sih dia?! apa jangan-jangan dia ketemuan sama Bram lagi? Ahhh...apaan sih gua,,koq jadi mikir yang nggak-nggak gini,,”


Wanda pun langsung masuk kekamarnya.


Keesokan paginya Neyna sudah bangun dan pergi membeli bahan masakan. Setelah selesai belanja Neyna langsung membereskannya dan memasukkan beberapa bahan yang harus disimpan dilemari es, kemudian Neyna lanjut memasak.


Berhubung week end dan Neyna sedang tidak sibuk, jadi pagi-pagi sekali dia udah belanja dan memasak, karena bosan sudah beberapa hari dia makan diluar terus dan hari ini dia memilih memasak.


Dengan cekatan Neyna menyiapkan bahan dan mulai memasak. Setelah selesai memasak Neyna pun menata masakannya di meja makan dan menutupnya dengan tudung saji.


Entah ada angin apa dia hari ini bersemangat sekali, ada udang saos tiram, sayur capcai, tempe mendoan plus sambelnya dan pudding buah cocktails.


Setelah selesai membersihkan diri, Neyna pun menuju meja makan untuk sarapan pagi dengan menu yang lumayan berat. Sedang asik sarapan, Wanda Keluar dari kamarnya masih dengan celana boxer dan kaosnya karena mencium aroma masakan Neyna.


Melihat Neyna yang sedang makan didapur, Wanda pun menuju dapur, mengambil air minum. Diliriknya Neyna yang sedang asyik menyantap sarapannya sambil memainkan ponsel.


Wanda melihat di kulkas sudah penuh terisi bahan makanan dan pudding buatan Neyna, kemudian dia beralih menuju meja makan dan membuka tudung saji, melihat begitu banyak makanan tersedia sepagi ini


“Kamu pesan dimana, jam segini restoran udah ada yang buka ?” Tanya Wanda.


“Menurut kamu emang udah ada yang buka sepagi ini?” Jawab Neyna tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


“Biasanya belum ada sih, jadi ini dari mana?”


“Ya di masak lah,,emang jatuh dari langit!”


“Ini semua kamu Yang masak?? Emang kamu bisa masak ? Bukannya kamu bisanya kerja ngitungin duit, terus nongkrong bareng temen-temen kamu, terus nge mall” ledek Wanda.


Neyna melirik Wanda,


“Terserah,,,kalau mau makan silahkan, mau percaya silahkan atau mau gak percaya silahkan, aku lagi good mood pagi ini jadi gak mau ribut” lalu Neyna beranjak mencuci piring makannya, setelah itu dia masuk kekamarnya.


Begitu lah Neyna setiap hari, sebisa mungkin dia menghindar dari Wanda.


Wanda Lalu mengambil piring dan mulai mencicipi masakan Neyna.


“Bussett!! Enak banget masakannya,,,udah lama gak makan tempe mendoan, ternyata selain keras kepala, dia bisa masak juga,,” ucap Wanda tersenyum sambil melahap makanannya.


Selesai makan Wanda menuju ruang Tv. Neyna keluar kamar sudah berganti baju rapi seperti hendak pergi.


Lalu Neyna menuju dapur dan memasukkan sebagian masakan Yang dia masak tadi kedalam wadah. Wanda memperhatikan dari kejauhan.


Saat Neyna melintas didepan Wanda sambil membawa bungkusannya,


“Kamu mau kemana, bawa bekal? mau minggat?” selidik Wanda, Neyna mencoba tenang dan tidak emosi menanggapi Wanda


“Aku mau keluar ada urusan” jawab Neyna singkat, kemudian Wanda bangkit dari duduknya mendekati Neyna yang sudah didepan pintu.


“Urusan apa, kok bawa bungkusan? Ini kan makanan dimeja makan tadi, kamu mau bawa kemana? Terus aku nanti siang makan apa?”


“Aku Cuma bawa sebagian, tadi aku emang masak banyak, kalau pun dibawa itu makanan masih tetap cukup, ntar mubazir!!” Jawab neyna kesal.


“Iya tapi ini mau kamu bawa kemana? Ini makanan kesukaan aku semua, kenapa dibawa?” Protes Wanda.


