Deja Vu

Deja Vu
16| HOLD MY HAND



"Kau tak perlu takut kepadaku! Tujuan hidup kita sama," ujar Taeyong dengan menundukkan kepalanya. Siyeon masih tidak mengerti dengan ucapan Taeyong, wanita itu tidak tahu apa tujuan hidup dari Taeyong, hingga pria itu mengatakan tujuan mereka sama.


"Apa maksudmu tujuan hidup kita sama?" tanya Siyeon yang kini melangkah mendekati Taeyong yang sedang menundukkan kepalanya.


"Katakan apa maksudmu?" pekik Siyeon di hadapan Taeyong, wanita itu memekik marah. Ia sangat marah, ketika mengetahui bahwa keturunan iblis berada di hadapannya.


"Belum saatnya kau tahu. karena, aku tidak bisa mengatakan semuanya kepadamu. Maaf, kemampuanku masih belum sempurna. Aku takut musnah sebelum menepati janjiku," jelas Taeyong dengan nada bersalah. Siyeon hanya mentapa pria itu dengan tatapan bencinya, ia tidak bisa memaafkan seseorang yang berasal dari crystal hitam.


"Aku tidak akan membunuh sekarang. Tetapi, aku ingin keluar dari tempat ini! Beri tahu aku bagaimana caranya agar aku keluar dari sini?" Taeyong menghembuskan nafas panjang, pria itu menggenggam tangan Siyeon, tetapi wanita itu langsung menepisnya dengan kasar. Taeyong memejamkan matanya saat menerima penolakan dari Siyeon.


"Jangan menyentuhku! Cepat katakan di mana jalan keluarnya?" geram Siyeon ketika pria itu hendak meraih tangannya lagi.


"Kalau kau ingin keluar dari sini, genggam lah tanganku. Maka, kita akan menuju ke alam crystal," ujar Taeyong dengan nada tegasnya, Siyeon menatap ragu wajah pria itu.


"Aku tidak berbohong, sudah waktunya kita kembali ke alam crystal dan mencari tongkatmu itu," desah Taeyong, pria itu ingin meyakinkan Siyeon bahwa ia tidak berbohong.


"Aku pegang kata-katamu!" dengus Siyeon dan menggenggam tangannya. Dengan senyum samar Taeyong mulai memejamkan kedua matanya. Tubuh mereka langsung menghilang dengan cahaya merah yang menutupi tubuh mereka.


Siyeon dan Taeyong sudah sampai di sebuah alam yang berbeda, batu-batu crystal dan bangunan yang terbuat dari crystal, juga awan yang berbentuk crystal menjadi pemandangan pertama yang mereka lihat. Siyeon menatap aura yang sangat hebat di tempatnya ini. Semua orang di alam ini terlihat damai dan tentram, meskipun dalam hati mereka masih selalu waspada dengan kedatangan iblis yang akan mengubah dunia mereka.


"Jangan pernah lepas tanganku! Iblis bisa menemukan keberadaanmu," jelas Taeyong ketika Siyeon hendak menarik tangannya dari genggaman pria itu. Dengan terpaksa Siyeon tidak melepaskan tautan tangan mereka, Taeyong menariknya pelan tangan Siyeon untuk mengelilingi alam crystal yang persis seperti sebuah pedesaan yang sangat asri.


"Kita akan ke mana?" tanya Siyeon ketika mereka terus melangkah luruh sampai ke sebuah hutan berwarna putih, Siyeon merasakan kekuatannya terisi ketika berada di dalam hutan tersebut. Ia merasakan tubuhnya begitu kuat dari sebelumnya.


"Kita akan pergi ke istanamu dan ini adalah hutan tepat di belakang sitanamu. Oleh sebab itu, kau merasa kekuatanmu bertambah," jelas Taeyong membuat Siyeon tertegun, ia akan pergi ke istananya. Tempat di mana semua kejadian memilukan itu terjadi, dirinya tidak siap untuk kembali mengingat kenangan pedih itu.


"Kenapa kau menghentikan langkahmu?" Taeyong membalikkan tubuhnya, saat Siyeon menghentikan langkahnya. Pria itu menatap raut pedih di wajah cantik Siyeon, ia mengusap tangan Siyeon yang masih di genggam olehnya.


