
Siang itu Bram sedang duduk santai sambil memegang ponselnya, mama muncul dari dapur dan mendekati Bram
“Bram,,,nanti siang kamu anterin kue ini ya kerumah Tante Siska” Pinta mama
“Mau anterin apa sih ma? Apa gak bisa Rudi aja Yang anterin, lagian Bram juga gak tau rumahnya”
“Duhhh!! Kamu tuh ya,,Cuma dimintain tolong sekali - kali juga susah banget ya,,Rudi tuh kan juga punya kerjaan, mumpung kamu disini, kan gak ada salahnya kamu bantuin mama, lagian juga kemarin kan kamu di minta main kerumahnya kan, nahh...pas dong momennya kamu sekalian anterin kue ini sekalian juga kamu main kerumah Tante Siska”
Bram gak mau mendengar omelan mamanya yang panjang seperti jalan, bukan kasih ibu aja yang sepanjang jalan, omelan mama juga sepanjang jalan, fikirnya, dia pun mengikuti permintaan mamanya.
Siang harinya Bram pun bersiap - siap mengantarkan kue kerumah Tante Siska atas permintaan mamanya.
Sebenarnya ini adalah bagian dari rencana Rania dan Siska untuk mendekatkan Bram dengan Maudy putri Siska.
“Udah ni mah? Ada lagi gak Yang mau dibawain? Jangan dicicil ya ma, hari ini kue, besok baju, besoknya lagi skin care, besoknya resep masakan, udah mirip kurir” keluh Bram
“Ihh... kamu protes aja deh,,,udah untuk sementara itu dulu,, gak tau besok apa lagi,, udah jangan banyak protes,,jalan gih,,ntar kesorean,, ohya...udah tau kan jalan keperumahannya?”
“Hmmm...Bram jalan dulu mah,,Assalamu’alaikum”
“Walaykumsalam,,hati - hati ya nak...ahhh...semoga saja cocok” Ucap mamanya sambil senyum menatap kepergian Bram.
Dua puluh menit kemudian, Bram sudah tiba dihalaman rumah Tante Siska, dia pun turun dari mobil dan menuju pintu utama rumah tersebut.
Bram memencet bell beberapa kali, tak lama pintu rumah pun terbuka,
“Iya mas,,mau ketemu siapa ya?” Tanya wanita Yang ada di balik pintu tersebut
“Mba..Tante Siska nya ada, saya Bram anaknya ibu Rania temennya Tante Siska” Ucap Bram pada wanita paruh baya Yang membuka pintu tersebut.
“Oh..iya..masuk mas..silahkan duduk dulu,,” ucapnya.
Bram pun tersenyum sambil beranjak masuk dan duduk dikursi ruang tamu rumah tersebut, tak lama muncul gadis cantik berambut ikal berwarna kecoklatan
“Hai Bram udah lama?” Sapa Maudy Yang datang menyambut Bram
“Eh..nggak kok baru aja, tante Siska ada? Ini ada titipan dari mama” Ucap Bram
“Ohh...ya udah sama aku aja, soalnya mama aku juga lagi pergi kok, thanks ya”Ucap Maudy sambil menerima bingkisan dari tangan Bram.
“Oh..ya kita langsung jalan atau mau ngobrol dulu?” Tanya Maudy
“Haaa...jalan? Maksudnya?” Tanya Bram heran, karena dia hanya diberi tugas mengantarkan kue Yang disuruh mamanya
“Iya..jalan,,katanya kamu mau ajak aku jalan” Ucap Maudy
Bram terdiam sejenak dan berfikir pasti ini bagian dari rencana mamanya dan Tante Siska untuk mendekatkan mereka,
“Eh..iya..boleh langsung jalan juga gak apa” Ucap Bram
“Ok..sebentar ya, aku ambil tas dulu” sambil Maudy beranjak.
Tak lama Maudy sudah kembali dengan dandanan Yang sangat kontras sekali dengan Bram, Maudy Yang berpakaian mini dress dengan kerah sabrina dan lengan sepanjang siku berwarna coklat muda, dipadukan dengan sepatu boots high heels berwarna coklat tua, dengan rambut ikal kecoklatan dan lipstick yang berwarna nude, sedangkan Bram hanya mengenakan kemeja motif kotak lengan panjang favoritnya warna dark blue dengan kancing terbuka dipadukan dengan dalaman kaos putih kerah bulat dengan celana jeans.