“Ya ampuuuunn!! udah kaya anak kecil aja ya!! itu tuh masih banyak di dapur, kalau emang kamu suka abisin aja gak apa-apa, aku Cuma bawa sedikit kok,,kamu kenapa sih?!”


“Iya bilang dulu ini mau dibawa kemana?”Tanya Wanda, karena dia penasaran kemana Neyna mau membawa bingkisan makanan yang dimasaknya itu.


“Kepo banget sih!! Pokoknya untuk temen aku, apa perlu lagi aku kasi tau namanya siapa, rumahnya dimana, nomor ktp nya berapa gitu?! Udah ah...aku mo jalan,,minggir!!” Ucap Neyna yang sudah mulai kesal atas sikap Wanda.


Setelah Neyna pergi Wanda uring-uringan penasaran Neyna akan pergi kemana.


“Dia mau kemana, apa jangan-jangan dia mau ketemuan sama Bram lagi, ini gak bisa dibiarkan!!” Masih tetap dengan kostum tidurnya celana boxer dan tsirtnya,


Wanda pun meraih dompet dan kunci mobilnya untuk membuntuti Neyna. Mobil Neyna mulai keluar dari parkiran disusul mobil Wanda dengan sedikit berjarak.


“Mau kemana sih dia, pagi-pagi buta, dengan semangat 45 belanja terus masak lagi, istimewa banget nih kayanya, apa mungkin dia mau menemui Bram?!” Sambil tetap membuntuti mobil Neyna.


Kemudian Neyna masuk ke areal parkir komplek apartemen, disusul mobil Wanda, Lalu Wanda memperhatikan Neyna dari kejauhan, tak lama muncul Mimi yang keluar dari pintu utama apartemen Lalu masuk kemobil Neyna dan mereka meninggalkan parkiran.


“Mau kemana mereka berdua? Mau ketempat Rosi, tapi kan ini bukan jalan ke kantornya Rosi,,mending aku ikuti lagi, sebenarnya mereka kemana!” Wanda tetap menjaga jarak agar Neyna tidak curiga.


Mobil Neyna berbelok memasuki gerbang perumahan dan Wanda masih tetap mengikutinya, lalu mereka berhenti di satu rumah, mereka turun dan memasuki rumah tersebut seperti sudah biasa.


“Ini rumah siapa ya, ngapai mereka kesini, apa mungkin ini rumah Bram?” Wanda berkata-kata sendiri.


Tak lama datang sebuah mobil mewah yang dikemudikan seorang yang bergaya casual dengan postur tubuh yang proporsional yang juga memasuki rumah tersebut.


“Mau apa mereka dirumah itu, apa mungkin yang barusan masuk tadi Bram, Neyna dengan penuh cinta memasak untuknya, selama menikah dia tidak pernah sesemangat ini, ternyata Bram sudah kembali,,” pikir Wanda.


Sementara didalam rumah Rosi, mereka makan bareng sekalian Rosi mengajak Rendy bergabung.


“Ciee kak Rendy,,,gak ada angin gak ada ujan, tiba-tiba main Lamar aja, tapi kakak hebat ya, pantesan jadi pengacara,,hahaha” goda Neyna, karena emang dari dulu Neyna sering berdebat dengan Rendy.


“Kenapa emang kalau jadi pengacara?” Tanya Rendy, sambil masih tertawa.


“ ya iyyalah...pengacara,,,orang paling jago nyimpen rahasia,,huahahaha” tawa Neyna meledak mengingat betapa dingin dan keras kepalanya Rendy, ternyata bisa jatuh cinta juga. Rendy tertawa melihat tingkah Neyna.


“Ehh..jadi gimana hubungan kamu sama Bram? Kapan dia datang melamar kamu Ney?” Tanya Rendy, seketika tawa Neyna hilang dari wajahnya, Mimi dan Rosi menatap Neyna.


Masih belum ada jawaban yang keluar dari mulut Neyna. Membuat Rendy sedikit heran, lalu menatap kearah Rosi, Rosi menggelengkan kepala memberikan isyarat.


