Deja Vu

Deja Vu
39. Antara Misi Dan Nasi



Hari itu hari jum’at, Neyna masih dikantor. Besok dia dan sahabat - sahabatnya akan beranjak ke puncak untuk menghadiri undangan reuni SMU Tunas Mandiri. Neyna menelpon Caca.


“Ca,,,lo berangkat jam berapa dari sana? Biar gua jeput distasiun kereta,ntar lo diculik orang” goda Neyna.


“Iya,,ntar kalau udah berangkat gua hubungi lo ya, gua lagi ngasi ulangan nih buat anak-anak. Kelar ngajar gua langsung cabut deh”


Telpon pun terputus.


Sore itu sepulang kerja Neyna gak langsung pulang, Neyna ke kantor Rosi sambil menunggu kereta yang membawa Caca.


“Jam berapa kereta nya nyampe Ney?” Tanya Rosi,


“Katanya sih jam 9 malam nanti,gua males pulang, mending disini aja dulu”. Ucap Neyna sambil selonjoran di sofa di ruangan Rosi.


Rosi dan Mimi masih melanjutkan pekerjaannya. Neyna pun tertidur disofa, Mereka membiarkan Neyna tertidur “mungkin dia lelah” ucap Mimi.


Terdengar deru ambulance sangat memekakkan telinga, terasa sangat dekat dan nyata ditelinga Neyna. Dia memang sangat takut dengan suara itu.


“Ada apa itu,,kenapa suaranya dekat sekali,,apa yang terjadi?! Ah...ya sudah lah,,mudah-mudahan semua baik-baik saja” terdengar suara orang-orang memanggil namanya.


“Ney,,Neyna,,,Neyna...bangun Ney!!”


Neyna tersentak dan membuka matanya, dahinya basah karena berkeringat. Barusan dia bermimpi mendengar suara ambulance yang sangat dekat ditelinga nya.


“Ehh,,kalian ada dengar suara ambulance gak sih tadi?” Tanya Neyna ke Rosi dan Mimi. Mereka berdua saling pandang.


“Kita gak ada dengar suara apa-apa Ney, dari tadi kita disini lagi kerja, Cuma dengar suara dengkuran elu,-sampe mimpi segala, udah gih jeput Caca, udah jam setengah sembilan tuh” ucap Rosi.


“Ci,,Caca biar nginap tempat gua aja ya, gua ikut Neyna jeput caca” ucap Mimi ke Rosi. Rosi pun mengiyakan. Neyna dan Mimi pun beranjak dari kantor Rosi menuju stasiun kereta.


Sesampainya distasiun kereta, Caca baru aja keluar dari kereta. Mimi pun memanggil Caca.


“Caca,,sebelah sini!” Teriak Mimi yang suaranya melengking memekakkan telinga, Neyna pun mengerutkan alisnya.


“Haii...kangen kalian..” sapa Caca sambil memeluk Neyna dan Mimi. Lalu mereka menuju parkiran mobil dan langsung menuju apartemen Mimi.


“Lo udah makan Ca? Apa kita mau makan dulu?” Tanya Neyna sambil memutar kemudinya.


“Gua udah makan tadi di kereta, kita langsung aja ya, gua nginap dimana nih, ceritanya?”


“Nginap ditempat gua aja ya Ca, banyak yang mau gua ceritain ke elo, lagian Neyna udah punya suami, Rosi juga udah punya pacar, lah kita??!” Ucap Mimi.


Mereka pun tertawa. Neyna membawa mereka menuju apartemen Mimi. Suana dalam mobil berisik sekali kalau udah Mimi dan Caca berkolaborasi, keduanya ngomong ntah siapa yang akan menjadi pendengar.


Tiba di apartemen Mimi, Neyna ngobrol sejenak dengan kedua sahabatnya itu. Lalu dilihatnya jam ditangannya menunjukkan pukul 22.00 wib.


“Eh..gua cabut dulu ya, udah malam, besok kita ketemu lagi, besok naik mobil gua aja ya, Rosi pasti sama kak Rendy. Gua jeput jam 10, jangan telat bangun, Ok,, Daaahh”


Neyna pun pamit pulang pada dua sahabatnya itu. Neyna sudah tidak sabar menunggu hari esok, entah kenapa dia sangat bersemangat sekali, walaupun Bram tidak datang.


“Kak Bram,,,andai saja kakak bisa datang, betapa bahagianya Ney kak,,Neyna kangen banget kak !”


Sesampainya diapartemen, lagi-lagi Wanda sudah lebih dulu tiba. Neyna langsung masuk kekamarnya untuk menghindari Wanda, karena pasti dia akan memancing keributan.


Neyna terlihat sibuk mempersiapkan barang yang akan dibawanya untuk acara reuni besok. Keluar masuk kamar, menyiapkan semua keperluan.


Wanda memperhatikan Neyna, naluri keingin tahuannya pun memanggil, akhirnya dia bertanya pada Neyna.


“Kok sibuk amat,,emang mau kemana?” Tanya Wanda yang berdiri didepan pintu kamar Neyna yang terbuka.


“Ngapai kamu masuk?!” Ucap Neyna jutek, dia masih sibuk menyusun pakaiannya kedalam tas.


“Siapa yang masuk ? cuma didepan pintu aja, lagian siapa suruh pintunya terbuka, emang kamu mau kemana?”


“Besok aku gak pulang mau keluar kota, minggu aku balik”


“Memangnya mau kemana kok pake gak pulang segala? Acara apaan, acara kantor?” Selidik Wanda.


