Deja Vu

Deja Vu
41. Reunian



Caca masih terlihat gugup. Sedang Rehan terlihat santai dan ramah.


“Kamu apa kabar, sekarang kegiatannya apa?” Tanya Rehan.


“Ngngg..kegiatan ku sekarang mencerdaskan anak bangsa,, Iya itu mencerdaskan anak bangsa” Ucap Caca gugup.


Rehan tersenyum mendengar ucapan Caca,


“Maksud kamu jadi staf pengajar?” Tanya Rehan masih sambil tersenyum melihat tingkah Caca yang masih terlihat gugup.


“Haaa iiiyaa.itu staf pengajar,, kamu sendiri apa kegiatannya sekarang?” Tanya Caca.


“Aku ASN di Dinas Pekerjaan Umum tugasnya di ibukota” terang Rehan. Dibalas anggukan oleh Caca. Mereka pun mulai ngobrol santai.


Terlihat sudah mulai banyak yang hadir di acara reunian malam itu, panitianya bekerja Sama dengan EO menjalankan acara.


Rosi mencari - cari keberadaan Rendy, yang katanya hadir.


“Kenapa lu Ci,,clingak - clinguk udah kaya sowang lu!” Ucap Neyna.


“Hemmm..gua tau Ney,,dia kan udah punya pacar, otomatis dong, memantau dimana posisi si manusia es batu itu” ucap Caca


“Apa sih heboh aja deh! wajar dong, emang elu Ca, si manusia jomblo berformalin!” Ledek Rosi, ditanggapi Caca dengan menaikkan bibirnya.


Mereka berempat duduk dalam satu meja. Terlihat Neyna sedang melamun membayangkan andai saja Bram bisa hadir malam ini.


“Kak Bram,,andai kakak bisa hadir malam ini, Neyna kangen banget kak, Neyna pingin mencurahkan Isi hati Neyna. Seandainya kakak tau apa yang udah terjadi, Neyna harap kakak ngerti posisi Neyna”


“Woii,,melamun aja neng!! Ntar jauh jodohnya lo!” Suara Mimi mengagetkan Neyna.


Acara pun dimulai, setiap angkatan mengutus satu perwakilan untuk menyampaikan kata sambutan.


Setelah selesai acara formal, kemudian masuk lah keacara games kekompakan. Neyna dan para sahabatnya ikut berpatisipasi dalam games tersebut, terlihat Rendy yang juga sudah hadir dan memberi semangat pada tim Neyna, yang membuat teman-teman satu angkatannya keki.


Setelah selesai bermain games, lanjut acara bebas. Dari menyanyi, stand up comedy sampai nembak gebetan juga ada.


Reza pun menyumbangkan satu lagu beraliran under ground yang memekakkan telinga dan gak jelas liriknya itu, spontan Neyna dan para sahabatnya menutup wajah mereka.


“Busset!! Si Reza nyanyi apaan itu, kok suaranya kaya habis ketelan microphone yak!!” Celetuk Caca


“Waahh!! Ini sih bikin malu angkatan aja deh si Reza!” Otomatis mereka berempat yang berada dalam satu meja tiarap menutup wajah mereka dengan telapak tangan mereka sambil sesekali menutup telinga dengan raut wajah meringis.


Caca yang membawa shebo atas Saran Neyna, secepatnya mengeluarkan shebo dan memakainya, hingga hanya matanya saja yang terlihat.


“Nahh..aman kan gua,,gak bakal ada yang ngenalin gua kalau pake ini, Jadi gak perlu repot nutupi wajah akibat ulah Reza, emang bermanfaat juga ide Neyna”


ucap Caca yang sudah mengangkat wajahnya karena wajahnya sudah tertutup hanya menyisakan dua biji matanya.


Sementara Neyna, Rosi dan Mimi masih tetap mengarahkan wajahnya dengan posisi tiarap diatas meja.


Setelah Reza selesai Ntah itu bernyanyi atau pun kumur - kumur, yang jelas semua yang hadir merasa ada yang salah pada telinga mereka.


Kemudian setelah segala hiruk pikuk yang barusan terdengar di telinga, tiba - tiba berganti dengan suara gitar yang mengalun lembut dengan suara penyanyi yang merdu.


Aku masih ada di sini


Masih dengan perasaanku yang dahulu


Tak berubah dan tak pernah berbeda


Aku masih yakin nanti milikmu


Aku masih di tempat ini


Masih dengan setia menunggu kabarmu


Masih ingin mendengar suaramu


Cinta membuatku kuat begini


Aku merindu, ku yakin kau tau


Tanpa batas waktu, ku terpaku


Aku meminta walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh di mata tapi dekat di doa


Aku merindukanmu


Aku masih di dunia ini


Melihatmu dari jauh bersama dia


Walau pasti ku terbakar cemburu


Tapi janganlah kau ke mana-mana


Aku merindu, ku yakin kau tau


Tanpa batas waktu, ku terpaku


Aku meminta walau tanpa kata


Aku merindu, ku yakin kau tau


Tanpa batas waktu, aku terpaku


Aku meminta walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh di mata tapi dekat di doa


Aku merindukanmu


Aku merindukanmu


Aku merindukanmu


Tanpa Batas Waktu


By Fadli Padi


Serentak Neyna, Rosi dan Mimi mengangkat wajah mereka. Mereka terbelalak melihat siapa yang berada didepan dengan gitarnya.