“Eh..eh..yok kita makan rujak, ayo Ney ini kan kesukaan elo, rujak pedas level neraka..ayo dicomot biar makin hot !!” Ucap Mimi mengalihkan pembicaraan karena melihat wajah Neyna mulai berubah. Mereka pun asyik menikmati rujak buatan Rosi yang pedasnya bikin merem melek.


Tok..


Tok..


Wanda membuka jendela mobilnya,


“Maaf mas ini mau kemana ya, dari tadi saya liatin mobil mas parkir disini, sebenarnya tujuannya mau kerumah siapa?” Tanya seorang security perumahan yang sedang berpatroli keliling komplek.


“Ohh..iya saya lagi nungguin temen saya, kita emang janjian disini pak, tapi dia belum datang juga” jawab Wanda.


“Temen mas penghuni komplek sini juga, nama nya siapa dan di blok berapa? Siapa tau saya bisa bantu hubungi orangnya” ucap si security, karena mereka mulai curiga, sudah hampir 3 jam mobil Wanda parkir dipinggir jalan.


“Emm anu pak,,saya juga nyasar ini, alamatnya ketinggalan Dirumah, tadi saya udah coba hubungi hp nya, mungkin baterainya habis, biar saya tunggu sebentar lagi aja pak, siapa tau dia nanti hubungi saya” security itu mulai curiga dengan jawaban Wanda.


“Saya boleh liat KTP nya mas, coba mas nya keluar dulu dari mobil” Wanda pun keluar dari mobil dengan hanya memakai sandal jepit, baju kaos dan celana boxer. Kemudian dia menyerahkan KTP nya.


“Mas Wanda namanya, emang mas ada keperluan apa dengan teman mas itu, dia laki-laki apa perempuan?” Selidik security.


Wanda mulai merasa dicurigai,


“Perempuan pak, bapak curiga sama saya, bapak koq mau tau urusan orang sih,,gak baik pak mau tau urusan orang!” Kesal Wanda sambil menerima ktp nya.


“Wajar saya curiga, dari tadi masnya masih parkir disini tapi gak keluar dari mobil, ya saya curiga, jangan-jangan mas niat mau rampok, atau mau nyulik anak lagi!!” Ucap security ke Wanda yang membuat Wanda naik pitam.


“Pak!!bapak jangan sembarangan ngomong ya,,bisa-bisanya saya dibilang mau rampok atau nyulik anak!! Emang tampang saya kaya rampok gitu atau culik anak ya?!”


“Jaman sekarang tampang bisa menipu mas, jaman sekarang kita gak bisa gampang percaya sama orang hanya melihat tampilannya saja, seperti kata pepatah, don’t judge a Book from it’s cover, wajar dong saya curiga! La terus kalau masnya bukan culik atau rampok ngapai mas kesini?”. Wanda terdiam tidak menjawab.


Sementara dirumah Rosi, Neyna dan Mimi berpamitan pulang karena hari sudah sore.


“Ci,,,gua pamit ya, Makasi udah dijamu terus di kenalin sama pacar barunya, yang orangnya sedingin salju itu,,hahaha” goda Neyna sambil melirik Rendy dan menaik turunkan alisnya, Rendy hanya tersenyum menanggapinya,


“Iya...gua juga pamit ya Ci, thanks ya, rujaknya sukses buat gua melted,,” ucap Mimi yang gak tahan pedas. Lalu mereka berpamitan dengan Rendy.


“Kak kita balik dulu ya, jangan lama-lama duaannya, banyak setan!!hahahaha...” goda Neyna, lalu mereka pun masuk ke mobil Neyna.


Tak jauh keluar dari halaman rumah Rosi, Mimi dan Neyna melihat ada keributan.


“Ney,,,ada apa ya itu security, kok ribut dipinggir jalan sih?” Ucap Mimi, karena sedang menyetir, dia tidak terlalu memperhatikannya.


“Ney...Ney..itu kaya nya Wanda deh, liat deh Ney itu Wanda yang lagi ribut sama security!”


Neyna meminggirkan mobilnya dan melihat dari kaca spion.


“Wanda,,ngapai dia disini? Ribut sama security lagi!” Neyna langsung keluar dari mobil disusul Mimi dan mereka mendekat.


“Kamu ngapai disini?” Tanya Neyna


“Mba siapa, temen mas nya ya?” Tanya security ke Neyna, lalu dijawab Neyna.


