Deja Vu

Deja Vu
42. Cemburu Melanda, Emosi Membara



Neyna masih tak mengeluarkan sepatah kata pun, dia masih menguatkan dirinya, untuk menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya.


Neyna tidak mungkin merahasiakan pernikahannya dengan Wanda, karena Bram lambat laun pasti akan tau dan lebih sakit lagi jika Bram mengetahuinya dari orang lain.


“Sayang kamu kok diam aja masih shock ya? Emang sengaja kakak matiin hp dan gak kasi kabar ke kamu kalau kakak bakalan datang keacara ini, Rendy yang mengirim pesan ke kakak kalau acara Reuninya hari ini” terang Bram.


Setelah seluruh rangkaian acara selesai, diakhir acara ada sesi foto bersama keseluruhan yang hadir dan Foto bersama sesuai angkatan.


Wanda masih tetap memperhatikan dari kejauhan, emosinya yang sudah semakin memuncak berusaha ditahannya.


Jika Wanda tidak bisa menahan emosinya itu akan memperburuk hubungannya dengan Neyna. Sudah bisa dipastikan Neyna akan semakin benci dan muak padanya.


Atas dasar rasa cemburu Wanda yang tinggi membuat ia selalu ingin tau apa yang Neyna lakukan dan dengan siapa Neyna pergi.


Ditatapnya wajah Neyna lekat- lekat, dengan senyum lembut ia berucap


“Mungkin inilah saatnya, kakak akan menemui kedua orang tua kamu untuk melamar kamu menjadi pendamping hidup kakak” ucap Bram


Tubuh Neyna bergetar, jantungnya bergemuruh. Para sahabat Neyna yang juga mendengar ucapan Bram merasa khawatir, tapi mereka tak bisa berbuat apa - apa.


“Neyna sudikah Kau menjadi pendamping hidup ku, menua bersamaku dalam suka dan duka hingga maut memisahkan?”


Terdengar suara Mimi berkomentar


dengan sedikit manja


”aahhhh...sweet sekali kak Bram..pengen meleleh aku tuh!..”


sambil menggigit - gigit rambut Caca yang keriting.


“Woii...rambut gua!!” Ucap Caca.


Mimi langsung menghempaskannya dan mengeluarkan lidahnya seperti mau muntah.


“Apaan sih berisik aja deh,,!” Ucap Rosi. Sambil menarik keduanya sedikit menjauh. Rendy yang melihatnya hanya tersenyum geli.


Wanda yang memantau dari kejauhan mulai tidak bisa menguasai emosinya.


Wanda langsung mendekat dengan wajah memerah yang penuh Amarah.


dalam hatinya berkata


“dia itu milikku! Gak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya, walaupun aku sendiri belum pernah menyentuhnya, tapi aku yang lebih berhak atas dia. Apapun yang terjadi aku akan mempertahankan pernikahan sandiwara ini Neyna, sampai titik darah penghabisanku!!”


Rosi, Mimi dan Caca kaget melihat Wanda yang tiba - tiba muncul mendekat dengan ekspresi wajah yang penuh amarah.


Tanpa berkata - kata dia langsung menarik dengan kasar tangan Neyna yang masih dalam genggaman Bram.


Menarik Neyna dengan kasar menjauh meninggalkan Bram. Neyna yang terkejut tak mampu berkata apa - apa, wajahnya masih menoleh pada Bram yang semakin jauh dari nya.


Tatapan matanya mengartikan kalau Wanda memang lebih berhak atas dirinya.


“Kak,,maaf kan Ney,,Neyna gak bisa berbuat apa - apa, kenyataannya memang dialah yang lebih berhak atas Neyna saat ini, Neyna yang salah!”


Bram terkejut atas kehadiran Wanda,


yang dengan tiba - tiba merebut Neyna dari genggamannya.


“Hey,,,kamu..mau kamu bawa kemana dia,,hey..tunggu...!” Teriak Bram.


Wanda tidak menghiraukan Bram, dia tetap menarik Neyna menuju parkiran mobilnya.


Sampai didepan mobilnya, Wanda langsung membawa Neyna masuk kedalam mobilnya. Wanda pun masuk dan menyalakan mobil sport Hitam miliknya dan membawa Neyna pergi.


Melihat Wanda yang sudah mengendarai mobil membawa Neyna, Bram pun menuju parkir mobilnya untuk mengejar mereka.


Sementara Rosi, Mimi dan Caca khawatir atas apa yang sudah terjadi, sedangkan Rendy yang tidak tahu menahu kejadian sebenarnya terlihat bingung.


“Kak,,kaya nya kita harus susul mereka deh,, ayo kak!!” Ucap Rosi yang belum menjawab pertanyaan Rendy.


Mereka pun menaiki mobil Rosi yang dikendarai Rendy, Rendy tidak membawa kendaraan, karena dia datang bersama dengan Bram.


