Deja Vu

Deja Vu
64. Berkumpul Kembali



Selesai makan malam, lalu Neyna membantu para asisten membersihkan meja makan, sementara Wanda, opa dan oma sudah beranjak menuju ruang keluarga.


“Gimana nak, apa belum ada tanda - tanda kehamilan Neyna ?” Tanya oma


“Oma, kok buru - buru banget sih mau jadi buyut,,emang udah siap?” Goda Wanda


“Emang butuh persiapan seperti apa kalau mau jadi buyut? Kamu tuh ada - ada aja ya,,kalian gak ada masalah kan? Ohya..Neyna masih bekerja ?Tanya oma, opa hanya menyimak percakapan mereka


“Ya siap - siap aja oma, bakalan digerecokin sama anak kecil,,kami baik - baik aja oma, Neyna sudah resign dari pekerjaannya, karena sebuah insiden kecelakaan” ucap Wanda, membuat opa dan oma terkejut


“Kecelakaan gimana maksudnya nak? Kalian kecelakaan?” Tanya opa


Wanda pun menceritakan kejadian kecelakaan yang menyebabkan Neyna mengalami amnesia, sehingga Neyna harus resign dari pekerjaannya.


“Ya Allah,,kenapa kamu gak kasi tau oma nak? Separah itu oma tidak tau,, jadi karena itu kamu menugaskan Vita untuk membantu Neyna Dirumah?” Tanya oma


“Iya oma,,jadikan selama aku kerja dia dirumah sendirian, kalau butuh apa- apa biar dibantu Vita, kalau aku sudah pulang kerja, semua kebutuhan Neyna aku yang bantu oma” terang Wanda


“Oma gak nyangka, baru beberapa bulan oma tinggal kamu mengalami kejadian separah itu nak,,tapi sekarang Neyna udah gak apa - apa kan nak?” Tanya oma


“Alhamdulillah gak apa - apa ma, makanya oma sama opa jangan lama ninggalin aku, janji kita harus tetap kumpul bersama - sama ya, aku juga gak akan jauh - jauh dari opa sama oma, aku bakalan jagain kalian, hartaku yang paling berharga” ucap Wanda sambil memeluk keduanya.


Opa dan oma membalas pelukan cucu kesayangan mereka, tak lama Neyna muncul


“Sini nak, peluk oma,,oma kangen kalian berdua” ucap oma memanggil Neyna untuk mendekat dan mereka pun berpelukan.


“Bahagianya bisa selalu berada diantara orang - orang yang paling aku sayangi, lindungi mereka ya Tuhan” gumam hati Wanda bersyukur, sambil melirik kearah Neyna.


Seminggu berlalu setelah kepulangan opa. Neyna merasa bosan karena tidak melakukan apa - apa.


Oma melihat kegelisahan Neyna


“Sayang, kamu kenapa, kok kaya orang bingung begitu? Kamu bosan ya dirumah terus?” Tanya oma


“Eng..nggak kok oma, cuma Ney bingung aja mau ngapai” ucap Neyna


“Ya sudah, kalau kamu mau bekerja lagi, kamu boleh kok ikut bekerja di perusahaan opa, itung - itung bantu Wanda, biar dia sempat melanjutkan kuliah spesialis nya” ucap opa


“Iddiiih!! Siapa juga yang mau kerja bareng dia males banget gua, apa gua ke tempat Rosi aja kali ya, ngilangjn suntuk” batin Neyna.


“Iya opa, nanti Ney fikirin ya” ucap Neyna, kemudian dia berpamitan masuk kekamarnya.


Neyna mencari - cari nomor telpon Rosi, karena semenjak pernikahan Caca, mereka belum pernah bertemu dan pastinya para sahabatnya itu belum tau kalau ingatannya sudah kembali.


“Hallo Ci, lo dimana?” Tanya Neyna dari ponselnya


“Iya Ney...gua dikantor? Kenapa?” Ucap Rosi


“Gua mo main kesono boleh kan? Bosen gua Dirumah mulu!” Ucap Neyna, Rosi merasa ada perubahan pada gaya bicara Neyna,


“ohh..ya udah kesini aja, gua sama Mimi lagi gak sibuk kok, gua tunggu ya” ucap Rosi


“Ok..ntar gua meluncur kesono,,bye” ucap Neyna sambil mengakhiri panggilannya.


Rosi merasa ada yang berbeda dengan gaya bicara Neyna, dia merasa Neyna sudah kembali seperti Neyna yang dia kenal dulu


“Eh Mi...kok si Neyna gua rasa agak beda ya,,semenjak amnesia kan dia lebih banyak diam ya, tapi tadi Ditelpon gaya bicaranya udah seperti Neyna yang dulu, apa jangan - jangan dia udah sadar ya?!” Ucap Rosi ke Mimi


“Yeee...mana gua tau,,kan elu yang dengerin suaranya, lagian lu bilang dia udah sadar, emang selama ini dia kemana,,koma gitu?!” Ucap Mimi


“Ahh...kita tunggu aja kedatangannya,katanya dia mau main kesini” ucap Rosi.


