
“Gimana perasaan kakak ke kak Bram saat ini ?”.
Neyna tersenyum mendengar pertanyaan Rheina barusan yang ditujukan padanya.
“Maksud kamu perasaan apa Rhe?” Tanya Neyna berpura - pura tidak tau maksud pertanyaan Rheina
“Ya..ya perasaan kakak sekarang ke kak Bram itu gimana, apakah masih Sama seperti dulu, atau bahkan lebih atau berkurang?”
“Kakak gak tau Rhe,, saat ini kakak masih menganggap kak Bram itu Sama seperti saat sekolah dulu,, dia kakak kelas yang baik, humble dan ditambah lagi sekarang dia adalah sepupu Wanda suami kakak”
Ucap Neyna hati - hati,
“Oh...ok Sama seperti dulu ya kak,,seandainya nih...kak Bram nembak kakak untuk Yang kedua kalinya, kakak bakal Terima apa gak?” Tanya Rheina Yang membuat Neyna tersentak
“Nembak..?? Memangnya masih pantes ya? Hahaha....kamu Rhe...mana ada emak - emak ditembak,, udah gak jamannya lagi,,kamu tuh ada - ada aja ya”
“Kak...Rhe nanya serius lo,,kakak jawab dong”
“Rhe..kalau udah jadi ibu itu udah gak sempat mikirin Yang begituan, Yang ada difikiran itu Cuma gimana caranya memberi Yang terbaik untuk anak, membesarkannya dan mengikuti setiap fase pertumbuhannya, Cuma itu Rhe”
“Tapi kan kakak berhak untuk bahagia juga”
“Tapi Yang menjadi kebahagiaan seorang ibu itu hanya melihat anaknya bahagia Rhe, itu sudah lebih dari cukup buat seorang Ibu”
“Walaupun mengesampingkan kebahagiaan kakak sendiri?”
“Kenapa harus mengesampingkan kebahagiaan kakak,, justru itulah Yang menjadi sumber kebahagiaan kakak”
“Iya..tapikan Yang namanya hidup kita butuh teman untuk berbagi kebahagiaan, kesedihan dan semua yang kita alami kak, kalau kita punya teman untuk berbagi kan lebih lengkap kak”
“Rhe..semua kebahagiaan Kakak itu ada di Rey, itu lebih dari cukup buat kakak”
“Kalau untuk menikah lagi,,gimana kak?”
Pertanyaan Rheina ini sontak membuat Neyna terkejut dan terdiam.
“Kakak rasa kita gak perlu membahas ini lagi ya,,udah malam, mending kita tidur”
Neyna pun Beranjak keatas kasur Rey, sedang Rheina merebahkan tubuhnya diatas kasur disebelah kasur Rey, dia masih berfikir bagaimana caranya menyatukan kedua mahluk yang saling mencintai tapi belum bersatu.
Diliriknya kearah kasur tempat Rey dan Neyna, Neyna sudah tertidur pulas, Rheina masih berfikir bagaimana cara menyatukan mereka yang diyakini Rhe masih ada rasa cinta dihati Neyna.
Sementara didalam mobil Bram, hanya tinggal Bram dan mamanya, setelah mereka mengantarkan opa dan oma.
“Ma,,Bram mau ngomong sesuatu”
“Serius banget, mau ngomong apa nak?”
“Mama stop deh jodoh - jodohin aku sama anak teman - teman mama ya”
“Loh..emang kenapa? Maudy kurang apalagi sih Bram ? Udah cantik, berpendidikan, lulusan luar negeri lagi, keluarganya juga kita udah kenal, apa lagi sih nak? Kamu tuh ya, jangan kerjaa....mulu sampe lupa urusan jodoh, umur kamu udah berapa coba ? Mama yang deg-degan kamu belum nikah sampe sekarang”
“Iya tapi aku malu ma,, udah berapa anak teman mama yang dikenalkan ke aku, aku jadi berasa gak laku deh, sampe dicari in segala, udah ya ma,,jangan lagi,, cukup Maudy yang terakhir ya ?” Pinta Bram
“Wahh..berarti Maudy cocok nak,,iya ? Alhamdulillah” ucap mamanya girang sambil menengadahkan kedua telapak tangannya keatas bersyukur
“Ihh... mama apa sih?! Buka itu maksudnya, bukannya Bram udah cocok sama Maudy mama”
“Lahh..terus apa dong? Tadi kamu bilang Maudy yang terakhir, berarti kan kamu udah nemu dong tulang rusuknya kamu?”