"Apakah kau tidak ingin ke sana?" tanyanya yang tak di balas oleh Siyeon. Wanita itu masih melamun dengan tatapan kosongnya membuat Taeyong menghembuskan nafas.


"Kau tidak boleh begini, semua orang sudah menantikan kehadiranmu. Orang-orang di istana sudah sangat membutuhkanmu," ujar Taeyong yang tetap tak di hiraukan oleh Siyeon. Wanita itu memejamkan matanya, kalau ia membukanya di pastikan air matanya akan jatuh. Taeyong mengusap puncak kepala Siyeon membuat wanita itu menatapnya.


"Aku akan ke sana. Tapi, kau harus membantuku. Maaf sudah meragukanmu, melihat tatapanmu aku yakin kau tidak seperti apa yang aku pikirkan," ucap Siyeon membuat Taeyong tersenyum lembut dan mengusap air mata wanita di hadapannya itu.


"Aku akan selalu berada di sampingmu dan membantumu," Taeyong mengatakan kalimat itu dengan tulus, Siyeon dapat melihat ketulusan dari ucapan pria itu.


"Terimakasih," gumam Siyeon. Untuk pertama kalianya ia mengatakan kata itu dengan sangat tulus, ia tidak tahu dirinya sangat berbeda ketika bersama dengan Taeyong. Pria yang sudah menjaga dan mengajarinya mengendalikan kekuatannya.


"Sama-sama. Tapi, aku akan mengucapkan terimakasih. Karena, kau tidak meragukan ketulusanku," balas Taeyong membuat Siyeon tersenyum mendengarnya.


Mereka berdua melanjutkan langkah mereka, hutan yang mereka lewati bukan sebuah hutan yang kecil. Hutan itu sangat luas dan begitu indah, ada beberapa hewan dan tumbuhan yang tinggal di sini. Ada juga beberapa orang yang sedang melatih kekuatan mereka atau pun mencari buah-buahan dan hewan untuk di buru. Siyeon menatap senang ke arah rakyatnya, ia berjanji akan melindungi mereka dan kembali memakmurkan alam crystal dan alam Dewa.


"Mereka semua rakyatmu, mereka yang selalu menantikan kehadiranmu untuk memusnahkan kegelapan," ujar Taeyong saat melihat Siyeon terus menatap para rakyatnya.


"Iya, kau benar. Aku akan menjaga dan melindungi mereka semua. Tidak ada yang bisa mengusik alam crystal begitu pun alan Dewa, aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri," jelasn Siyeon dengan penuh ketegasan. Ia tidak main-main dengan ucapannya, ia akan melindungi semua. Kedua orang tuanya sudah bersusah payah untuk melindungi kedua alam itu, maka ia tidak akan menyia-nyiakan mimpi kedua orang tuanya.


"Aku akan bersamamu dan melindungimu dengan nyawaku sendiri," ucap Taeyong membuat Siyeon tersenyum senang mendengarnya, hatinya menghangat.


"Apakah kau ingin mengubah penampilanmu? Rakyatmu seperti merasa aneh melihat penampilanmu?" pernyataan itu membuat Siyeon tersadar. Semua orang di sini memakai jubah dan gaun dengan warna putih, biru, hijau dan juga hitam. Mata mereka juga sama.


"Ya, kau benar. Aku sampai lupa dengan penampilanku yang jauh berbeda denganmu dan yang lainnya," kekeh Siyeon dengan memejamkan kedua matanya.


Tak lama penampilan Siyeon pun berubah, semua orang yang memang melihatnya langsung melebarkan kedua matanya. Mereka berlari untuk menghadap ke depan Siyeon yang merupakan ratu mereka. Siyeon membuka kedua matanya dan melihat semua orang berdujud di hadapannya, Siyeon tersenyum kecil melihat semua rakyatnya langsung mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.


"Bangunlah kalian, tidak pantas kalian bersimpuh di hadapanku. Karena, aku masih belum bisa menyelamatkan kalian," ujar Siyeon membuat semua warganya menatap takjub sang ratu. Mereka meneteskan air mata haru mendengar kalimat itu.


"Aku berjanji akan melindungi dan menjaga alam crystal dan alam Dewa dari kegelepan sang iblis. Aku adalah orang yang bertanggung jawab dengan semuanya, maka izinkanlah aku dan berilah aku doa kalian agar bisa memusnahkan kegelepan."


TBC...