“Duuuh!!!aku takut terjadi apa - apa Sama Neyna,,ya tuhan!” Ucap Mimi yang terlihat khawatir.


Caca dan Mimi yang berada di jok belakang terlihat sangat khawatir. Rendy pun melajukan kendaraannya.


Didalam mobil, Wanda masih tidak berkata apa - apa, Neyna menatap kearah Wanda yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Ekspresi Wanda masih terlihat emosi, tapi dia berusaha tidak mengeluarkan kata - kata, hanya memilih diam dan konsentrasi.


Neyna yang emosi dan kesal atas perlakuan Wanda mulai angkat bicara.


“Puas lo!!” Ucap Neyna


“Iya,,karena aku berhasil mempertahankan hak ku” ucap Wanda dengan wajah datar.


“Hak?! Hak yang mana, Hak atas apa?” Teriak Neyna


“Ya...hak yang memang aku miliki secara sah dimata hukum dan agama, hak yang harus aku perjuangkan” dengan masih nada datar.


“Ohh...iya..iya..aku lupa,,kalau kamu punya hak atas diriku,,tapi kamu lupa, itu hanya berlaku dirumah, kalau sudah diluar aku bebas dari segala ikatan, mau apa dengan siapa itu bukan menjadi urusan kamu!” Kesal Neyna.


“Tapi aku punya janji dengan kedua orang tua kamu, untuk menjaga dan melindungi kamu selama aku masih menjadi suami kamu!”


“Asal kamu tau,,aku gak pernah minta kamu buat jagain aku, lindungi aku, gak perluu! Aku bisa jaga diriku sendiri. Aku juga gak pernah mencampuri kehidupanmu diluar sana, mau kamu kerja, kuliah atau Sama pacar kamu, aku gak peduli!!” Teriak Neyna.


“Tapi aku peduli,,,bagiku apa yang sudah menjadi hak ku itu gak bisa diambil lagi dan aku akan menjaga dan melindunginya” Ucap Wanda.


“Ya Tuhaaann,,,kenapa Kau mempertemukan aku dengan mahluk seperti ini? Apa salah dan dosaku, aku hanya ingin jauhkan aku dari manusia seperti dia!!” Sambil menunjuk kearah Wanda.


“Karena Tuhan tau aku yang terbaik buat kamu, semakin Kau meminta untuk jauh dari ku semakin Tuhan mendekatkan kamu pada ku, berarti Tuhan tau yang terbaik buat kamu”


“Aku gak ngerti sama isi kepala mu! Yang jelas sejak pertama kali aku bertemu dengan kamu, sejak itulah aku merasa kamu itu adalah mimpi buruk!” Mata Neyna mulai berkaca- kaca.


“Berarti mimpi buruk kamu itulah yang terbaik buat mu,,kata tuhan sih,,bukan kata aku!”


Butir - butir bening mulai keluar dari sudut mata Neyna. Dengan suara lirih Neyna berucap


“Kamu tau,,apa pun yang terjadi, rasa benci ku semakin besar, rasa muakku semakin melebar dan apapun yang terjadi dimuka bumi ini tidak akan merubah perasaanku, aku berharap agar tuhan menghapus ingatanku!” Ucap Neyna pelan.


Mendengar ucapan Neyna, Wanda semakin menginjak pedal gas nya. Laju mobil semakin kencang.


Neyna menatap nanar kearah Wanda dengan meneteskan air mata. Betapa muaknya dia melihat sosok yang ada didepan matanya ini.


Betapa Wanda telah menghancurkan segala mimpinya, harapannya dan cintanya.


Masih dengan kecepatan tinggi wanda melajukan mobilnya, didalam hatinya berkecamuk, mendengar semua ucapan Neyna.


“Sebesar itu rasa bencimu padaku Ney, apa tidak bisa Kau memaafkan ku atas segala yang pernah kulakukan padamu sehingga membekas dihatimu, aku memang salah, tapi itulah bodohnya aku, caraku mengungkapkan perasaan yang membuat mu terluka, benci, marah, jijik. Semua sumpah serapahmu Yang Kau tujukan padaku, apakah tidak mampu untuk menghapus kesalahanku dimasa lalu Ney? Karena sebenarnya aku mencintaimu, ya aku mencintaimu!!”


“Aku mau cerai!!” Ucap Neyna singkat.


Hai..hai..


masih semangat dengan kelanjutan kisah cinta Neyna, Bram dan Wanda ga? Masih lah ya,,


(sedikit memaksa 🤭)


Jangan lupa kasi - kasi jempol, komen, vote dan hadiahnya ya, biar jadi mood boster author untuk berhalu. Akhir kata makasi semua atas dukungannya, happy reading gaes, sehat selalu🙏🏻😊


Salam,


La Shakila 🌷