“Mamaku sayang,,bukan itu maksud Bram mama, kalau Maudy itu udah deh.. kami gak ada kecocokan ya ma, gak usah dicocok - cocokin lagi, udah stop!!”
“Ok..mama stop,, terus emang kamu udah dapat tulang rusuknya ?” Tanya mama Nia
“Tulang rusuknya siapa ma?”
“Tulang rusuknya sapi !! Ya tulang rusuknya kamu lah,, masa tulang rusuk papa!! Kamu ini ya!” Sewot mamanya
“Hemm...” ucap mama singkat
“Ma.. sebenarnya Bram udah lama mau cerita ke mama, cuma saatnya belum tepat, tapi karena saat ini mama terus - terusan ngebahas masalah jodoh sama Bram dan ditambah lagi waktunya juga sudah tepat, Bram akan bilang sama mama, kalau Bram udah menemukan tulang rusuk Bram yang Bram cari selama ini”
“Ohya nak..?! Siapa nak? Ini bukan prank kan? Kamu gak lagi mau ngerjain mama kan?”
“Gak ma..kali ini Bram serius, Bram udah gak mau becanda lagi ma”
“Siapa orangnya nak ? Temen kamu sekolah, kuliah, kerja atau teman hangout kamu ?”
“Tapi mama janji jangan kaget apalagi marah ya ? Terima aja dengan lapang dada,, karena memang mungkin ini takdir Tuhan yang ia tuliskan untuk kami”
“Ok..insyaa Allah mama gak akan marah, siapa nak ?”
“Ne..Ney...Neyna ma” ucap Bram
hati - hati sambil melirik kearah mamanya.
Terlihat raut wajah mamanya terkejut dan berubah, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mamanya, bahkan yang tadinya mama masih bercanda dan menggoda Bram kini hanya terdiam.
“Ma...mama gak apa -apa ? Mama marah ?” Tanya Bram pelan
“Mmm..nggak...mama gak marah kok, sejak kapan kamu menyukai Neyna ?”
“Sejak SMU ma, mama ingat gak waktu Bram mau berangkat kuliah ke Bandung, waktu mama nganterin Bram ke stasiun kereta, ada dua orang temen Bram juga ikut datang mengantarkan Bram berangkat, satu cowok dan yang satunya cewek”
Terlihat mama sedang berfikir dan mengingat - ingat ucapan Bram, lalu berucap
“Oh..iya mama udah ingat, tapi bukannya dia datang sama temen cowoknya, maksud mama pacarnya, pacarnya itu kan yang teman kamu?”
“Reza maksud mama? Reza itu emang sahabatnya tapi mereka bukan pacaran ma, dia cuma nemenin Neyna anterin Bram karena memang mereka udah sahabatan sejak kecil dan orang tua mereka juga udah saling kenal” terang Bram
“Jadi sejak Neyna anterin kamu ke stasiun kereta malam itu, sejak itu kamu suka sama dia?” Selidik mama
“Ya nggak lah ma,,, Bram sama Neyna itu sama - sama masuk di kepengurusan OSIS, jadi tuh Bram wakil ketua OSIS dan Neyna sekretarisnya, kita sering sama - sama kalau ada kegiatan”
“Oo...gitu,, terus kenapa gak dari dulu kamu kenalkan ke mama dan papa? Terus kenapa dia bisa kenal almarhum Wanda dan menikah dengan nya ?” Tanya mama lagi pingin tau
“Ih...mama kepo deh urusan anak muda,,jadi tuh sebelum Neyna satu sekolah sama Bram dia tuh satu sekolah sama Wanda di kota X, kebetulan papanya pindah tugas kesana, tapi cuma satu tahun disana, terus pas naik kelas dua SMU dia pindah dan kami satu sekolah dan sama - sama jadi pengurus OSIS, dulu memang kami cukup dekat ma, tapi Bram gak berani nembak Neyna, karena Bram gak pede, takut ditolak,, secara Neyna itu banyak yang suka ma, jadi setelah dia bekerja dan kami ada acara reuni SMU, Disitulah Bram nembak Neyna dan kita jadian”
“Terus kenapa Neyna nikahnya sama Wanda ?” Tanya mama lagi