“Iya pak,,memangnya dia kenapa pak, dia buat masalah di komplek ini?”


“Dari tadi dia tuh parkir disini tapi gak keluar mobil, sampai udah 3 kali saya keliling komplek tapi dia masih disini, ya saya curiga tho dia mau rampok, liat aja tampilannya cuma pake celana pendek sama baju kaos thok” ucap security dengan logat Jawanya.


“Maaf pak dia temen saya, sekali lagi maafin temen saya yang gak sopan cuma pake celana pendek ini ya pak” ucap Neyna.


“Yo wess mba,,saya maafin, tapi sekali lagi bilang ke temennya kalau keluar rumah mbok ya ganti celana dulu, koyo ngene tampilan ne kok koyo ndak mandi, mba temennya mba Rosi tho?” Neyna hanya mengangguk sambil tersenyum menanggapi ucapan si bapak security, lalu bapak security itu meninggalkan mereka.


“Kamu ngapai kesini?” Tanya Neyna,


“Aku mau nyari rumah temen aku yang baru pindah ke komplek sini” ucap Wanda asal.


“Jangan-jangan kamu emang buntutin aku ya?! Kepo aku mau pergi kemana?”


“Ihhh,,ge er!! Males banget lah!”


“Terus kenapa kamu masih pake baju tidur kaya gini? Dari tadi aku berangkat dari apartemen kamu pake baju ini, sampai se sore ini juga kamu masih tetap pake baju ini, terus itu namanya bukan buntutin ?!”


“Males gua ribut dijalan!” Lalu Wanda masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Neyna dan Mimi.


“Wahh...fix deh lu di buntutin Ney,,hahahaha...upss ada yang mulai posesif nih,,hahahahaha” goda Mimi, Neyna menaikkan bibirnya dan mereka pun masuk ke mobil.


Minggu pagi, Neyna masih malas-malasan dikasur empuknya. Membuka medsosnya, melihat Pesan wa yang masuk di group alumni SMU nya dulu.


Ada undangan acara reuni SMU Tunas Mandiri yang akan diadakan minggu depan di daerah perkebunan teh.


“setelah sekian Purnama rencana reuninya, akhirnya terealisasi juga” ucap Neyna.lalu dia menghubungi Caca, Rosi dan Mimi melalui panggilan video call.


Mereka janjian untuk pergi bareng ke acara reuni tersebut. Selesai vc, Neyna beranjak ke dapur memasak sarapan.


Wanda belum keluar dari kamarnya. Neyna memasak nasi goreng + telur ceploknya. Wanda terbangun mendengar suara berisik di dapur.


“Berisik banget!! Ngapai sih?” Tanya Wanda sambil melirik kearah kegiatan Neyna di wajan. Neyna tidak menjawab dan masih terus menyelesaikan masakannya.


Selesai memasak nasi goreng, Neyna langsung sarapan tanpa basa basi ke Wanda, sambil asik membalas dan membaca chat, sesekali Neyna tersenyum.


Wanda diruang TV memperhatikan Neyna dari kejauhan. Rasa ingin tau merasuki kepalanya. Dia pun beranjak ke dapur.


“Masak sendiri, makan sendiri, gak ada basa basi” sambil berdiri dibelakang kursi yang diduduki Neyna, mencoba melihat hp yang dipegang Neyna.


“Biasanya juga gak pake diajakin udah nyambar aja kaya geledek!!” Dengan cepat Neyna melahap nasi gorengnya lalu meninggalkan Wanda yang masih berdiri dibelakang Neyna.


“kalau melayani suami itu kan dapat pahala yak,,kata ustad si gitu” teriak Wanda, tapi Neyna gak peduli. Dia langsung masuk dan menghempaskan pintu kamarnya.


“Sialan!! Pagi-pagi udah bikin kesel aja dia, siapa yang punya suami, gua kan cuma ngekos disini!” Neyna menghempaskan tubuhnya dikasur.


Hari itu Neyna gak ada rencana kemana-mana, dia hanya memilih merawat diri dirumah, memakai lulur dan masker wajah didalam kamarnya, tanpa memperdulikan Wanda.