“Kamu mau kemana Mou?” Tanya Bram heran karena melihat penampilan Maudy Yang sangat berbanding terbaik dengan penampilannya yang santai
“Ya mau jalan lah sama kamu,,kamu mau bawa aku kemana? Lagian kamu kok pakaiannya kaya gitu sih,,kita tuh gak matching Bram, kamu tuh ngerti fashion ga sih, kalau mau nge date itu yah pakaiannya harus rapih dan formal dong, biar kesan pertamanya itu spesial, ini kamu kok pakaiannya kaya peternak sih” Ucap Maudy panjang lebar, membuat Bram yang mendengarnya langsung mengangkat kedua alis mata dan sedikit terbelalak mendengar ocehan Maudy yang sangat perfectionists.
“Yah..maaf,,aku gak tau kalau mau nge date,,lagian outfit nge date versi aku ya begini ini, senyamannya aku” kesal Bram
“Ckk...kamu tuh ya, bukannya kamu sendiri Yang ngajakin aku nge date? Mama aku bilang katanya kamu nelpon minta izin ke mama mau ajak aku nge date, gimana sih!”
“Haaa?! Kaya nya ada yang gak beres nih,, aku kesini tuh disuruh mama nganterin kue ini” Ucap Bram
“Haaa!? Bukannya kamu mau ajakin aku nge date ya?” Tanya Maudy
Bram hanya menggelengkan kepalanya dengan mimik wajah Yang tak kalah heran.
“Ini pasti ulah mama kamu dan mama ku deh” Ucap Maudy
“Terus gimana, apa kamu mau jalan sama aku yang gak matching dengan kamu gini?” Tantang Bram karena dia tau dia bukan tipe cowok idaman Maudy
“Mm...ya...yaudah deh,,,terpaksa,,sayang dong dandanan ku yang udah maksimal ini cuma buat ngobrol dirumah,,heemmm..ya udah yuk jalan” ajak Maudy membuat Bram terkejut karena ternyata Maudy bersedia.
“Braaammm..!! Kamu gimana sih?! Masa pintu aku gak dibukain, kamu tuh gak pernah nge date ya? Atau kamu gak pernah pacaran sama sekali?!”
“Oh..iya..sorry..sorry..aku lupa” ucap Bram sambil berlari kecil dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Maudy pun naik kemobil Bram setelah Bram membukakan pintu mobil untuk Maudy dan Bram pun mulai memutar kemudinya.
“Terus,,,kita mau kemana nih?” Tanya Bram yang tak mengalihkan pandangannya yang fokus menatap jalanan, membuat Maudy kesal melihat tingkah Bram
“Duuhh!! Kamu tuh ya,,bisa gak sih kalau ngomong itu, orang yang diajak ngomong itu diliat!”
“Ya ampuuun Mou,,,kalau aku liat ke kamu ntar kita nabrak dong” ucap Bram
“Kan gak terus ngeliat ke arah aku,,cuma noleh sebentaran doang, paling cuma seper berapa detik juga! emang kamu gak ada romantis - romantisnya ya jadi cowok, harusnya tuh kamu kasi kesan yang manis dong, jangan buat cewek jadi ilfil!” Omel Maudy yang seketika membuat wajah Bram berubah warna seperti kepiting rebus.
Bram mulai emosi dengan tingkah Maudy yang segala harus sesuai keinginannya yang super duper perfect itu, namun segera Bram menghapus dada, mengingat ini adalah rencana mama mereka, dan dia gak mau membuat hubungan mamanya dan tante Siska menjadi tidak baik karena tingkahnya, hingga sebisa mungkin Bram menuruti segala keinginan Maudy.
Sesampainya di sebuah caffe, Bram pun membukakan pintu mobil Maudy, lalu mereka berjalan beriringan masuk kedalam caffe tersebut.
Setelah duduk ditempat yang dipilih oleh Maudy mereka pun memesan makanan,sambil menunggu makanan pesanan mereka datang, sesekali Bram memulai percakapan untuk mencairkan suasana yang sedikit kaku.
“Ohya Mou,, kamu udah lama pulang ke Indonesia? Memang rencana mau berkarier di sini atau cuma liburan aja?” Tanya Bram, tapi tanpa disangka, Bram malah mendapat jawaban yang tak disangka
“Kamu kok nanya nya gitu sih, kamu gak suka ya aku disini, kok kamu tanya - tanya begitu?”