“Ceritanya panjang ma, jadi tuh Neyna dan Wanda di jodohkan oleh opa dan kedua orang tua Neyna yang sudah saling kenal waktu papa Neyna bertugas di kota X, awalnya Neyna menolak,, cuma saat itu opa sedang sakit dan tidak mau dibawa berobat ke rumah sakit diluar negeri sebelum Wanda dan Neyna menikah, ya...mungkin demi kesembuhan opa dan baktinya Neyna pada orang tuanya, akhirnya dia menyetujui pernikahan itu, tapi dengan perjanjian, setahun setelah menikah mereka akan berpisah, dan selama setahun hidup bersama mereka tinggal serumah tapi seperti anak kosan aja gitu, ya.. Neyna tetap bekerja dan Wanda juga demikian”
“Tapi kan berarti mereka saling mencinta, buktinya Reyhan ada ?” Tanya mama kepo
“Ya...Wanda memang mencintai Neyna ma, bahkan cinta pertamanya adalah Neyna, tapi bertolak belakang dengan Neyna, Neyna itu benci banget sama Wanda, salah satu yang membuat Neyna pindah dari sekolah itu ya...karena Wanda yang selalu jahil dan ngerjain Neyna yang sedikit keterlaluan, hingga Neyna jatuh sakit selama sebulan tidak sekolah dan dia meminta pada papa dan mamanya untuk kembali ke kota asalnya, hingga dia mengancam jika tidak pindah sekolah ke kota asalnya, dia akan mogok sekolah, jadi karena papa masih bertugas di kota X, akhirnya Neyna dan mamanya yang pindah balik ke kota XX, sementara papanya seminggu sekali pulang”
“Kok sampai segitu bencinya Neyna sama Wanda nak ? Emang Wanda itu ngerjain Neyna sampai gimana sih ?”
“Pokoknya Wanda itu menurutnya adalah mimpi buruk yang mau dibuang jauh - jauh, sampai - sampai dia sering berucap agar lebih baik dia dibuat amnesia agar dia bisa melupakan Wanda dan beneran amnesia”
“Maksudnya beneran amnesia gimana Bram, maksud kamu pas menikah dengan Wanda dia mengalami amnesia gitu?” Tanya mama
“Jadi setelah mereka menikah, kami ada cara reuni SMU di puncak, Neyna datang bersama sahabat - sahabatnya, Disitulah Bram nembak Neyna karena Bram juga belum tau kalau Neyna sudah menikah dan dia memang menyembunyikan status pernikahannya ma, saat Bram nembak Neyna ternyata Wanda dari awal udah membuntuti Neyna, akhirnya Wanda marah dan menarik paksa Neyna pulang, dari situlah Bram tau kalau Neyna sudah menikah,, nah...saat diperjalanan pulang, mobil yang dikendarai Wanda dan Neyna kecelakaan, Wanda luka ringan sementara Neyna mengalami amnesia, setelah itu mungkin Wanda menciptakan memori baru Neyna, hingga Neyna mengakui Wanda suaminya”
“Ya Allah...Bram,,, ternyata giru ceritanya, disatu sisi mama kasian sama Wanda ponakan mama Satu - satunya, tapi disisi lain mama juga kasian dengan Neyna sampai dia mengalami trauma dengan Wanda, kaya apa sih jahil dan nakalnya wanda itu ke Neyna dulu? Tapi akhirnya mereka bisa menikah dan Neyna menikah dengan orang yang paling dibencinya,, mama gak bisa bayangkan gimana perasaan Neyna saat itu Bram, pasti dia sedih banget ya nak?”
“Pastilah ma, tapi namanya juga dia gak mau membantah orang tua, meskipun itu berat buat dia” Ucap Bram
“Jadi sekarang,,,perasaan kamu gimana ke Neyna ?” Tanya mama
“Kok mama pertanyakan lagi gimana perasaan Bram ? Mama pasti udah tau jawabnya, sekarang mama gak usah lagi jodohin Bram ya, karena Bram akan melanjutkan kisah cinta Bram Yang tertunda, gimana,,mama setuju kalau Bram melamar Neyna ?”