“Oma,,Neyna mau pamit ke tempat teman, ada yang mau Ney tanyakan” ucap Neyna berpamitan


“Oh..ya udah sayang, kamu hati - hati ya, kamu diantar supir atau setir sendiri? Ohya..jangan lupa kabari Wanda kamu perginya kemana ya nak?” Ucap oma


“Iya oma,,Ney setir sendiri aja,,Ney pergi dulu ya oma, opa Assalamu’alaikum” Neyna berpamitan sambil mencium tangan oma dan opa.


“Iya,,hati - hati ya nak,,walaykumsalam” jawab oma dan opa.


Neyna pun beranjak keluar rumah, menuju parkiran mobil, Neyna mencari - cari mobilnya


“Mobil gua dimana ya, apa jangan - jangan masih diapartemen lagi?” Ucap Neyna, kemudian dia meraih ponselnya menghubungi Wanda


“Hallo,,mobil aku kamu taruh dimana?” Tanya Neyna tanpa basa - basi


“Assalamu’alaikum dulu,,,” ucap Wanda


“Haa...iyyaa..Assalamu’alaikum,, mobila aku kamu kemanai? Aku mau keluar ada perlu” ucap nya singkat


“Walaykumsalam,,mobil kamu disitu kok,,tanya sama pak Rahmat deh” ucap Wanda santai


“Sebentar, jangan dimatiin” ucap Neyna dan dia pun bergegas menemui pak Rahmat


“Pak,,mobil saya dimana ya pak? Kok dari tadi saya cari - cari gak ada, apa masih di apartemen Wanda ya?” Tanya Neyna pada pak Rahmat


“Loh...itu mobil mba Neyna, dari tadi disitu aja gak kemana - mana” ucap si bapak sambil menunjuk kearah mobil sedan edisi terbaru berwarna merah


Tanpa memperdulikan pak Rahmat, Neyna langsung melanjutkan teleponnya dengan Wanda


“Ini bukan mobil aku, apa mobilku masih diapartemen?” Tanya Neyna


“Iya seperti kata pak Rahmat itu mobil kamu, emang kamu cari mobil yang mana lagi?” Tanya Wanda pura - pura tidak tahu


“Ya mobil aku yang lama lah! Ini kan mobil baru dan ini bukan mobil aku” ucap Neyna jutek


“Ohh...berarti yang parkir disitu mobil kamu yang baru dong, udah pake itu aja ya, hati - hati nyetirnya jangan ngebut” ucap Wanda santai


“Susah ya ngomong serius sama kamu! Aku tuh serius nanya mobil aku kemana?” Ucap Neyna yang mulai naik darah


“Aku ada meeting,, kalau kamu mau keluar pake itu aja, karena itu mobil baru kamu, sebagai hadiah karena kamu sudah menjadi istri yang melayani suami dengan baik, udah dulu ya istriku, Assalamu’alaikum” ucap Wanda mengakhiri sambil tertawa puas karena sudah membuat Neyna kesal.


“Haaaahh!! Dasar tidak waras,,sejak kapan aku jadi istri yang melayani suami dengan baik?? Eh tapi...apa saat aku amnesia dia sudah mengambil kesempatan? Ahh...apa jangan - jangan dia tidak mematuhi perjanjian itu?! Dasar Brutus,,awas saja kalau kau sudah mencuri kesempatan!” Ucap Neyna yang masih kesal.


“Pak Rahmat,,mana kunci mobilnya?” Pinta Neyna


“Oh..ini mba monggo,,tadi pagi sudah saya angetin kok mba, jadi mba bisa langsung jalan” ucap pak Rahmat


“Haa??apa tadi pak,,di angetin? Apanya yang diangetin pak,,mobilnya maksud bapak??” Tanya Neyna


“Iya mba,,mobilnya mba ini,,tiap pagi saya angetin walaupun tidak dibawa” terang pak Rahmat polos


“Yee..si bapak,,,sayur sup kali pak diangetin,,bapak ada - ada aja ah,,,mobil pake bahasa diangetin segala,,,hihihi...” goda Neyna sambil tertawa.


Kemudian Neyna membuka pintu mobil dan memasukinya. Maksudnya apa sih, pake beliin gua mobil segala,gua kan udah punya mobil, apa dia malu gua naik mobil jadul? Gua aja yang sehari - hari pake tuh mobil gak malu tuh. Emang dasar Brutus gengsi aja di Gede in,,huuu... “ Neyna mengoceh sepanjang perjalanan menuju kantor Rosi.


Sementara itu diruang keluarga rumah opa, oma dan opa tampak sedang berbicara serius.


“Bu...sepertinya Tuhan sedang menghukum ku atas perbuatan ku dimasa lalu terhadap anak - anakku, aku yang terlalu memaksakan kehendakku pada mereka, sehingga satu persatu mereka pergi, mungkin aku harus mencarinya dan aku akan memohon maaf padanya bu” ucap opa dengan mata yang berkaca - kaca.


Oma hanya tersenyum lembut menanggapi ucapan opa sambil menepuk lembut tangan opa.