“Eh..bukan gitu maksudnya Mou,,aku cuma nanya kamu mau menjalankan ilmu yang kamu dapat disini atau kembali lagi keluar negeri dan berkarier disana, gak ada maksud apa - apa kok” jawab Bram yang merasa tidak enak atas pertanyaannya barusan.
“Aku belum mikir kesitu, aku lagi menikmati liburan aku disini, liat nanti deh,,kalau kira - kira ada sesuatu yang membuat aku harus tetap bertahan disini ya aku bertahan, tapi kalau gak ada yang membuat aku bertahan disini ya...aku balik” terang Maudy
“Kalau aku jadi kamu Mou,, mending aku tetap di Paris aja, sambil nambah ilmu aku sambil berkarier juga,terus buat nambah pengalaman juga, kan seru tuh,, di negeri orang banyak hal baruyang bisa kita pelajari” ucap Bram tanpa dosa
“Oh...jadi kamu emang gak suka ya aku disini,,?!! Kamu pengennya aku balik ke Paris lagi ya?”
“Ng...ng...Nggak gitu Mou,,,aku senang kok kamu disini, jadi aku punya teman ngopi dan ngobrol bertukar pengalaman” ucap Bram salah tingkah
“Teman ngopi kamu bilang?? Emangnya aku ini surat kabar atau majalah gitu? Kok dijadiin teman ngopi sih!” Ucap Maudy sewot
“Ya Tuhan..salah lagi deh gua,,mau nya apa sih ni cewek,, kok salah terus gua di matanya,, apa gua pindah ke telinganya aja kali ya biar gak keliatan jadi ga salah terus” ucap batin Bram
Suasana hening diantara mereka berdua, Bram pun tidak melanjutkan lagi obrolan yang sudah merusak suasana kencan pertama merek San tak lama makanan pesanan mereka pun datang.
Dengan segera Bram menghabiskan makanannya berharap agar mereka bisa cepat - cepat pulang kerumah.
“Bram..kamu lapar ya? Kok makannya kaya udah tiga hari gak makan” tanya Maudy dengan polosnya, membuat Bram geram mendengarnya, namun dia menahan emosinya agar tidak terjadi keributan lagi
“Eh...iya tadi Dirumah belum sempat makan, disuruh mama buru - buru sih,, gak apa ya,, makannya agak sedikit bar - bar, maklum kebiasaan dihutan” ucap Bram yang membuat ekspresi wajah Maudy berubah kecut dengan alis mata yang berkerut.
Setelah Bram selesai makan dia terus berdoa agar semua penderitaannya segera berakhir, dia pun bisa pulang kerumahnya.
“Udah selesai makannya Mou? Abis ini kamu mau kemana lagi?” Tanya Bram ber basa basi, padahal dihati berharap agar Maudy segera mengajaknya pulang, dan tak disangka - sangka, Tuhan mendengar do’anya, Maudy pun meminta untuk diantarkan pulang kerumahnya.
Sakin senangnya mendengar Maudy meminta diantarkan pulang, dengan spontan Bram pun berucap,
“Syukurlah kalau begitu”
“Haa...kamu ngomong apa tadi Bram ?” Tanya Maudy
“Eh..nggak kok gak ngomong apa - apa, iya kita pulang sekarang ya” ucap Bram dengan wajah tersenyum lebar.
Diperjalanan pulang mengantarkan Maudy, Bram tidak bicara sepatah kata pun, belajar dari kesalahan sebelumnya, akhirnya tiba lah mereka Dirumah Maudy, Bram pun membukakan pintu mobil Maudy San dia pun langsung berpamitan pulang.
“Mou aku langsung pulang ya. Ada sedikit keperluan, salam buat Mama kamu, maaf aku gak sempat mampir, aku jalan ya Mou” pamit Bram
“Ok deh,,ntar kapan - kapan kita nonton ya” ucap Maudy
“Ok..sip..aku jalan ya Mou,,”
“Ok..hati - hati ya, salam sama tante Nia” ucap Maudy sambil melambaikan tangannya kearah Bram yang dibalas senyuman kecut oleh Bram.
Didalam mobil, Bram bergidik membayangkan pertemuannya dengan Maudy tadi,
“Hiiii.horor banget dah ah si mama, cewek super duper perfectionist dan bawel begitu,, nggak banget deh,,!! mending gua sama janda daripada sama gadis tapi modelnya begitu!!” Ucap Bram sambil memutar kemudinya menuju kerumahnya.