“Kak braammm..,!!”


Serentak Rosi, Mimi dan Caca menoleh kearah Neyna yang masih terpaku tak berkedip menatap kearah Bram yang sedang memainkan gitarnya sambil bernyanyi.


Jantung Neyna bergemuruh seperti suara petir menyambar, bibirnya bergetar dan sudut matanya mulai mengeluarkan butiran kristal bening.


Sampai Bram selesai bernyanyi, Neyna masih tidak berkedip menatap tak percaya, Bram hadir malam itu.


“Ney.. lo yang sabar ya” ucap Caca sambil mengelus punggung Neyna. Rosi melihat kelakuan Caca langsung melotot ke Caca, Caca pun menjauh.


Ternyata Bram datang bersama Rendy, tanpa sepengetahuan Rosi, karena memang Bram meminta untuk merahasiakannya.


Setelah Bram selesai bernyanyi, semua yang hadir riuh bertepuk tangan. Kemudian Bram berjalan menemui Neyna yang masih berdiri terpaku. Bram meletakkan gitarnya.


“Assalamu’alaikum neng cantik, apa kabar ?” Sapa Bram. Neyna tersenyum sambil meneteskan air mata bahagia.


Bram kemudian mendekati Neyna meraih pundaknya dan memeluknya. Neyna tak berkata apa - apa, tangisnya pecah dalam dekapan Bram, orang yang sudah lama dirindukannya.


“Uwhhh...neng kok nangis sih? Cep..cep..cep..udah dong malu atuh diliatin yang lain” ucap Bram, namun Neyna tidak perduli, tangisnya semakin menjadi.


“Kak,,,ini seperti mimpi, akhirnya Kakak hadir disini, terlalu sakit rasanya kak,, andai kakak tau apa yang sebenarnya terjadi, apakah kakak akan mengerti dan memaafkan Neyna, Neyna gak siap kak,,sungguh Neyna belum siap”


Dalam hati Neyna berkata - kata. Sementara Rosi, Mimi dan Caca terdiam menatap mereka. Rosi sangat paham bagaimana perasaan Neyna saat ini.


Sementara di parkiran, Wanda masih berada didalam mobilnya. Wanda merasa Kalau dia tetap didalam mobil dia tidak akan bisa melihat apa yang terjadi diluar sana dan dia memutuskan keluar dari mobilnya.


Sambil memakai atribut penyamarannya, jaket hoddie dan topi. Membuka handle pintu mobil.


Mendekat kepusat keramaian, tempat acara reuni berlangsung. Memantau dari kejauhan dimana posisi Neyna berada.


Terlihat oleh Wanda sosok Neyna samar- samar diantara keramaian. Wanda mendekat dan tetap memberi jarak agar Neyna dan teman - temannya tidak melihat Wanda.


Wanda terkejut, jantungnya berdegup kencang, melihat pemandangan didepan matanya.


Wanda mencoba menahan rasa cemburu dan emosinya, melihat Bram sedang memeluk Neyna. Ingin rasanya dia mendekat dan berucap bahwa Neyna adalah miliknya.


Tangannya yang terkepal didalam kantong jaketnya menahan emosi yang sudah meninggi, matanya nanar menatap mereka dan giginya yang sudah saling beradu.


Bram melepaskan pelukannya dan membelai pipi dan hidung Neyna yang sembab dan merona merah.


“Heiii...kok sedih banget sih? Kangen banget ya? Uhhggh...gemes idungnya udah kaya badut ahh” goda Bram.


Ketiga sahabat Neyna ikut bahagia menyaksikan pertemuan mereka. Bram dan Neyna pun duduk berdampingan, tangan Neyna masih tetap dalam genggaman Bram.


“Kak Bram andai Kau tau apa yang sudah terjadi,,bahkan aku pun tak sanggup menatap wajahmu apabila Kau tau apa yang sudah terjadi. Biar lah mereka saling melepas rindu, karena esok belum tentu mereka akan saling sapa”


Rosi berkata dalam hati. Mimi hanya terdiam sedang Caca yang sedikit lemot dan kurang peka untuk persoalan hati dan perasaan ini hanya berekspresi datar, tak salah memang Rosi memberi dia Julukan jomblo berformalin.



Wanda Auriza Husin


Hai..hai...semua..


masih semangat menunggu episode berikutnya kan? Pasti dong ya,,,,


jangan lupa tinggal kan jejak kalian, komen, like, vote, dan favorite pastinya biar author makin semangat up..up nya..and the last... happy reading gaes, keep smile, happy healthy..kupi mana kupi...lanjut😊


Salam,


La Shakila 🌷