Deja Vu

Deja Vu
49. Singa Betinaku



Hari itu Wanda pulang agak malam karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan hari itu juga.


Tepat pukul 20.00 Wib Wanda tiba di rumah. Seperti biasa dia menemui security dan kemudian menemui Vita.


Setelah menerima laporan dari keduanya, dia langsung bergegas menuju lantai 2 menemui Neyna.


“Sayang, kamu lagi ngapai, sorry aku agak telat pulang tadi banyak kerjaan dikantor” suaranya terhenti, karena dia tidak menemukan Neyna didalam kamar.


“Sayang..Neyna..Ney..” panggil Wanda tapi belum ada jawaban. Wanda mencari - cari keberadaan Neyna dan menanyakan pada semua penghuni rumah.


Semua mengatakan kalau Neyna didalam kamar, akhirnya Wanda mencari - cari keberadaan Neyna.


“Ney,,kamu dimana?” Sambil membuka pintu kamar mandi, pintu ruang ganti, didalam lemari sampai dibawah tempat tidur menjadi sasaran pencarian Wanda.


Wanda melihat pintu kaca menuju balkon terbuka sedikit, Wanda menuju balkon, namun dia tidak menemukan Neyna.


Sayup - sayup Wanda mendengar suara wanita bernyanyi, dia mencari - cari darimana asal suara tersebut.


Sesosok wanita berambut panjang duduk membelakangi nya diatas genteng.


Wanda sedikit bergidik, apalagi kebetulan malam itu malam jum’at Kliwon. Wanda masih terdiam menatap sosok wanita yang membelakangi nya itu.


Kemudian sosok wanita berambut panjang itu berbalik menghadap Wanda


“sesesetaaaann..!!” Teriak Wanda


Neyna kaget hingga nyaris terpeleset.


“Heiii...ini aku Neyna !!” Teriak Neyna


Sontak saja Wanda kaget melihat Neyna, dengan tampilannya yang mirip suketi, nama tokoh disalah satu film yang diperankan oleh Suzana, memakai baju terusan berwarna putih dengan rambut terurai panjang dan memakai masker wajah.


“Sayaaaang!! Kamu apa - apaan sih duduk disitu malam - malam begini, mana pake baju putih dengan rambut tergerai, pake masker lagi! Bikin aku jantungan aja!” Omel Wanda


“Aku bosan, dirumah terus, pengen menghirup udara segar!” Sambil membuka earphone yang menempel ditelinganya


“Pantesan aja dipanggilin gak dengar, rupanya pake begituan, lagi dengerin apa sih?” Tanya Wanda sambil meraih tangan Neyna turun.


“Aku lagi dengerin musik,,enaak banget,,aku berasa lagu ini gak asing ditelingaku,,aku suka banget, aku belum mau masuk, aku masih mau disini, liat langit malam, dengan bintang - bintang bertaburan, romantis banget rasanya” ucap Neyna bersemangat sambil tersenyum.


Setelah kejadian kecelakaan itu, gak pernah Wanda melihat Neyna sesemangat ini, dia tampak bersemangat sekali seperti menemukan energi ekstra dari lagu yang didengarnya.


“Ayo masuk,,udah malem,,nanti kamu masuk angin” ajak Wanda


“Disini enak tau..tenang banget, bisa liat langit yang bertaburan bintang, kalau kamu mau masuk, masuk aja, aku masih mau disini” ucap Neyna


Wanda tersenyum melihat tingkah Neyna yang sudah mulai normal, terkadang sifat keras kepalanya mulai terlihat, membuat Wanda merasa kalau ingatan Neyna sudah kembali.


Wanda ikut menemani Neyna duduk diatas atap, memandang langit yang bertaburan bintang.


“Nda,,aku dulu orangnya kaya apa sih, cuek, apa perhatian, apa bawel, atau minim bicara atau,,,,?” Tanya Neyna.


Wanda menatap wajah Neyna lekat, sambil membelai rambut Neyna yang masih tergerai


“Kamu itu orangnya ceria, periang dan sangat supel, walau kadang suka bawel” puji Wanda, sambil memainkan rambut panjang Neyna


“Ceritain dong, awal mula kita ketemu terus kita jadian sampai menikah, ceritain dong siapa tau aku ingat sesuatu” pinta Neyna


Wanda gugup, karena kisah perjumpaan dan awal mula perkenalan mereka dulu itu selalu diwarnai dengan keributan.


Seperti Tom And Jerry, pasti ada saja yang memulai, tentunya Wanda yang memulai karena memang dia yang suka cari perkara ke Neyna.