“Duhhh berisik deh!! Pokoknya besok aku mau keluar kota, lagian kepo amat sih, aku aja gak pernah kepo in urusan kamu, mau kemana, sama siapa!” Neyna mulai kesal.


“Beda dong,,aku kan suami kamu, aku bertanggung jawab atas kamu, karena papa kamu udah nitipin kamu ke aku, walaupun kita nikahnya cuma sandiwara”


“Aku bukannya mau ngadu, cuma aku harus tau kamu pergi kemana dan sama siapa aja, oke kalau pernikahan ini sandiwara menurut kamu, tapi dimata hukum dan agama kita pasangan suami istri yang sah, jadi apapun yang berkaitan dengan kamu aku perlu tau!”


“Wahhh ada yang ngelunjak nih kaya nya!! bukannya kamu udah setuju ya soal perjanjian pranikah itu? apa perlu aku bacain satu persatu isi dan poin-poinnya?!”


“Gak perlu,,aku juga tau kok, tapi yang jadi permasalahannya didalam perjanjian itu tidak ada memuat suami atau pun istri dilarang ataupun tidak boleh mengetahui apapun kegiatan diluar sana, jadi gak salah dong aku bertanya kamu mau kemana dan sama siapa?! misalnya nanti papa kamu nelpon terus tanya kamu dimana terus apa pantas aku jawab gak tau? Aku rasa kamu udah dewasa ya, jadi gak perlu aku jelaskan lagi!”


Neyna menarik nafasnya, menghembuskannya kasar, kemudian keluar kamarnya menuju dapur untuk mengambil air minum.


Wanda mengikuti Neyna menuju dapur, masih menunggu jawaban. Neyna merasa Wanda sudah mulai ikut campur urusan pribadi Neyna. Tiba-tiba ponsel Neyna berbunyi, telpon dari Rosi.


“Iya Ci,,gua udah dirumah, lo bareng kita? Terus Kak Rendy gimana? oh gitu,,ok,,besok lo jeput gua ya..jam 9, ok byee”.


Wanda mendengar pembicaraan neyna dan Rosi. Neyna masuk kekamarnya, untuk menghindari Wanda.


Keesokan paginya, pukul 05.30 wib alarm ponsel Neyna berbunyi. Neyna beranjak kekamar mandi untuk mandi dan menunaikan shalat shubuh.


Setelah selesai shalat Neyna menuju dapur menyiapkan sarapan, sambil melihat kearah pintu kamar Wanda, untuk memastikan Wanda sudah bangun atau belum.


Selesai memasak Neyna langsung bersiap-siap. Diliriknya jam dinding, masih pukul 07.10 wib. Masih lama, fikirnya.


Neyna melirik lagi kearah pintu kamar Wanda, masih belum ada tanda - tanda penghuninya bangun.


”duuhh Rosi lama banget sih,,ntar keburu si Brutus bangun lagi!”.


Dikamar Wanda, dia sudah dari pagi bangun dan sudah bersiap - siap. Wanda akan mengikuti kemana Neyna akan pergi bersama teman - temannya itu.


Mencium aroma nasi goreng masakan Neyna, perutnya pun langsung meminta untuk diisi.


Semenjak pertama kali Wanda makan masakan Neyna, dia langsung ketagihan, maunya makan masakan Neyna terus, hanya saja dia masih gengsi untuk meminta langsung.


“Duuh perut gua keroncongan lagi, wangi banget masakannya. Neyna masak apa ya? Nanti kalau aku keluar udah rapi begini dia curiga lagi kalau aku mau ngikuti dia, ahh,,apa gua ganti baju dulu aja kali ya”


Wanda ngomong sendiri didalam kamarnya. Perutnya lapar, sementara dia udah bersiap - siap mau mengikuti kemanapun Neyna pergi.


Terdengar suara Neyna sedang berbicara di telpon.


“ya Ci,,lo udah dibawah? Ok gua turun ya”.


Neyna langsung meraih tasnya, sambil melihat kearah pintu kamar Wanda yang masih tertutup.


“ bagus lah dia masih tidur” ucap Neyna.


Setelah terdengar pintu tertutup, Wanda langsung keluar dari kamarnya. Tapi Wanda merasa perutnya minta diisi, apalagi hari ini Neyna memasak nasi goreng, makanan kesukaannya.


“Wahh gimana ini?! Jadi bingung, nasi goreng dulu apa ngikuti dulu ya?ah.. aku bawa aja deh,lumayan buat bekal sambil ngikuti Neyna” ucap Wanda.


Dia langsung ke dapur mengambil wadah yang tertutup dan memasukkan nasi goreng plus telur ceplok nya, tak lupa dia membawa satu toples kerupuk yang ada di meja makan.


Wanda langsung berlari menuju parkiran. Wanda sengaja mengganti mobilnya dengan mobil sport miliknya yang sudah lama tidak digunakannya karena dia sibuk kuliah agar Neyna tidak mengenali.


Wanda langsung mengejar mobil Rosi. Wanda yang hobbi balapan dan lihai mengemudi di jalan padat sekalipun, sangat mudah baginya untuk mengejar mereka.


Akhirnya posisi mobil mereka hanya berbatasan antara 1 mobil saja. Wanda terus mengikuti kemana mobil Rosi.


Mobil Rosi masuk ke areal parkir apartemen Mimi. Mimi dan Caca pun masuk kedalam mobil Rosi. Rosi pun melajukan kendaraannya menuju perkebunan teh dimana acara reuni berlangsung.


Hai..hai...


Assalamu’alaikum...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, kasi like, commen dan vote nya.


Biar author makin semangat lagi.


Terima kasih


La Shakila 🌷