“Tapi aku pengen tau,,dulu kamu waktu nembak aku gimana sih, cerita dong,,atau dipraktekin juga boleh” pinta Neyna sambil tersenyum genit dan mengedipkan kedua matanya


Wanda melihat tingkah Neyna malam ini sedikit bergidik kemudian tersenyum kecut sambil bergumam dalam hati


“Apa yang terjadi ini? Semenjak Neyna main - main diatas ganteng sini kok tingkahnya jadi aneh gini. Apa jangan - jangan dia kesambet alien kali ya? Hi...kok jadi serem liatnya”


“Nda,,.ayo cerita dong,,kok diem aja,,pokoknya kamu harus cerita dulu baru aku mau masuk!” Ucap Neyna


Wanda tersenyum sambil memikirkan kisah yang mana yang akan dia ceritakan, karena memang tidak ada Yang pantas buat di cerita kan, yang nantinya Neyna akan naik darah dan ingatannya kembali kemasa itu.


“Dulu kita Satu sekolah waktu SMU Sayang, kamu tuh anak baru yang baru pindah, aku tuh dulu suka jahilin kamu, godain kamu, sampe bikin kamu kesel” ucap Wanda singkat


Reaksi Neyna saat mendengar cerita Wanda terlihat bersemangat


“Terus...terus...apalagi?” Pinta Neyna


“Iya,,pokoknya aku suka banget godain kamu, aku tuh seneng kalau kamu kesel sama aku, marah sama aku, aku tuh seneng liat wajah kamu cemberut,,” ucap Wanda menambahi


“Iiihhh...aneh kamu ah!! Masa sih suka di cemberuti, dimana - dimana kalau orang suka Sama cewek tuh ya, suka liat senyumnya, ini malah suka liat juteknya,,ahh...dasar aneh..! Gak asik ah,,,ceritanya gak romantis!” Ucap Neyna sambil beranjak turun dari genteng meninggalkan Wanda, namun saat akan melangkahkan kaki, tiba - tiba bajunya tersangkut dan Neyna terjatuh berguling diatas genteng.


Wanda dengan sigap meraih tangan Neyna menahannya agar jangan terjatuh.


“Ney,,pegang tangan ku Ney,,!” Teriak Wanda sambil mengulurkan tangannya, kemudian menarik tubuh Neyna perlahan keatas.


Setelah Wanda berhasil menarik tubuh Neyna keatas,


“Sayang kamu gak apa - apa ? Apanya yang sakit, coba aku liat” dengan wajah panik Wanda memeriksa tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya.


Neyna masih shock namun tersenyum melihat wajah panik Wanda


“Ayo kita masuk,,biar aku obati luka kamu” ajak Wanda sambil menarik tangan Neyna.


Tangan kanan Neyna mengeluarkan darah karena terkena pecahan genteng saat berpegangan untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.


Wajah Wanda terlihat khawatir, kemudian dia mengambil kotak P3K dikamarnya, lalu membersihkan luka Neyna dengan hati - hati.


“Aww...perih!!” Ucap Neyna


“Iya,,,tahan sayang,,ini tuh kalau gak dibersihin ntar bisa inveksi,,tahan sedikit ya” ucap Wanda sambil terus membersihkan luka ditangan Neyna.


Setelah selesai dibersihkan dan diperban kemudian Wanda mengambil air minum dan obat anti nyeri untuk Neyna


“Ini minum obatnya sayang” ucap Wanda sambil meberikan gelas dan obatnya.


Setelah meminum obatnya, Neyna beranjak masuk kekamar mandi mau mengganti pakaiannya yang robek dan kotor.


“Mulai malam ini kamu gak boleh naik - naik diatas genteng lagi ya, bahaya! Kalau tadi aku gak ada gimana? Pokoknya jangan yang aneh - aneh deh!” Ucap Wanda. Neyna hanya terdiam. Kemudian bangkit dari duduknya


“Kamu mau kemana lagi?” Tanya Wanda


“Mau pipislah,, masa mau pipis aja gak boleh,, apa kamu mau ikut juga?” Ucap Neyna sedikit kesal.


Melihat wajah kesalnya, Wanda tersenyum geli


“udah mulai keliatan muka jutek singa betina keras kepalaku ini hihihi...kangen liat ekspresi wajah begitu” gumam hati Wanda sambil tersenyum.


Sementara diseberang jalan, ternyata Bram memperhatikan mereka saat diatas genteng. Sudah beberapa hari ini Bram selalu berada didepan rumah Wanda, hanya sekedar ingin tau keadaan Neyna.


“Ney,,,sakit rasanya melihat orang yang kita cintai ada didepan mata tapi kita tidak bisa hanya sekedar menyapa, baiklah mungkin aku harus pergi dari kota ini untuk menghapus bayanganmu Ney”